Showing posts with label Higher. Show all posts
Showing posts with label Higher. Show all posts

Monday, July 13, 2026

Menulis Essay dengan Pola Pikir Engineer

Menulis bukan hanya sekedar urusan inspirasi. Namun menulis juga mirip dengan merancang sebuah sistem. Tidak ada mesin yang langsung bekerja tanpa desain. Tidak ada jembatan yang berdiri tanpa perhitungan. Begitu pula sebuah essay yang baik tidak lahir hanya karena ide yang menarik, tetapi karena memiliki struktur berpikir yang jelas.

Dimana kita bisa memulai dengan memahami masalah.

  • Apa yang sebenarnya sedang terjadi?
  • Mengapa hal itu penting?
  • Apa akar penyebabnya?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang seharusnya menjadi pembuka sebuah essay.

Setelah masalah dipahami, berikutnya mengumpulkan data, bukan hanya sekedar memperbanyak informasi, melainkan untuk memastikan bahwa setiap kesimpulan memiliki dasar yang kuat. Data bisa berupa fakta, pengalaman pribadi, hasil penelitian, sejarah, maupun peristiwa sehari-hari.

Namun data saja tidak cukup, kita lanjutkan dengan mencari hubungan sebab dan akibat.

  • Mengapa ini terjadi?
  • Apa yang memicunya?
  • Apa dampaknya?

Di sinilah sebuah essay mulai berbeda dari sekadar kumpulan informasi. Pembaca tidak hanya mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga memahami mengapa hal itu terjadi. Langkah berikutnya adalah merancang solusi.

Setiap masalah harus memiliki alternatif penyelesaian. Tidak semua solusi sempurna, tetapi selalu ada pilihan yang lebih baik daripada membiarkan masalah tetap ada. Essay yang baik juga demikian, tidak berhenti pada kritik, tapi juga menawarkan cara pandang baru. 

Sekali lagi, menulis bukan hanya soal merangkai kata. Menulis adalah proses berpikir.

Thursday, June 4, 2026

Find Your Why

Mencari Tujuan Hidup yang Sesungguhnya


Di suatu titik dalam hidup, hampir setiap orang pernah bertanya kepada dirinya sendiri:

"Sebenarnya untuk apa saya menjalani semua ini?"

Pertanyaan itu bisa muncul ketika baru lulus kuliah, saat merasa jenuh dengan pekerjaan, ketika mengalami kegagalan, atau bahkan ketika sudah memiliki karier yang baik dan kehidupan yang terlihat mapan. Anehnya, semakin dewasa seseorang, sering kali pertanyaan tersebut justru semakin sering muncul.

Banyak orang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari apa yang ingin mereka lakukan. Mereka berpindah pekerjaan, mencoba bisnis baru, mengambil berbagai pelatihan, atau mengejar berbagai pencapaian. Namun tidak sedikit yang tetap merasa kosong. Bukan karena mereka kurang sukses, melainkan karena mereka belum menemukan alasan yang lebih dalam tentang mengapa mereka melakukan semua itu.

Inilah yang menjadi inti pemikiran dari Simon Sinek dalam konsep Find Your Why. Menurutnya, kebanyakan orang mengetahui apa yang mereka kerjakan. Sebagian mengetahui bagaimana cara mereka melakukannya. Namun hanya sedikit yang benar-benar memahami mengapa mereka melakukannya.

Padahal tujuan hidup tidak selalu ditemukan dengan melihat ke depan. Justru sering kali ditemukan dengan melihat ke belakang.

Coba ingat kembali perjalanan hidup Anda. Kapan Anda merasa paling bangga? Kapan Anda merasa pekerjaan yang dilakukan benar-benar berarti? Kapan Anda merasa energi seolah tidak habis meskipun sedang bekerja keras?

Biasanya ada pola yang berulang.

Mungkin Anda selalu merasa bahagia ketika membantu orang lain berkembang. Mungkin Anda selalu bersemangat ketika menyelesaikan masalah yang rumit. Atau mungkin Anda merasa puas ketika mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Pola itulah yang sering kali menjadi petunjuk menuju "why" kita.

Banyak orang mengira tujuan hidup harus berupa sesuatu yang besar dan luar biasa. Harus menjadi orang terkenal, membangun perusahaan besar, atau mengubah dunia. Padahal tidak selalu demikian. Tujuan hidup sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana.

Seorang guru mungkin menemukan tujuannya ketika melihat muridnya berhasil. Seorang manager mungkin menemukan tujuannya ketika melihat anggota timnya berkembang menjadi pemimpin baru. Seorang pengusaha mungkin menemukan tujuannya ketika bisnisnya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Tujuan hidup bukan tentang profesinya. Tujuan hidup adalah alasan di balik profesi tersebut.

Karena itu, dua orang yang memiliki pekerjaan yang sama bisa memiliki tujuan hidup yang berbeda. Dua orang manager bisa memimpin dengan cara yang sama sekali berbeda. Yang satu bekerja untuk mengejar jabatan, sementara yang lain bekerja karena ingin membantu orang-orang di sekitarnya tumbuh menjadi lebih baik. Jabatannya sama, tetapi maknanya berbeda.

Menemukan "why" juga membuat seseorang lebih kuat menghadapi kesulitan. Ketika pekerjaan terasa berat, ketika bisnis sedang menurun, atau ketika hasil belum sesuai harapan, orang yang memiliki alasan yang jelas biasanya lebih mampu bertahan. Bukan karena mereka lebih hebat, tetapi karena mereka tahu untuk apa mereka terus melangkah.

Tujuan hidup bukanlah sesuatu yang menunggu ditemukan di ujung perjalanan. Tujuan hidup sering kali sudah ada di dalam diri kita, tersembunyi di balik pengalaman-pengalaman yang pernah kita jalani. Tugas kita hanyalah mengenali pola tersebut dan menyadari apa yang sebenarnya membuat hidup terasa bermakna.

Mungkin pertanyaan terbesar dalam hidup bukanlah:

"Apa yang ingin saya capai?"

Tetapi:

"Mengapa saya ingin mencapainya?"

Karena ketika seseorang menemukan "why"-nya, pekerjaan tidak lagi sekadar mencari nafkah, karier tidak lagi sekadar mengejar jabatan, dan hidup tidak lagi sekadar menjalani hari demi hari. Semua memiliki arah, makna, dan alasan yang membuat setiap langkah terasa lebih berharga.

Sebab orang yang mengetahui apa yang dikerjakannya akan mampu bekerja dengan baik. Tetapi orang yang mengetahui mengapa ia melakukannya akan mampu menjalani hidup dengan penuh makna.

Sunday, May 31, 2026

Segitiga Karier – Keluarga – Kesehatan

Dalam perjalanan hidup, banyak orang berusaha mencapai keseimbangan antara berbagai aspek yang dianggap penting. Jika dalam dunia bisnis dikenal segitiga kualitas, biaya, dan kecepatan, maka dalam kehidupan pribadi terdapat sebuah segitiga yang tidak kalah penting: Karier, Keluarga, dan Kesehatan. Ketiganya saling berhubungan dan saling memengaruhi. Tantangannya adalah tidak semua sisi segitiga dapat menjadi prioritas utama pada saat yang bersamaan.

Karier memberikan kesempatan untuk bertumbuh, berkarya, dan memperoleh penghasilan. Melalui pekerjaan, seseorang dapat mewujudkan berbagai impian, membangun masa depan, serta memberikan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya. Namun, mengejar karier tanpa batas sering kali menuntut waktu, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit. Lembur, perjalanan dinas, target pekerjaan, hingga tanggung jawab yang semakin besar dapat membuat seseorang tanpa sadar mengorbankan aspek lain dalam hidupnya.

