Showing posts with label Aspirasi Putih. Show all posts
Showing posts with label Aspirasi Putih. Show all posts

Tuesday, September 8, 2026

Dana Pensiun Tidak Masuk

Tanggal 1 September, proses otentifikasi dilakukan. Gagal.

Dicoba kembali pada 2 September, akhirnya berhasil. Seharusnya setelah proses otentifikasi selesai, saldo dana pensiun bisa masuk seperti biasanya. Tapi ternyata belum.

Tanggal 2 berlalu.

Tanggal 3 berlalu. Saldo belum juga masuk.

Tanggal 4 September, akhirnya dilakukan follow up ke Bank Taspen. Jawabannya cukup melegakan, proses transfer sudah berhasil. Artinya, dari sisi pengirim, dana dinyatakan sudah ditransfer. Lalu muncul pertanyaan berikutnya, kalau transfer sudah berhasil, mengapa saldo belum masuk?

Kita kembali menunggu.

Sampai akhirnya tanggal 9 September, dilakukan follow up ke Bank Jatim sebagai bank penerima. Kemudian cetak buku tabungan, karena halamannya habis, lalu lanjut bikin buku tabungan baru. Dan akhirnya, setelah ditelusuri kembali, masalahnya akhirnya bisa diselesaikan. Beres.

Tuesday, August 18, 2026

21 Menit Mengurus Sanksi Pajak

Sebuah email masuk memaksaku berhenti sejenak. Bukan karena isinya panjang, atau bahasanya yang sulit dipahami. Tetapi karena di dalamnya ada sesuatu yang perlu segera ditindaklanjuti. Yaitu mengenai Surat Tagihan Pajak (STP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang di dalamnya terdapat sanksi administrasi akibat keterlambatan penyampaian SPT Masa PPN.

Iya benar, bulan lalu memang sedang padat merambat, sehingga lupa melaporkan kewajiban tersebut.

Namun, yang pertama dan yang utama adalah kangan panik. Konsultasikan. Ikuti prosedurnya. Dari konsultasi tersebut kita mendapatkan gambaran yang jauh lebih jelas. Dengan melakukan konsultasi, kita mendapatkan arahan mengenai langkah yang harus dilakukan apabila ingin mengajukan permohonan penghapusan sanksi administrasi.

Kemudian diberikan arahan untuk mengisi formulir permohonan beserta kelengkapan yang diperlukan.

Setelah dokumen dan formulir dipersiapkan, langkah berikutnya adalah datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). 

Pukul 08.01, sudah tiba di kantor KPP. 

Pagi itu datang cukup awal. Suasana pagi masih relatif tenang. Kemudian mengambil antrean di Help Desk, dengan nomor antrean B1. Menunggu sebentar, kemudian mendapatkan pelayanan untuk memastikan dokumen dan proses yang akan dilakukan.

Dan setelah itu kita disuruh untuk mengambil nomor antrian di Loket, dan aku mendapatkan nomor antreannya A5. Di sinilah dokumen permohonan diproses sesuai prosedur yang diarahkan sebelumnya. Prosesnya ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Yang penting adalah dokumen lengkap dan kita memahami apa yang sedang kita ajukan.

Pukul 08.22: Selesai

Tidak lebih dari 21 menit, semua selesai. Tentu waktu pelayanan bisa berbeda-beda tergantung kondisi kantor, antrean, jenis layanan, serta kelengkapan dokumen. Tetapi pengalaman ini memberikan satu kesan yang cukup positif, ketika kita datang dengan persiapan yang benar, proses administratif bisa berjalan jauh lebih sederhana.

Masalah administratif menjadi terasa besar bukan karena prosesnya sulit, tetapi karena kita tidak tahu harus mulai dari mana.

Pengalaman ini juga memberikan apresiasi tersendiri kepada petugas pajak dan seluruh jajarannya yang telah memberikan arahan dan pelayanan dengan baik. Mulai dari konsultasi, penjelasan mengenai prosedur, hingga proses pelayanan di kantor KPP, semuanya dilakukan dengan cukup jelas dan membantu. 

Wednesday, June 24, 2026

Perpanjangan Paspor Anak

Rabu, 24 Juni akhirnya tiba.

Pukul 10.00 tepat kami hadir sesuai jadwal yang telah diperoleh melalui aplikasi M-Paspor beberapa hari sebelumnya.

Kali ini rasanya jauh lebih tenang. Tidak seperti sewaktu proses buka blokir sebelumnya.

Pengalaman pada hari-hari sebelumnya membuat kami lebih teliti. Seluruh dokumen diperiksa kembali sebelum berangkat. Surat keterangan, surat pernyataan, KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, paspor lama, akta kelahiran, hingga formulir bermeterai, semuanya telah disiapkan.

Satu per satu berkas diperiksa oleh petugas.

Tidak ada yang kurang.

Pukul 10.39, seluruh proses administrasi selesai.

Kurang dari empat puluh menit.

Perasaan lega pun muncul. Semua persiapan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya ternyata tidak sia-sia.

Namun sebelum meninggalkan kantor imigrasi, kami kembali mendapatkan informasi mengenai tahapan berikutnya.

Paspor orang tua harus masih aktif, dan proses tersebut perlu diselesaikan dalam waktu paling lambat satu minggu ke depan agar pengurusan paspor anak dapat dilanjutkan.

Mendengar hal itu, saya justru tersenyum.

Ternyata belum usai.


Thursday, June 18, 2026

Akhirnya Buka Blokir Selesai

Malam tanggal 17 Juni akhirnya kami berhasil bertemu dengan Ketua RW dan memperoleh tanda tangan yang diperlukan.

Keesokan harinya, 18 Juni, kami kembali mendatangi kantor kelurahan. Kali ini seluruh persyaratan telah lengkap. Berkas diperiksa kembali, proses administrasi dilanjutkan, dan akhirnya... proses pembukaan blokir data anak dinyatakan selesai.

Rasanya lega.

Bukan karena prosesnya rumit, tetapi karena perjalanan kecil yang semula kami kira bisa selesai dalam satu hari ternyata membutuhkan tiga hari untuk dituntaskan.

Langkah yang paling lambat pun tetap membawa kita sampai ke tujuan, selama kita tidak berhenti melangkah.

Setelah proses pembukaan blokir data anak selesai pada 18 Juni, keesokan harinya kami kembali membuka aplikasi M-Paspor.

Tidak ada lagi rasa khawatir apakah data akan terbaca atau tidak. Semua tahapan yang sebelumnya menjadi penghalang telah diselesaikan satu per satu.

Akhirnya, permohonan perpanjangan paspor anak akhirnya berhasil didaftarkan.

Beberapa saat kemudian, jadwal kedatangan pun muncul di layar.

