Thursday, September 19, 2019

Latte Effect

Salah satu kebutuhan sekunder manusia adalah gaya hidup atau lifestyle yang menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam beraksi dan berinteraksi. Para marketer banyak yang paham hal ini dan dimanfaatkan oleh market.

Kebiasaan yang menjadi tren saat ini, salah satunya adalah melepas penat sambil ngobrol ringan di coffee cafe. Duduk sambil menikmati waktu luang di cafe kopi dengan secangkir kopi sangatlah mengasyikkan.

Kebiasaan ini disebut dengan latte effect. Istilah Starbucks Effect terkadang digunakan juga di Amerika Serikat, yaitu kebiasaan meminum kopi di kedai-kedai seperti Starbucks melahirkan dan menjadi sebuah istilah ekonomi.


Latte effect juga digunakan di dunia keuangan menjadi istilah tentang keborosan yang biasanya dilakukan oleh kelompok kelas menengah ini. Sebuah study di Amerika mereka menghabiskan uang rata-rata sebesar US$ 3 setiap hari untuk membeli secangkir kopi.

Sehingga Latte effect bisa didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang melakukan pengeluaran misalnya ngopi di cafe atau pengeluaran untuk cemilan yang dilakukan hampir setiap hari. Latte effect terkadang berdampak bukan hanya sekedar tidak mampu menabung, tapi hingga ada yang terjerat beban hutang.

Latte factor ini tidak hanya berwujud kopi, bisa macam-macam, mulai dari biaya membeli air mineral kemasan, belanja cemilan, hingga biaya transfer antar bank. Setiap orang memiliki latte factor-nya masing-masing.

Sebuah istilah tentang keborosan kelompok kelas menengah Amerika yang menghabiskan uangnya rata-rata sebesar US$ 3 setiap hari hanya untuk membeli secangkir kopi ketimbang menabung. Semestinya dana US$ 3 tersebut dapat diinvestasikan dan bisa sebagai jaminan masa pensiun.

Hitungan sederhana, seharusnya sebulan bisa hemat US$ 90 dan setahun US$ 1.080. Sehingga akan menjadi besar jika angka tersebut bisa diungkit (leverage) misalnya dengan asumsi dengan imbal hasil 8% selama 10 tahun.

Sedangkan sebuah survei internal yang dilakukan Bank Permata menunjukkan 9 dari 10 orang menggelontorkan lebih dari Rp900 ribu untuk latte factor setiap bulannya. Pengeluaran latte factor terbesar adalah pada kebutuhan sandang yang sekunder, seperti lipstik, sepatu dan baju—hanya untuk menambah koleksi, tas, syal, aksesori, dan lainnya. Angkanya mencapai 58 persen.

Pengeluaran terbesar kedua tercatat pada taksi atau transportasi online yang mencapai 15 persen. Ini adalah jenis pengeluaran yang bisa dihemat jika menggunakan kendaraan umum massa seperti kereta atau bus.

Lalu ada biaya membeli makanan dan minuman ringan yang mencapai 11 persen. Sementara untuk kopi setiap pagi menghabiskan 9 persen dari total pengeluaran latte factor masing-masing responden. Ada pula biaya untuk membeli air mineral, rokok, hingga biaya administrasi bank.

Menarik untuk diulas lebih lanjut. Untuk lebih mendalam terdapat sebuah buku yang mengulas tuntas hal tersebut, yaitu The Latte Factor: Why You Don't Have to Be Rich to Live Rich.

You are richer than you think! Learn my three secrets to financial freedom. The Latte Factor, a fast, easy read reveals how anyone—from millennials to baby boomers—can still make their dreams come true.

bersambung.....


Sumber :
https://www.thelattefactor.com/
https://datapolis.id/the-latte-effect/
https://krjogja.com/web/news/read/23521/Latte_Effect
https://kauadalahkata.wordpress.com/2011/05/19/the-latte-effect-2/
https://tirto.id/latte-factor-pengeluaran-kecil-yang-membuat-bokek-cilW

Menata Aktivitas Ekonomi Jatim


Indonesian Production and Operation Management Society (IPOMS) adalah komunitas non profit yang bertujuan untuk memajukan SDM dan Industri di Indonesia.

Komunitas ini secara berkala melakukan belajar bersama mengenai berbagai topik yang berhubungan dengan Production & Operations Management.

Study Group ke-34 bertema Tantangan & Potensi Jawa Timur sebagai basis Supply Chain Kawasan Indonesia Timur.

Mereka mendatangkan dua narasumber Wahyu Adi dan Hariyanto Salim.