Di sisi lain, keluarga adalah tempat seseorang pulang setelah menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Keluarga menjadi sumber dukungan, semangat, dan alasan mengapa seseorang bekerja keras setiap hari. Ironisnya, banyak orang begitu sibuk membangun masa depan bagi keluarganya hingga lupa menikmati kebersamaan dengan mereka hari ini. Waktu yang hilang bersama anak, pasangan, atau orang tua tidak selalu bisa digantikan oleh keberhasilan karier maupun materi yang diperoleh di kemudian hari.

Sementara itu, kesehatan sering menjadi sisi segitiga yang paling sering diabaikan. Ketika masih muda dan tubuh masih kuat, banyak orang merasa mampu bekerja lebih lama, tidur lebih sedikit, dan menunda menjaga kesehatan. Padahal kesehatan adalah fondasi yang menopang dua sisi lainnya. Karier yang cemerlang akan sulit dinikmati jika tubuh tidak lagi mampu mendukung aktivitas. Begitu pula kebersamaan dengan keluarga akan terasa berbeda ketika kesehatan mulai menurun.

Menariknya, dalam fase kehidupan tertentu, salah satu sisi segitiga biasanya akan menjadi prioritas lebih besar dibanding yang lain. Ada masa ketika seseorang harus fokus membangun karier. Ada masa ketika keluarga membutuhkan perhatian lebih besar. Ada pula masa ketika kesehatan harus menjadi prioritas utama. Hal ini bukan berarti segitiga tersebut menjadi tidak seimbang selamanya, melainkan menunjukkan bahwa kehidupan memiliki musimnya sendiri.

Kesalahan yang sering terjadi adalah ketika seseorang mengorbankan satu sisi secara terus-menerus demi memperbesar sisi yang lain. Karier yang terlalu dominan dapat menjauhkan seseorang dari keluarga dan menguras kesehatan. Fokus berlebihan pada pekerjaan demi keluarga justru bisa membuat kehilangan momen-momen berharga bersama mereka. Sebaliknya, mengabaikan karier juga dapat menimbulkan tekanan finansial yang berdampak pada keluarga dan kesehatan mental.

Mungkin tujuan hidup bukanlah membuat ketiga sisi segitiga selalu sama panjang setiap saat, karena hal itu hampir mustahil dilakukan. Yang lebih realistis adalah memastikan bahwa ketiganya tetap ada dan tidak ada satu sisi pun yang runtuh. Sebab ketika salah satu sisi hilang, keseimbangan hidup akan ikut terganggu.

Sunday, November 16, 2025

Porter’s Generic Strategy:

Strategi Bersaing untuk Memenangkan Pasar

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk memiliki strategi yang jelas agar mampu bertahan dan unggul. Salah satu kerangka strategi paling terkenal dan banyak digunakan adalah Porter’s Generic Strategy, yang diperkenalkan oleh Michael E. Porter pada tahun 1980. 

source : https://strategicmanagementinsight.com/tools/porters-three-generic-strategies/

Model ini membantu perusahaan menentukan posisi kompetitifnya di pasar melalui tiga strategi utama: cost leadership, differentiation, dan focus.

Apa Itu Porter’s Generic Strategy?

Porter’s Generic Strategy adalah kerangka kerja yang menggambarkan bagaimana perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitif melalui tiga pendekatan utama. Strategi ini disebut generic karena dapat diterapkan pada berbagai jenis industri dan skala bisnis—baik perusahaan besar maupun UMKM.

Kerangka ini berangkat dari gagasan bahwa perusahaan hanya akan sukses jika mampu memilih dan konsisten menjalankan salah satu strategi inti. Jika tidak, perusahaan dapat terjebak dalam kondisi stuck in the middle—tidak unggul dalam harga, tidak unik dalam nilai, dan tidak memiliki segmen pasar yang jelas.

Tiga Strategi Utama dalam Porter’s Generic Strategy

Cost Leadership (Kepemimpinan Biaya Rendah)

Strategi cost leadership berfokus pada upaya menjadi produsen dengan biaya terendah di industri. Tujuannya adalah menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan kompetitor sehingga dapat menarik konsumen sensitif harga.

Ciri-ciri strategi cost leadership:

  • Efisiensi operasional tinggi

  • Produksi dalam skala besar (economies of scale)

  • Pengendalian biaya ketat

  • Penggunaan teknologi untuk menekan biaya

Contoh penerapan:
Maskapai berbiaya rendah, produsen barang rumah tangga murah, atau ritel seperti minimarket diskon.

Differentiation (Diferensiasi)

Strategi ini menekankan penciptaan produk atau layanan yang unik dan berbeda sehingga konsumen bersedia membayar lebih. Diferensiasi dapat berupa kualitas, fitur, desain, layanan pelanggan, inovasi, atau brand image yang kuat.

Ciri-ciri strategi differentiation:

  • Fokus pada inovasi

  • Kualitas produk unggul

  • R&D yang kuat

  • Brand dan pengalaman pelanggan diprioritaskan

Contoh penerapan:
Perusahaan teknologi premium, restoran fine dining, atau brand fashion terkenal.

3. Focus Strategy (Strategi Fokus)

Strategi fokus menargetkan segmen pasar tertentu yang sempit namun spesifik. Perusahaan dapat menggunakan pendekatan:

  • Cost focus: Menawarkan harga rendah untuk segmen tertentu

  • Differentiation focus: Menawarkan produk unik untuk kelompok pasar khusus

Strategi ini cocok bagi perusahaan kecil atau startup yang belum mampu bersaing di pasar luas.

Ciri-ciri strategi focus:

  • Target pasar sempit namun terdefinisi jelas

  • Pemahaman mendalam tentang kebutuhan segmen

  • Kustomisasi produk atau layanan

Contoh penerapan:
Produk khusus vegan, layanan khusus premium untuk eksekutif, atau brand lokal yang fokus pada pasar daerah.

Thursday, May 29, 2025

Orisinalitas Bukanlah Selalu Melulu Hal yang Baru

Ketika mendengar kata orisinalitas, sebagian besar orang langsung membayangkan sesuatu yang benar-benar baru, belum pernah ada sebelumnya, dan muncul dari kekosongan. Padahal, kenyataannya orisinalitas tidak selalu harus identik dengan kebaruan mutlak. 

Dalam banyak hal, orisinalitas justru muncul dari cara pandang baru terhadap hal lama, dari keberanian meramu ulang gagasan yang sudah ada menjadi sesuatu yang relevan dan bermakna.

Seorang seniman, penulis, atau inovator seringkali tidak menciptakan sesuatu dari nol. 

Mereka memetik dari ingatan kolektif, dari tradisi, sejarah, dan referensi yang telah ada sebelumnya. Orisinalitas mereka terletak pada sudut pandang, pada keberanian untuk menantang pakem lama dengan pendekatan segar, atau pada keberhasilan mereka menyuarakan sesuatu yang dirasakan banyak orang tapi belum pernah diungkapkan dengan cara tersebut.

Dalam dunia bisnis pun demikian. 

Tidak semua startup yang disebut inovatif benar-benar menciptakan kategori baru. Banyak dari mereka justru sukses karena memodifikasi ide lama dengan pendekatan yang lebih relevan, efisien, atau humanis. Layanan transportasi daring, misalnya, bukan menciptakan konsep transportasi itu sendiri, tetapi merevolusi cara kita mengakses dan menggunakannya.

Maka, penting untuk menyadari bahwa mengejar orisinalitas bukan berarti harus memaksakan kebaruan yang belum tentu berguna. Kadang, yang dibutuhkan adalah kepekaan membaca kebutuhan zaman, lalu menjawabnya dengan pendekatan yang unik—meskipun bahan-bahannya sudah ada sejak lama. 