Rabu, 24 Juni.

Saat satu langkah selesai.

Wednesday, June 17, 2026

Proses Buka Blokir

Setelah mengetahui bahwa problem NIK Diblokir, keesokan harinya, 17 Juni, kami mendatangi kantor kelurahan untuk mengurus pembukaan blokir data anak sekaligus melengkapi administrasi yang diperlukan.

Semua berkas sudah kami siapkan.

KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, foto hingga isi form dengan materai. Rasanya tidak ada lagi yang tertinggal. Kami datang dengan keyakinan bahwa hari itu semua proses akan selesai.

Namun ternyata masih ada satu tahapan yang belum dilewati.

Form yang telah terisi dengan materai tersebut membutuhkan surat pengantar dari RT. Sudah mendapatkan tanda tangan dan stempel dari RT, namun berkas tersebut masih memerlukan tanda tangan Ketua RW, sementara beliau hanya dapat ditemui pada malam hari.

Sekilas mungkin terlihat sepele. Hanya satu tanda tangan.

Namun satu tanda tangan itu membuat seluruh proses harus menunggu.

Sabar karenawaktunya yang belum tepat.

Sehingga hari ini, proses tertunda kembali.

Tuesday, June 16, 2026

NIK Diblokir


Tanggal 16 Juni seharusnya menjadi hari yang sederhana.

Rencananya hanya satu, mengurus paspor anak. Semua dokumen yang menurut kami diperlukan sudah disiapkan. Jadwal sudah dibuat. Waktu juga sudah diluangkan.

Namun kenyataannya, proses itu tidak berjalan sesuai harapan.

Setelah mencari tahu dari berbagai sumber, barulah kami memahami penyebabnya. Ternyata Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak tidak dapat diproses karena status administrasi kependudukannya belum lengkap. Salah satu penyebab yang kami temukan adalah anak belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), sehingga data kependudukan belum sinkron untuk proses layanan tertentu. Persyaratan paspor anak memang mengharuskan data kependudukan valid dan saling terhubung di sistem.

Awalnya terasa mengecewakan.

Sudah meluangkan waktu, sudah menyusun jadwal, tetapi batal.

Hambatan bukan datang untuk menghentikan perjalanan, melainkan untuk mengingatkan bahwa masih ada satu langkah yang perlu diselesaikan sebelum melangkah lebih jauh.

Tetap semangat.

Monday, June 8, 2026

Gimmick Absen Juri dari Penampilan Mukmin di Grand Final SUCI 12

Panggung stand up comedy selalu menjadi tempat lahirnya ide-ide segar. Namun di saat yang sama, panggung komedi juga menjadi ruang yang mengingatkan kita bahwa hampir semua ide pernah muncul dalam bentuk yang berbeda di tempat dan waktu yang berbeda.

Hal itulah yang menarik untuk dicermati dari penampilan Mukmin pada Grand Final SUCI 12. Sebagai komika yang dikenal dengan persona guru honorer dan kritik sosialnya yang khas, Mukmin tampil dengan sebuah gimmick yang memanfaatkan absennya salah satu juri sebagai bagian dari materi komedinya. Penampilan tersebut berhasil mengundang tawa sekaligus memancing diskusi di kalangan penonton dan juri. Mukmin sendiri akhirnya keluar sebagai juara SUCI 12 pada malam grand final tersebut.

Yang menarik, dalam sesi penjurian muncul pendapat bahwa pendekatan gimmick tersebut mengingatkan pada salah satu karya komedi yang pernah dibawakan Rowan Atkinson, khususnya penampilan berjudul Welcome to Hell – Toby the Devil. 

Dalam dunia stand up comedy, sering kali yang dinilai bukan hanya premis atau ide dasarnya, tetapi juga cara eksekusi, sudut pandang, persona, timing, dan konteks yang dibangun oleh komika. 

Dan mungkin itulah pelajaran menarik dari panggung Grand Final SUCI 12: komedi bukan hanya soal membuat orang tertawa, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ide dapat memancing diskusi, refleksi, dan apresiasi terhadap proses kreatif di baliknya.



Saturday, May 2, 2026

Kartu SIM Hangus

Kadang, hal kecil bisa menjadi urusan yang cukup panjang.

Kartu SIM milik Ibu ternyata sudah hangus. Nomor yang selama ini digunakan akhirnya tidak bisa lagi dipakai seperti biasa. Bukan karena sengaja mengganti nomor, tetapi karena masa aktifnya terlewat begitu saja.

Akhirnya, harus datang ke Telkomsel untuk mengurusnya kembali.

Di sana baru terasa bahwa sebuah nomor telepon bukan sekadar deretan angka. Di dalamnya ada kontak keluarga, teman, urusan pekerjaan, bahkan berbagai layanan yang terhubung dengan nomor tersebut.

Untungnya, masih ada kesempatan untuk mengurus dan memulihkan nomor tersebut, meskipun tentu ada proses yang harus dilalui.

Dari kejadian sederhana ini kita belajar satu hal: sesuatu yang kita anggap kecil, ternyata bisa menjadi penting ketika kita kehilangannya.

Kadang bukan soal berapa harga sebuah kartu SIM.

Tetapi tentang berapa banyak hal yang tersimpan di balik sebuah nomor.

Tuesday, January 6, 2026

Menghilangkan Masalah Tidak Bisa Tiba-Tiba

Sekali lagi, terpana dan terpaku oleh Pandji Pragiwaksono.

Sebelumnya di tahun 2021 terpana 5 Menit dan 5 CM oleh Pandji, yang isinya kurang lebih tentang hidup Pandji yang ditentukan dalam satu buah lima menit (5 menit).

Kemudian di tahun 2023 terpaku oleh Menolak untuk Menyerah, yang inti isinya adalah boleh sedih, kamu boleh terpuruk, boleh menunduk, tapi jangan lama-lama, jangan pernah menyerah, bertahan aja.

Dan kali ini terpana dan terpaku oleh Epilog dari Mensrea Pandji Pragiwaksono.


kalo ada masalah,terkadang kita ingin hilang secepatnya.

padahal masalah datang tidak tiba-tiba, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun

dan di dalam semua proses itu, ada banyak kenangan yang terjadi, baik kenangan yang menyenangkan yang terkadang tidak ada kaitan dengan masalah,

jadi menghilangkan masalah tidak bisa tiba-tiba, juga hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun

jadi ayah minta maaf, terhadap masalah yang dialami oleh anak

ayah juga ingin segera menghilangkan masalah tersebut

tapi ga bisa

butuh waktu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun

ayah tidak berani minta dimaafkan

ayah tidak berani minta kesempatan kedua 


-

Pandji telah membocorkan di awal bahwasanya Epilog dari Mensrea tersebut mendapatkan inspirasi dari buku novel yang berjudul "If Cats Disappeared from The World" atau "Jika Kucing Lenyap dari Dunia" karya Genki Kawamura.

