Setiap kita mudik ke kota Kudus, kuliner yang tidak pernah ketinggalan adalah soto Kudus. Sekilas soto Kudus mirip dengan soto Lamongan, yaitu berisi suwiran ayam dan taoge. Namun yang menjadi pembeda dan yang menjadi khas adalah soto kudus menggunakan daging kerbau.
Dan yang menjadikan nagih adalah penyajiannya dalam mangkuk kecil untuk satu porsi soto. Sehingga dijamin jika hanya menyantap 1 mangkok tidak akan puas, aku aja minimal 2 mangkok.
Konon soto kudus tidak menggunakan daging sapi karena penghormatan muslim Kudus terhadap agama Hindu, dimana sapi merupakan hewan suci bagai agama Hindu, sehingga oleh anjuran dari Sunan Kudus sebagai orang Islam untuk menghargai agama Hindu dan sebagai bentuk toleransi yang diajarkan oleh Sunan Kudus maka dipergunakanlah daging Kerbau sebagai daging dalam kuah soto Kudus.
Banyak sekali warung soto Kudus yang bisa kita jumpai di pelosok kota Kudus, namun yang selalu menjadi jujukan kita adalah soto Kudus warung bu Marni, yang terletak di dekat alun-alun kota Kudus, tepatnya di jalan Sunan Muria kota Kudus.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Soto_Kudus
http://www.negerikuindonesia.com/2015/05/soto-kudus-kuliner-khas-dari-kudus-jawa.html
“Whatever we possess becomes of double value when we have the opportunity of sharing it with others"
Thursday, June 29, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Jika pada keyboard kita mengenal tombol "Delete" dan "Backspace" untuk menghapus, maka pada kalkulator terdapat 4 tip...
-
Bon Jovi Live In Jakarta Bon Jovi akan mengadakan konser Live in Jakarta, tepatnya hari Jumat ini, tanggal 11 September 2015 di Gelora Bun...
-
BPJS Kesehatan merupakan singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. BPJS Kesehatan (Askes / Asuransi Kesehatan) bersama B...
-
Kebahagian bukan tujuan akhir setelah kita lulus kuliah, atau setelah mendapatkan pekerjaan, atau setelah memiliki rumah, atau setelah menik...
-
Kanban Board Terdiri dari: Prioritized backlog (to-do-list) : merupakan daftar pekerjaan yang diprioritaskan untuk dikerjakan. Work in pr...

No comments:
Post a Comment