Showing posts with label Petuah Bijak. Show all posts
Showing posts with label Petuah Bijak. Show all posts

Wednesday, July 1, 2026

Game Theory #28: Predictive History

AI Bukan Kecerdasan, Sama Seperti Uang Bukan Kekayaan

Ada sebuah gagasan menarik yang disampaikan Prof. Jiang dalam video Game Theory #28: Predictive History. Terutama di menit ke 54.

Beliau mengajak kita melihat sejarah bukan sebagai kumpulan peristiwa, melainkan sebagai rangkaian "alkimia" yang mengubah sesuatu yang tampaknya biasa menjadi sesuatu yang bernilai luar biasa.

Alkimia adalah mimpi kuno manusia: mengubah timbal menjadi emas.

Secara ilmiah, alkimia mungkin gagal. Namun secara peradaban, manusia justru berhasil melakukannya berkali-kali.

Lihatlah selembar kertas.

Secara fisik, ia hanyalah serat kayu yang dicetak dengan tinta. Nilai bahannya mungkin hanya beberapa ratus rupiah. Namun ketika seluruh masyarakat sepakat mempercayainya, kertas itu berubah menjadi uang. Bukan karena sifat kertasnya berubah, melainkan karena cara manusia memandangnya berubah.

Kertas tidak berubah menjadi emas. Pikiran manusialah yang mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai.

Hal yang sama sedang terjadi hari ini.

Database hanyalah kumpulan data.

Ia tidak berpikir, tidak memahami, bahkan tidak memiliki kesadaran. Namun ketika dipadukan dengan model komputasi yang mampu mengenali pola, lahirlah apa yang kita kenal sebagai Artificial Intelligence (AI).

Banyak orang kemudian menganggap AI adalah kecerdasan.

Padahal, AI bukanlah kecerdasan dalam arti manusia.

AI adalah kemampuan mengolah informasi dalam skala yang nyaris mustahil dilakukan manusia. Ia dapat mengingat miliaran parameter, menemukan pola, dan menghasilkan jawaban dengan sangat cepat. Namun ia tidak memiliki pengalaman hidup, nilai moral, ataupun kesadaran.

Dengan kata lain, AI bukan kecerdasan. Sebagaimana uang bukan kekayaan. Uang hanyalah alat tukar. AI hanyalah alat berpikir. Kekayaan lahir dari kemampuan menciptakan nilai. Kecerdasan lahir dari kemampuan menentukan makna.

Lalu mengapa AI terasa begitu "ajaib"?

Karena yang berubah bukan hanya teknologinya, melainkan cara kita memandang teknologi tersebut. Di sinilah saya teringat pada konsep alkimia. Dulu manusia ingin mengubah timbal menjadi emas. Hari ini, alkimia itu bukan lagi terjadi di laboratorium.

Ia terjadi di dalam pikiran.

Kertas berubah menjadi uang karena manusia mempercayainya. 

Database berubah menjadi AI karena manusia menemukan cara baru untuk memanfaatkannya.

Sejarah menunjukkan bahwa hampir setiap lompatan besar peradaban lahir dari perubahan cara berpikir. Bukan semata-mata karena munculnya benda baru, melainkan karena manusia melihat kemungkinan baru dari benda yang sama.

Mungkin itulah bentuk alkimia yang sesungguhnya. Bukan mengubah timbal menjadi emas. Melainkan mengubah cara kita memandang dunia. Semakin seseorang mampu melihat potensi di balik sesuatu yang tampak biasa, semakin besar pula peluangnya menciptakan perubahan.

Barangkali, emas yang paling berharga memang tidak pernah berada di laboratorium.

Ia lahir ketika cara berpikir kita berubah.

Monday, November 17, 2025

Throughput

Ukuran Kapasitas Produksi dan Kecepatan Layanan Perusahaan

Throughput : the amount of a product or service that a company can produce and deliver to a client within a specified period of time

https://www.investopedia.com/terms/t/throughput.asp

Dalam dunia bisnis dan operasi, throughput merupakan salah satu indikator paling penting untuk mengukur kinerja sebuah perusahaan. Secara sederhana, throughput adalah jumlah produk atau layanan yang dapat diproduksi dan dikirimkan kepada pelanggan dalam jangka waktu tertentu. Konsep ini membantu perusahaan memahami seberapa efektif proses kerja mereka dalam menghasilkan output yang bernilai.


Apa Itu Throughput?

Throughput menggambarkan kecepatan aliran produk atau layanan dari awal proses hingga sampai ke tangan pelanggan. Semakin tinggi throughput, semakin besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar. Biasanya, throughput dihitung dalam satuan waktu, seperti unit per jam, per hari, atau per bulan, tergantung pada jenis industri yang menerapkannya.


Contoh sederhana:

Sebuah pabrik sepatu memproduksi 500 pasang sepatu per hari. Maka throughput hariannya adalah 500 unit.

Sebuah perusahaan logistik yang mampu mengirimkan 2.000 paket dalam satu jam berarti memiliki throughput pengiriman sebesar 2.000 paket/jam.


Mengapa Throughput Penting?

  • Mengukur Efisiensi Operasional, Throughput menunjukkan seberapa lancar proses produksi atau layanan bekerja. Jika throughput rendah, hal itu menandakan adanya hambatan atau ketidakefisienan dalam sistem.
  • Menentukan Kapasitas Perusahaan, Dengan mengetahui throughput, perusahaan bisa memperkirakan kemampuan mereka untuk memenuhi permintaan dan merencanakan ekspansi kapasitas bila diperlukan.
  • Meningkatkan Kepuasan Pelanggan, Throughput yang tinggi biasanya berarti waktu tunggu yang lebih singkat, sehingga pelanggan menerima produk atau layanan lebih cepat.
  • Memaksimalkan Keuntungan, Semakin besar output yang dapat dihasilkan dalam periode tertentu, semakin besar potensi pendapatan yang bisa diraih perusahaan.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Throughput

Beberapa elemen penting yang dapat meningkatkan atau menurunkan throughput antara lain:

  • Kapasitas mesin atau peralatan, Mesin yang lebih modern atau cepat dapat meningkatkan throughput secara signifikan.
  • Kualitas sumber daya manusia, Karyawan terlatih dan sistem kerja yang efisien mempercepat aliran produksi.
  • Ketersediaan bahan baku, Kekurangan bahan baku dapat menghambat proses produksi dan menurunkan throughput.
  • Proses kerja, Proses yang terlalu panjang, tidak efisien, atau sering mengalami hambatan akan menurunkan throughput.
  • Manajemen waktu dan logistik, Koordinasi yang buruk dalam pengiriman atau distribusi dapat mengurangi tingkat layanan yang dikirimkan ke klien.