Novel berisi dialog batin dan kilas balik kenangan. Kucing menjadi simbol kehangatan, kesetiaan, dan hubungan tanpa syarat—sesuatu yang sering dianggap sepele hingga terancam hilang. Dunia yang semakin kosong justru membuat hidupnya terasa semakin sunyi.

Yang akhirnya sang tokoh utama dalam novel ini menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Kucing menjadi representasi dari cinta, keterikatan, dan alasan untuk bertahan hidup. Pilihan pahit bahwa hidup tanpa makna dan tanpa cinta bukanlah hidup yang layak diperjuangkan.

Nilai hidup tidak diukur dari lamanya waktu, melainkan dari kedalaman hubungan dan kehadiran yang tulus. Kehilangan menjadi guru paling jujur, dan kematian justru membuat hidup terasa lebih terang.

Kita akan belajar merelakan, tentang memahami bahwa hal-hal paling penting dalam hidup sering kali adalah yang paling sunyi dan paling mudah dilupakan. Cocok banget bagi yang sedang lelah, sedang kehilangan, atau sedang mencari alasan untuk lebih menghargai hari ini.

Jika pada suatu hari "sesuatu" benar-benar lenyap dari dunia, barulah kita sadar betapa berharganya ia saat masih ada.

Thursday, August 28, 2025

Jika Tidak Bisa Menaklukkan Langit, Maka Mintalah pada yang Membuat Langit

Ada banyak hal dalam hidup ini yang sering kali membuat kita merasa kecil, rapuh, bahkan tak berdaya. Seperti langit yang membentang luas, begitu tinggi dan tak tersentuh, begitu pula masalah dan cita-cita yang kita hadapi terkadang tampak mustahil untuk diraih. 

Kita berusaha mendaki, berlari, berjuang sekuat tenaga, namun tetap saja terasa seperti menghadapi sesuatu yang tak mungkin dikalahkan.

Kita ingin menaklukkan langit, tapi sering lupa bahwa langit bukan untuk ditaklukkan. Langit adalah simbol keterbatasan kita sebagai manusia. Ada batas yang tidak bisa kita lewati, ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan, sekeras apa pun usaha kita. 

Dan pada titik itulah kita diingatkan: jika tak bisa menaklukkan langit, maka mintalah pada yang membuat langit.

Karena di balik langit yang biru, yang penuh bintang, yang kadang gelap atau memancarkan cahaya mentari, ada Sang Pencipta yang mengatur segalanya dengan keseimbangan yang sempurna. Tuhanlah yang menciptakan langit, bumi, dan segala isinya. 

Ia yang memegang kunci dari segala sesuatu yang tampak mustahil di mata kita. Apa yang tidak bisa dijangkau oleh tangan manusia, bisa saja mudah digerakkan dengan izin-Nya.

Sering kali kita terjebak pada rasa ingin menguasai segalanya. Kita ingin semua berjalan sesuai keinginan kita: karier yang melesat cepat, rumah tangga yang sempurna, bisnis yang terus untung, tubuh yang selalu sehat, dan hidup yang mulus tanpa hambatan. 

Tapi hidup bukan seperti itu. 

Seperti langit yang luas, ia terlalu besar untuk digenggam manusia. Kita hanya bisa berjalan sejauh yang kita mampu, dan selebihnya kita serahkan pada-Nya.

Meminta pada yang membuat langit bukan berarti menyerah atau berhenti berusaha. Justru itu adalah bentuk kebijaksanaan. Kita berusaha semaksimal mungkin dengan segala daya, tetapi kita sadar ada kekuatan yang lebih besar daripada diri kita sendiri. 

Kita belajar untuk berdoa, bersandar, dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi—bahkan yang tidak sesuai harapan kita—tetap berada dalam kendali Tuhan.

Bayangkan seorang pelaut di tengah samudra. Ia tidak bisa mengatur arah angin, tidak bisa menahan gelombang, dan tentu saja tidak bisa menaklukkan luasnya lautan. Tetapi ia bisa mengatur layarnya, bisa berdoa agar angin membawanya ke arah yang tepat, dan bisa percaya bahwa di balik badai ada daratan yang menunggunya. 

Begitu pula kita dalam hidup: kita tidak bisa mengendalikan langit, tapi kita bisa meminta kepada yang menciptakan langit agar diberi jalan.

Maka, ketika langkahmu terasa buntu, ketika usahamu seperti berakhir di dinding yang tinggi, ketika doa-doamu seakan tak kunjung terjawab, jangan berhenti. 

Lihatlah ke langit. Ingatlah bahwa ada yang membuat langit, dan Ia selalu mendengar.

Sebab, jika tidak bisa menaklukkan langit, maka mintalah pada yang membuat langit. Dan di situlah kita menemukan arti pasrah, arti doa, dan arti percaya bahwa yang mustahil bagi manusia, tidak pernah mustahil bagi Tuhan.

Monday, March 24, 2025

Mengapa Kita Terlalu Sibuk Mencari Jalan Keluar?

Orang terlalu sibuk mencari jalan keluar, harusnya kita lebih mencari jalan kedalam untuk mengetahui siapa diri kita, dan mau kemana

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, banyak orang sibuk mencari "jalan keluar" dari berbagai masalah—pekerjaan yang tak memuaskan, hubungan yang terasa hampa, atau kebingungan akan masa depan. Namun, sering kali kita lupa bahwa sebelum mencari solusi di luar, kita perlu memahami siapa diri kita sebenarnya dan ke mana kita ingin melangkah.

Kita hidup dalam dunia yang penuh distraksi. Setiap hari, kita dibanjiri informasi dan tuntutan yang membuat kita merasa harus terus bergerak. Tekanan sosial mengarahkan kita untuk mencari pencapaian eksternal—gaji tinggi, pengakuan dari orang lain, atau kehidupan yang "sempurna" di mata dunia. 

Akibatnya, kita sering merasa tersesat, bahkan ketika sudah menemukan apa yang kita kira sebagai solusi.

Alih-alih terburu-buru mencari jalan keluar, kita perlu meluangkan waktu untuk melihat ke dalam diri. Siapa kita sebenarnya? Apa yang benar-benar membuat kita bahagia? Ke mana kita ingin melangkah?

Luangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri. Apakah keputusan yang diambil selama ini benar-benar berasal dari hati, atau hanya mengikuti arus? Meditasi, menulis jurnal, atau sekadar merenung bisa membantu kita lebih mengenal diri sendiri.

