Showing posts with label Five for Fighting. Show all posts
Showing posts with label Five for Fighting. Show all posts

Sunday, December 14, 2025

Memilih Solusi Hidup : Permen, Obat, dan Jamu

Bayangkan seorang anak kecil yang sedang menangis karena sakit. Tangisnya keras, penuh ketakutan, dan ia hanya ingin rasa tidak enak itu segera hilang. Di hadapannya ada tiga pilihan. Yang pertama, kita memberinya permen. Tangisnya mungkin berhenti sejenak, wajahnya kembali cerah, dan perhatian beralih dari rasa sakit ke rasa manis. Namun sakitnya tetap ada, hanya tertutupi sesaat. Begitu rasa manis itu hilang, tangisan akan kembali, bahkan bisa lebih keras.

Pilihan kedua, kita memberinya obat. Anak itu mungkin menolak, menangis lebih kencang karena rasanya pahit, tetapi perlahan tubuhnya mulai membaik. Obat tidak memberi kenyamanan instan, tetapi bekerja pada sumber sakitnya. Ia membutuhkan waktu, aturan minum, dan kesabaran, baik dari anak itu maupun dari orang yang merawatnya.

Pilihan ketiga adalah jamu. Rasanya paling pahit, baunya tidak familiar, dan hampir pasti ditolak di awal. Namun jamu tidak hanya meredakan sakit, ia menguatkan tubuh anak itu dari dalam. Ia tidak sekadar menyembuhkan hari ini, tetapi membantu tubuhnya lebih siap menghadapi sakit di kemudian hari.

Dalam hidup, kita sering mencari solusi yang paling cepat membuat perasaan membaik. Kita ingin jawaban yang instan, hasil yang segera terlihat, dan rasa nyaman yang bisa langsung dirasakan. Tanpa sadar, cara kita menyelesaikan masalah hidup tidak jauh berbeda dengan pilihan kita saat ingin meredakan rasa tidak enak di tubuh: apakah kita memilih permen, obat, atau jamu.

Permen adalah solusi yang paling menyenangkan. Rasanya manis, mudah didapat, dan langsung memberi rasa lega. Dalam hidup, permen adalah pelarian-pelarian kecil yang kita gunakan untuk menenangkan diri sementara: hiburan berlebihan, validasi dari media sosial, belanja impulsif, atau menyalahkan keadaan agar hati terasa ringan sesaat. 

Permen tidak salah, bahkan kadang diperlukan. Tetapi jika terus-menerus mengandalkannya, masalah tidak pernah benar-benar selesai. Rasa manis itu cepat hilang, dan sering kali meninggalkan ketergantungan.

Obat berada satu tingkat di atas permen. Ia pahit di awal, tetapi dirancang untuk menyembuhkan. Dalam kehidupan, obat adalah solusi rasional dan terstruktur: belajar dari kesalahan, memperbaiki kebiasaan, mencari bantuan, berdiskusi, dan mengambil keputusan sulit. 

Obat tidak selalu nyaman, bahkan sering membuat kita harus menghadapi kenyataan yang tidak kita sukai. Namun, ia bekerja pada sumber masalah, bukan sekadar gejalanya. Obat menuntut disiplin dan konsistensi, bukan sekadar keinginan untuk merasa baik hari ini.

Lalu ada jamu. Ia paling pahit, paling tidak populer, dan sering dihindari. Tetapi jamu bekerja jauh lebih dalam dan lebih lama. Dalam hidup, jamu adalah penerimaan, kesabaran, dan proses pendewasaan diri. Ia adalah doa yang terus dipanjatkan meski belum dijawab, ikhlas pada hal-hal yang tidak bisa diubah, dan bertahan ketika hasil belum terlihat. 

Jamu tidak menjanjikan kesembuhan cepat, tetapi membangun daya tahan dari dalam. Ia menguatkan, bukan hanya menyembuhkan.

Masalahnya, banyak dari kita ingin hidup diselesaikan hanya dengan permen. Kita ingin bahagia tanpa berproses, tenang tanpa menghadapi, dan sembuh tanpa luka. Padahal, hidup yang matang justru lahir dari keberanian menelan obat dan kesediaan meminum jamu, meski rasanya tidak enak. Permen boleh sesekali, tetapi tidak bisa dijadikan fondasi.

Hidup tidak selalu butuh solusi yang manis. Kadang ia butuh kejujuran yang pahit, disiplin yang melelahkan, dan kesabaran yang panjang. Dan seiring waktu, kita akan mengerti bahwa rasa pahit itu tidak datang untuk menyiksa, melainkan untuk menguatkan.