Cara Meningkatkan Throughput

Perusahaan dapat meningkatkan throughput dengan berbagai strategi, antara lain:

  • Menghilangkan Bottleneck, Mengidentifikasi titik-titik hambatan dalam proses dan memperbaikinya dapat langsung meningkatkan kapasitas produksi.
  • Meningkatkan Otomatisasi, Penggunaan teknologi otomatis dapat mempercepat proses dan mengurangi kesalahan manusia.
  • Pelatihan Karyawan, Tim yang terampil mampu bekerja lebih cepat dan lebih tepat.
  • Memperbaiki Sistem Manajemen Persediaan, Persediaan bahan baku yang tepat waktu menghindari downtime produksi.
  • Menyederhanakan Proses, Mengurangi langkah-langkah yang tidak perlu dalam alur produksi dapat mempercepat output.

Sunday, November 16, 2025

Porter’s Generic Strategy:

Strategi Bersaing untuk Memenangkan Pasar

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk memiliki strategi yang jelas agar mampu bertahan dan unggul. Salah satu kerangka strategi paling terkenal dan banyak digunakan adalah Porter’s Generic Strategy, yang diperkenalkan oleh Michael E. Porter pada tahun 1980. 

source : https://strategicmanagementinsight.com/tools/porters-three-generic-strategies/

Model ini membantu perusahaan menentukan posisi kompetitifnya di pasar melalui tiga strategi utama: cost leadership, differentiation, dan focus.

Apa Itu Porter’s Generic Strategy?

Porter’s Generic Strategy adalah kerangka kerja yang menggambarkan bagaimana perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitif melalui tiga pendekatan utama. Strategi ini disebut generic karena dapat diterapkan pada berbagai jenis industri dan skala bisnis—baik perusahaan besar maupun UMKM.

Kerangka ini berangkat dari gagasan bahwa perusahaan hanya akan sukses jika mampu memilih dan konsisten menjalankan salah satu strategi inti. Jika tidak, perusahaan dapat terjebak dalam kondisi stuck in the middle—tidak unggul dalam harga, tidak unik dalam nilai, dan tidak memiliki segmen pasar yang jelas.

Tiga Strategi Utama dalam Porter’s Generic Strategy

Cost Leadership (Kepemimpinan Biaya Rendah)

Strategi cost leadership berfokus pada upaya menjadi produsen dengan biaya terendah di industri. Tujuannya adalah menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan kompetitor sehingga dapat menarik konsumen sensitif harga.

Ciri-ciri strategi cost leadership:

  • Efisiensi operasional tinggi

  • Produksi dalam skala besar (economies of scale)

  • Pengendalian biaya ketat

  • Penggunaan teknologi untuk menekan biaya

Contoh penerapan:
Maskapai berbiaya rendah, produsen barang rumah tangga murah, atau ritel seperti minimarket diskon.

Differentiation (Diferensiasi)

Strategi ini menekankan penciptaan produk atau layanan yang unik dan berbeda sehingga konsumen bersedia membayar lebih. Diferensiasi dapat berupa kualitas, fitur, desain, layanan pelanggan, inovasi, atau brand image yang kuat.

Ciri-ciri strategi differentiation:

  • Fokus pada inovasi

  • Kualitas produk unggul

  • R&D yang kuat

  • Brand dan pengalaman pelanggan diprioritaskan

Contoh penerapan:
Perusahaan teknologi premium, restoran fine dining, atau brand fashion terkenal.

3. Focus Strategy (Strategi Fokus)

Strategi fokus menargetkan segmen pasar tertentu yang sempit namun spesifik. Perusahaan dapat menggunakan pendekatan:

  • Cost focus: Menawarkan harga rendah untuk segmen tertentu

  • Differentiation focus: Menawarkan produk unik untuk kelompok pasar khusus

Strategi ini cocok bagi perusahaan kecil atau startup yang belum mampu bersaing di pasar luas.

Ciri-ciri strategi focus:

  • Target pasar sempit namun terdefinisi jelas

  • Pemahaman mendalam tentang kebutuhan segmen

  • Kustomisasi produk atau layanan

Contoh penerapan:
Produk khusus vegan, layanan khusus premium untuk eksekutif, atau brand lokal yang fokus pada pasar daerah.

Saturday, September 20, 2025

Tetirah

Dalam kehidupan yang kian padat dengan tuntutan, sering kali manusia terjebak dalam arus kesibukan yang tak berujung. Pekerjaan, target, kewajiban sosial, bahkan tekanan dari diri sendiri membuat langkah terasa berat, pikiran penuh sesak, dan hati kian lelah. 

Di titik inilah, tetirah—sebuah kata Jawa yang berarti berhenti sejenak untuk beristirahat dan memulihkan diri—menjadi relevan dan penting. 

Tetirah bukan sekadar liburan, melainkan sebuah jeda yang disadari, di mana seseorang sengaja melepaskan diri dari rutinitas harian, kembali pada keheningan, dan menyelami ulang makna hidup. Dalam tetirah, jiwa yang penat diberi ruang untuk bernapas, tubuh yang lelah diberi kesempatan untuk pulih, dan pikiran yang kusut diluruskan dengan keheningan. 

Saat seseorang melakukan tetirah, ia sesungguhnya sedang merawat dirinya sendiri, seperti seorang petani yang memberi waktu bagi tanah untuk kembali subur setelah lelah ditanami. Dari tetirah, lahirlah energi baru, kejernihan pikiran, dan semangat untuk kembali menempuh perjalanan. 

Manusia bukan mesin yang bisa bekerja tanpa henti. Ia adalah makhluk dengan hati, rasa, dan batin yang juga membutuhkan kehangatan jeda. Dan dalam jeda itulah, kita menemukan kembali siapa diri kita sebenarnya.

Dalam jeda, kita menemukan kesadaran bahwa hidup bukan semata tentang mengejar, tetapi juga tentang merasakan; bukan hanya tentang berlari, tetapi juga tentang berhenti dengan penuh makna. Kesadaran itu tumbuh ketika kita memahami bahwa diri ini bukan ditentukan oleh pencapaian semata, melainkan oleh sejauh mana kita mengenali diri kita sendiri. 

Dari jeda lahirlah pengertian, dari pengertian lahirlah penerimaan, dan dari penerimaan itulah tumbuh keberanian untuk melangkah kembali dengan tenang. Maka, jeda bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang halus—sebuah momen ketika manusia menemukan kembali siapa dirinya sebenarnya, dan itulah inti dari kesadaran sejati.