Kita sering terjebak dalam standar dan harapan yang ditetapkan oleh orang lain. Mencari jalan ke dalam berarti menemukan kebebasan untuk menjalani hidup sesuai dengan nilai dan tujuan pribadi.

Tidak semua hal dalam hidup harus diselesaikan dengan "jalan keluar" yang instan. Terkadang, menerima dan memahami keadaan diri adalah langkah pertama menuju perubahan yang lebih bermakna.

Jalan keluar sering kali hanya solusi sementara. Tapi jalan ke dalam—memahami nilai, tujuan, dan makna hidup—akan memberikan arah jangka panjang yang lebih kuat dan stabil.

Hidup bukan tentang terus-menerus mencari jalan keluar dari setiap tantangan. 

Kadang, yang kita butuhkan bukan solusi instan, melainkan pemahaman mendalam tentang diri sendiri. Dengan mengenali siapa kita dan ke mana kita ingin melangkah, kita tidak hanya menemukan jalan keluar, tetapi juga menemukan kehidupan yang lebih bermakna. 

Sunday, October 20, 2024

12 Tahun Putus Karena 12 Hari

Sebuah kisah dari seorang teman patut untuk menjadi pelajaran.

Dikisahkan bahwasanya temanku ini telah menjadi pelanggan setia penyedia layanan internet salah satu provider terkenal selama 12 tahun. Yaitu sejak tahun 2012 hingga tahun 2024 ini. Selama lebih dari satu dekade, ia menikmati stabilitas dan kecepatan internet yang mendukung aktivitas sehari-harinya, mulai dari bekerja hingga hiburan. 

Sebuah simbiosis mutualisme. Provider menyediakan layanan jasa dengan baik, dan seorang pelanggan menikmatinya.

Namun, kisah panjang ini berakhir dengan cara yang mengecewakan saat ia harus pindah rumah dan berencana memindahkan modem internetnya ke lokasi baru. Dimana provider layanan internet tersebut memang mempunyai fasilitas pindah alamat.

Ketika rencana pindah rumah mulai dirancang, pada tanggal 7 Oktober 2024 ia segera ke kantor provider tersebut untuk menemui Customer Service (CS) penyedia internet untuk memastikan proses pemindahan modem berjalan lancar. 

Sebagai pelanggan yang sudah puas dengan pelayanan, ia mengharapkan layanan yang cepat dan profesional, terlebih karena ia telah lama berlangganan. Dijanjikan proses pemindahan tersebut akan memakan waktu 3 hingga 7 hari.

Namun, masalah mulai muncul ketika teknisi tidak datang sesuai dengan janji yang diberikan. Selama 12 hari, temanku terus menunggu kabar dari tim teknis yang akan memindahkan modemnya. Hari demi hari berlalu, namun tidak ada tindakan konkret dari penyedia layanan. 

Oleh karena itu pada tanggal 19 Oktober 2024 temanku bergegas menuju kantor provider layanan internet tersebut. Setelah dicek ternyata ada kendala. Dijanjikan proses pindah akan dilakukan 3 hari lagi, namun sang CS tidak bisa menjanjikan akan kepastian hal tersebut.

Meski begitu, tagihan bulanan tetap berjalan seperti biasa, seolah-olah layanan internet tersebut masih digunakan tanpa gangguan. Temanku menyatakan jika tagihan masih berjalan untuk 3-7 hari, dia tidak masalah membayarnya meski tidak mendapatkan fasilitas internet.

Namun jika 12 hari dan bahkan bisa lebih karena masih belum ada kepastian, tentunya akan keberatan. Karena biaya tagihan selama 1 bulan cukup lumayan besar.

Temanku mengatakan coba dinego hal tersebut, karena molornya pemindahan ini bukan kesalahan dari pihak pelanggan. Namun dari pihak provider. Dan apalagi temanku merupakan pelanggan setia selama 12 tahun.

Namun sang CS tidak bisa mengusahakan. Karena hal tersebut sudah merupakan aturan.

Memang, sang CS telah melakukan hal yang BENAR karena bertindak sesuai SOP, dari sisi perusahaan provider, namun dari sisi pelanggan hal ini bukan hal yang BAIK. 

Situasi ini jelas memperlihatkan kegagalan Customer Service dalam menangani pelanggan setia mereka. Selain kurangnya koordinasi dengan tim teknis, tidak ada solusi cepat untuk masalah yang bisa diatasi dengan lebih efisien. 

Seharusnya sang CS menjadi seorang yang handal Cari Solusi, agar pelanggan tidak kecewa.

Akhirnya, dengan rasa kecewa, temanku memutuskan untuk mengakhiri langganannya, menandai akhir dari hubungan 12 tahun dengan penyedia internet tersebut. Saat ini temanku senang mencari provider penyedia jasa internet yang lain. Tentunya tidak sulit mencarinya, karena banyak sekali provider serupa. Bahkan harganya lebih terjangkau. Sehingga lumayan ada selisih lebih untuk jajan dan minum kopi kekinian.

Cerita ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya layanan pelanggan yang responsif dan penanganan masalah yang cepat, terutama bagi pelanggan yang telah lama berlangganan. Mempertahankan loyalitas tidak hanya soal menawarkan produk yang baik, tetapi juga soal bagaimana sebuah perusahaan merespons ketika pelanggan membutuhkan dukungan.

Friday, August 16, 2024

Paradoks Kemerdekaan

Pada hari Jumat malam, tanggal 16 Agustus 2024, banyak masyarakat membuat acara Malam Tirakat atau Malam Syukuran atau Malam Tasyakuran, dalam rangka mengenang dan memperingati kemerdekaan Indonesia.

Indonesia menyatakan merdeka dari penjajahan yang senantiasa dikumandangkan setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, namun terasa hal ini hanya berupa perayaan seremonial belaka. Benarkah kita telah bebas dari segala bentuk penjajahan? 

Apakah bangsa Indonesia benar-benar sudah merdeka dari kemiskinan? Merdeka dari kebodohan? 

Apakah harapan masyarakat terhadap keadilan sosial bagi seluruh rakyat sudah terwujud? Seperti akses infrastruktur, listrik dan jaringan komunikasi.

Kemerdekaan yang hakiki tercapai jika kita terbebas dari segala bentuk penghambaan, perbudakan, eksploitasi, penindasan dan kezaliman. Kemerdekaan dalam arti substansial: merdeka dari mental terjajah, berdaulat secara politik, ekonomi, sosial dan budaya. 

Namun, kondisi saat ini saat kita melihat di sekeliling, betapa rakyat masih banyak yang menderita baik secara politik maupun ekonomi.Masih banyak rakyat yang kekurangan dalam kemiskinan. Cukup banyak masyarakat yang masih terlilit secara ekonomi dan pendidikan 

Diatas hanyalah segelintir penjajahan non-fisik dan penjajahan model baru yang masih terasa di tanah merdeka ini. 

