Tuesday, November 22, 2011

Batam, Pulau Industri

BEGIN WITH THE END IN MIND
tulisan perantau untuk para perantau muda

PENGANTAR
BATAM, Pulau Industri


Kalau Jakarta dikenal dengan kota yang tidak pernah tidur, maka Batam disebut dengan Pulau yang tidak pernah terlelap. Kalau Jakarta dikenal sebagai ibu kota yang kejam melebihi ibu tiri, maka Batam disebut sebagai pulau yang tidak mengenal perasaan.

Sebenarnya julukan itu tidak benar seutuhnya. Karena jika kita melihat di Buser atau di Patroli, acara TV yang berkutat dibidang kriminal, tindak tanduk penjahat ada dimana-mana menyebar merata di seluruh pelosok negeri.

Di Indonesia, terdapat beberapa kota Industri diantaranya adalah Jakarta, Surabaya dan Batam. Jika kamu adalah orang yang bertipe pekerja keras, maka Batam adalah pulau yang cocok untuk kamu singgahi. Tipe workaholic akan betah tinggal disini. Karena perhitungan gaji yang fair mengikuti perhitungan pemerintah, 20 hari kerja kita berpusing-pusing dengan pekerjaan dan sebagai ganjarannya di akhir bulan kita dapat tersenyum-senyum melihat slip gaji kita.

Namun terlalu naif, jika kita membicarakan hal tersebut.

Batam memiliki beberapa kawasan industri, diantaranya yang terbesar adalah Kawasan Industri Batam Center, Kawasan Industri Panbil, dan Kawasan Industri Mukakuning. Rata-rata perusahaan yang ada adalah anak perusahaan dari perusahaan yang ada di luar negeri. Seperti Jepang dan Singapura. Jadi untuk kesini, kamu harus bisa berbahasa Inggris.

Namun jangan berkecil hati dulu, karena penulis yakin, kemampuan berbahasa Inggris arek ITS belum bisa dibanggakan. Namun jangan khawatir, perbaiki mulai saat ini juga. Terutama vocabulary, karena yang menjadi lawan bicara kita adalah orang Jepang, orang Singapura dan orang India, yang notabene bahasa Inggris mereka bukan bahasa Ibu.

Asal kita ngomong mereka ngerti, mereka ngomong kita juga ngerti, thats all.

Kemampuan Teknis
Agar bahasa Inggris ada improve, selain belajar di UPT atau di lembaga bahasa Inggris swasta yang lebih bonafit, gunakan juga media yang lain. Tidak susah. Saat menonton film barat, jangan hanya membaca text doank, tapi sekali-kali dengerin para aktor atau aktris bicara kemudian coba kalian terjemahkan.

Atau saat kalian melantunkan lagu barat di kamar mandi, dikit-dikit kalian resapi arti dari liriknya. Atau yang lebih efektif lagi adalah, ngobrollah dengan teman kamu dkampus dengan bahasa Inggris. Sangat sepakat sekali, kalau diadakan English Day seperti yang diterapkan oleh Laboratorium Sistem Manufaktur atau Lab lainnya. Karena dengan komunikasi 2 arah akan bakal efektif untuk memperbaiki bahasa Inggrismu.

Perbaiki sekarang kemampuan bahasa Inggrismu, karena lawan bersaing kita bukan teman kuliah kita, bukan orang Indonesia saja, tapi orang luar negeri. Tanpa bahasa Inggris, sama saja kamu maju perang tanpa membawa senjata, bisa-bisa mati konyol.

Selain kemampuan berbahasa Inggris, pastinya harus dibarengi dengan teori-teori yang mendukung didunia kerja. Untuk mendapat teori-teori pendukung tersebut sudah sangat cukup  kamu dapatkan di bangku kuliah sesuai dengan mata kuliah dan kurikulum yang telah diramu oleh para dosen TI ITS. Tentunya jangan kamu terima mentah-mentah, tapi perlu kamu kembangkan di Lab-Lab yang telah ada dikampus.

Ada selentingan bahwa didunia kerja teori-teori yang kita pelajari di kampus tidak digunakan sama sekali. Hal itu tidaklah benar. Juga tidak sepenuhnya salah. Karena sebenarnya didunia kerja juga diterapkan teori-teori tersebut, tentunya dengan sedikit penyesuaian disana-sini, atau yang biasa disebut dengan teori terapan. Jadi jangan tidak belajar.