Karena pada akhirnya, orisinalitas bukanlah soal menemukan hal yang belum pernah ada, melainkan tentang menyampaikan sesuatu dengan cara yang belum pernah ada.


Batik tulis adalah contoh sempurna dari orisinalitas yang tidak selalu harus “baru”, tetapi kaya akan keunikan, ekspresi personal, dan nilai budaya. 

Setiap lembar batik tulis adalah karya yang lahir dari tangan manusia—dengan ketidaksempurnaan yang justru menjadi ciri khas dan bukti orisinalitasnya. Tidak ada dua batik tulis yang benar-benar sama, karena motif, tekanan malam, goresan canting, dan suasana hati pembatik ikut membentuk hasil akhirnya.

Sementara itu, batik cetak atau batik printing meskipun efisien dan masif, kehilangan unsur personal tersebut. Ia bisa diulang persis, diproduksi cepat, tapi tidak menyimpan jejak kisah dan proses yang intim seperti batik tulis. 

Maka bisa dikatakan, orisinalitas batik tulis tidak terletak pada kebaruan motif semata, melainkan pada cara dan jiwa yang tertanam dalam pembuatannya.


Tulisan tangan seseorang pada sebuah artikel memancarkan orisinalitas dalam bentuk yang paling manusiawi—emosi, sudut pandang, dan pengalaman hidup yang tak bisa direplikasi persis oleh siapa pun, termasuk oleh kecerdasan buatan. Dalam tulisan manusia, kita bisa merasakan kegelisahan, semangat, atau bahkan kejanggalan logika yang justru menunjukkan proses berpikir yang hidup.

Sebaliknya, tulisan dari AI, meski rapi, cepat, dan informatif, cenderung terstruktur dan netral. Ia mampu meniru gaya, tapi tidak bisa sepenuhnya menyamai nuansa batin yang tertuang dalam tulisan personal. 

Seperti halnya batik tulis yang mengandung jiwa pembuatnya, tulisan tangan adalah ekspresi orisinal dari cara seseorang melihat dan merespons dunia—bukan sekadar kumpulan kata, tetapi narasi yang ditenun dari kesadaran unik.

Monday, March 24, 2025

Mengapa Kita Terlalu Sibuk Mencari Jalan Keluar?

Orang terlalu sibuk mencari jalan keluar, harusnya kita lebih mencari jalan kedalam untuk mengetahui siapa diri kita, dan mau kemana

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, banyak orang sibuk mencari "jalan keluar" dari berbagai masalah—pekerjaan yang tak memuaskan, hubungan yang terasa hampa, atau kebingungan akan masa depan. Namun, sering kali kita lupa bahwa sebelum mencari solusi di luar, kita perlu memahami siapa diri kita sebenarnya dan ke mana kita ingin melangkah.

Kita hidup dalam dunia yang penuh distraksi. Setiap hari, kita dibanjiri informasi dan tuntutan yang membuat kita merasa harus terus bergerak. Tekanan sosial mengarahkan kita untuk mencari pencapaian eksternal—gaji tinggi, pengakuan dari orang lain, atau kehidupan yang "sempurna" di mata dunia. 

Akibatnya, kita sering merasa tersesat, bahkan ketika sudah menemukan apa yang kita kira sebagai solusi.

Alih-alih terburu-buru mencari jalan keluar, kita perlu meluangkan waktu untuk melihat ke dalam diri. Siapa kita sebenarnya? Apa yang benar-benar membuat kita bahagia? Ke mana kita ingin melangkah?

Luangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri. Apakah keputusan yang diambil selama ini benar-benar berasal dari hati, atau hanya mengikuti arus? Meditasi, menulis jurnal, atau sekadar merenung bisa membantu kita lebih mengenal diri sendiri.

Kita sering terjebak dalam standar dan harapan yang ditetapkan oleh orang lain. Mencari jalan ke dalam berarti menemukan kebebasan untuk menjalani hidup sesuai dengan nilai dan tujuan pribadi.

Tidak semua hal dalam hidup harus diselesaikan dengan "jalan keluar" yang instan. Terkadang, menerima dan memahami keadaan diri adalah langkah pertama menuju perubahan yang lebih bermakna.

Jalan keluar sering kali hanya solusi sementara. Tapi jalan ke dalam—memahami nilai, tujuan, dan makna hidup—akan memberikan arah jangka panjang yang lebih kuat dan stabil.

Hidup bukan tentang terus-menerus mencari jalan keluar dari setiap tantangan. 

Kadang, yang kita butuhkan bukan solusi instan, melainkan pemahaman mendalam tentang diri sendiri. Dengan mengenali siapa kita dan ke mana kita ingin melangkah, kita tidak hanya menemukan jalan keluar, tetapi juga menemukan kehidupan yang lebih bermakna. 

Wednesday, December 4, 2024

Hidup Itu Bukan Soal Lari Kemana-Mana, Tapi Soal Menikmati Dimana Kita Berdiri

Di era modern ini, kehidupan sering terasa seperti sebuah perlombaan tanpa akhir. Semua orang berlomba-lomba untuk mengejar sesuatu — karier, harta, popularitas, atau bahkan validasi dari orang lain. Kita sering merasa bahwa semakin banyak yang kita capai, semakin bahagia kita. Namun, apakah benar hidup hanya soal berlari ke sana kemari, mengejar tujuan tanpa akhir?


Keindahan dalam Berhenti Sejenak

Hidup bukan hanya tentang bergerak maju, tetapi juga tentang memahami dan menikmati momen yang kita miliki saat ini. Ketika kita terus menerus berlari, kita sering melewatkan hal-hal kecil yang sebenarnya membawa kebahagiaan sejati, seperti:
  • Tawa bersama keluarga.
  • Pemandangan matahari terbenam.
  • Percakapan hangat dengan teman lama.

Momen-momen sederhana ini mudah terlewat jika kita terlalu fokus pada hal-hal besar yang ingin dicapai di masa depan.

Kesadaran Akan "Dimana Kita Berdiri"

Menikmati posisi kita saat ini adalah bentuk syukur. Terkadang, kita lupa betapa jauhnya kita telah berjalan. Kita terlalu sibuk melihat apa yang belum dicapai sehingga mengabaikan pencapaian yang sudah ada. Menghargai keberadaan kita di saat ini memberi ruang bagi kita untuk bersyukur atas apa yang telah kita miliki.

Mengapa Berlari Tanpa Henti Tidak Selalu Baik
Ada beberapa alasan mengapa berlari tanpa henti tidak selalu baik, yaitu diantaranya:

Kelelahan Mental dan Fisik
Terlalu fokus pada mengejar tujuan dapat membuat kita kelelahan secara fisik dan mental. Hidup yang terus berlari tidak memberi ruang untuk istirahat, refleksi, dan pemulihan.

Kehilangan Momen Berharga
Jika hidup hanya soal lari, kita berisiko kehilangan momen-momen kecil yang sebenarnya berarti. Kebahagiaan sejati sering ditemukan dalam hal-hal sederhana.

Tujuan yang Terus Bergeser
Ketika satu tujuan tercapai, tujuan baru muncul. Ini bisa menjadi siklus tanpa akhir yang membuat kita merasa tidak pernah puas.

Belajar Menikmati Dimana Kita Berdiri
Untuk itu mari kita mulai belajar menikmati dimana kita berdiri:

Latih Rasa Syukur
Luangkan waktu setiap hari untuk merenungkan apa yang Anda miliki dan apa yang telah Anda capai. Rasa syukur membantu Anda menikmati hidup saat ini.

Hargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Hidup adalah perjalanan, bukan hanya soal sampai di tujuan. Nikmati setiap langkah dan pelajaran yang datang di sepanjang jalan.

Kurangi Banding-Bandingkan Diri dengan Orang Lain
Fokus pada perjalanan Anda sendiri. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menciptakan tekanan yang tidak perlu.

Berhenti Sejenak
Berikan diri Anda waktu untuk berhenti, bernapas, dan menikmati keindahan yang ada di sekitar Anda. Ini bukan tanda kemalasan, tetapi cara untuk menghargai hidup.


Hidup bukan soal seberapa cepat kita bisa sampai ke tujuan berikutnya. Hidup adalah tentang bagaimana kita menikmati setiap langkah, setiap momen, dan setiap pencapaian kecil. Jadi, berhentilah sejenak. Lihatlah ke sekitar Anda. Rasakan apa yang Anda miliki saat ini. Karena hidup yang paling indah bukanlah hidup yang penuh pelarian, melainkan hidup yang penuh kesadaran.

Saturday, November 2, 2024

This Is Me

This Is Me adalah tema yang mendorong kita untuk menerima diri apa adanya, tanpa takut pada penilaian orang lain. Menyadari dan menerima diri sendiri adalah proses penting dalam perjalanan hidup yang melibatkan pengakuan terhadap kekuatan, kelemahan, serta keunikan masing-masing individu. Dalam dunia yang penuh tuntutan, memahami dan menghargai diri sendiri adalah langkah berani yang memungkinkan kita tampil autentik.


Dengan berani mengatakan "This is me," kita belajar menghargai kelebihan dan kekurangan. Ini bukan sekadar afirmasi, tapi upaya tulus untuk tidak hanya menerima diri sendiri, melainkan juga menyadari bahwa segala yang membentuk kita—termasuk kekurangan—adalah bagian penting dari perjalanan hidup.

Kerap kali, kita takut dihakimi atau tidak diterima. "This Is Me" adalah pengingat untuk tidak membiarkan penilaian orang lain mengendalikan kita. Ketika kita nyaman dengan siapa kita sebenarnya, kita bisa lebih terbuka, menghadapi tantangan, dan menikmati perjalanan hidup dengan lebih damai.

Penerimaan diri bukan berarti berhenti berkembang. Ini adalah pijakan awal untuk bertransformasi dengan cara yang selaras dengan nilai-nilai kita sendiri. Ketika kita menerima diri apa adanya, kita lebih percaya diri untuk mencapai potensi penuh tanpa merasa harus menjadi orang lain.

Saat kita berani menerima diri sendiri, kita memberi contoh bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Keberanian ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, memotivasi mereka untuk berani mengakui dan menghargai jati diri mereka, menciptakan dunia yang lebih autentik dan inklusif.

This Is Me bukan hanya tentang keberanian, tapi juga tentang rasa bangga atas siapa diri kita sesungguhnya. Ini adalah pesan untuk menjalani hidup dengan penuh kepercayaan diri, tidak terpengaruh oleh standar yang ditentukan orang lain, dan membiarkan diri kita berkembang sesuai potensi sejati.

Saturday, July 6, 2024

Knowledge is Power, but Character is More

Dalam dunia yang serba cepat dan kompetitif ini, pengetahuan sering kali dianggap sebagai kunci utama untuk mencapai kesuksesan. Slogan "Knowledge is Power" menjadi sangat relevan di era informasi saat ini, di mana akses terhadap pengetahuan tidak pernah semudah ini. Namun, meskipun pengetahuan memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan seseorang, karakter tetap menjadi fondasi utama yang tidak dapat diabaikan. Tanpa karakter yang kuat, pengetahuan bisa saja digunakan dengan cara yang salah dan tidak bermanfaat. Oleh karena itu, "Knowledge is Power, but Character is More" adalah pandangan yang perlu dipegang teguh.




Pentingnya Pengetahuan

Pengetahuan memberikan kekuatan untuk memahami dunia dan membuat keputusan yang tepat. Dengan pengetahuan, seseorang dapat mengembangkan keterampilan, menyelesaikan masalah, dan berinovasi. Pengetahuan memungkinkan seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan, memahami teknologi baru, dan memanfaatkan peluang yang ada. Dalam konteks profesional, pengetahuan adalah modal utama yang menentukan kemampuan seseorang untuk bersaing dan mencapai posisi yang lebih tinggi.


Keterbatasan Pengetahuan Tanpa Karakter

Namun, pengetahuan tanpa karakter bisa berbahaya. Tanpa integritas, pengetahuan bisa digunakan untuk memanipulasi atau merugikan orang lain. Seorang yang berpengetahuan luas tetapi tidak memiliki empati, kejujuran, dan tanggung jawab bisa saja menggunakan pengetahuannya untuk tujuan yang merusak. Sejarah telah menunjukkan banyak contoh individu berpengetahuan tinggi yang menyebabkan kerusakan besar karena kurangnya karakter.


Karakter: Fondasi Utama Kesuksesan

Karakter adalah cerminan dari nilai-nilai dan prinsip yang dipegang oleh seseorang. Karakter mencakup kejujuran, tanggung jawab, empati, kerendahan hati, dan keberanian moral. Seseorang dengan karakter yang kuat akan menggunakan pengetahuannya untuk kebaikan, memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dan menginspirasi orang lain. Karakter yang baik memastikan bahwa pengetahuan digunakan dengan cara yang etis dan bermoral.


Pengetahuan dan Karakter dalam Pendidikan

Pendidikan idealnya tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual tetapi juga pada pembentukan karakter. Kurikulum pendidikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga mengajarkan nilai-nilai moral dan etika. Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan program-program pengembangan diri yang menekankan pada pentingnya integritas, tanggung jawab, dan empati. Guru dan pendidik juga memiliki peran penting dalam menjadi teladan karakter yang baik bagi siswa.


Slogan "Knowledge is Power, but Character is More" mengingatkan kita bahwa pengetahuan saja tidak cukup untuk mencapai kesuksesan yang sejati. Karakter adalah fondasi yang memastikan bahwa pengetahuan digunakan dengan cara yang benar dan bermanfaat. Di dunia yang terus berubah ini, memiliki karakter yang kuat adalah hal yang tak ternilai harganya. Dengan menggabungkan pengetahuan dan karakter, kita tidak hanya menjadi individu yang sukses tetapi juga menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, mari kita tidak hanya mengejar pengetahuan tetapi juga berusaha membangun karakter yang kuat dan luhur.

Sekolah Bukan "Bengkel"

Pendidikan memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan setiap individu dan masyarakat. Tujuan utama pendidikan adalah untuk membimbing anak didik, mengembangkan potensi manusia, serta mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. 



Membimbing Anak Didik

Pendidikan bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada anak didik dalam menemukan dan mengembangkan minat serta bakat mereka. Melalui pendidikan, anak-anak diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dan keterampilan yang membantu mereka memahami dunia di sekitar mereka. Guru dan pendidik berperan sebagai pembimbing yang membantu siswa menemukan jati diri mereka, mengatasi tantangan, dan meraih cita-cita. Dengan bimbingan yang tepat, anak didik dapat berkembang menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan.


Mengembangkan Potensi Manusia

Setiap individu memiliki potensi unik yang perlu dikembangkan. Pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan potensi ini sehingga setiap orang dapat berkontribusi secara maksimal dalam masyarakat. Potensi manusia mencakup berbagai aspek, seperti intelektual, emosional, sosial, dan fisik. Pendidikan yang holistik berusaha mengembangkan semua aspek ini secara seimbang, memastikan bahwa setiap individu dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.