Thursday, April 24, 2025

Janji di Balik Ujian

Makna Mendalam Surah Al-Insyirah Ayat 5 dan 6

Surah Al-Insyirah (surah ke-94 dalam Al-Qur’an) merupakan salah satu surah pendek yang sarat makna, khususnya dalam konteks menghadapi kesulitan hidup. Dua ayat terakhir yang paling sering dikutip dari surah ini adalah:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

"Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

Dua ayat ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap ujian atau kesempitan hidup, Allah telah menetapkan hadirnya kemudahan. Menariknya, kalimat tersebut tidak hanya disebut sekali, tetapi diulang dua kali berturut-turut. 

Pengulangan ini bukan sekadar penegasan biasa, melainkan sebuah bentuk peneguhan janji dari Allah bahwa kesulitan tidak pernah datang sendirian, melainkan selalu dibarengi dengan jalan keluar, bahkan bisa lebih dari satu.

Dalam ilmu tafsir, para ulama menjelaskan bahwa kata “al-‘usr” (kesulitan) disebut dengan bentuk tertentu (definitif), sedangkan “yusr” (kemudahan) disebut dengan bentuk umum (indefinitif). Ini mengisyaratkan bahwa satu kesulitan akan ditemani oleh banyak kemudahan. 

Bukan hanya sekadar "ganti rugi", tetapi "bonus berlimpah" dari proses sabar dan bertahan.

Secara historis, ayat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ saat beliau sedang mengalami tekanan, penolakan, dan tantangan berat dalam dakwah di Mekah. Maka, ayat ini menjadi pelipur lara sekaligus suntikan semangat untuk terus maju, meski badai menghadang.

Dalam kehidupan sehari-hari, dua ayat ini sering menjadi pegangan banyak orang saat menghadapi krisis: kehilangan, kegagalan, keterpurukan ekonomi, atau tekanan batin. Surah ini mengajarkan bahwa rasa sempit tidak selamanya menetap—ia hadir bersama solusi, jika kita mampu bersabar dan tetap bertawakal.

Surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6 mengandung pesan optimisme luar biasa. Ia tidak menjanjikan hidup bebas masalah, tapi menegaskan bahwa Allah tidak akan membiarkan kita tenggelam dalam ujian tanpa pelampung harapan. 

Maka, teruslah berjalan. 

Di balik satu kesulitan, Allah hadirkan banyak jalan kemudahan.

Saturday, July 6, 2024

Beriman, Cerdas, Kreatif, Mandiri

Memiliki Reputasi Internasional dengan Menjunjung Tinggi Budaya Nasional untuk Menghasilkan Calon Pemimpin Bangsa yang Beriman, Cerdas, Kreatif, Mandiri, dan Berwawasan Kedirgantaraan

Di era globalisasi ini, kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional menjadi sebuah keharusan. Namun, dalam mencapai reputasi internasional, penting bagi bangsa kita untuk tetap menjunjung tinggi budaya nasional. Kombinasi antara kemampuan bersaing di kancah global dan pemahaman serta penghargaan terhadap budaya sendiri merupakan formula ideal dalam mencetak calon pemimpin bangsa yang beriman, cerdas, kreatif, mandiri, dan berwawasan kedirgantaraan.






Menjunjung Tinggi Budaya Nasional

Budaya nasional adalah identitas dan kebanggaan suatu bangsa. Dengan menjunjung tinggi budaya nasional, kita memastikan bahwa nilai-nilai, tradisi, dan sejarah kita tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi mendatang. Pendidikan yang mengintegrasikan budaya nasional akan membentuk individu yang memiliki jati diri kuat dan rasa bangga terhadap tanah air. Mereka tidak hanya memahami dan menghargai budaya mereka sendiri tetapi juga dapat memperkenalkannya kepada dunia.


Pendidikan Berbasis Budaya dan Global

Pendidikan merupakan kunci dalam membentuk calon pemimpin bangsa. Sistem pendidikan yang menggabungkan pengajaran budaya nasional dengan pengetahuan dan keterampilan global akan menghasilkan individu yang siap bersaing di tingkat internasional tanpa melupakan akar budaya mereka. Kurikulum yang dirancang untuk mencakup pelajaran tentang sejarah, bahasa, seni, dan tradisi lokal, bersama dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa asing, akan memberikan keseimbangan yang diperlukan.


Menghasilkan Calon Pemimpin yang Beriman, Cerdas, Kreatif, dan Mandiri

1. Beriman:

Keimanan adalah fondasi moral yang kuat bagi seorang pemimpin. Pendidikan agama dan nilai-nilai spiritual harus menjadi bagian integral dari kurikulum. Ini membantu dalam membentuk karakter yang jujur, bertanggung jawab, dan berempati, yang sangat diperlukan bagi seorang pemimpin.


2. Cerdas:

Kecerdasan akademik dan emosional adalah pilar penting lainnya. Sistem pendidikan harus menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analisis, dan pemecahan masalah. Selain itu, kecerdasan emosional yang mencakup empati, kontrol diri, dan kemampuan berinteraksi sosial juga harus dikembangkan.


3. Kreatif:

Kreativitas mendorong inovasi dan pemikiran out-of-the-box. Sekolah harus menyediakan lingkungan yang mendorong eksplorasi, eksperimen, dan ekspresi diri. Pendidikan seni, musik, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya memainkan peran penting dalam merangsang kreativitas siswa.


4. Mandiri:

Kemandirian adalah kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak tanpa bergantung pada orang lain. Pendidikan harus mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri, memberikan mereka kesempatan untuk mengambil inisiatif dan belajar dari kesalahan.


Berwawasan Kedirgantaraan

Wawasan kedirgantaraan membuka peluang baru bagi bangsa dalam bidang sains dan teknologi. Dengan berkembangnya industri dirgantara, pendidikan yang memberikan wawasan dan pengetahuan tentang kedirgantaraan akan mempersiapkan generasi muda untuk berperan aktif dalam bidang ini. Pelajaran tentang astronomi, penerbangan, dan teknologi antariksa akan menginspirasi siswa untuk mengeksplorasi batas-batas baru pengetahuan dan inovasi.


Kolaborasi dengan Institusi Internasional

Untuk membangun reputasi internasional, penting untuk menjalin kemitraan dengan institusi pendidikan dan penelitian di seluruh dunia. Program pertukaran pelajar, kerjasama penelitian, dan konferensi internasional akan memberikan wawasan global kepada siswa dan memfasilitasi transfer pengetahuan serta teknologi.


Menghasilkan calon pemimpin bangsa yang beriman, cerdas, kreatif, mandiri, dan berwawasan kedirgantaraan memerlukan pendekatan pendidikan yang holistik. Dengan menjunjung tinggi budaya nasional sambil mengadopsi praktik pendidikan terbaik dari seluruh dunia, kita dapat membangun generasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat internasional tetapi juga memiliki identitas dan karakter yang kuat. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, yang akan menghasilkan pemimpin-pemimpin berkaliber tinggi yang siap membawa Indonesia menuju kejayaan di kancah global.