Jadi, benarkah kita mengalami kondisi yang terjajah tetapi tidak merasa dijajah?

Merdeka tapi terjajah.

Oleh karena itu, momentum 17 Agustus kali ini, kita jadikan waktu yang tepat untuk memajukan negeri dengan cara memberdayakan seluruh potensi bangsa dan menyinergikannya menjadi karya besar untuk seoptimal mungkin bagi kesejahteraan rakyat. 


Sumber :

https://pusaranmedia.com/read/4294/indonesia-terjajah-dalam-kemerdekaan

https://bakumsu.or.id/apakah-indonesia-sudah-merdeka/

https://narasipost.com/challenge-ke-4-np/09/2021/merdeka-tapi-terjajah/

https://ump.ac.id/Hikmah-1699-Bangsaku.sudah.Merdeka.........html

https://radarbojonegoro.jawapos.com/opini/714989234/paradoks-kemerdekaan

https://www.hipwee.com/opini/sudah-merdeka-tapi-kita-masih-terjajah-oleh-orang-orang-yang-kita-cintai/

Saturday, July 13, 2024

Tugas dari Fakfak ke Kaimana

Perjalanan Heroik : Tugas Pemilu dari Fakfak ke Kaimana

Pada tahun 1977, Totok Haryoto menerima tugas yang tidak hanya penting, tetapi juga penuh tantangan. Beliau dan beberapa anggota team lainnya ditunjuk oleh Pemda Fakfak untuk memastikan logistik pemilu tiba di Kaimana tepat waktu. Tugas ini mengharuskannya meninggalkan istrinya yang sedang hamil muda, sebuah pengorbanan besar demi negara.

Kabupaten Fakfak adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Kabupaten ini terkenal dengan hasil buah palanya sehingga dijuluki sebagai "Kota Pala". 

Kabupaten Fakfak, terletak di kepala burung bagian Selatan Papua Barat, letaknya sangat strategis karena mempunyai hubungan dengan Kota Ambon yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan kota-kota lain di pulau Papua. 

Totok mengenakan pakaian dinasnya yang rapi, namun tanpa membawa senjata, hanya berbekal tekad dan tanggung jawab besar. Mereka berangkat dari pelabuhan Fakfak dengan harapan dan doa, mengarungi laut yang terlihat tenang.

Mereka harus bisa memastikan bahwa semua logistik pemilu aman dari Pemda Fakfak untuk memastikan logistik pemilu tiba di Kaimana tepat waktu. 

Kabupaten Kaimana adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Secara morfologi Kabupaten Kaimana meliputi wilayah datar hingga berbukit-bukit dan bahkan bergunung. 

Kaimana berada di sepanjang pantai yang berbatasan langsung dengan bukit tinggi yang berbaris memanjang sejajar dengan pantai menjulang. 

Pemilihan umum legislatif Indonesia 1977 atau Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1977 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 2 Mei 1977 untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Tingkat I Provinsi maupun DPRD Tingkat II Kabupaten/Kotamadya) se-Indonesia periode 1977-1982.

Pemilihan Umum ini diikuti 2 partai politik dan 1 Golongan Karya, yaitu:

  1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  2. Golongan Karya (Golkar)
  3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI)

Perjalanan sejauh 250 kilometer ini harus ditempuh dengan sarana prasarana yang sangat terbatas.

Pagi itu, bersama dengan tim kecilnya yang terdiri dari beberapa petugas pemilu dan seorang pendeta, mereka menaiki sebuah kapal kayu tua. Dengan harapan dan doa, mereka meninggalkan pelabuhan Fakfak, mengarungi lautan yang tampak tenang.

Setelah mengarungi laut dalam perjalanan, tiba-tiba terjadi prahara.

Kapal mereka mulai bocor. Air laut masuk ke dalam kapal dengan cepat, membuat semua orang panik. Meskipun mereka berusaha keras menahan air masuk, kapal itu tidak mampu bertahan dan akhirnya karam juga.

Untuk menyelamatkan hidup, mereka terdampar di sebuah pulau kecil di tengah laut. Di pulau yang ditumbuhi pohon kelapa, mereka berusaha bertahan hidup. Air minum dan makanan berasal dari kelapa, dan mereka membuat tempat perlindungan seadanya. 

Kapal mereka sudah tidak dapat dinaiki, semua peralatan tidak dapat digunakan kembali. Mereka kini hanya memiliki diri mereka sendiri dan beberapa barang yang bisa diselamatkan.

Di pulau yang tidak berpenghuni itu, mereka berusaha bertahan hidup. Air minum dan makanan mulai menipis, dan harapan untuk diselamatkan semakin pudar setiap harinya. Namun semuanya masih tetap semangat untuk tetap bertahan hidup dan mencari cara untuk meminta pertolongan.

Setelah beberapa hari tanpa ada tanda-tanda kapal yang lewat, kemudian sang pendeta, mendapatkan ide untuk membuat sinyal asap yang besar. 

Kemudian mereka mulai mengumpulkan barang-barang yang bisa dibakar.

Mereka menyalakan api dan berharap asapnya terlihat dari kejauhan. Setiap saat mereka menjaga api tetap menyala, berharap ada kapal yang melihat sinyal mereka.

Akhirnya setelah beberapa hari terdampar, sebuah keajaiban terjadi. Sebuah kapal besar yang sedang melintas melihat asap dari pulau kecil itu. Kapal itu segera mendekat dan menyelamatkan Totok dan timnya yang kelelahan tetapi penuh dengan harapan baru.

Totok dan timnya kembali ke Fakfak dengan selamat. Mereka berhasil selamat karena memiliki keberanian, dan ketahanan. 

Kisah mereka mengajarkan bahwa dalam situasi yang paling sulit, semangat juang dan kerja sama adalah kunci untuk bertahan dan mencapai keselamatan.

Semoga kisah ini dapat dikenang, karena keberanian yang melampaui panggilan tugas dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Saturday, July 6, 2024

Sekolah Bukan "Bengkel"

Pendidikan memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan setiap individu dan masyarakat. Tujuan utama pendidikan adalah untuk membimbing anak didik, mengembangkan potensi manusia, serta mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. 



Membimbing Anak Didik

Pendidikan bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada anak didik dalam menemukan dan mengembangkan minat serta bakat mereka. Melalui pendidikan, anak-anak diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dan keterampilan yang membantu mereka memahami dunia di sekitar mereka. Guru dan pendidik berperan sebagai pembimbing yang membantu siswa menemukan jati diri mereka, mengatasi tantangan, dan meraih cita-cita. Dengan bimbingan yang tepat, anak didik dapat berkembang menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan.