Acara dilaksanakan pada hari Minggu, (15/9/), Pukul 09.00 - 15.00 di Departemen Manajemen Teknologi ITS (MMT-ITS), Kampus ITS Tjokroaminoto, Surabaya.

Agung Ektika, Ketua IPOMS Chapter Surabaya periode 2019-2024, berharap event ini semoga bermanfaat bagi kita bersama. Kegiatan itu akan terus berlanjutdengan aktivitas lain yang sudah disiapkan pengurus.

Materi pertama disampaikan oleh Hariyanto Salim tentang Revolusi industri 4.0. menurutnya itu dengan gamblang terlihat misalnya pada GoJek dan Amazon Prime. Beberapa masalah dapat terselesaikan dimanapun, kapanpun serta instan.

Sesi kedua dibawakan oleh Wahyu Adi, dengan moderator Agung Ektika. Ia menyampaikan saat ini Indonesia telah berhasil membangun siklus ekonomi yang sehat, sehingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Itu dibuktikan pada tahun 2000, peringkat PDB global, Indonesia masih berada di angka 27. Kemudian pada tahun 2016, peringkat Indonesia sudah naik di angka 16.

Indonesia berpotensi beraspirasi untuk menjadi top 10 ekonomi dunia di tahun 2030, sehingga dapat menjadi mesin pertumbuhan berikutnya pada ekspor netto. Hal ini bisa menjadi kenyataan, terlebih 15 tahun ke depan merupakan "masa emas" bagi Indonesia yang akan menikmati bonus demografi.

Taufan Yanuar
Pemerhati Logistik dan Supply Chain
yanuartaufan@gmail.com


Sumber :
https://surabaya.tribunnews.com/2019/09/19/tantangan-potensi-jawa-timur-sebagai-basis-supply-chain-kawasan-timur-indonesia.

Tuesday, September 17, 2019

Keep it Simple, Stupid

“If you can’t explain it to a six year old, you don’t understand it well enough.”-Albert Einstein
Apa yang dikatakan oleh Albert Einstein sejalan dengan istilah "Keep it Simple, Stupid" atau "Keep it Stupid Simple". Atau yang dikenal dengan prinsip KiSS. Variasi pada frasa tersebut meliputi: "Keep it simple, silly""keep it short and simple""keep it simple and straightforward""keep it small and simple", or "keep it stupid simple".

Prinsip KiSS menyatakan bahwa sebagian besar sistem bekerja paling baik jika dibuat sederhana daripada dibuat rumit; oleh karena itu, kesederhanaan (simplicity dan simplicity II) harus menjadi tujuan utama dalam desain, dan kompleksitas yang tidak perlu harus dihindari.

Ungkapan ini telah dikaitkan dengan insinyur pesawat terbang Kelly Johnson. Istilah "prinsip KiSS" mulai digunakan pada tahun 1970. Sumber lain mengatakan pertama kali prinsip ini dikemukakan adalah oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di tahun 1960.

Tapi pada intinya para insinyur di salah satu angkatan laut terbesar di dunia itu menemukan bahwa sebuah sistem ternyata beroperasi dengan baik ketika dibuat dengan sesederhana mungkin. Semakin sederhana, semakin baik karena menghindarkan kerumitan yang memperbesar kemungkinan terjadinya kesalahan.

Kisah lain yang sangat terkenal mengenai prinsip KiSS adalah cerita mengenai NASA yang seedang mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.

Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar.

Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Namun apa yang dilakukan oleh saingan abadi mereka yaitu orang Rusia, mereka menggunakan prinsip KiSS, menggunakan pensil.

Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada.

Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada berfokus pada masalah.


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/KISS_principle
http://www.fotografi.lovelybogor.com/prinsip-kiss-keep-simple-stupid/
https://kusdiyono.wordpress.com/2011/05/02/filosofi-kiss-keep-it-simple-stupid/
https://www.interaction-design.org/literature/article/kiss-keep-it-simple-stupid-a-design-principle

Memicu dan Memacu

me.mi.cu 
Verba (kata kerja)
(1) menarik picu;
(2) Kiasan menggerakkan sesuatu yang berakibat membahayakan: seperti telah diduga pemecatan itu bakal memicu gelombang demonstrasi baru
 

Apa yang memicu perasaan emosi kita, jangan sampai merugikan kita, tapi jadikan lah hal tersebut untuk memacu kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih menarik.

me.ma.cu 
Verba (kata kerja)
(1) membuat agar berlari cepat: dia memacu kudanya;
(2) mencepatkan
(bersambung)