Strength 3 P: Potential, Personality, dan Passion

Dalam dunia yang semakin kompetitif dan dinamis, mengenali dan mengembangkan kekuatan pribadi menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan dan kepuasan hidup. Salah satu pendekatan yang efektif dalam pengembangan diri adalah konsep Strength 3 P, yang terdiri dari Potential (Potensi), Personality (Kepribadian), dan Passion (Gairah). Ketiga elemen ini saling berinteraksi dan mendukung satu sama lain, membantu individu untuk mengoptimalkan kemampuan dan mencapai tujuan hidupnya.





Potential (Potensi)

Potensi adalah kemampuan bawaan yang dimiliki setiap individu. Potensi bisa berupa bakat alami, kecerdasan, keterampilan, atau kapasitas tertentu yang dapat dikembangkan melalui pendidikan, latihan, dan pengalaman. Mengenali potensi diri adalah langkah pertama dalam pengembangan pribadi. Potensi yang tidak dikembangkan hanya akan menjadi potensi yang terpendam dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi individu.

Untuk mengidentifikasi potensi, penting untuk refleksi diri dan evaluasi jujur terhadap kemampuan dan minat pribadi. Bantuan dari mentor atau pelatih juga bisa sangat berguna dalam proses ini. Setelah potensi dikenali, langkah berikutnya adalah mengasah dan mengembangkan potensi tersebut melalui pembelajaran terus-menerus, latihan, dan pengalaman praktis.


Personality (Kepribadian)

Kepribadian adalah karakteristik unik yang membedakan satu individu dari yang lain. Kepribadian mencakup pola pikir, perasaan, dan perilaku yang konsisten dalam berbagai situasi. Memahami kepribadian diri sendiri membantu individu untuk mengoptimalkan interaksi dengan orang lain, menavigasi lingkungan sosial, dan menghadapi tantangan hidup dengan lebih efektif.

Ada berbagai model untuk memahami kepribadian, seperti Big Five Personality Traits atau Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Dengan memahami tipe kepribadian diri, individu dapat mengenali kekuatan dan kelemahan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Selain itu, kesadaran akan kepribadian juga memungkinkan individu untuk mengembangkan strategi pengelolaan diri yang lebih baik, seperti mengelola stres, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan membangun hubungan yang sehat.


Passion (Gairah)

Passion adalah dorongan kuat yang berasal dari minat mendalam terhadap suatu aktivitas atau bidang tertentu. Gairah memberikan motivasi intrinsik yang membuat individu terus berusaha dan bertahan dalam mencapai tujuan meskipun menghadapi tantangan dan rintangan. Mengikuti passion memberikan rasa kepuasan dan makna yang mendalam dalam hidup.

Menemukan passion bisa menjadi proses eksplorasi yang panjang. Ini melibatkan mencoba berbagai aktivitas, refleksi diri, dan mengevaluasi apa yang benar-benar memberikan kebahagiaan dan kepuasan. Ketika passion ditemukan, langkah berikutnya adalah mengejar dan mengembangkannya dengan dedikasi dan komitmen. Passion yang dikombinasikan dengan potensi dan kepribadian yang tepat dapat menghasilkan prestasi luar biasa dan kepuasan hidup yang tinggi.


Integrasi Potential, Personality, dan Passion

Ketiga elemen Strength 3 P ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain. Potensi memberikan dasar kemampuan yang dapat dikembangkan. Kepribadian memberikan kerangka kerja untuk memahami dan mengelola diri serta interaksi dengan orang lain. Sementara itu, passion memberikan motivasi dan energi yang diperlukan untuk mengejar dan mencapai tujuan.

Mengintegrasikan ketiga elemen ini memerlukan kesadaran diri yang mendalam dan komitmen untuk pengembangan pribadi berkelanjutan. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengintegrasikan Potential, Personality, dan Passion:


Refleksi Diri: Luangkan waktu untuk merenung dan mengevaluasi potensi, kepribadian, dan passion Anda. Apa kekuatan dan kelemahan Anda? Apa yang membuat Anda merasa paling hidup dan bersemangat?

Tujuan yang Jelas: Tentukan tujuan hidup yang selaras dengan potensi, kepribadian, dan passion Anda. Tujuan yang jelas membantu mengarahkan energi dan usaha Anda ke arah yang tepat.

Pengembangan Diri: Investasikan waktu dan sumber daya untuk mengembangkan potensi dan keterampilan Anda. Ikuti pelatihan, kursus, atau program pendidikan yang relevan.

Manajemen Diri: Gunakan pemahaman tentang kepribadian Anda untuk mengelola diri dan interaksi dengan orang lain. Kembangkan strategi untuk mengatasi kelemahan dan memaksimalkan kekuatan Anda.

Ikuti Passion: Temukan dan ikuti passion Anda. Jangan takut untuk mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru yang sesuai dengan minat Anda. Passion memberikan energi dan motivasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan Anda.


Strength 3 P - Potential, Personality, dan Passion - adalah konsep yang efektif untuk mengembangkan diri dan mencapai kesuksesan. Dengan mengenali dan mengembangkan potensi, memahami kepribadian, dan mengikuti passion, individu dapat menciptakan kehidupan yang bermakna dan memuaskan. Mengintegrasikan ketiga elemen ini memerlukan refleksi diri, tujuan yang jelas, pengembangan diri berkelanjutan, manajemen diri yang efektif, dan keberanian untuk mengikuti passion. Dengan pendekatan ini, setiap individu dapat mengoptimalkan kekuatan pribadinya dan mencapai potensi maksimal dalam hidupnya.

Thursday, February 22, 2024

Saya Lebih Memilih Menyalakan Lilin daripada Mengutuk Kegelapan

Ditulis ulang dari artikel sebelumnya : Menyalakan Api Kecil dari Lilin

Saya memilih menyalakan lilin ketimbang mengutuk kegelapan. Mengapa orang suka menakuti-nakuti tentang suatu keadaan?. Seperti waktu kecil kita sering ditakut-takuti orang dewasa. "Awas ada setan!.

Sehingga kita tidak jadi pergi keluar rumah atau tidak jadi lewat jalan yang telah dikatai tadi. Tetapi sebenarnya, jika kita jalani dan kita lewati, ternyata setan yang dimaksud oleh orang dewasa tadi sesungguhnya tidak ada. Barulah kita mengerti, orang itu hanya nakut-nakuti saja.

Waktu remaja kita juga terkadang ditakut-takuti tetangga, atau orangtua sendiri, misalnya saat mau mendaki gunung, kita dibilangi, awas nanti kamu tersesat, awas nanti jatuh, awas nanti hilang, atau nanti dirampok, dan lain sebagainya.