Mengembangkan Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik

Pendidikan tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek ini merupakan komponen penting dalam proses pendidikan. 


Dengan pencapaian tujuan-tujuan ini, diharapkan setiap individu dapat tumbuh menjadi manusia yang cerdas, berkarakter, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Pendidikan yang holistik dan berimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.


Dalam dunia pendidikan, orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan anak. Sekolah tidak dapat berdiri sendiri dalam mendidik anak; peran orang tua adalah kunci dalam memastikan pendidikan yang sukses. 


Sekolah Bukan "Bengkel"

Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa sekolah bukanlah "bengkel" yang bertanggung jawab memperbaiki semua masalah anak. Pendidikan adalah proses bersama di mana sekolah, keluarga, dan masyarakat saling mendukung. Orang tua perlu aktif terlibat dalam pendidikan anak mereka, baik di rumah maupun di sekolah. Ini termasuk membantu anak dengan pekerjaan rumah, membaca bersama, dan terlibat dalam kegiatan sekolah.

Orang tua juga harus memberikan dukungan emosional dan moral kepada anak. Anak yang merasa didukung oleh orang tua mereka cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dan performa akademis yang lebih baik. Oleh karena itu, orang tua harus selalu mendampingi dan memotivasi anak mereka untuk mencapai potensi terbaiknya.


Komunikasi Efektif

Komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru adalah kunci untuk mendukung perkembangan anak. Orang tua harus terbuka dalam berkomunikasi dengan guru dan pihak sekolah mengenai perkembangan anak mereka, baik itu kemajuan maupun tantangan yang dihadapi. Dengan berkomunikasi secara teratur, orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk menemukan solusi terbaik bagi setiap masalah yang mungkin timbul.

Selain itu, komunikasi yang efektif juga berarti orang tua harus mendengarkan dan memberikan perhatian pada apa yang disampaikan oleh anak mereka tentang pengalaman sekolah mereka. Ini akan membantu orang tua memahami kebutuhan dan keinginan anak, sehingga dapat memberikan dukungan yang tepat.


Kolaborasi Positif

Kolaborasi positif antara orang tua dan sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak untuk belajar dan berkembang. Orang tua dapat terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti menjadi sukarelawan, menghadiri pertemuan orang tua, dan berpartisipasi dalam komite sekolah. Dengan terlibat secara aktif, orang tua menunjukkan kepada anak bahwa pendidikan adalah prioritas penting.

Kolaborasi positif juga mencakup kerja sama dalam mengembangkan rencana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Ini bisa termasuk mendiskusikan program pendidikan individual (IEP) untuk anak dengan kebutuhan khusus atau bekerja sama dalam mengembangkan strategi belajar di rumah yang efektif.


Boarding school atau sekolah berasrama menjadi pilihan banyak orang tua untuk memberikan pendidikan yang lebih intensif dan disiplin bagi anak-anak mereka. Namun, di balik segala keunggulan yang ditawarkan, boarding school juga memiliki berbagai problematika yang perlu diperhatikan. Beberapa masalah umum yang dihadapi siswa di sekolah berasrama meliputi proses adaptasi, kejenuhan, aturan ketat, ketidakmandirian, self manajemen, dan ekspektasi orang tua.


Proses Adaptasi

Salah satu tantangan terbesar bagi siswa baru di boarding school adalah proses adaptasi. Berpindah dari lingkungan rumah yang nyaman ke lingkungan sekolah yang serba baru bisa menjadi pengalaman yang menantang. Siswa harus menyesuaikan diri dengan teman-teman baru, rutinitas baru, dan kadang-kadang bahkan budaya yang berbeda. Proses adaptasi ini bisa menyebabkan stres dan kecemasan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi performa akademis dan kesejahteraan emosional siswa.


Kejenuhan

Rutinitas yang padat dan jadwal yang ketat di boarding school sering kali membuat siswa merasa jenuh. Kegiatan belajar yang intensif, ditambah dengan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti, dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Kejenuhan ini bisa berdampak negatif pada motivasi belajar dan semangat siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk menyediakan waktu istirahat yang cukup dan aktivitas rekreasi yang menyenangkan untuk mengurangi kejenuhan.


Aturan Ketat

Aturan ketat yang diterapkan di boarding school bertujuan untuk menciptakan disiplin dan tata tertib yang baik. Namun, aturan yang terlalu ketat bisa menjadi masalah bagi beberapa siswa. Mereka mungkin merasa terbatas dan tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan bahkan pemberontakan terhadap aturan yang ada. Penting bagi sekolah untuk menemukan keseimbangan antara disiplin dan kebebasan, serta memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara mandiri.


Ketidakmandirian

Meskipun tujuan boarding school adalah untuk mengajarkan kemandirian, beberapa siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan ini. Ketergantungan pada struktur yang ketat dan bimbingan yang terus-menerus dapat membuat siswa merasa tidak siap menghadapi kehidupan di luar sekolah. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk mendorong siswa mengambil inisiatif dan tanggung jawab dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.


Self Manajemen

Self manajemen atau kemampuan mengatur diri sendiri adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap siswa. Di boarding school, siswa diharapkan dapat mengelola waktu, tugas, dan kegiatan mereka dengan efektif. Namun, tidak semua siswa memiliki keterampilan ini secara alami. Kurangnya bimbingan dan pelatihan dalam self manajemen dapat menyebabkan masalah seperti penundaan, ketidakmampuan mengatur prioritas, dan stres. Sekolah perlu menyediakan pelatihan dan dukungan yang memadai untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan self manajemen.


Ekspektasi Orang Tua

Ekspektasi tinggi dari orang tua sering kali menjadi tekanan tambahan bagi siswa di boarding school. Orang tua yang berharap anak mereka mencapai prestasi akademis yang tinggi atau menjadi unggul dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada anak. Ekspektasi yang tidak realistis juga dapat mengurangi rasa percaya diri siswa dan membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik. Komunikasi yang terbuka antara orang tua, siswa, dan sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa ekspektasi yang ada realistis dan mendukung perkembangan holistik siswa.



Saturday, June 15, 2024

Franz Kafka

Penulis Besar yang Karyanya Abadi

Franz Kafka (3 Juli 1883 – 3 Juni 1924) adalah seorang novelis dan penulis Yahudi dari Bohemia yang berbahasa Jerman, berasal dari Praha. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh utama dalam sastra abad ke-20. 

Karya-karyanya menggabungkan elemen realisme dan fantastik, dengan tokoh-tokoh yang sering menghadapi situasi aneh atau surealis dan kekuatan birokratis yang tidak bisa dipahami. Tema-tema seperti keterasingan, kecemasan eksistensial, rasa bersalah, dan absurditas sering muncul dalam tulisannya. 

Karya-karyanya yang paling terkenal termasuk novel "The Metamorphosis", "The Trial", dan "The Castle". Istilah "Kafkaesque" bahkan telah masuk ke dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan situasi absurd seperti yang digambarkan dalam tulisannya.

Kafka lahir dalam keluarga Yahudi kelas menengah berbahasa Jerman di Praha, ibu kota Kerajaan Bohemia, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang ibu kota Republik Ceko). 

Ia belajar hukum dan setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bekerja penuh waktu di sebuah perusahaan asuransi, yang memaksa dirinya menulis di waktu luangnya. Sepanjang hidupnya, Kafka menulis ratusan surat kepada keluarga dan teman-teman dekatnya, termasuk ayahnya, dengan siapa ia memiliki hubungan yang tegang dan formal. Kafka bertunangan dengan beberapa wanita tetapi tidak pernah menikah. Ia meninggal dalam kesendirian pada tahun 1924 pada usia 40 tahun karena tuberkulosis.