Namun ingat, bahwa terkadang orang terlalu sibuk mencari jalan keluar, harusnya kita lebih mencari jalan kedalam untuk mengetahui siapa diri kita, dan mau kemana

Pada akhirnya, solusi hidup bukan tentang memilih yang paling enak, tetapi memilih yang paling menyembuhkan. Karena hidup yang benar-benar sehat bukan hidup yang selalu terasa manis, melainkan hidup yang mampu bertahan, pulih, dan tumbuh meski harus melalui rasa pahit terlebih dahulu.

Begitulah hidup bekerja pada kita. Ketika kita sedang “menangis” karena masalah, kecewa, atau lelah, kita sering meminta solusi yang paling cepat menghentikan rasa sakit. Kita ingin permen, bukan obat, apalagi jamu. Padahal, tidak semua tangisan butuh dimanjakan—sebagian justru butuh keberanian untuk menjalani proses penyembuhan yang tidak nyaman.

Dari sinilah kita mulai memahami bahwa solusi hidup tidak selalu tentang membuat hati segera tenang, tetapi tentang membuat diri benar-benar pulih.

Sunday, December 7, 2025

Kembali ke Jawa

Di tengah arus modernitas yang kian deras, manusia sering merasa semakin cepat namun semakin kosong; semakin terhubung namun semakin jauh dari kesejatian diri. Muncul satu pesan batin yang seolah berbisik lembut: sudah saatnya kita kembali ke Jawa. 

Bukan dalam arti sekadar kembali ke tanah kelahiran, namun kembali kepada filsafat Jawa sebagai warisan local wisdom yang mengajarkan kedalaman hati, ketenangan pikir, dan keseimbangan hidup.

Filosofi Jawa bukan sekadar tradisi masa lalu, tetapi cermin kearifan yang membimbing manusia untuk hidup selaras dalam tiga dimensi: dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan dirinya sendiri. Nilainya tercermin dalam prinsip eling lan waspada—senantiasa ingat kepada Yang Maha Kuasa dan waspada akan hawa nafsu dan sikap diri. 

Ada pula ajaran rukun agawe santosa yang menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial, dan tepo seliro yang mengajarkan empati, tenggang rasa, dan kemampuan menempatkan diri. Kearifan ini membentuk karakter yang lembut namun tegas, rendah hati tanpa merendahkan diri, dan kuat tanpa harus menjatuhkan orang lain.

Di saat dunia mendorong kecepatan, filosofi Jawa mengingatkan pentingnya pitutur, yaitu jeda untuk merenung sebelum melangkah. 

Di saat dunia mendorong gengsi dan pamer, filosofi Jawa mengajarkan alon-alon waton kelakon—pelan bukan berarti lemah, tetapi memastikan setiap langkah membawa berkah. 

Dan di saat dunia mengagungkan popularitas, filosofi Jawa mengingatkan untuk tetap andhap asor—menjadi besar tanpa merasa ingin terlihat besar. Local wisdom Jawa bukan untuk membatasi kemajuan, tetapi untuk memastikan kemajuan itu tidak menyebabkan kita kehilangan kemanusiaan.

Kembali ke Jawa bukan berarti menolak perubahan. Dunia akan terus bergerak maju, dan kita harus ikut bergerak bersamanya. Namun, saat kita berjalan ke depan, kita perlu membawa akar yang menjaga jati diri. 

Itulah makna sejati dari kembali ke Jawa: kembali ke nilai-nilai yang membuat kita lebih manusiawi, lebih tenang, lebih bijak, dan lebih menghargai kehidupan. Di tengah modernitas yang serba instan, local wisdom Jawa menjadi jangkar spiritual dan moral agar kita tidak hanyut oleh zaman.

Pada akhirnya, kembali ke Jawa adalah ajakan untuk menata batin sebelum menata kehidupan; untuk memperbaiki diri sebelum memperbaiki dunia. Sebab sebagaimana pitutur para leluhur:

Ngelmu kuwi kelakone kanthi laku — pengetahuan hanya bermakna bila diwujudkan dalam perbuatan.

Semoga kita tidak sekadar menjadi orang Jawa secara identitas, tetapi juga secara kearifan. Karena ketika dunia semakin gaduh, rumah terbaik untuk kembali adalah hikmah yang menenangkan jiwa.

Tuesday, October 7, 2025

The Journey Never End

Tentang Kesempatan, Diri, dan Perjalanan Panjang Kehidupan

Tidak semua orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk meniti perjalanan yang panjang. Ada yang lahir dengan banyak kemudahan, ada pula yang harus berjuang menembus batas hanya untuk memulai langkah pertama. Namun, hidup tidak pernah sekadar tentang dari mana kita berangkat — melainkan bagaimana kita melangkah dan ke mana kita memilih untuk terus berjalan.