Mengembangkan Potensi Manusia

Setiap individu memiliki potensi unik yang perlu dikembangkan. Pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan potensi ini sehingga setiap orang dapat berkontribusi secara maksimal dalam masyarakat. Potensi manusia mencakup berbagai aspek, seperti intelektual, emosional, sosial, dan fisik. Pendidikan yang holistik berusaha mengembangkan semua aspek ini secara seimbang, memastikan bahwa setiap individu dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.


Mengembangkan Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik

Pendidikan tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek ini merupakan komponen penting dalam proses pendidikan. 


Dengan pencapaian tujuan-tujuan ini, diharapkan setiap individu dapat tumbuh menjadi manusia yang cerdas, berkarakter, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Pendidikan yang holistik dan berimbang adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.


Dalam dunia pendidikan, orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan anak. Sekolah tidak dapat berdiri sendiri dalam mendidik anak; peran orang tua adalah kunci dalam memastikan pendidikan yang sukses. 


Sekolah Bukan "Bengkel"

Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa sekolah bukanlah "bengkel" yang bertanggung jawab memperbaiki semua masalah anak. Pendidikan adalah proses bersama di mana sekolah, keluarga, dan masyarakat saling mendukung. Orang tua perlu aktif terlibat dalam pendidikan anak mereka, baik di rumah maupun di sekolah. Ini termasuk membantu anak dengan pekerjaan rumah, membaca bersama, dan terlibat dalam kegiatan sekolah.

Orang tua juga harus memberikan dukungan emosional dan moral kepada anak. Anak yang merasa didukung oleh orang tua mereka cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dan performa akademis yang lebih baik. Oleh karena itu, orang tua harus selalu mendampingi dan memotivasi anak mereka untuk mencapai potensi terbaiknya.


Komunikasi Efektif

Komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru adalah kunci untuk mendukung perkembangan anak. Orang tua harus terbuka dalam berkomunikasi dengan guru dan pihak sekolah mengenai perkembangan anak mereka, baik itu kemajuan maupun tantangan yang dihadapi. Dengan berkomunikasi secara teratur, orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk menemukan solusi terbaik bagi setiap masalah yang mungkin timbul.

Selain itu, komunikasi yang efektif juga berarti orang tua harus mendengarkan dan memberikan perhatian pada apa yang disampaikan oleh anak mereka tentang pengalaman sekolah mereka. Ini akan membantu orang tua memahami kebutuhan dan keinginan anak, sehingga dapat memberikan dukungan yang tepat.


Kolaborasi Positif

Kolaborasi positif antara orang tua dan sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak untuk belajar dan berkembang. Orang tua dapat terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti menjadi sukarelawan, menghadiri pertemuan orang tua, dan berpartisipasi dalam komite sekolah. Dengan terlibat secara aktif, orang tua menunjukkan kepada anak bahwa pendidikan adalah prioritas penting.

Kolaborasi positif juga mencakup kerja sama dalam mengembangkan rencana pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Ini bisa termasuk mendiskusikan program pendidikan individual (IEP) untuk anak dengan kebutuhan khusus atau bekerja sama dalam mengembangkan strategi belajar di rumah yang efektif.


Boarding school atau sekolah berasrama menjadi pilihan banyak orang tua untuk memberikan pendidikan yang lebih intensif dan disiplin bagi anak-anak mereka. Namun, di balik segala keunggulan yang ditawarkan, boarding school juga memiliki berbagai problematika yang perlu diperhatikan. Beberapa masalah umum yang dihadapi siswa di sekolah berasrama meliputi proses adaptasi, kejenuhan, aturan ketat, ketidakmandirian, self manajemen, dan ekspektasi orang tua.


Proses Adaptasi

Salah satu tantangan terbesar bagi siswa baru di boarding school adalah proses adaptasi. Berpindah dari lingkungan rumah yang nyaman ke lingkungan sekolah yang serba baru bisa menjadi pengalaman yang menantang. Siswa harus menyesuaikan diri dengan teman-teman baru, rutinitas baru, dan kadang-kadang bahkan budaya yang berbeda. Proses adaptasi ini bisa menyebabkan stres dan kecemasan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi performa akademis dan kesejahteraan emosional siswa.


Kejenuhan

Rutinitas yang padat dan jadwal yang ketat di boarding school sering kali membuat siswa merasa jenuh. Kegiatan belajar yang intensif, ditambah dengan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti, dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Kejenuhan ini bisa berdampak negatif pada motivasi belajar dan semangat siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk menyediakan waktu istirahat yang cukup dan aktivitas rekreasi yang menyenangkan untuk mengurangi kejenuhan.


Aturan Ketat

Aturan ketat yang diterapkan di boarding school bertujuan untuk menciptakan disiplin dan tata tertib yang baik. Namun, aturan yang terlalu ketat bisa menjadi masalah bagi beberapa siswa. Mereka mungkin merasa terbatas dan tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan bahkan pemberontakan terhadap aturan yang ada. Penting bagi sekolah untuk menemukan keseimbangan antara disiplin dan kebebasan, serta memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara mandiri.


Ketidakmandirian

Meskipun tujuan boarding school adalah untuk mengajarkan kemandirian, beberapa siswa mungkin mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan ini. Ketergantungan pada struktur yang ketat dan bimbingan yang terus-menerus dapat membuat siswa merasa tidak siap menghadapi kehidupan di luar sekolah. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk mendorong siswa mengambil inisiatif dan tanggung jawab dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.


Self Manajemen

Self manajemen atau kemampuan mengatur diri sendiri adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap siswa. Di boarding school, siswa diharapkan dapat mengelola waktu, tugas, dan kegiatan mereka dengan efektif. Namun, tidak semua siswa memiliki keterampilan ini secara alami. Kurangnya bimbingan dan pelatihan dalam self manajemen dapat menyebabkan masalah seperti penundaan, ketidakmampuan mengatur prioritas, dan stres. Sekolah perlu menyediakan pelatihan dan dukungan yang memadai untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan self manajemen.


Ekspektasi Orang Tua

Ekspektasi tinggi dari orang tua sering kali menjadi tekanan tambahan bagi siswa di boarding school. Orang tua yang berharap anak mereka mencapai prestasi akademis yang tinggi atau menjadi unggul dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada anak. Ekspektasi yang tidak realistis juga dapat mengurangi rasa percaya diri siswa dan membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik. Komunikasi yang terbuka antara orang tua, siswa, dan sekolah sangat penting untuk memastikan bahwa ekspektasi yang ada realistis dan mendukung perkembangan holistik siswa.