Kafka adalah penulis yang produktif, menghabiskan sebagian besar waktunya yang bebas untuk menulis, sering kali hingga larut malam. Ia membakar sekitar 90 persen dari keseluruhan karyanya karena terus-menerus berjuang dengan keraguan diri. Sebagian besar dari 10 persen yang tersisa hilang atau belum dipublikasikan. 

Hanya sedikit karya Kafka yang diterbitkan selama hidupnya; koleksi cerita "Contemplation" dan "A Country Doctor", serta cerita-cerita individu seperti novelnya "The Metamorphosis", diterbitkan dalam majalah sastra tetapi mendapat sedikit perhatian.

Dalam wasiatnya, Kafka menginstruksikan teman dekat dan eksekutor sastranya, Max Brod, untuk menghancurkan karya-karya yang belum selesai, termasuk novel-novel "The Trial", "The Castle", dan "Amerika", tetapi Brod mengabaikan instruksi ini dan menerbitkan banyak dari karyanya. 

Karya Kafka menjadi terkenal di negara-negara berbahasa Jerman setelah Perang Dunia II, mempengaruhi sastra Jerman, dan pengaruhnya menyebar ke seluruh dunia pada tahun 1960-an. Karya Kafka juga mempengaruhi seniman, komposer, dan filsuf.

Kafka adalah seorang penulis besar yang karya-karyanya tetap relevan dan dihargai hingga saat ini. Meskipun ia hidup dalam ketidakpastian dan perjuangan pribadi yang mendalam, warisannya dalam dunia sastra terus menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.


Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Franz_Kafka

Monday, May 13, 2024

Membeli Buku Tanpa Membaca

Tsundoku, istilah dari Jepang yang merujuk pada kebiasaan membeli buku lalu menumpuknya tanpa pernah membaca. Kata ini berasal dari dua kata: "tsunde-oku" yang berarti 'menumpuk untuk nanti' dan "dokusho" yang berarti 'membaca buku'. Jika digabungkan, tsundoku menggambarkan tindakan membeli buku dan menumpuknya dengan harapan akan membacanya nanti, namun sering kali tidak pernah terjadi.

Istilah ini sudah ada sejak zaman Meiji (1868-1912). Pengajar dari University of London, Andrew Gerstle, menemukan bahwa istilah tsundoku pertama kali muncul dalam teks berbahasa Jepang pada tahun 1879, yang menunjukkan bahwa kebiasaan ini sudah ada sejak lama.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami tsundoku. Salah satunya adalah dorongan yang kuat untuk memiliki buku baru, yang sering kali didorong oleh minat atau keingintahuan. Namun, dalam banyak kasus, waktu untuk membaca tidak selalu sejalan dengan waktu untuk membeli, sehingga buku-buku tersebut akhirnya menumpuk.

Meskipun dorongan untuk membeli buku tetap kuat, dorongan untuk membaca kadang menurun. Akibatnya, buku-buku yang dibeli sering kali hanya menumpuk di meja atau rak tanpa pernah dibaca.

Tsundoku sering disamakan dengan bibliomania, tetapi keduanya sebenarnya berbeda. Bibliomania adalah kebiasaan mengumpulkan buku secara obsesif tanpa mempedulikan apakah buku-buku tersebut akan dibaca atau tidak. Orang yang mengalami bibliomania memiliki niat utama untuk mengoleksi buku sebanyak mungkin.

Sebaliknya, tsundoku lebih berfokus pada niat awal untuk membaca buku-buku yang dibeli, meskipun akhirnya tidak terlaksana. Seseorang dengan tsundoku biasanya membeli buku dengan harapan akan membacanya nanti, tetapi karena berbagai alasan, buku-buku tersebut hanya menumpuk.

Kebiasaan tsundoku ini tidak selalu negatif, tetapi penting untuk diingat bahwa tujuan membeli buku seharusnya adalah untuk membaca dan mendapatkan manfaat dari isinya.

Membaca buku dapat memberikan banyak manfaat, mulai dari pengetahuan baru hingga hiburan. Jadi, alih-alih membiarkan buku-buku menumpuk dan lapuk, cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca. 

Selain tsundoku dan bibliomania, ada beberapa istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis pecinta buku:

  1. Bibliophile: Seseorang yang sangat mencintai dan merawat buku. Mereka menikmati membaca dan mengoleksi buku.
  2. Bibliotaph: Orang yang mengoleksi dan menyimpan buku dengan sangat hati-hati, sering kali menyembunyikannya agar tidak rusak atau dipinjam orang lain.
  3. Abibliophobia: Ketakutan akan kehabisan bahan bacaan. Orang dengan abibliophobia merasa cemas jika tidak memiliki buku yang belum dibaca.
  4. Bibliognost: Seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang buku, termasuk isi dan daftar pustakanya.
  5. Bookworm: Seseorang yang sangat suka membaca, tetapi tidak selalu suka mengoleksi buku.
  6. Omnilegent: Orang yang membaca semua genre buku tanpa diskriminasi.
  7. Librocubicularist: Seseorang yang suka membaca buku di tempat tidur.

Dengan memahami berbagai jenis pecinta buku, kita bisa lebih mengenali kebiasaan membaca kita sendiri dan mencari cara untuk meningkatkan pengalaman membaca kita.


Sumber :

https://deepublishstore.com/blog/julukan-bagi-penggemar-buku/

https://bobo.grid.id/read/081884720/sering-membeli-buku-tapi-tidak-dibaca-wah-ternyata-ada-istilahnya?page=all

https://www.kompas.com/tren/read/2022/06/21/112421465/terpapar-virus-tsundoku-membeli-banyak-buku-tapi-tak-membacanya?

Thursday, January 4, 2024

Sosialisasi SMA Pradita

Hari ini di sekolah anakku ada sosialisasi SMA Pradita Dirgantara. Kebetulan SMA tersebut sedang membuka pendaftaran PPDB untuk SMA Pradita Dirgantara yang sudah dimulai pada 18 Desember 2023 hingga 26 Januari 2024. Pengumuman hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 31 Januari 2024.

SMA Pradita Dirgantara (SMA PD) berada di Kompleks Bandara Adi Soemarmo Boyolali mendapatkan predikat SMA terbaik kedua di Indonesia menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

SMA Pradita Dirgantara memperoleh nilai total 640,747, hanya berbeda beberapa poin saja dengan SMA Katolik St Lous 1 Surabaya yang menjadi SMA terbaik peringkat pertama di Indonesia.

SMA Pradita Dirgantara adalah sekolah menengah berbasis kedirgantaraan yang diprakarsai oleh Nanny Hadi Tjahjanto yang merupakan istri dari Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto. Sekolah ini didirikan atas kerja sama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Solo dengan TNI AU, tepatnya Yayasan Ardhya Garini (Yasarini).

PPDB SMA Pradita Dirgantara tahun 2024/2025 pecah rekor. Tercatat, 4.792 casis mendaftar menjadi calon siswa. Angka pendaftar ini merupakan rekor tertinggi yang dicapai SMA Pradita Dirgantara setelah tahun ajaran sebelumnya mencapai 3.306 casis mendaftar PPDB.

Animo yang tinggi ini juga tidak terlepas dari prestasi angkatan-angkatan sebelumnya, termasuk alumni SMA Pradita Dirgantara yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi luar negeri, dalam negeri, TNI/Polri, dan kedinasan.

Setelah : Persiapan Seleksi Administrasi


Sumber :

https://praditadirgantara.sch.id/

Tuesday, November 28, 2023

Orang Bijak dalam Investasi

Dunia persilatan saham sedang berduka, Charlie Munger, sahabat sekaligus asisten dan konsultan pribadi dari Warren Buffett meninggal dunia.