Karena pada akhirnya, the journey never end. Setiap tujuan hanyalah awal dari perjalanan baru, setiap keberhasilan membuka bab berikutnya dari kisah hidup yang lebih besar.


Kemampuan & Kesempatan

Dua hal yang sering menjadi pembeda antara mereka yang berhasil dan yang menyerah adalah kemampuan dan kesempatan.

Kemampuan bisa diasah; kesempatan bisa diciptakan. Namun keduanya hanya bermakna jika kita memiliki kemauan. Mereka yang terus belajar, beradaptasi, dan berani mengambil langkah akan selalu menemukan jalannya sendiri, bahkan di tengah keterbatasan.


Be Yourself, But Be the Best of Yourself

Menjadi diri sendiri adalah kejujuran, tapi menjadi versi terbaik dari diri sendiri adalah perjuangan. Kita boleh berbeda, tapi jangan berhenti berkembang. Kita boleh berjalan lambat, tapi jangan berhenti belajar. Hidup adalah proses panjang untuk mengenali siapa diri kita, dan bagaimana menjadikannya lebih baik dari kemarin.


Persiapan Human Capital

Dalam dunia organisasi maupun komunitas, setiap peran membutuhkan kesiapan. Jika ingin mengambil peran dalam organisasi, tidak ada jalan lain selain mempersiapkan human capital — sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Bukan hanya cerdas, tapi juga berintegritas. 

Bukan hanya mampu bekerja, tapi juga mampu membawa nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakannya. Organisasi yang besar bukan hanya karena struktur, tapi karena manusianya yang tumbuh bersama visi.


Hidup Adalah Universitas yang Abadi

Setiap hari adalah ruang kuliah, setiap pengalaman adalah dosen, dan setiap kesalahan adalah ujian. Hidup adalah universitas yang abadi, tempat kita belajar tanpa batas waktu. Kita belajar dari keberhasilan, tapi jauh lebih banyak belajar dari kegagalan.

Dan sering kali, di balik kekalahan atau kegagalan selalu ada rencana Tuhan yang lebih baik.


Never Ever Give Up

Perjalanan memang panjang, melelahkan, dan sering kali tidak berjalan sesuai rencana. Namun jangan pernah menyerah. Never ever give up. Karena ketika kita bertahan sedikit lebih lama, kesempatan yang kita tunggu mungkin sedang menunggu di tikungan berikutnya.


Melompat Lebih Tinggi

Kadang kita harus jatuh agar bisa mengambil ancang-ancang untuk melompat lebih tinggi. Kegagalan bukan akhir, melainkan pijakan untuk naik ke level berikutnya. Selalu ada peluang untuk kita bisa melompat lebih tinggi, selama kita mau belajar, berbenah, dan percaya bahwa perjalanan ini — meski berat — tetap bermakna.


Karena hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang terus berjalan tanpa kehilangan arah.

The journey never end — dan kita semua masih punya kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. 

Sunday, May 25, 2025

I Am Back

Hijrah seringkali dipahami sebagai langkah mulia meninggalkan masa lalu yang kelam menuju kehidupan yang lebih baik, lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual dan kebaikan. 

Namun, tidak sedikit yang mengalami fase sulit dalam prosesnya—jatuh, tergelincir, bahkan kembali ke titik awal setelah berjuang. Artikel ini mengangkat sisi manusiawi dari perjalanan hijrah: saat seseorang memutuskan untuk kembali setelah pernah mundur.

“I am back”—sebuah pernyataan sederhana, tapi sarat makna. Ini bukan sekadar pengumuman, tapi bentuk pengakuan dan tekad untuk bangkit dari kejatuhan. Mereka yang pernah hijrah dan kemudian kembali ke kehidupan lama tidak layak dicaci. 

Justru, ketika seseorang mengakui kesalahan dan berniat kembali ke jalan kebaikan, itulah momen di mana kekuatan spiritualnya sedang bekerja paling nyata. Bukan semua orang berani mengakui bahwa ia sempat mundur. Lebih sedikit lagi yang berani melangkah lagi ke depan setelah itu.

Fenomena “hijrah yang kembali” bukan kegagalan, tapi fase rekalibrasi. Seperti GPS yang mencari ulang rute ketika kendaraan salah arah, manusia pun butuh waktu untuk memahami arah sejati hidupnya. 

