Pages

Tuesday, March 22, 2022

Saham GoTo

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo akhir-akhir ini ramai dan sering diperbincangkan di media massa. Hal ini dikarenakan GoTo akan mengeluarkan saham, meskipun Goto memutuskan untuk memperpanjang periode waktu penawaran awal saham (bookbuilding period) selama 3 hari. 

Yaitu yang semula tanggal 15 - 21 Maret 2022 diperpanjang hingga tanggal 24 Maret 2022, agar semakin banyak konsumen dan pedagang di platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial yang dapat mengikuti Program Saham Gotong Royong.  

GoTo menargetkan bisa melakukan penawaran umum pada minggu pertama April 2022. Antusiasme ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap GoTo sebagai ekosistem digital terintegrasi terbesar di Indonesia yang menggabungkan tiga platform layanan—on-demand, e-commerce, dan financial technology.

Namun, akankah saham GoTo sukses dan tidak anjlok seperti Saham Bukalapak?

Bukalapak telah menjadi startup lokal yang melantai di bursa bulan Agustus 2021 silam. Selain itu startup asal Singapura, Grab, juga ikut melangkahkan kaki untuk melantai di bursa dengan melakukan IPO dan menyerap modal di Wall Street yaitu bursa efek di Amerika Serikat.

Bukalapak yang telah melantai di bursa efek kini sahamnya anjlok nilainya dibandingkan saat IPO. Tahun 2021, Bukalapak dengan kode saham BUKA melakukan IPO dengan melepas 25,76 miliar saham atau sebanyak 25% dengan harga saham sebesar Rp 750 hingga Rp 850 per saham. 

Namun kini, saham Bukalapak senilai Rp 268 per lembar saham. Sudah turun 582 poin dari harga IPO atau mencapai 68,4%.

Untuk itu sebelum membeli saham GoTo pastikan telah menganalisa dengan baik dan benar.

Salah satu yang bisa kita dengarkan adalah penjelasan dari youtuber Kefas Evander dalam videoanya "IPO GOTO, 5 HAL YANG PERLU DIKETAHUI INVESTOR".




Selain itu, kita juga bisa mengikuti cuitan dari akun twitter @doktermarket

*update 12.12.2022

GOTO memiliki total aset Rp 154,79 triliun, yang terdiri dari aset lancar Rp 35,45 triliun, dan aset tidak lancar mencapai Rp 119,33 triliun, termasuk aset tak berwujud (intangible) atau goodwill Rp 93,83 triliun.

Goodwill merupakan istilah bagi aset tak berwujud yang me representasi selisih nilai pembelian suatu perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan lain. Selisih nilai yang seringkali lebih besar dibanding harga pasar aset atau nilai buku yang dibayarkan. Goodwill akan dicatat dalam neraca keuangan saat terjadi akuisisi.

Nilai goodwill pada laporan aset GOTO salah satunya berasal dari hasil penggabungan bisnis antara Gojek Indonesia dan Tokopedia pada Mei 2021 lalu. 


Jika sudah mantap, monggo silahkan beli saham GoTo.


Sumber :

https://investasi.kontan.co.id/news/periode-bookbuilding-saham-goto-diperpanjang-ini-penyebabnya?page=2

https://finance.detik.com/portofolio/d-5992690/menerawang-nasib-sahamgoto-kisah-bukalapak-bakal-terulang.

https://katadata.co.id/lavinda/finansial/638ec92ed2bfe/saham-goto-murah-karena-goodwill-ini-respons-lengkap-analis-dan-bei

No comments:

Post a Comment