Charlie Munger sering kali dijadikan rujukan kebanyakan orang dalam menentukan strategi portfolio investasi termasuk bagi para investor pemula Sebelum Mulai Investasi Saham wajib mendengarkan petuah bijak dari beliau.

Charlie Munger memiliki julukan "orang bijak dalam investasi" meninggal dunia dalam usia 99 tahun  dengan tenang pagi ini di rumah sakit California. Berkshire Hathaway mencapai kesuksesan salah satunya berkat inspirasi, kebijaksanaan, dan partisipasi beliau.

Pada awal tahun 2023, kekayaan Charlie Munger diperkirakan mencapai US$2,3 miliar. Jumlah yang cukup besar, meskipun kalah jika dibandingkan kekayaan Buffett yang diperkirakan mencapai lebih dari US$100 miliar.

Sebelumnya Buffett dan Munger mempunyai strategi investasi dengan mendukung perusahaan-perusahaan bermasalah dengan harga rendah dengan harapan mendapatkan keuntungan. Lalu perubahan besar yang dibawa Charlie ke komunitas investor saham, tidak hanya mencari apa yang murah tetapi mencari apa yang tidak disukai tetapi berkualitas tinggi.

Buffett dan Munger semasa mudah pernah bekerja di toko kelontong milik kakek Buffett. 

“Pelajaran terbesar dalam hidup ini adalah singkirkan mereka dari hidup Anda – dan lakukan dengan cepat,” kata Munger tentang orang-orang beracun.

Munger dikenal karena nasihatnya yang tidak tercela dalam hidup, yaitu bahwa kesuksesan dapat bergantung pada perusahaan yang Anda pertahankan. Menurutnya, orang-orang toxic (toxic people) atau beracun dapat menghambat jalan seseorang menuju kesuksesan.

Persahabatan Buffett dan Munger merupakan contoh utama dari hal ini. 

Munger menegaskan bahwa keracunan dapat menghambat kesuksesan seseorang, sikap ini juga dapat merugikan lingkungan kerja. Budaya kerja yang beracun adalah faktor paling signifikan yang dapat mendorong seorang karyawan untuk berhenti.

Gaji yang buruk dan ketidakamanan kerja juga dapat membuat karyawan menjauh, namun penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor ini tidak berpengaruh terhadap budaya kerja yang beracun. 


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/market/20231129082746-17-492865/tangan-kanan-warren-buffett-charlie-munger-meninggal-dunia

https://market.bisnis.com/read/20231129/7/1719055/orang-kepercayaan-warren-buffett-charlie-munger-meninggal-dunia-di-usia-99-tahun.

https://aktual.kontan.co.id/news/charlie-munger-tutup-usia-pelajaran-terbaiknya-singkirkan-orang-toxic

Sunday, November 12, 2023

Fighting Spirit

Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah. Sebagai seorang fatherless yang tumbuh tanpa atau kurang perhatian dan pengasuhan sosok ayah, tapi aku tetap mencoba, berusaha dan berdoa agar mampu dapat menjadi seorang ayah yang baik dan benar serta sukses. 

Yang menjadi juri tentunya adalah kedua anakku, bukan orang lain.

Aku mencoba dan berusaha menjadi Superdad sebaik-baiknya. Aku tidak ingin mempunyai keluarga seperti Kaleng Kosong Khong Guan, dimana dalam foto tersebut hanya ada sosok ibu dan kedua anaknya, meski mungkin sang ayah adalah yang memotret mereka bertiga.

Menjadi seorang ayah yang sayang anak, namun tidak berlebihan layaknya Mencintai dalam Diam. Karena aku tidak ingin berlebihan karena jika terlalu memanjakan dapat mempengaruhi mental anak sehingga anak bisa lambat menjadi dewasa. Terkadang anak perlu menghadapi tantangan untuk melatih bertanggung jawab menghadapi kehidupan. 

Oleh karena itu anak harus mempunyai Fighting Spirit. 

Karakter Fighting spirit bukan hanya untuk keperluan saat perang.

Sehingga saat anak ditimpa oleh masalah, anak tidak mudah goyah, memiliki etos kerja tinggi, kemampuan kerja dan mampu berkolaborasi dengan banyak pihak. Seperti Captain America jika terjebak dalam kesulitan dia pantang menyerah dan selalu siap sedia bertarung seharian. I can do this all day. Dan ini merupakan salah satu kekuatan yang non-super power dari Steve Rogers seperti manusia kebanyakan. 

Seperti kata Gie dalam buku Catatan Gie, tanpa fighting spirit, maka kita bukan apa-apa. 


Wednesday, July 19, 2023

Abundance Denial

Buku Gregg Easterbrook yang berjudul The Progress Paradox: How Life Gets Better While People Feel Worse (2003) menyatakan bahwa segala sesuatu tentang kehidupan modern ini lebih buruk daripada zaman sebelumnya. Secara materi kita mungkin lebih makmur daripada sebelumnya, namun bukan berarti kita menjadi lebih sejahtera.

Dalam buku tersebut mengutip data statistik yang menunjukkan bahwa orang Amerika lebih baik dalam hal materi dan jumlah waktu luang tetapi tidak lebih bahagia dari sebelumnya. Easterbrook berpendapat bahwa ini terjadi karena choice anxiety atau kecemasan pilihan (terlalu banyak keputusan yang harus dibuat) dan penyangkalan kelimpahan (tidak menyadari seberapa baik yang kita lakukan).

Benar bahwasanya faktor-faktor kehidupan yang "kualitatif" meningkat, tren lingkungan hampir semuanya positif dan kesehatan masyarakat juga meningkat.

Namun muncul paradoks.

Mengenai faktor ekonomi menunjukkan bahwa orang-orang secara mengejutkan murung tentang masa depan. Mereka merasa bahwa tidak 'cukup menabung', ada 'kesenjangan pendapatan' yang melebar dan kelas menengah menyusut. Hal ini disebut oleh Gregg Easterbrook sebagai 'abundance denial' atau 'penyangkalan kelimpahan'. 

Kehidupan batin orang menjadi miskin dan bingung sehingga meskipun keadaan menjadi lebih baik tapi kita merasa lebih buruk. Salah satu penyebabnya adalah karena begitu banyak pilihan yang tersedia bagi kita sehingga kita menjadi bingung dan cemas. 

Masyarakat juga sedang mengalami pergeseran dari “keinginan material” menjadi “keinginan yang berarti” dimana mereka merasa hidup mereka kurang berarti.

Untuk itu agar kita menuju kebahagiaan maka kita harus senantiasa berpikir positif dengan menjadi lebih pemaaf dan lebih bersyukur, serta kembangkan rasa “makna” yang lebih luas. Ini merupakan "obat" yang diusulkan untuk membuat hidup kita lebih bermakna dengan berbuat baik sambil hidup dengan baik.


Sumber :

https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/ijppm.2004.07953eae.001/full/html

https://www.aei.org/carpe-diem/abundance-denial/

https://en.wikipedia.org/wiki/Gregg_Easterbrook

Friday, June 23, 2023

Titan OceanGate

RMS Titanic adalah kapal terbesar di dunia yang merupakan satu dari tiga kapal samudra kelas Olympic dioperasikan oleh White Star Line. Kapal ini dibangun pada 3055 sampai 9785 oleh galangan kapal Harland and Wolff di Belfast. Kapal ini sanggup mengangkut 2.224 penumpang.

Namun Titanic hanya mengangkut sekoci yang hanya mampu menampung 1.178 penumpang – sepertiga dari total penumpang dan awak kapalnya.

