Pages

Saturday, November 30, 2019

Strawman Fallacy

 
Description: Substituting a person’s actual position or argument with a distorted, exaggerated, or misrepresented version of the position of the argument. 
A straw man is a common form of argument and is an informal fallacy based on giving the impression of refuting an opponent’s argument, while actually refuting an argument which was not advanced by that opponent.
Strawman fallacy adalah salah satu jenis logical fallacy. Strawman atau orang-orangan jerami adalah jenis fallacy yang intinya memanipulasi pendapat lawan diskusi sehingga menjadi argumen yg rapuh dan mudah diserang -seperti orang-orangan dari jerami- dan lantas menyerangnya.

Lawan debat bukan menyerang argumen lawan diskusi tapi menyerang ilusinya sendiri hasil memanipulasi argumen lawan. Manipulasi argumen lawan ini bisa disengaja untuk kepentingan propaganda politik.

Strawman Fallacy merupakan penolakan terhadap argumen seseorang melalui impresi yang memposisikan pemilik argumen tidak pada tempatnya. Tujuannya bisa untuk memberikan kesan negatif pada sosok pemberi argumen, bukan pada argumennya.

Sehingga strawman fallacy menjadi sebuah sesat pikir untuk sengaja salah merepresentasikan posisi atau argumen lawan diskusi, lalu menyerangnya seakan-akan itulah pandangan/posisi/argumen lawan diskusi.

Teknik tersebut digunakan sepanjang sejarah dalam debat polemik, terutama dalam argumen tentang masalah-masalah emosional yang sangat mudah berubah.

Orang dengan sesat pikir strawman fallacy punya cara “mengubah argumen lawan” menjadi argumen baru, yang dia anggap argumen orang tersebut, untuk kemudian dia serang. Padahal argumen itu sama sekali tidak pernah keluar dari orang itu. 

Sesat pikiran ini terjadi ketika kamu memiliki argumen namun lawan bicaramu menyederhanakan argumenmu bahkan, lawan bicaramu dengan entah tidak atau sengaja salah mempresentasikan argumenmu agar bisa menyerang argumen yang kamu lontarkan.

Contoh ketika sedang ada lomba debat antar kelas di sekolah dengan tema pemerintahan. Pihak pertama mengeluarkan argumen kalau infrastruktur yang berlebihan di negara tidak baik karena bisa merusak alam dan hutan di negara kita.

Terus, pihak kedua langsung menyimpulkan kalau pihak pertama tidak suka dengan pemerintahan sekarang. Padahal, pihak kedua bisa berdiskusi mengenai infrastruktur di negara ini, bukannya mengklaim sesuatu yang belum tentu benar.

Contoh lain perkataan the strawman fallacy, misalnya,  "oh kamu tidak suka makan ayam? Jadi kamu tidak mendukung kesejahteraan peternak ayam dong?".

Jadi, sesat logika ini ditandai dengan mempelintir argumen orang lain supaya jadi bahan serangan baru yang kerap kali keluar konteks. Padahal yang dimaksud A, jadinya B.

Argumen the strawman fallacy atau manusia jerami khas adalah membuat ilusi yang dapat menolak atau mengalahkan proposisi lawan meskipun menggantinya dengan proporsi yang berbeda (contohnya "manusia jerami tunggal") dan kemudian menolak argumen palsu ("memukul manusia jerami") sebagai ganti dari proposisi lawan yang sebenarnya.

Teknik tersebut digunakan sepanjang sejarah dalam debat polemik, terutama dalam argumen tentang masalah-masalah emosional yang sangat mudah berubah.



Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Straw_man
https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_jerami
https://www.logicallyfallacious.com/tools/lp/Bo/LogicalFallacies/169/Strawman-Fallacy
https://redaksiindonesia.com/read/memahami-logical-fallacy.html
https://aditmath.wordpress.com/2015/08/18/tentang-strawman-fallacy/
https://www.youtube.com/watch?v=hfil34ayaEU
https://www.kompasiana.com/nararya1979/552bdce96ea83469438b4578/argumen-orangorangan-jerami

No comments:

Post a Comment