Tapi, jika kita tetap menjalani, semua itu tak terbukti. Betul memang ada jalan terjal, memang ada jalan licin, dan ada jurang, tapi kita sebagai aktor utama, kita dapat membawa jiwa kita sendiri bisa mampu berjuang.

Poinnya adalah, kita hidup di masyarakat yang gemar menakut-nakuti. Rasanya orang merasa gagah dan kritis jika bisa menakut-nakuti. Apalagi jika obyek yang ditakut-takuti terbukti gagal, mereka akan bilang, "tuh kan?. Apa kata saya?."

Tapi, pengalaman dan pengetahuan ternyata yang menakut-nakuti itu faktanya adalah sebagai berikut:.

  1. Pertama, mereka menganggap kita anak kecil yang tidak tahu apa-apa, tidak punya pengalaman.
  2. Kedua, mereka merasa paling tahu, paling pintar, paling benar sehingga gemar menggoblok-gobloki orang lain.
  3. Ketiga, mereka pada dasarnya juga penakut. Sehingga mereka tidak mau orang lain mengalami susah karena mereka takut. Penakut senang menakut-nakuti.
  4. Keempat, mungkin mereka sayang kita. Tapi berlebihan, sehingga mengatur semua langkah kita.
  5. Kelima, mereka sendiri TAKUT KALAU KITA BISA. Sebab mereka tidak bisa & kalau kita terbukti berhasil, mereka akan terpuruk, pamornya hilang.
  6. Keenam, mereka adalah pecundang yang senang memberikan alasan karena meremehkan orang lain. Ingat pepatah, Orang pandai banyak jalan, orang malas banyak alasan.

Jadi, mari kita berjuang bersama memenangkan hidup kita. Kita tidak boleh menjadi penakut, yang takut melihat cahaya dalam terowongan gelap, tapi kita harus menyalakan lilin ketimbang mengutuk kegelapan.

Saturday, February 17, 2024

Nararya Kirana

Pada masa Kerajaan Singasari, Lamajang tetap menjadi daerah yang banyak dikunjungi. Raja Singasari keempat, Nararya Sminingrat, menetapkan putranya, Nararya Kirana, sebagai penguasa Lamajang pada tahun 1177 Saka (1255 M).

Namun, Kerajaan Singasari runtuh pada tahun 1292 M karena Pemberontakan Jayakatwang, yang kemudian mengakibatkan munculnya Kerajaan Majapahit. Raden Wijaya, menantu dari Raja Kertanegara yang berhasil kabur, bersama Arya Wiraraja merencanakan untuk merebut tahta kerajaan dari tangan Jayakatwang. Mereka berhasil mengalahkan Jayakatwang dan mendirikan Kerajaan Majapahit, dengan Raden Wijaya sebagai raja pertamanya.

Sebagai bagian dari janji kepada Arya Wiraraja, Raden Wijaya memberikan separuh wilayah Kerajaan Majapahit, termasuk wilayah Lamajang Tigang Juru.


Arya Wiraraja atau Banyak Wide adalah nama seorang tokoh Jawa, sebagai pemimpin pada abad ke-13 M di Jawa dan Madura. Aria Wiraraja adalah penasehat negara di Kerajaan Singhasari dan sekaligus saudara sepupu Kertanagara. Arya Wiraraja merupakan cucu dari Ranggawuni / Raja Seminingrat, ayah dari Arya Wiraraja bernama Nararya Kirana yang juga pernah menjabat sebagai Adipati Wengker lalu pindah tugas ke Lamajang sebagai Adipati pertama dari Kadipaten Lamajang Tigang Juru. Arya Wiraraja memiliki putra yaitu Arya Wirondaya atau Ranggalawe dan Nambi.

Namanya hanya muncul satu kali dalam Prasasti Mula Malurung, yakni pada saat pentasbihan sebagai penguasa Lumajang oleh Wisnuwardhana, Raja Kerajaan Singhasari. Prasasti Mula Malurung yang dimana prasasti tersebut merupakan prasati yang berbentuk lempengan tembaga yang diterbitkan oleh Raja Kertanegara yang pada saat itu berstatus sebagai raja muda. Prasasti ini pada saat itu merupakan sebuah piagam yang mengesah Desa Malurung dan juga Desa Mula di wilayah Singosari.

Prastasti Mulan Malurung menyebutkan, yang dijadikan salah satu pemimpin yang ditunjuk oleh Raja Singosari. Dalam Prasasti Mulamalurung lempengan VII halaman a baris 1 – 3, yang menyebutkan bahwa pada tahun 1177 Saka (1255 M) Nararya Kirana dinobatkan sebagai penguasa Lamajang oleh ayahnya Raja Singasari Nararya Sminingrat. Sejak saat itulah Nararya Kirana sebagai penguasa Lumajang yang pertama kali.


Sumber :

https://www.pengabar.com/nasional/88911832117/asal-usul-lumajang-dan-gunung-semeru-nararya-kirana-jadi-raja-pertama?page=2

https://id.wikipedia.org/wiki/Aria_Wiraraja

https://www.kelumajang.com/wisata/98111202549/terkuak-siapa-sih-tokoh-nararya-kirana-pemimpin-penguasa-lumajang-pertama-disebut-dalam-prasasti-mulan-malurung-sebagai-dasar-penetapan-harjalu?page=1

https://bangsapedia.com/posts/nararya-kirana-penguasa-pertama-kabupaten-lumajang-ini-sejarahnya

https://surabaya.kompas.com/read/2023/12/15/183749878/mengenal-nararya-kirana-penguasa-pertama-di-lumajang.

https://info.livein.id/inilah-desa-wisata-toyomarto-desa-dengan-peninggalan-sejarah-tertua

Tuesday, February 6, 2024

Daily Habits


Kita semua mempunyai kebiasaan dan rutinitas, ada yang baik, ada pula yang kurang baik. Beberapa kebiasaan dan rutinitas telah berkembang seiring berjalannya waktu tanpa kita secara sadar memikirkannya atau menyadarinya. Jadi mungkin luangkan beberapa menit untuk memikirkan tentang kebiasaan dan rutinitas Anda serta pengaruhnya terhadap hidup Anda.

Mengapa tidak membuat daftar semua kebiasaan dan rutinitas Anda yang baik dan buruk. Setelah Anda selesai membagi daftar itu menjadi Kebiasaan yang saya pilih dan Kebiasaan yang baru saja terjadi dan lihat daftar mana yang lebih panjang dan daftar mana yang paling produktif.