Sumber :
https://kbbi.kata.web.id/memicu/
https://kbbi.kata.web.id/memacu/

Monday, September 16, 2019

Sustainability Organisations

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mempertahankan organisasi agar tetap bertahan dan eksis, yaitu sebagai berikut :
  1. Figur Pemimpin dan Tujuan yang Jelas
  2. Skala Hierarki / Struktur
  3. Pendelegasian Wewenang Pimpinan
  4. Tanggung Jawab Semua Pihak
  5. Kejelasan Pembagian Tugas
  6. Prinsip Fleksibilitas

Dibutuhkan suatu kekompakan dalam sebuah komunitas atau organisasi agar komunitas tersebut tetap terjaga keutuhannya. Beberapa tips yang bisa kita terapkan dari komunitas untuk menjalin, menjaga dan mempertahankan kekompakan yaitu :
  1. Happy, dalam berorganisasi harus bisa menikmati proses yang sedang berjalan, sehingga Pengurus merasa tulus dan ikhlas berada dalam sebuah organisasi tanpa ada keterpaksaan atau pun rasa tidak nyaman.
  2. Progressif, berpikir kedepan dan semangat terus maju. 
  3. Inovatif, sistem baru sehingga terjadi perubahan, tidak hanya diam di tempat. Teruslah berkreasi untuk mengkokohkan eksistensi sebuah organisasi.
  4. Tujuan, mempunyai visi atau pandangan ke depan, sehingga tujuan menjadi jelas mewarnai di setiap kegiatan.
  5. Action, diskusi secukupnya dan disegerakan action, sehingga tidak terlalu banyak membuang waktu. Action & just do it.
  6. Kerjasama, koordinasi dan kerjasama antar komponen organisasi merupakan muara demi terlaksananya program kerja.
  7. Kekeluargaan, organisasi namun dilandasi hubungan seperti layaknya keluarga, sehingga terhindar permusuhan sesama anggota ataupun konflik ketua dengan anggota. 

Monday, September 9, 2019

3 Cara Menghadapi Teman Egois

Setiap hal memiliki alasan, begitu pula dengan sifat keras kepala seseorang.

Banyak orang yang bersikap egois karena mereka sedang menyembunyikan masalah. Terkadang sikap egois akan muncul ketika seseorang merasa cemas atau takut. Bisa jadi temanmu menjadi egois karena rasa takutnya.


Cara Menghadapi Teman Egois : Mengalah

Egois atau sikap keras kepala, tercermin saat seseorang terkesan supaya pendapatnya didengarkan dan diterapkan. Meskipun hal tersebut tidak mungkin, salah atau keliru. Hal yang sebaiknya kita lakukan adalah mundur dan biarkan teman anda menjalankan keinginan atau pendapatnya.

Tidak ada gunanya mendebat teman yang egois dan keras kepala. Karena bisa ditebak akan menjadi bertengkar dan berdebat tanpa ujung. Tidak masalah jika teman yang egois mempertahankan pendapat dan pemikirannya, jika hal tersebut bukanlah hal yang prinsipil janganlah berusaha untuk merubah pikiran dan pendapat teman anda.

Terima saja.

Mengalah bukanlah sikap kalah. Namun mengalah adalah mengijinkan teman untuk menang, yang artinya kita mempunyai derajat lebih tinggi karena mengijinkan.

Jika pada akhirnya berakibat buruk, pasti teman tersebut akan merubah pikiran mereka sendiri.


Aktiflah dalam mencari teman yang lebih baik

Berikutnya jangan sampai rasa sakit, penderitaan, kepedihan dan kelelahan akan memberikan energi emosional yang negatif bagi kita. Sebaiknya kita menghindari sejenak. Dan sebaliknya kita cari teman baru yang lebih baik.


Tegaslah kepadanya.

Namun ada kalanya kita bersikap tegas jika menyangkut hal prinsipil dan sudah berlebihan. Tegaskan bahwa yang dilakukannya salah, agar dia bisa mengerti dan memahami bahwa sikapnya selama ini bisa mengganggu orang lain dan tidak baik buatnya sendiri.

Tenang dan cobalah berbicara padanya, dan berikan alasan yang masuk akal agar dia bisa sedikit demi sedikit mengurangi sifat negatifnya tersebut.


