Pages

▼

Wednesday, October 14, 2026

Street Fighter 2026

Kalau kamu tumbuh besar bersama mesin arcade dan mengenal Street Fighter II, film Street Fighter 2026 kemungkinan akan terasa seperti perjalanan kembali ke tahun 1990-an. Film terbaru ini bukan kelanjutan dari film Street Fighter tahun 1994. Ini adalah reboot live-action yang mengambil inspirasi dari dunia permainan Capcom, dengan latar tahun 1993 dan berpusat pada dua nama yang paling dikenal dalam franchise ini, Ryu dan Ken Masters. 

Tetapi cerita film ini tidak sekadar mempertemukan para petarung dalam sebuah turnamen. Di balik pertandingan tersebut ternyata terdapat sebuah konspirasi. Dalam versi film ini, Ryu dan Ken memiliki hubungan yang lebih dekat daripada sekadar dua petarung yang sering berhadapan. Keduanya sejak kecil diasuh oleh Guru Gouken.

Gouken menjadi sosok penting dalam kehidupan mereka dan menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai petarung. Namun kehidupan mereka kemudian berubah. Ryu dan Ken menjadi terpisah dan menjalani jalan masing-masing.

Hubungan keduanya tidak lagi seperti dahulu. Mereka bukan lagi dua anak yang berlatih bersama di bawah seorang guru. Mereka menjadi dua petarung dengan jalan hidup masing-masing. Dan kemudian datanglah seseorang yang mempertemukan mereka kembali, Chun-Li.

Dalam film ini, Chun-Li diperkenalkan sebagai agen Interpol. Ia bukan sekadar petarung yang ingin mengikuti turnamen. Chun-Li memiliki tujuan lain. Ia merekrut Ryu dan Ken untuk mengikuti World Warrior Tournament.

Tetapi turnamen tersebut sebenarnya hanyalah pintu masuk menuju persoalan yang jauh lebih besar. Misi mereka adalah menghadapi Lord Bison. Bison bukan sekadar penyelenggara pertandingan. Ada agenda tersembunyi di balik turnamen tersebut. Dan Ryu serta Ken perlahan terseret ke dalam permainan yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar pertarungan antarpetarung.

Gouken dibunuh oleh Akuma. Dan kematian tersebut menjadi salah satu alasan Ryu dan Ken kembali terlibat dalam konflik. Konflik film tidak hanya berbicara tentang siapa petarung terkuat. Chun-Li memiliki misi terhadap Bison. Sementara Ryu dan Ken memiliki persoalan masa lalu yang berkaitan dengan kematian Gouken dan Akuma. Ketiga kepentingan tersebut kemudian bertemu dalam World Warrior Tournament.

Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah banyaknya karakter dari game yang akhirnya mendapatkan versi live-action. Selain Ryu, Ken, dan Chun-Li, film ini menghadirkan, 

M Bison, Akuma, Guile, Balrog, Blanka, Vega, Zangief, E. Honda, Dhalsim, serta sejumlah karakter lainnya. Menariknya, tim produksi memang sengaja mempertahankan gaya bertarung khas masing-masing karakter. 

Ryu selalu memiliki posisi unik dalam dunia Street Fighter. Ia tidak bertarung semata-mata untuk menjadi terkenal. Ia mencari pemahaman mengenai dirinya sendiri dan kemampuan bertarungnya. Dalam film ini, perjalanan Ryu menjadi lebih personal karena ia harus berhadapan dengan masa lalu, Gouken, Ken, dan Akuma.

Ken, digambarkan lebih percaya diri dan memiliki sisi yang lebih berani dibandingkan Ryu. Hubungannya dengan Ryu menjadi salah satu elemen emosional film. Mereka memiliki masa lalu yang sama. Mereka pernah berada di bawah guru yang sama. Tetapi sekarang mereka berada dalam situasi yang berbeda.

Di balik Hadouken, Shoryuken, tendangan, pukulan, dan berbagai karakter eksentrik, film ini memiliki tema yang cukup sederhana, masa lalu tidak pernah benar-benar pergi. 

Film tahun 1994 memiliki pendekatan yang sangat berbeda dan pernah mendapatkan reputasi buruk di kalangan penggemar. Versi 2026 mencoba mengambil arah lain.

No comments:

Post a Comment