Sunday, February 4, 2024

The ABCD Family Tree



Infografis diatas menunjukkan hubungan antara berbagai skrip yang digunakan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Ke-57 aksara berbeda ini diperkirakan berevolusi dari hieroglif yang digunakan orang Mesir lebih dari 5000 tahun yang lalu.

Simbol dalam Hieroglif, berevolusi menjadi huruf yang digunakan saat ini. Abjad sejati seperti aksara Latin, yang setiap bunyinya diwakili oleh sebuah huruf, adalah sistem penulisan yang paling banyak digunakan.


Sumber :
https://starkeycomics.com/2018/12/11/the-abcd-family-tree/



Thursday, February 1, 2024

Pain & Discipline


We must all suffer from one of two pains the pain of discipline or the pain of regret
-Jim Rohn

Wednesday, January 31, 2024

Green vs Sustainable



Green Supply Chain Management atau manajemen rantai pasok hijau adalah salah satu pendekatan strategis dalam bidang Supply Chain yang berfokus pada praktik-praktik berkelanjutan dalam setiap aspek rantai pasok. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mempromosikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

Sustainable supply chain atau rantai pasok yang berkelanjutan adalah desain dan manajemen sistem yang mengintegrasikan praktik yang environmentally dan socially responsible selama keseluruhan siklus hidup sebuah produk atau jasa.


Sumber :

https://ftmm.unair.ac.id/membangun-sustainable-supply-chain-untuk-masa-depan-yang-lebih-hijau/


Friday, September 22, 2023

Tragedi + Time = Comedy

Tragedi + Time = Comedy merupakan salah satu rumus Comedy. Jadi jika sudah berdamai dengan Tragedi (butuh waktu), maka jadikan komedi, pasti akan lucu.

Rumus diatas sering dilaksanakan oleh komika dalam menjalankan stand up comedy. Salah satunya Raditya Dika yang sering menceritakan kisah-kisah ringan dan konyol yang dirangkai dari pengalaman hidup yang dapat menghibur di tengah kerumitan hidup.

Komedi adalah drama yang banyak membenturkan logika, karakter, dan situasi. Dan yang membuat lucu adalah perspektif atau cara kita memandang sebuah kejadian. Rumus ini sebenarnya didapat dari Woody Allen, seorang sutradara dunia, yaitu tragedi jika diberi sedikit waktu, maka akan menjadi cerita dengan lucu.

Ungkapan (Tragedi + Waktu= Komedi) mungkin terdengar terlalu sederhana, tetapi di baliknya tersembunyi kebenaran mendalam tentang esensi kehidupan dan keberlanjutan. Seiring berjalannya waktu, kita diberi kesempatan untuk merenung, untuk membiarkan perasaan kita mengendap dan memberi ruang pada pemahaman yang lebih dalam.

Tawa itu bukanlah tanda lupa, melainkan tanda penerimaan. Ketika kita berbagi cerita masa lalu, dengan segala luka dan kesalahannya, kita bukan hanya mencari empati, tetapi juga mencari pencerahan.

Jadi lupakan masa lalu dan mari kita buat masa depan kita

Dan ingat, bahwasanya orang baik punya masa lalu, tapi orang buruk punya masa depan.


Sumber :

https://twitter.com/MajelisLucu/status/924671757847478273?lang=en

https://www.femina.co.id/celebrity/raditya-dika-tragedy-time-comedy

https://www.kompasiana.com/benedictusadithia9482/650d7b9d856e0a33ff160382/tragedi-plus-waktu-sama-dengan-komedi-cara-berdamai-dengan-luka-lama

Tuesday, September 5, 2023

Seven Habits (3)

Artikel ini merupakan tulisan pelengkap dari Seven Habits dan Seven Habits (2).

Karakter kita merupakan gabungan dari kebiasaan-kebiasaan kita. Kebiasaan ini dapat kita tuai setelah kita menabur perbuatan. Perbuatan kita tuai setelah kita menabur gagasan. Lalu kebiasaan nanti akan membentuk karakter, dan karakter akan menuai nasib.

Kebiasaan juga merupakan pertemuan dari 3 hal yaitu pengetahuan, keterampilan dan keinginan.

[1]

Contoh proaktif yang dikenang sepanjang masa adalah kisah tentang Yusuf yang dijual sebagai budak kepada orang Mesir setelah dibuang oleh saudara-saudaranya saat berusia 17 tahun. Meski menjadi budak, Yusuf tetap proaktif dengan mengurus rumah tangga tuannya, Potifar.

Kemudian di suatu masa, Yusuf terperangkap dalam situasi yang sulit namun tetap menolak mengorbankan integritasnya. Sehingga dia dipenjara secara tidak adil selama 13 tahun. Namun sekali lagi dia tetap proaktif sehingga memimpin penjara hingga menjadi terkenal di Mesir dan menjadi orang kedua di bawah Firaun.

[2]

Merujuk pada tujuan akhir selalu akan kita aplikasikan setiap hari misalnya kita memulai hari dengan bayangan, gambaran atau paradigma akhir sebagai kerangka acuan atau kriteria yang menjadi dasar untuk menjalani hari. Dengan memegang titik akhir sehingga akan menjadi dan tetap jelas dalam pikiran.

Dengan merujuk pada tujuan akhir maka kita akan mengetahui kemana kita akan pergi, dimana kita berada sekarang, sehingga kita akan senantiasa mengambil langkah-langkah yang akan kita ambil akan selalu berada dalam arah yang benar.

Dengan begini artinya kita sudah memiliki dan selalu memegang prinsip sebagai pondasi yang kokoh. Kita akan senantiasa memusatkan kehidupan pada prinsip yang benar, prinsip yang benar tidaklah berubah. Prinsip tidak bergantung pada perilaku orang lain.

[3]

Manajemen yang efektif akan selalu mendahulukan yang utama, sedangkan kepemimpinan akan dapat memutuskan apa saja hal-hal yang utama.

[4]

Dengan prinsip Menang/menang maka kita akan selalu dapat melihat kehidupan sebagai arena yang kooperatif, bukan kompetitif.

[5]

Sebelum kita dimengerti oleh orang lain, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah berusaha mengerti terlebih dahulu. Untuk itu kita harus mampu mendengarkan. Memang jarang bahkan tidak ada pelatihan mendengar.

Seringnya kita mendengar secara selektif. Atau bahkan kita terkadang mendengar secara atentif, yaitu dengan menaruh perhatian, memfokuskan energi pada kata-kata yang diucapkan. Dan yang terbaik adalah mendengar dengan empatik.

Dalam komunikasi, 10% diwakili oleh kata-kata, lalu 30% diwakili oleh suara kita dan 60% diwakili oleh bahasa tubuh kita.