Sumber :
http://riliv.co/rilivstory/cara-menghadapi-teman-yang-egois/
http://www.psikoma.com/cara-menghadapi-teman-yang-egois-dengan-mudah/
https://www.hipwee.com/list/5-cara-elegan-hadapi-teman-yang-egois-dan-bikin-geregetan-daripada-tiap-hari-kamu-hilang-sabar/
https://www.idntimes.com/life/relationship/dianaekawati/jangan-kesel-melulu-ini-cara-mengatasi-teman-yang-egois-dan-keras-kepala-c1c2/full

Monday, September 2, 2019

Ke Jakarta Aku kan Kembali

Baru sehari meninggalkan Jakarta untuk menuju kota Bogor, akhirnya kita kembali ke Jakarta. Pertama kali aku menjejakkan kaki ke Jakarta adalah bulan Februari 2004. Kemudian kedua kalinya adalah pada bulan Maret 2005.

Untuk yang ketiga adalah tahun 2012 yaitu saat 7th Indonesian International Printing Exhibition 2012Sedangkan untuk keempat kalinya adalah 3 tahun lalu saat Satu Kali 24 Jam ke Jakarta, yaitu tahun 2016, tepatnya bulan Mei 2016.



Sesampai di Stasiun Juanda, aku berjalan kaki menuju hotel Amaris Juanda yang jaraknya hanya 200 meter. Ini bukan merupakan pengalaman pertama menginap di hotel Amaris group, sebelumnya aku pernah menginap di Amaris Embong Malang di Surabaya saat perhelatan lomba Surabaya Marathon bulan Agustus 2019 lalu.


Setelah beristirahat sebentar, kita lanjut malam itu menuju ke Bundaran HI untuk melihat Tugu Selamat Datang, melihat kereta MRT dan menyantap makan malam di Plaza Indonesia.


Di Bundaran HI (Bundaran Hotel Indonesia) terdapat Monumen Selamat Datang yang berupa patung sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Patung tersebut menghadap ke utara yang berarti mereka menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional.



Setelah puas berfoto ria, kita lanjutkan jalan-jalan ke Tugu Monas yang terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monas (Monumen Nasional) adalah monumen peringatan setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Dari Tugu Monas kita naik Bajaj untuk kembali ke hotel dan beristirahat.



 

Keesokan harinya sebelum pulang kembali ke Surabaya, kita sempatkan dulu ke Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Masjid Istiqlal atau Masjid Merdeka adalah masjid nasional negara Republik Indonesia yang terletak di bekas Taman Wilhelmina, di Timur Laut Lapangan Medan Merdeka.


Karena waktu terbatas akhirnya kita berangkat ke Stasiun Gambir untuk pulang menggunakan kereta api Argo Bromo Anggrek, yang akan menempuh perjalanan 9 jam, dari pukul 9.30 hingga 18.30, dengan rute sejauh 725 km.


Kereta api Argo Bromo Anggrek adalah kereta api kelas eksekutif argo dan luxury jurusan Stasiun Gambir (GMR)-Stasiun Surabaya Pasarturi (SBI) pp, yang diresmikan pada 24 September 1997. Kereta api ini membawa 8 kereta kelas eksekutif dan 1 kereta kelas eksekutif jenis luxury.

Argo Bromo Anggrek berhenti di Stasiun Jatinegara, Stasiun Cirebon, Stasiun Pekalongan dan Stasiun Semarang Tawang.


Yang menarik dari Kereta Api sekarang adalah Pegawai PT.KAI berjejer dan memberi salam hormat pada kereta api yang akan berangkat. Tentunya hal ini menjadi menambah kecintaan bagi penumpang.

Gestur hormat itu dilakukan dengan menyilangkan tangan di dada dan sedikit membungkukkan badan. Sikap ini dilakukan baik oleh porter, petugas keamanan atau petugas lain.

Tujuannya gestur hormat ini adalah sebagai pemberian salam hormat atau salam terima kasih, sebagai bentuk untuk meningkatkan pelayanan atau service excellence, pada para penumpang kereta api.

Previous Article : Rain City without Rain

Sunday, September 1, 2019

Rain City without Rain

Bogor dikenal sebagai kota hujan. Disebut kota hujan karena meski kemarau pun banyak hujan.
Kota Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330 m dari permukaan laut, sehingga udaranya relatif sejuk dengan suhu terendah di Bogor adalah 21,8°C.

Hal ini dikarenakan wilayah Bogor terletak pada kaki Gunung Gede dan Gunung Salak membuat kawasan ini sering dilanda hujan orografi (hujan yang terjadi di daerah pegunungan). Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan.

Musim kemarau di Bogor terjadi pada bulan Juli hingga September. Sehingga selama 2 hari 1 malam di Bogor kemarin tidak ada hujan sama sekali.


Setiba sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 kita sudah sampai di Hotel Duta Berlian yang terletak di  Jalan Raya Dramaga No.1 Km 8, Babakan, Dramaga, Balungbangjaya, Kec. Bogor Bar., Kota Bogor, Jawa Barat 16680, Telepon: (0251) 8627627.