Jangan sampai saat kamu wisuda nanti, kamu tidak mengerti tidak paham, apa sebenarnya Teknik Industri, apa sebenarnya yang saya pelajari selama kuliah dari semester ke semester. Tanyalah dirimu sendiri dan jawablah dengan baik, sebelum orang lain bertanya kepadamu.

Karena penulis mengalami sendiri, yang dipelajari di Teknik Industri sangat banyak sekali. Ibaratkan pendekar, kamu mempunyai banyak senjata seperti pedang, panah, golok, kapak, ruyung, tongkat dan keris. Tapi kamu tidak dapat menggunakan salah satunya saja dengan baik.

Soft Skill
Selain belajar formal untuk mendapatkan ilmu teori, ada lagi yang tak kalah penting. Yaitu soft skill. Yang bisa kamu dapatkan jika kamu berinteraksi dengan orang lain. Dan wadah yang sesuai untuk mengasah soft skill adalah organisasi. Organisasi apa saja, baik itu HMTI, MSI, Lab atau UKM.

Mengapa soft skill itu perlu dan penting. soft skill ada beberapa, diantaranya adalah leadership dan comunication skill. Karena tingkat pendidikan kita adalah strata satu (S1) maka didunia kerja kita akan memimpin suatu tim yang pada umumnya tingkat pendidikan mereka adalah SMA, yang mana pemahaman mereka akan berbeda sama sekali dengan teman kita yang sama-sama mengenyam bangku kuliah.

Maka tidak lucu kalau kita saat akan memberikan instruksi kepada anak buah kita, kita tidak dapat menjelaskan dengan tenang dan jelas. Karena kita telah grogi duluan. Karena kita tidak pede.

Akan mudazir kalau kita punya segudang ide, tapi tidak pernah terwujud, karena anak buah kita sebagai tim tidak bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan yang kita mau, sesuai dengan yang kita inginkan.

Kemampuan ini akan efektif jika kita asah. Selain dengan organisasi, kita manfaatkan media lain, semisal saat kuliah, kita ada yang tidak jelas. Cobalah mengacungkan tangan, lalu bertanya.

Dengan bertanya, kita telah belajar memupuk 2 hal. Keberanian dan komunikasi. Keberanian, karena kita telah mengalahkan rasa takut dan malu terhadap forum, bahwa kita tidak paham. Berani menepis dicap bodoh. Dan dengan bertanya, kita belajar menata ucapan kita secara diplomatis mungkin, sehingga pertanyaan yang kita ajukan bukan merupakan pertanyaan bodoh, tapi merupakan pertanyaan yang cedas.

Begin With The End In Mind
Dari tulisan yang singkat ini, penulis tidak akan mengajak pembaca harus bagaimana, harus melakukan apa. Pembaca dipersilahkan mengambil sikap sendiri.

Namun yang perlu digaris bawahi adalah, saat kamu memulai sesuatu kegiatan atau aktivitas apapun selalu iringi dengan kejelasan hasil apa yang akan dan yang ingin kamu capai.
Jangan sampai kamu saat wisuda nanti tidak mengetahui kemampuanmu sendiri, atau yang lebih parah kamu tidak mempunyai kemampuan! Sungguh parah. Jangan sampai kamu merasa menyesal dan kecewa karena saat kuliah tidak menggunakan waktu dengan baik.

Sah-sah saja kalau kita meluangkan waktu kita untuk bermain, untuk nongkrong, untuk pacaran. Untuk refreshing melepas penatnya beban. Tapi tidak wajar jika waktu refreshing melebihi waktu dari belajar itu sendiri.

@taufanyanuar

Batam, 22 November 2005

Taufan Yanuar

(Penulis merupakan mantan mahasiswa angkatan 2000. Pernah mengenyam magang di Astra Otoparts Jakarta selama 6 bulan dan sekarang menjadi buruh di PT Toshiba TEC Batam. Selama kuliah penulis aktif di HMTI sebagai Kabiro Kesekretariatan dan Kadep PPA)