Mungkin dulu hijrah dilakukan karena tren, tekanan sosial, atau semangat sesaat. Namun kali ini, saat seseorang berkata “I am back,” itu mungkin lahir dari perenungan panjang, luka batin, dan kesadaran mendalam bahwa perjalanan ini bukan tentang sempurna—tetapi tentang terus memilih kembali.

Hijrah bukan garis lurus. 

Ia berliku, penuh tantangan, bahkan kadang membuat pelakunya merasa sendirian. Tapi bagi yang memilih kembali, mereka tahu bahwa Tuhan tidak pernah benar-benar meninggalkan. Setiap langkah menuju perbaikan adalah bagian dari proses yang disambut hangat oleh langit.

Dan untuk mereka yang kini kembali, dengan malu-malu atau penuh keyakinan, ketahuilah: kamu tidak sendiri. Tak perlu menjelaskan apa pun kepada dunia. Cukup jalani perjalanan ini, satu langkah kecil yang konsisten. Karena setiap kembalinya seorang hamba—itu bukan akhir, melainkan awal yang baru.

Wednesday, April 30, 2025

Jejak Luka Menuju Cahaya

Ketika kehilangan datang tiba-tiba, seperti bayangan yang menyapu cahaya, aku terpaksa belajar menerima kekosongan yang tak bisa diisi. Awalnya, aku menolak kenyataan, memaksa diri untuk tetap sibuk, seolah jika cukup sibuk, luka itu tak sempat terasa. 

Tapi di tengah malam yang sunyi, akhirnya suara batin yang tertahan pecah juga. Cukup penting untuk Memahami Proses Emosional dalam Kehilangan.

Perlahan, aku mulai memahami bahwa duka bukan untuk dilawan, melainkan untuk dirasakan, dalam setiap detiknya yang berat, dalam setiap kenangannya yang menyesakkan. Proses emosional dalam kehilangan mengajarkanku bahwa sembuh bukan berarti lupa, tapi berdamai dengan kenyataan bahwa cinta yang tulus tetap tinggal, bahkan saat sosoknya telah pergi.

Setelah memahami luka itu, aku mulai menerima bahwa kehilangan tak hanya tentang orang yang pergi, tapi juga tentang bagian diriku yang ikut runtuh bersamanya. Aku tak bisa memperbaiki masa lalu, tapi aku bisa memperbaiki sikapku hari ini, memaafkan diri sendiri atas suara batin yang terlalu lama, memberi ruang untuk tumbuh dari kesalahan, dan belajar mencintai hidup yang tak sempurna. 

Segera aku Terima dan Perbaiki.

Dengan hati yang perlahan mengeras oleh kenyataan namun tetap hangat oleh harapan, aku melangkah lagi. Tak sempurna, tapi lebih jujur. Tak utuh, tapi lebih siap. Terima bukan berarti menyerah; perbaiki bukan berarti menghapus. Keduanya adalah cara untuk terus hidup dengan lebih bermakna.

Setelah semua suara batin dan perbaikan yang kulakukan, aku sadar satu hal: selama ini aku terlalu sibuk mencari jalan keluar, melarikan diri ke pekerjaan, hiburan, bahkan nasihat orang lain, seolah semua jawaban ada di luar sana. Padahal, yang paling kuabaikan justru diriku sendiri. 

Aku bertanya, Mengapa Kita Terlalu Sibuk Mencari Jalan Keluar? Bahwasanya solusi itu ada di dalam, maka seyogyanya kita mencari jalan ke dalam. 

Aku tak pernah benar-benar duduk diam, menanyakan dengan jujur: apa yang sebenarnya aku rasakan? 

Apa yang aku butuhkan? 

Dan sejak aku berani menempuh jalan ke dalam, menyapa luka dan bercakap dengan diri sendiri, di sanalah aku menemukan kekuatan yang lebih jernih. Bukan pelarian, tapi pemahaman. Bukan solusi instan, tapi keutuhan yang tumbuh perlahan. Jalan keluar seringkali menyesatkan bila hati belum pulang.

Ketika aku mulai berdamai dengan diriku sendiri, pandanganku tentang keluarga pun ikut berubah. Dulu aku mengira keluarga harusnya tempat yang sempurna, hangat, saling mengerti, tanpa luka. Tapi seiring waktu, aku belajar bahwa justru karena keluarga tidak sempurna, ia menjadi ladang perjuangan yang paling mulia. 

Ada ego yang harus diredam, luka yang harus dimaafkan, dan jarak yang harus dijembatani. Dalam segala ketidaksempurnaan itu, aku melihat cinta dalam bentuknya yang paling jujur, yang tetap tinggal meski sering ingin pergi. Maka aku memilih bertahan, bukan karena keluarga selalu benar, tapi karena mereka selalu layak untuk diperjuangkan.