Keesokan harinya setelah sarapan di Riung Kuring, kita bersiap ke kampus IPB (Institut Pertanian Bogor) Dramaga untuk mengikuti Final Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) ke-4. Acara ini dibuka oleh Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Ir R Ridwan Hasan Saputra MSi.

Ridwan Hasan Saputra mempunyai pendekatan suprarasional yang unik. Dimana beliau membuat lomba ini bisa diminati dan diikuti oleh semua orang, KPM menentukan biaya seikhlasnya, bukan berarti gratis, namun sesuai kemampuan.

Ia berharap, OMSI ini bisa membuat anak-anak berpikir kritis sesuai kemampuan yang diharapkan dalam pembelajaran era 4.0 yaitu critical thinking (berpikir kritis), creative (kreatif), collaborative (kolaboratif), dan communication (komunikasi).


Kegiatan Final OMSI 4 ini diikuti 592 peserta kelas IV, V, dan VI dari berbagai propinsi se-Indonesia, yaitu Nangroe Aceh Darussalam, Riau, Bali, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Sebelumnya, peserta babak penyisihan OMSI ke-4 diikuti lebih dari 6.000 siswa dan digelar serentak pada 21 Juli 2019 di Riau, Sumatra Selatan, Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat.


Kalah dan menang nomor sekian, yang terpenting adalah pengalaman dalam setiap kompetisi. Setelah pengumuman pemenang, kita bergegas menuju Stasiun Bogor untuk naik KRL lagi untuk menuju Stasiun Juanda.


Untuk naik KRL kita bisa menggunakan kartu THB (Tiket Harian Berjaminan) atau menggunakan KMT (Kartu Multi Trip).

Sewaktu berangkat dari Stasiun Sudirman ke Bogor kita naik KRL menggunakan Kartu Multi Trip (KMT). Biaya perjalanan sendiri adalah Rp 9.000, namun kita membeli KMT seharga Rp 30.000, yaitu biaya untuk kartu adalah Rp 20.000 dan isi saldo adalah Rp 10.000

KMT bisa diisi ulang, sehingga kita tidak perlu antri membeli tiket, jika saldo mencukupi, bisa langsung tap in di gerbang stasiun keberangkatan dan tap out di gerbang stasiun kedatangan. Maka saldo akan berkurang sesuai tarif yang dihitung otomatis.

Sewaktu kembali dari Bogor ke Stasiun Juanda, aku membeli 1 kartu THB dan mengisi ulang 2 kartu KMT. Biaya perjalanannya adalah sebesar Rp 6.000, sehingga aku isi saldo Rp 10.000. KMT tidak ada masa kadaluarsa saldo. Jika saldo kita kurang, kita cukup isi saldo di Vending Machine, caranya cukup mudah.

Pertama siapkan uang kertas dengan nominal Rp, 5000, Rp, 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000, dan Rp. 100.000. Langkah-langkah isi saldo KMT adalah sebagai berikut :
  1. Pilih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  2. Letakkan KMT anda pada tempat yang tersedia
  3. Masukkan uang sesuai jumlah yang dibayarkan (tidak ada uang kembalian)
  4. Tekan ya untuk melanjutkan transaksi atau tidak untuk membatalkan transaksi
  5. Ambil kembali kartunya

Tiket Harian Berjaminan (THB) digunakan untuk satu kali perjalanan. Untuk membeli kartu THB ini
untuk biaya kartu THB adalah Rp 10.000, sehingga total biaya adalah Rp 16.000, aku masukkan 2 lembar uang Rp 10.000, kemudian keluar 1 kartu THB dan keluar juga kembalian 2 lembar Rp 2.000

Langkah-langkah pembelian kartu THB adalah
  1. Pilih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  2. Tekan tombol buy dan pilih nama stasiun tujuan anda di peta rute KRL
  3. Tentukan jumlah tiket yang akan dibeli
  4. Tekan ya untuk melanjutkan transaksi
  5. Masukkan uang untuk pembelian
  6. Jangan lupa ambil kartunya dan uang kembaliannya (jika ada)

Uang pembelian kartu tidak hangus, untuk itu penumpang cukup melakukan refund di Vending Machine yang tersedia setelah kita melakukan tap out THB. Cara untuk refund adalah sebagai berikut:
  1. Pilih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris
  2. Letakkan THB di tempat yang telah tersedia
  3. Tekan tombol refund
  4. Tekan ya untuk melanjutkan transaksi atau tidak untuk membatalkan transaksi
  5. Ambil uang jaminan anda

Previous Article : Dari Sky Train ke KRL

Related Posts