Mendengar dengan empatik adalah mendengarkan dengan mata dan hati, dengan memperhatikan perasaan, makna, juga dengan memperhatikan perilaku, serta dengan kita dapat memahami, berintuisi dan merasa.

[6]

Dengan sinergi, kita akan dapat menciptakan wawasan baru, sehingga dapat mengubah daya penahan menjadi daya penggerak. Orang lain yang ikut dalam sinergi akan cenderung menjadi bagian penting dari solusi sehingga akan tercipta tujuan baru, tujuan bersama. Oleh karena itu solusi sinergis akan menjadi lebih baik daripada solusi yang diusulkan sendiri-sendiri dari kedua belah pihak.

[7]

Kebiasaan terakhir yaitu ke-7 adalah asahlah gergajimu. Ini tidak hanya berarti belajar. Namun ada dimensi yang lain. Diantaranya adalah dimensi fisik dengan cara memelihara fisik misalnya dengan istirahat, relaksasi dan dengan olahraga secara teratur.

Lalu dimensi spiritual, bisa kita lakukan dengan cara ibadah, membaca kita suci, meditasi, renungan sehingga kita dapat merasa diperbarui, diperkuat dan dipusatkan.

Pembaruan spiritual membutuhkan investasi waktu. Kita harus dapat menyisihkan waktu berdoa, yang dapat menjadi sumber kekuatan, dalam melepaskan dan melipatgandakan energinya. Sehingga dapat membawa kedamaian dalam pikiran dan hati.

Kemudian dimensi mental, salah satunya adalah dengan membatasi menonton TV (jaman dulu) atau menonton gadget jika dimasa sekarang ini. Selain mengurangi waktu yang ditonton, juga batasi menonton acara hiburan di gadget yang kurang mendidik. Ganti dengan tayangan pendidikan atau hiburan yang berkualitas tinggi.

Namun ada baiknya kita membiasakan diri untuk membaca literatur yang baik. Tidak hanya membaca, namun juga dengan menulis, misalnya menulis jurnal dari gagasan, pengalaman, wawasan dan pelajaran.

Lalu terakhir adalah dimensi sosial / emosional, hal ini sebagai prinsip dalam kepemimpinan, komunikasi empatik dan kerjasama dengan orang lain.

Tuesday, August 29, 2023

Lho Ga Bahaya Tah ?

Kalimat "Gak Bahaya Ta" sedang viral di dunia maya khususnya di media sosial. Bahkan di akun resmi FIFA juga muncul "Ga Bahaya Ta", yaitu pada suatu unggahan @fifaworldcup, FIFA membalas komentar netizen yang mengatakan bahwa Lionel Messi akan di-sleding Arhan Pratama.

Kalimat "gak bahaya ta?", berasal dari bahasa Indonesia yang diucapkan dengan gaya bahasa gaul atau slang, yang memiliki arti "tidak berbahaya, kah?". Kata "Ta" sendiri merupakan bahasa Jawa yang berarti "kah" untuk menanyakan sesuatu.

Bahaya atau tidak yang penting jangan bete ya.


Sumber :

https://www.tribunnewswiki.com/2023/05/24/lagi-viral-di-twitter-dan-tiktok-apa-artinya-gak-bahaya-ta-ternyata-ini-maknanya

https://www.detik.com/sumut/sepakbola/d-6735045/respons-kocak-fifa-soal-messi-ditekel-arhan-gak-bahaya-ta

Monday, July 17, 2023

Adiyuswa

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia menyatakan bahwa adiyuswa adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas.

Perlu adanya jaminan kesehatan yang menjangkau seluruh Lansia. Terutama jaminan kesehatan untuk prevalensi penyakit-penyakit kronis, program pelayanan dan pemberdayaan lansia seperti perawatan di rumah/home care, program Asistensi Sosial Lanjut Usia Telantar (ASLUT), pelayanan sosial kedaruratan bagi lansia, program family supportlansia, day care services, pengembangan kawasan ramah lansia, dan program lansia tangguh.

Meski adiyuswa tergolong kelompok masyarakat yang tidak lagi produktif maka perlu peran serta masyarakat dan pemerintah untuk mendorong adiyuswa tetap aktif, sehat, produktif, dan menjadi aset ketahanan nasional.

Kesehatan adiyuswa juga perlu dibangun dengan olahraga rutin. Adiyuswa juga perlu memperhatikan asupan gizi yang seimbang, praktik pola hidup yang bersih, aktivitas fisik, dan memantau berat badan secara rutin. Kebutuhan adiyuswa akan energi, protein, dan lemak berkurang, tetapi kebutuhan vitamin dan mineralnya meningkat.

Saat ini Indonesia memiliki 9 persen jumlah adiyuswa. Bangsa yang memiliki jumlah penduduk berusia lanjut yang mencapai 17 persen terancam bangkrut, seperti negara Yunani, Portugal, dan Italia.

Merawat adiyuswa bukan saja sekedar mengurus kesehatan dan kesejahteraan secara fisik, namun juga menjaga dari segi perasaan dan mental. Hal ini merupakan hal yang menantang yang dituntut kesabaran seluas samudera.

Hanya pribadi istimewa yang sanggup menunaikan tugas mulia dalam membahagiakan adiyuswa.


--

Didedikasikan kepada Mbah Sadjiman Kartodimedjo yang telah berpulang 3 tahun lalu.


Sumber :

https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2020/10/15/1598/catatan-terhadap-uu-13-1998-tentang-kesejahteraan-lanjut-usia.html

https://uiupdate.ui.ac.id/article/hidup-sehat-dan-bahagia-di-usia-tua

https://www.antaranews.com/berita/3561576/menaklukkan-tantangan-ganda-dalam-membahagiakan-adiyuswa

Sunday, April 30, 2023

Mengaji

Sebagai umat Islam mengaji harus dipelajari sejak usia dini yang dimulai dari mengenal dan memahami huruf hijaiyah. Belajar mengaji atau membaca Al-Quran harus diterapkan pada anak sesuai dengan usianya.

Dimulai dari tahapan dengan diperkenalkan dengan huruf hijaiyah yang ditempelkan berupa poster huruf hijaiyah di dinding rumah atau menggunakan buku berisikan pelajaran mengaji berupa pengenalan huruf hijaiyah.

Dari poster atau buku tersebut lalu sering-sering lah melafalkan huruf hijaiyah tersebut. Tidak hanya di rumah, belajar mengaji di TPA/TPQ di mushola juga perlu dilakukan dengan menggunakan buku Iqra untuk mengenalkan terhadap huruf hijaiyah.

Pembelajaran mengaji pada anak harus dilakukan secara konsisten agar anak dapat cepat lancar dalam belajar mengaji. Dalam hal ini diperlukan kesabaran dalam mengajari anak. Dan jangan paksakan anak jika ia dalam keadaan lelah.