Iya benar, bahwa sekali lagi Keluarga Bukan Sesuatu yang Sempurna, Tapi Sesuatu yang Layak Diperjuangkan.

Setelah melalui badai emosi, pergolakan batin, dan perjuangan menjaga keluarga yang hampir runtuh, aku mulai melihat secercah cahaya yang tak kusangka datang. Justru ketika aku merasa tak punya apa-apa lagi selain doa dan keteguhan hati, Allah menghadirkan rezeki demi rezeki, tak hanya dalam bentuk materi, tapi juga ketenangan, kesempatan, dan orang-orang yang mendukung langkahku. 

Sesuatu yang lama kami tunggu akhirnya datang, kesehatan keluarga mulai membaik, dan bahkan ide-ide kecil yang dulu kuanggap sepele kini menjadi sumber kehidupan baru. Di titik inilah aku sadar, bahwa setelah kesulitan selalu ada kemudahan, dan setelah kepedihan selalu ada kasih sayang-Nya yang tak terduga.

Hal ini sudah terpahat di kita suci Al-Quran sebagai Janji di Balik Ujian yang menyatakan bahwa "sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" yang terdapat dalam Surah Al-Insyirah (Surah ke-94) ayat 5 dan 6. Ayat tersebut berbunyi: 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5)

Fa inna ma'al-'usri yusra(n)

"Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" 

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

Inna ma'al-'usri yusra(n)

"Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan" 

Ayat ini menegaskan bahwa di setiap kesulitan, pasti ada kemudahan yang menyertainya. Ayat ini menjadi motivasi dan penghibur bagi umat Muslim yang sedang menghadapi cobaan dan tantangan dalam hidup. 

Thursday, April 17, 2025

Jenuh

Menghidupkan Kembali Semangat Bekerja

Rasa jenuh dalam kehidupan profesional adalah hal yang lumrah. Ia datang diam-diam, menyelimuti rutinitas harian dengan rasa hampa dan membuat semangat kerja meredup. Bagi seseorang yang tengah merasakannya, jenuh bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah sinyal bahwa saatnya melakukan perubahan. 

Alih-alih terjebak dalam keluhan dan stagnasi, ia memilih untuk mengambil tiga langkah strategis: mencari tantangan baru, mendorong perkembangan karier, serta memperdalam keterampilan dan memperluas tanggung jawab.

Langkah pertama adalah mencari tantangan baruIa mulai membuka diri terhadap proyek-proyek yang sebelumnya dihindari, menerima tugas lintas divisi, atau bahkan menjajaki kesempatan untuk rotasi jabatan. Tantangan baru ini memberinya napas segar, sudut pandang baru, dan ruang untuk belajar. 

Selanjutnya, ia menyusun rencana jangka menengah demi mendorong perkembangan kariernya.  Entah dengan mengambil sertifikasi, berbicara langsung dengan atasan tentang aspirasi ke depan, atau memperkuat personal branding—semuanya dilakukan agar kariernya tak berjalan di tempat. 

Terakhir, ia menyadari bahwa kompetensi adalah kunci untuk naik kelas. Ia memperdalam keterampilan teknis dan soft skills sekaligus bersedia mengambil tanggung jawab lebih besar, karena di situlah kepercayaan akan tumbuh, dan dirinya bisa benar-benar berkembang.

Jenuh tidak lagi dilihat sebagai musuh, tetapi sebagai peluang untuk berevolusi. Dengan tiga langkah tersebut, ia perlahan tapi pasti mulai menyalakan kembali bara semangatnya. Karena kadang, untuk menemukan versi terbaik dari diri sendiri, kita memang perlu terdorong oleh kejenuhan, lalu bergerak menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Wednesday, January 1, 2025

Harapan Baru Meski Nuansa Biru dan Suasana Haru

Tahun Baru, Harapan Baru Meski Nuansa Biru dan Suasana Haru

Pergantian tahun adalah momen yang penuh makna, sebuah garis waktu yang memisahkan lembaran lama dari yang baru. Namun, tidak semua orang menyambut tahun baru dengan tawa dan keriangan. Kadang, ada nuansa biru yang membayangi, entah karena kehilangan, kegagalan, atau beban yang belum terselesaikan. Meski begitu, di balik setiap suasana haru, selalu ada harapan baru yang menanti untuk direngkuh.