Thursday, February 22, 2024

Saya Lebih Memilih Menyalakan Lilin daripada Mengutuk Kegelapan

Ditulis ulang dari artikel sebelumnya : Menyalakan Api Kecil dari Lilin

Saya memilih menyalakan lilin ketimbang mengutuk kegelapan. Mengapa orang suka menakuti-nakuti tentang suatu keadaan?. Seperti waktu kecil kita sering ditakut-takuti orang dewasa. "Awas ada setan!.

Sehingga kita tidak jadi pergi keluar rumah atau tidak jadi lewat jalan yang telah dikatai tadi. Tetapi sebenarnya, jika kita jalani dan kita lewati, ternyata setan yang dimaksud oleh orang dewasa tadi sesungguhnya tidak ada. Barulah kita mengerti, orang itu hanya nakut-nakuti saja.

Waktu remaja kita juga terkadang ditakut-takuti tetangga, atau orangtua sendiri, misalnya saat mau mendaki gunung, kita dibilangi, awas nanti kamu tersesat, awas nanti jatuh, awas nanti hilang, atau nanti dirampok, dan lain sebagainya.

Tapi, jika kita tetap menjalani, semua itu tak terbukti. Betul memang ada jalan terjal, memang ada jalan licin, dan ada jurang, tapi kita sebagai aktor utama, kita dapat membawa jiwa kita sendiri bisa mampu berjuang.

Poinnya adalah, kita hidup di masyarakat yang gemar menakut-nakuti. Rasanya orang merasa gagah dan kritis jika bisa menakut-nakuti. Apalagi jika obyek yang ditakut-takuti terbukti gagal, mereka akan bilang, "tuh kan?. Apa kata saya?."

Tapi, pengalaman dan pengetahuan ternyata yang menakut-nakuti itu faktanya adalah sebagai berikut:.

  1. Pertama, mereka menganggap kita anak kecil yang tidak tahu apa-apa, tidak punya pengalaman.
  2. Kedua, mereka merasa paling tahu, paling pintar, paling benar sehingga gemar menggoblok-gobloki orang lain.
  3. Ketiga, mereka pada dasarnya juga penakut. Sehingga mereka tidak mau orang lain mengalami susah karena mereka takut. Penakut senang menakut-nakuti.
  4. Keempat, mungkin mereka sayang kita. Tapi berlebihan, sehingga mengatur semua langkah kita.
  5. Kelima, mereka sendiri TAKUT KALAU KITA BISA. Sebab mereka tidak bisa & kalau kita terbukti berhasil, mereka akan terpuruk, pamornya hilang.
  6. Keenam, mereka adalah pecundang yang senang memberikan alasan karena meremehkan orang lain. Ingat pepatah, Orang pandai banyak jalan, orang malas banyak alasan.

Jadi, mari kita berjuang bersama memenangkan hidup kita. Kita tidak boleh menjadi penakut, yang takut melihat cahaya dalam terowongan gelap, tapi kita harus menyalakan lilin ketimbang mengutuk kegelapan.

Wednesday, February 14, 2024

Melesat atau Meleset

Pesta demokrasi Indonesia 2024 telah usai setelah seluruh rakyat Indonesia menunaikan pencoblosan dalam rangka Pemilu pada hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024. Semoga setelah helatan ini usai, tidak akan memicu perasaan emosi negatif yang merugikan, namun semoga hal ini memacu kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan positif.

Akankah pemilu 2024 ini akan melahirkan gerbong kemajuan atau menjadi gerbang perubahan?. Tapi apapun itu, bagi pihak yang mengusung keberlanjutan, atau yang mengusung perbaikan, atau pun yang mengusung perubahan akan membawa Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Yaitu menjadikan Indonesia melesat.

Mulai dari sektor pariwisata, dimana sektor pariwisata di masa pandemi sempat terpuruk. Oleh karenanya diperlukan dukungan pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan industri pariwisata nasional sehingga bisa melesat.

Dalam bidang ekonomi, di tengah ketidakpastian global, persepsi terhadap kinerja Indonesia di pasar keuangan membaik. Kendati outlook global melambat, Indonesia diprediksi termasuk salah satu negara yang masih mampu tumbuh kuat di tahun 2023. IMF memproyeksi Indonesia tumbuh di angka 5,0%.

Tahun 2024 merupakan tahun yang memberikan harapan sekaligus tantangan bagaimana perekonomian Indonesia mampu melesat lebih cepat dari segi pertumbuhan dan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan rakyat. 

Indonesia memiliki tantangan besar untuk menuju Indonesia Emas 2045 mendatang. Untuk naik menjadi ekonomi maju dalam dengan waktu tersisa 20 tahun mendatang rasanya tidak bisa diraih tanpa dukungan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Kunci keberhasilan Indonesia mencapai Indonesia emas 2045, lepas dari middle income trap dan menjadi ekonomi 5 terbesar, adalah sektor industri.

Terlebih setelah Pemilu 2024 ini berlangsung, karena banyak para ahli ekonomi memprediksi bahwasanya Pemilu 2024 akan menjadi Momentum Pertumbuhan Ekonomi. Secara historis kegiatan pemilu itu berdampak terhadap peningkatan ekonomi lewat pembelian barang dan jasa biasanya lebih tinggi.

Semoga saja.

Semoga Indonesia ke depan akan melesat, dan tidak meleset dari target.


Sumber :

https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/kian-melesat-di-2023-pariwisata-indonesia-bersiap-menuju-level-prapandemi

https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/prospek-cerah-perekonomian-indonesia-2023

https://news.detik.com/kolom/d-7112552/proyeksi-perekonomian-indonesia-2024.

https://bisnistoday.co.id/ekonomi-harus-melesat-untuk-capai-indonesia-emas/

https://www.detik.com/jabar/bisnis/d-7170519/bi-jabar-pemilu-2024-jadi-momentum-pertumbuhan-ekonomi.

Monday, February 12, 2024

Gerbong Percepatan Kemajuan vs Gerbang Perubahan

Berkaca pada sejarah sebelumnya, bahwasanya saat Jokowi memenangkan pemilu dan menjadi Gubernur DKI, hal tersebut ternyata menjadi gerbang Jokowi untuk menjadi presiden Republik Indonesia beberapa tahun kemudian.

Momen inilah yang dipetik oleh para petinggi partai politik, yaitu untuk memenangkan pemilu Presiden berikutnya maka gerbang yang harus dilalui oleh gerbong adalah pemilihan gubernur di DKI Jakarta. 

Tidak seperti pilpres 2019 lalu yang hanya diikuti oleh 2 pasangan calon, pilpres 2024 diikuti oleh 3 pasangan calon. Ada yang mengusung keberlanjutan, ada yang mengusung perbaikan, dan ada yang mengusung perubahan.