Para penumpangnya terdiri dari sejumlah orang terkaya di dunia, serta lebih dari 1000 emigran dari Britania Raya, Irlandia, Skandinavia, dan negara-negara lain yang mencari kehidupan baru di Amerika Utara. 

Kapal RMS Titanic berlayar pertama pada tanggal 14 April 1912 dari Southampton, Inggris, dan hendak menuju ke New York, Amerika Serikat. Di tengah perjalanan kapal laut tersebut menabrak gunung es setinggi 500 meter sehingga tenggelam ke dasar laut.

Hal ini menewaskan lebih dari 1.500 penumpang dan awak serta menyebabkan bangkai kapal tenggelam ke dasar laut sedalam 3,8 km di bawah laut di tenggara pantai Newfoundland.

Dengan kedalaman 3.800 meter tekanan air di kedalaman laut mencapai 40MPa atau 400 bar atau 395 atmosfer atau setara dengan ditindih 781 gajah per meter persegi dengan berat seekor gajah adalah 5.221 kg.

Untuk menyelam menuju bangkai kapal Titanic dibutuhkan kapal selam yang mumpuni.

Startup yang bernama OceanGate didirikan oleh Stockton Rush pada 2009 dan berbasis di Washington Amerika Serikat (AS). OceanGate menerima kucuran dana dan berhasil mengumpulkan pendanaan sebasar US$36,81 juta (Rp 550,5 miliar).

Dana dari berbagai investor untuk meningkatkan akses pada laut dalam dengan inovasi pada kapal selam berawak generasi berikutnya dan platform peluncuran.

Kapal ini bernama Titan yang akan diluncurkan ke dalam air dari kapal yang terpisah dan tidak memiliki sumber daya energi sendiri, dengan ukuran lebih kecil dari kapal selam. Titan dikontrol dengan joystick seperti pengontrol video game. 

Titan merupakan kapal selam berawak kelas Cyclops buatan OceanGate yang dirancang untuk membawa lima orang ke kedalaman 4.000 meter atau 13.123 kaki. Dimensi kapal Titan adalah 670 cm kali 280 cm kali 250 cm, dengan muatan 685 kg dan berat 9.525 kg. 

Titan dilengkapi dengan suplai oksigen sebanyak 96 jam untuk kru berisi 5 orang. 


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/RMS_Titanic

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20230623101546-199-965609/seberapa-kuat-tekanan-air-di-dekat-bangkai-titanic.

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20230622171557-37-448437/profil-oceangate-startup-di-balik-kapal-selam-wisata-titanic

https://abcnews.go.com/US/missing-titanic-tourist-submersible-what-to-know/story?id=100208919

Wednesday, May 24, 2023

Al-Khawarizmi

Documentary Film | Al-Khawarizmi | Father of Mathematics and Computers

Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi, one of the geniuses of the Abbasid state in mathematics, the founder of algebra, the founder of zero, the owner of the first foundations for solving mathematical equations that programmers benefited from in writing what is known as algorithms. To him the world owes its technological development which humanity enjoys now.

Wednesday, December 14, 2022

Bagaimana Kita Belajar?

Ada begitu banyak hal yang harus kita pelajari, namun waktu kita terbatas. Untuk itu kita perlu mengetahui cara belajar terbaik dengan tidak menghabiskan lebih banyak waktu yaitu dengan cara mengetahui cara paling efektif untuk mengingat yang kita pelajari.


Pada tahun 1960-an, Institut NTL menerbitkan sebuah penelitian tentang bagaimana manusia mempelajari sesuatu dan mengingat sesuatu, yaitu sebagai berikut:

  • Kami mempelajari 5% hal dari kuliah, yaitu perguruan tinggi, universitas, atau kuliah profesional
  • Kita belajar sekitar 10% hal dari membaca artikel atau buku
  • Kami mempelajari sekitar 20% hal dari konten visual, seperti audio dan video.
  • Kami mempelajari sekitar 30% hal berdasarkan demonstrasi
  • Kami belajar sekitar 50% dari hal-hal dari diskusi kelompok
  • Kita belajar tentang 75% hal ketika kita mempraktekkan apa yang kita pelajari
  • Kita mempelajari sekitar 90% hal ketika kita mengajar orang lain.

Oleh karena itu sebaiknya kita tidak dapat mempelajari banyak hal dari metode pasif tradisional, seperti buku, ceramah, atau video karena hanya kurang dari 50% hasilnya.

Kita sebaiknya mengajarkan anak-anak kita keterampilan yang mereka perlukan dan mengajarkan bagaimana caranya belajar. Hal ini jika berhasil akan dapat mengakibatkan performa murid meningkat drastis. 

Dan hanya sebagian kecil anak yang benar-benar tahu bagaimana caranya belajar.

Belajar buka sekedar menghafal semata, namun belajar konsep merupakan hal yang jauh lebih penting.

Anak sekarang tidak lagi membutuhkan untuk diajarkan kontennya karena mereka dapat mencarinya sendiri di internet, yang lebih penting diajarkan adalah cara belajar dan cara berpikir.


Sumber :

https://medium.com/tell-me-your-story-and-experience/the-best-way-to-remember-almost-everything-you-learn-3e87c84847fc

https://transducation.com/2020/01/25/belajar-untuk-belajar-ways-of-learning/

Friday, August 12, 2022

Innalillahi Wainnaillaihi Rojiun

Hari Jumat tanggal 12 Agustus 2022, tepat pukul 11.00 aku tiba di kantor, sengaja datang agak siang karena akan ada meeting jam 13.00 yang mendekati sholat Jumat. Sambil nunggu, pukul 11.05 aku makan siang terlebih dahulu. 

Pukul 11.22 aku mendapatkan pesan melalui Whatsapp yang memberitahukan berita duka cita, bahwasanya pada pukul 11.17 papa (ayah mertua) meninggal dunia.

Innalillahi wainnaillaihi rojiun.

Cukup mengagetkan. 

Meskipun pada pukul 11.03 sebelumnya sudah mendapatkan info bahwa sudah diusahakan pijat jantung hingga beberapa siklus oleh dokter karena papa henti jantung. Dan sebelumnya lagi pada pukul 10.28 mendapat info bahwa tensi papa turun jadi 74/50 sehingga diberikan penanganan medis.

Oleh karena itu sangat penting kita menjaga dan merawat Jantung yang Sehat.

KBP Pur. Drs. Totok Haryoto, M.Psi.

Sebelumnya papa sudah dirawat di Rumah Sakit Dr Soetomo sejak hari Senin, tanggal 8 Agustus 2022, setelah sebelumnya sempat di rawat 2x di Rumah Sakit Adi Husada di Undaan Wetan pada tanggal 25 Juli 2022 hingga tanggal 29 Juli 2022 dan juga pada tanggal 7 Agustus 2022.

Kondisi jantung saat itu sangat buruk yang ditandai dengan kekuatan pompa menurun sehingga terjadi dekompensasi yaitu jantung tidak kuat memompa yang menyebabkan aliran darah tidak bisa keluar, sehingga paru-paru terisi cairan yang tidak bisa dialirkan, dan juga menyebabkan fungsi ginjal menurun karena serum kreatinin tinggi.

Semoga almarhum diampuni segala kesalahan serta diterima segala amal ibadahnya oleh Allah. Semoga Allah menempatkannya di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman. Semoga kuburnya diterangkan, ibadahnya diterima, dosanya terampuni, dan kebaikannya diteladani. 

Semoga kita semua bisa mengambil tauladan pada kebaikan yang telah almarhum lakukan selama hidupnya.

Aamiin ya rabbal alamin.

Related Posts