Nuansa Biru yang Tak Terhindarkan

Tahun baru sering kali menjadi pengingat akan hal-hal yang tak sempurna: rencana yang gagal, kesempatan yang terlewat, atau kehilangan yang begitu mendalam. Rasanya wajar jika hati menjadi berat saat mengenang apa yang telah berlalu. Namun, rasa biru itu bukanlah akhir. Ia justru bagian dari perjalanan, warna yang melengkapi lukisan kehidupan.

Alih-alih menyangkal, biarkan nuansa biru menjadi momen refleksi. Renungkan apa yang telah terjadi dan temukan pelajaran di balik setiap pengalaman. Kesedihan adalah guru yang bijak, mengajarkan kita untuk lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih menghargai momen-momen bahagia.

Suasana Haru dan Makna Kehadiran

Saat suasana haru menyelimuti pergantian tahun, kita diingatkan akan pentingnya kehadiran orang-orang terkasih. Terkadang, haru itu muncul karena mengenang mereka yang sudah tiada atau momen-momen berharga yang sulit diulang.

Namun, haru juga membawa pesan mendalam: bahwa cinta, kebersamaan, dan kenangan adalah hal yang tak tergantikan. Dalam keharuan itu, ada rasa syukur atas apa yang pernah kita miliki dan kesempatan untuk menciptakan momen-momen baru di masa depan.

Harapan Baru di Tengah Segala Tantangan

Meski ada nuansa biru dan suasana haru, tahun baru tetap membawa peluang untuk memulai kembali. Harapan adalah kekuatan yang selalu ada, bahkan di tengah kegelapan sekalipun. Buatlah resolusi yang bermakna, bukan hanya daftar ambisi semata, tetapi tujuan yang benar-benar ingin kita capai untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.

Tak perlu rencana besar atau langkah yang spektakuler. Mulailah dengan hal kecil yang konsisten: memperbaiki pola hidup, mempererat hubungan dengan keluarga, atau belajar menerima diri sendiri. Setiap langkah kecil adalah bagian dari perjalanan panjang menuju harapan baru.

Merangkul Tahun Baru dengan Penuh Syukur

Nuansa biru dan suasana haru tidak seharusnya menghalangi kita untuk menyambut tahun baru dengan syukur. Setiap momen, baik yang pahit maupun manis, adalah bagian dari kehidupan yang berharga. Mari kita gunakan momen pergantian tahun ini untuk merefleksikan apa yang sudah dilalui dan menyusun ulang harapan untuk masa depan.

Karena pada akhirnya, tahun baru bukan tentang melupakan yang lama, melainkan tentang menerima apa yang telah terjadi dan bergerak maju dengan keyakinan bahwa hari esok selalu menyimpan peluang yang lebih baik. Selamat tahun baru, selamat menyambut harapan baru! 

Tuesday, November 5, 2024

Kamu Akan Lewati Segalanya

Menghadapi Tantangan dengan Keberanian

Dalam hidup, setiap orang pasti akan menghadapi tantangan yang menguji kekuatan mental dan emosionalnya. Namun, kepercayaan diri dan keyakinan bahwa "kamu akan lewati segalanya" bisa menjadi sumber kekuatan yang luar biasa.

Tantangan yang kita hadapi bisa dijadikan peluang untuk belajar dan berkembang. Rasa takut dan ragu adalah hal yang wajar, tetapi bila kita fokus pada solusi dan pembelajaran, setiap masalah bisa berubah menjadi pelajaran berharga. Keyakinan ini membuat kita lebih siap menghadapi apa pun yang datang.

Kita tidak selalu harus mengatasi segalanya sendiri. Dukungan dari keluarga dan sahabat adalah kekuatan penting dalam melewati masa sulit. Mereka adalah tempat berbagi cerita dan keluh kesah yang akan membantu kita merasa lebih ringan dan memberi kita semangat untuk tetap maju.

Setiap perjalanan memiliki prosesnya masing-masing, dan tidak ada hasil yang instan. Dengan keyakinan bahwa kamu bisa melewati segalanya, kamu akan lebih siap menjalani proses tersebut tanpa terburu-buru. Proses ini justru akan memperkuat mental dan membuat kita semakin bijaksana.

"Kamu akan lewati segalanya" adalah dorongan untuk tidak menyerah saat menghadapi rintangan. Setiap hambatan yang kita hadapi sebenarnya adalah langkah menuju kemajuan. Selama kita yakin dan terus berusaha, tantangan akan menjadi bagian dari keberhasilan yang lebih besar di masa

Saturday, November 2, 2024

This Is Me

This Is Me adalah tema yang mendorong kita untuk menerima diri apa adanya, tanpa takut pada penilaian orang lain. Menyadari dan menerima diri sendiri adalah proses penting dalam perjalanan hidup yang melibatkan pengakuan terhadap kekuatan, kelemahan, serta keunikan masing-masing individu. Dalam dunia yang penuh tuntutan, memahami dan menghargai diri sendiri adalah langkah berani yang memungkinkan kita tampil autentik.