Pemilihan umum atau disingkat Pemilu adalah proses pemilihan untuk memilih sebagian besar atau seluruh anggota suatu badan terpilih badan legislatif dan presiden yang dipilih secara langsung oleh masyarakat.

Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif atau tidak memaksa dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan publik, komunikasi massa, lobi dan kegiatan lain-lain. Dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak dipakai oleh para kandidat atau politikus selaku komunikator politik.

Asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil) adalah suatu keniscayaan dalam pilpres yang bersih dan demokratis. Sangat wajar dan alami jika rakyat berharap bahwa kandidat presiden yang dipilihnya itu akan jujur dan amanah, tidak culas, dan tidak suka melabrak aturan hukum serta melanggar etika.

Akankah pemilu 2024 ini akan melahirkan gerbong kemajuan yang lebih pesat melesat. Hal ini bisa terjadi karena pemimpin sebagai lokomotif adalah penggerak, yang menggerakkan gerbong-gerbongnya. Pemimpin menjadi pemain kunci dalam kemajuan tim, yang membawa tim menuju tujuan yang hendak dicapai, menuju mimpi yang ingin digapai sejak awal.

Pemimpin diharapkan memimpin gerbong kemajuan harus punya kelebihan, cermat membaca pertanda dan piawai mengambil kesimpulan dengan cepat dan tepat.

Akankah pemilu 2024 ini akan menjadi gerbang perubahan. Dimana pemimpin nanti adalah yang lebih kreatif, inovatif dan membuat perubahan yang signifikan. Pemimpin baru yang membawa solusi baru sehingga mampu menyelesaikan masalah dengan tuntas.

Pemimpin perubahan dituntut mampu menguasai masalah dan mengetahui problematika organisasi ini merupakan bekal seorang pemimpin untuk mampu menganalisa serta memetakan masalah sehingga mampu melakukan perubahan dalam rangka pemecahan masalah tersebut. 

Semoga pilpres 2024 berlalu tidak meyisakan rapuhnya rasa persatuan dan kesatuan. Dan semoga penumpang di dalam gerbong tidak gaduh serta tertib demi persatuan dan kesatuan Indonesia.


Sumber :

http://www.taufanyanuar.com/2016/09/gerbang-gerbong.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_umum

https://www.kompas.id/baca/opini/2024/02/12/memilih-presiden-ideal

https://medium.com/penacava/menumpang-gerbong-kemajuan-216f3b07a37a

https://www.instagram.com/p/Cvohhb4SSX_/

Thursday, January 18, 2024

Persiapan Seleksi Administrasi

Menjelang tahun ajaran 2023/2024, agar bisa lolos menjadi siswa ke sekolah jenjang lanjutan kita harus memenuhi semua persyaratan dan menjalani beberapa tahapan seleksi. Beberapa tips yang bisa kita lakukan agar bisa diterima, yaitu diantaranya:

  1. Mengerti persyaratan pendaftaran, prosedur, tenggat waktu, termasuk syarat dokumen yang dibutuhkan dan jadwal tes.
  2. Persiapkan dokumen dengan baik, kumpulkan dan siapkan semua dokumen yang diperlukan dengan cermat. Misalnya rapor, sertifikat prestasi, surat rekomendasi, sertifikat IQ, dan dokumen lain yang diminta.
  3. Tingkatkan akademik, karena sekolah jenjang lanjutan akan mencari yang berkualitas dan siswa-siswa unggulan. Manfaatkan waktu ini untuk belajar dengan baik. 
  4. Siapkan diri untuk serangkaian tes, mulai dari tes akademik, psikologi, dan kesehatan. Cari sumber belajar, mengambil contoh soal, dan berlatih secara rutin. 
  5. Selain punya prestasi di bidang akademik, persiapkan jiwa kepemimpinan dan prestasi siswa, dan pastikan kamu menonjolkan prestasi akademik maupun non-akademik pada aplikasi dan tes.
  6. Siapkan esai dengan baik tentang leadership atau pendidikan guna kesempatan untuk menunjukkan minat dan bakatmu. 
  7. Persiapan wawancara/persiapkan diri dengan baik. Berlatihlah menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan tampilkan kepribadianmu yang positif. 
  8. Tunjukkan kepribadian yang baik, sikap yang positif, sopan, dan bersemangat, agar menjadi kesan yang baik kepada para penilai. 
  9. Berdoa dan tetap tenang.

PESERTA : 4790 > 2072

Sebelum : Sosialisasi SMA Pradita

Setelah : Tes Akademik


Sumber :

https://praditadirgantara.sch.id/id/10-tips-untuk-membantumu-lolos-diterima-jadi-siswa-di-sma-pradita-dirgantara/

https://edukasi.kompas.com/read/2023/08/20/152427171/10-tips-lolos-jadi-siswa-sma-pradita-dirgantara?page=all.

Thursday, January 4, 2024

Sosialisasi SMA Pradita

Hari ini di sekolah anakku ada sosialisasi SMA Pradita Dirgantara. Kebetulan SMA tersebut sedang membuka pendaftaran PPDB untuk SMA Pradita Dirgantara yang sudah dimulai pada 18 Desember 2023 hingga 26 Januari 2024. Pengumuman hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 31 Januari 2024.

SMA Pradita Dirgantara (SMA PD) berada di Kompleks Bandara Adi Soemarmo Boyolali mendapatkan predikat SMA terbaik kedua di Indonesia menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

SMA Pradita Dirgantara memperoleh nilai total 640,747, hanya berbeda beberapa poin saja dengan SMA Katolik St Lous 1 Surabaya yang menjadi SMA terbaik peringkat pertama di Indonesia.

SMA Pradita Dirgantara adalah sekolah menengah berbasis kedirgantaraan yang diprakarsai oleh Nanny Hadi Tjahjanto yang merupakan istri dari Menteri ATR/BPN, Hadi Tjahjanto. Sekolah ini didirikan atas kerja sama antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Solo dengan TNI AU, tepatnya Yayasan Ardhya Garini (Yasarini).

PPDB SMA Pradita Dirgantara tahun 2024/2025 pecah rekor. Tercatat, 4.792 casis mendaftar menjadi calon siswa. Angka pendaftar ini merupakan rekor tertinggi yang dicapai SMA Pradita Dirgantara setelah tahun ajaran sebelumnya mencapai 3.306 casis mendaftar PPDB.

Animo yang tinggi ini juga tidak terlepas dari prestasi angkatan-angkatan sebelumnya, termasuk alumni SMA Pradita Dirgantara yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi luar negeri, dalam negeri, TNI/Polri, dan kedinasan.

Setelah : Persiapan Seleksi Administrasi


Sumber :

https://praditadirgantara.sch.id/

Related Posts