Setelah mengenal huruf hijaiyah, kemudian ditingkatkan dengan mengenalkan makhroj dan tajwid secara bertahap.


Sumber :

https://shanehijab.com/tips-belajar-mengaji-anak-anak-usia-2-tahun/

Tuesday, April 25, 2023

Masa Depan

Masa depan sangat peka dan tergantung terhadap perilaku kita di masa lalu sebagai kondisi awal. Ibaratnya sebuah kepakan kecil kupu-kupu dapat mengakibatkan badai tornado di bumi belahan lain, seperti bunyi dari teori Butterfly Effect.

Masa depan bukan mutlak milik kita, kita berencana namun Tuhan yang mengijinkan dan yang menentukan nasib dan takdir kita. Sehingga seperti isi dari lagu Que Sera Sera yaitu yang memiliki arti "Apa yang Terjadi Terjadilah". 

Oleh karena itu tugas kita bukanlah untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba, itulah kita menemukan kesempatan untuk berhasil, sesuai quote dari Buya Hamka. Sehingga kita harus terus Mencoba, Berusaha dan Berdoa tanpa perlu takut, apalagi merasa iri terhadap pencapaian orang lain. 

Memang benar bahwasanya takdir, adalah bahasa Tuhan yang tak bisa diubah karena sudah merupakan kepastian. Namun Tuhan sudah memberi isyarat, bahwa nasib manusia bisa dirubah ketika manusia  mempunyai kemauan, usaha dan upaya tak kenal lelah. 

Berikut analogi yang Antara Takdir dan Nasib, semisal saat kamu menjalani nasibmu dengan memelihara tanaman jerukmu dengan baik dan ternyata diserang hama adalah takdirmu. Namun sudah menjadi nasibmu untuk membasmi hama itu dan menerima takdirmu berupa panen buah jeruk yang ternyata asam hingga menjadi nasibmu berusaha mengganti bibit jerukmu dan pupuknya hingga kelak engkau ditakdirkan memanen jeruk yang manis dan lebat.

Wednesday, April 12, 2023

Lagi Bete

Piala Dunia 2022 lalu di Qatar cukup heboh gara-gara 4 negara yaitu Inggris, Wales, Jerman, dan Denmark tetap ngotot memakai ban kapten pelangi sebagai bentuk dukungan terhadap LGBT. Padahal FIFA melalui Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan pihaknya tidak mendukung secara terbuka penggunaan ban kapten pelangi di Piala Dunia. 

Karena itu mereka merilis kampanye versi FIFA untuk dipakai di Piala Dunia 2022. Menurut beliau kita harus mencari topik yang semua orang bisa rayakan. 

Propaganda tidak hanya melalui sepakbola, namun juga melalui film Hollywood. Salah satunya yang paling terakhir adalah film Marvell yang berjudul Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Masih dari MCU sebelumnya juga muncul di film Eternals (2021).

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Orang yang terpapar LGBT terjadi karena ada unsur penyimpangan yang berawal dari 3 faktor yaitu pola asuh keluarga, sekolah/pendidikan, dan lingkungan. Untuk itu orang tua harus tahu dengan siapa dia bergaul.

Pola asuh keluarga terutama sosok ayah juga harus dihadirkan dalam keseharian karena dibutuhkan untuk mengembangkan otak kiri anak.

Namun di era yang serba teknologi ini, yang sangat dominan pengaruh buruk adalah anak kecanduan menggunakan gadget. Jika tidak diawasi maka mereka dapat terpapar konten yang tak sesuai usia yang salah satunya dapat merangsang produksi hormon dopamin, lalu ketagihan, dan mendorong peniruan.

Ini merupakan pemicu pertama. Oleh karena itu orang tua harus berperan agar anak tidak boleh lemah dalam berpikir karena anak cenderung tidak tahu bahwa hal tersebut adalah perilaku negatif.

Hal diatas dapat diatas dengan pendidikan dan pemahaman agama, yang tidak sebatas ritual ibadah, namun juga penanaman nilai-nilai dan perilaku sehari-hari. Hal tersebut akan selalu menyisakan rasa bersalah dan berdosa. 

Yang menjadi rawan adalah saat ini LGBT sudah menjadi gerakan global dengan propaganda yang cukup masif melalui berbagai jaringan dan media sosial. Kita bisa melihatnya di musik, film bahkan gelaran piala dunia sepakbola.

Peran orang tua untuk membendungnya adalah memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus dan dapat dirasakan anak secara nyata, yang dapat diungkapkan melalui perasaan positif kita seperti sentuhan, belaian, pelukan, rangkulan, dan kehangatan hingga komunikasi yang memberi rasa aman bagi anak.

Hindari memberikan respons seperti reaksi marah, mencela, menghakimi, dan menyudutkan anak. Respon masalah yang muncul melalui pendekatan yang dapat meningkatkan kualitas hubungan selanjutnya. Sehingga anak dapat semakin percaya, merasa diterima, dan semakin yakin dengan pilihannya untuk curhat dan berkomunikasi dengan orang tua.

Perkuat ketahanan pribadi, keluarga, sekolah, masyarakat, dan bangsa agar tercipta keluarga tangguh, dan masyarakat yang beradab.

Perilaku abnormal ini perlu kita kembalikan kondisi tersebut menjadi normal. Dari sisi agama kita tekankan bahwa perilaku tersebut dibenci Tuhan dan mendatangkan dosa. Dimana hakekat penciptaan manusia adalah untuk meneruskan keturunan dan berkembang biak.

Lakukan penyadaran secara berulang-ulang sehingga membutuhkan waktu panjang dan lama untuk itu membutuhkan kesabaran dan kekuatan. Jauhkan dan batasi pergaulan anak dari dari pergaulan yang negatif.

Terakhir dan yang paling penting adalah sering berdoa agar bisa kembali dekat dengan Tuhan.


Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20221120133242-142-876123/4-negara-ngotot-pakai-ban-kapten-pelangi-dukung-lgbt-di-piala-dunia

https://www.solopos.com/tips-keluarga-tips-menghindarkan-anak-dari-lgbt-848259.

https://www.orami.co.id/magazine/6-kesalahan-pola-asuh-orang-tua-yang-membuat-anak-jadi-lgbt

https://suaraaisyiyah.id/mencegah-dan-mewaspadai-anak-terpapar-lgbt/

https://www.laduni.id/post/read/48293/bagaimana-cara-menyadarkan-anak-yang-sudah-terjebak-pada-penyuka-sesama-jenis

https://kincir.com/movie/cinema/film-hollywood-tema-lgbt-kena-cekal-x8Mf34JlqWohL

Related Posts