Dengan berani mengatakan "This is me," kita belajar menghargai kelebihan dan kekurangan. Ini bukan sekadar afirmasi, tapi upaya tulus untuk tidak hanya menerima diri sendiri, melainkan juga menyadari bahwa segala yang membentuk kita—termasuk kekurangan—adalah bagian penting dari perjalanan hidup.

Kerap kali, kita takut dihakimi atau tidak diterima. "This Is Me" adalah pengingat untuk tidak membiarkan penilaian orang lain mengendalikan kita. Ketika kita nyaman dengan siapa kita sebenarnya, kita bisa lebih terbuka, menghadapi tantangan, dan menikmati perjalanan hidup dengan lebih damai.

Penerimaan diri bukan berarti berhenti berkembang. Ini adalah pijakan awal untuk bertransformasi dengan cara yang selaras dengan nilai-nilai kita sendiri. Ketika kita menerima diri apa adanya, kita lebih percaya diri untuk mencapai potensi penuh tanpa merasa harus menjadi orang lain.

Saat kita berani menerima diri sendiri, kita memberi contoh bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Keberanian ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, memotivasi mereka untuk berani mengakui dan menghargai jati diri mereka, menciptakan dunia yang lebih autentik dan inklusif.

This Is Me bukan hanya tentang keberanian, tapi juga tentang rasa bangga atas siapa diri kita sesungguhnya. Ini adalah pesan untuk menjalani hidup dengan penuh kepercayaan diri, tidak terpengaruh oleh standar yang ditentukan orang lain, dan membiarkan diri kita berkembang sesuai potensi sejati.

Friday, October 4, 2024

Hijrah adalah Kunci Sukses

Hijrah, sebuah kata yang sering kali diasosiasikan dengan perubahan besar dalam hidup. Makna hijrah tidak hanya terbatas pada perpindahan fisik. Di dalam konteks kehidupan sehari-hari, hijrah dapat berarti perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual, emosional, mental, maupun material.

Hijrah memiliki dua makna. Ada hijrah secara makna (ma’nawiyyah) dan ada hijrah secara fisik (makaniyyah). Hijrah secara makna adalah hijrah kepribadian, dari keadaan pribadi sebelumnya kepada keadaan pribadi yang lebih baik secara lahir dan batin. Adapun hijrah secara fisik adalah perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain yang situasinya lebih baik.

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, hijrah menjadi konsep yang penting. 

Hijrah berarti berani melepaskan kebiasaan buruk, serta berkomitmen untuk memperbaiki diri demi mencapai tujuan yang lebih tinggi.

Jika seseorang ingin sukses, ia harus berani melangkah keluar dari rutinitas dan kebiasaan yang selama ini menahan diri. Zona nyaman mungkin terasa aman dan stabil, namun sering kali ia juga menjadi penghalang terbesar untuk pertumbuhan dan pencapaian.

Hijrah dalam konteks ini berarti berani menerima tantangan, beradaptasi dengan hal-hal baru, serta menghadapi ketidakpastian. Setiap langkah keluar dari zona nyaman adalah peluang untuk belajar, berkembang, dan mengasah kemampuan. 

Hijrah adalah awal dari pertumbuhan.

Pikiran negatif seperti keraguan diri, ketakutan akan kegagalan, dan pesimisme sering kali menjadi penghalang terbesar dalam meraih kesuksesan. Jika kita ingin berhasil, kita harus berhijrah dari pola pikir yang membatasi diri dan mengadopsi mentalitas yang lebih positif dan terbuka.

Dengan berhijrah dari pikiran negatif, kita belajar untuk melihat kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sebagai akhir dari segalanya. Pola pikir positif memungkinkan kita untuk berfokus pada solusi, bukan masalah. Ia juga membantu kita untuk tetap optimis dan gigih, bahkan dalam menghadapi rintangan.

Kesuksesan adalah hasil dari kebiasaan yang konsisten. 

Jika ingin sukses, kita perlu melakukan hijrah dari kebiasaan buruk yang merugikan dan menggantinya dengan kebiasaan yang produktif. Kebiasaan buruk seperti menunda pekerjaan, bermalas-malasan, atau menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak produktif harus ditinggalkan jika kita ingin meraih impian kita.

Sebagai gantinya, kita perlu membangun kebiasaan produktif seperti disiplin, manajemen waktu yang baik, serta komitmen untuk belajar dan berkembang. Proses hijrah ini mungkin tidak mudah, tetapi ia merupakan langkah penting dalam perjalanan menuju kesuksesan.

Lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam menentukan apakah seseorang bisa sukses atau tidak. Jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang pesimis, tidak mendukung, atau bahkan meremehkan impian kita, mungkin sudah saatnya kita berhijrah ke lingkungan yang lebih positif dan mendukung.

Berada di sekitar orang-orang yang berpikiran positif dan memiliki semangat yang sama akan memotivasi kita untuk terus maju. Hijrah dalam konteks ini berarti mencari komunitas yang mendukung pertumbuhan kita, baik secara personal maupun profesional.

Kesuksesan sejati tidak datang dari bergantung pada orang lain, tetapi dari kemampuan untuk mandiri dan mengambil kendali atas hidup kita sendiri. Hijrah dalam hal ini berarti melepaskan ketergantungan pada orang lain, baik dalam hal finansial, emosional, maupun keputusan penting dalam hidup.

Kemandirian bukan berarti kita tidak membutuhkan bantuan atau dukungan, tetapi lebih pada kemampuan untuk bertanggung jawab atas diri sendiri dan mengambil keputusan yang bijak. Dengan hijrah menuju kemandirian, kita akan lebih siap menghadapi tantangan hidup dan lebih dekat pada kesuksesan.

Sering kali, orang terjebak dalam mengejar tujuan yang sempit dan terbatas, seperti keinginan untuk memperoleh kekayaan atau status sosial. Namun, kesuksesan sejati sering kali datang dari visi yang lebih besar—visi yang tidak hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi orang lain.

Hijrah dalam konteks ini berarti memperluas visi kita, melihat bagaimana kita bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia di sekitar kita. Dengan memiliki visi yang lebih besar, kita akan termotivasi untuk bekerja lebih keras, lebih fokus, dan lebih bersemangat dalam mengejar tujuan hidup kita.

Hijrah adalah jalan orang yang sukses.

Jadi, jika kita ingin sukses, hijrah adalah langkah yang harus diambil. Hijrah bukan hanya berarti perpindahan fisik, tetapi juga perubahan dalam pola pikir, kebiasaan, lingkungan, dan tujuan hidup. Hijrah adalah proses pertumbuhan, proses meninggalkan hal-hal yang menahan kita dan bergerak menuju sesuatu yang lebih baik.

Sukses adalah hasil dari perubahan, dan perubahan membutuhkan keberanian untuk berhijrah. Jika kita berani melakukan hijrah dalam hidup kita—baik dari zona nyaman, kebiasaan buruk, pikiran negatif, atau lingkungan yang tidak mendukung—kita akan membuka pintu menuju kesuksesan yang lebih besar.

Jadi, jangan takut untuk hijrah. 

Nasihat dari Imam Syafi’i : berhijrahlah, engkau akan mendapatkan ganti apa saja yang engkau tinggalkan. Manisnya hidup ada dalam perjalanan. Aku melihat air menjadi rusak karena dia tergenang. Jika mengalir akan jernih, jika diam akan keruh. Singa, tanpa meninggalkan hutan, tidak akan dapat mangsa dan anak panah, jika tidak dilepas oleh busurnya, tidak akan mendapat sasaran.

Setiap langkah hijrah adalah langkah menuju kesuksesan.


Sumber : 

https://minanews.net/pintu-sukses-itu-bernama-hijrah/

https://nasional.sindonews.com/berita/915259/18/hijrah-demi-kesuksesan

https://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar/posts/hijrah-gerbang-kesuksesanhijrah-adalah-jalan-orang-yang-sukses-allah-swt-berfirm/915294595170781/?locale=id_ID

Sunday, November 12, 2023

Fighting Spirit

Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah. Sebagai seorang fatherless yang tumbuh tanpa atau kurang perhatian dan pengasuhan sosok ayah, tapi aku tetap mencoba, berusaha dan berdoa agar mampu dapat menjadi seorang ayah yang baik dan benar serta sukses. 

Yang menjadi juri tentunya adalah kedua anakku, bukan orang lain.

Aku mencoba dan berusaha menjadi Superdad sebaik-baiknya. Aku tidak ingin mempunyai keluarga seperti Kaleng Kosong Khong Guan, dimana dalam foto tersebut hanya ada sosok ibu dan kedua anaknya, meski mungkin sang ayah adalah yang memotret mereka bertiga.

Menjadi seorang ayah yang sayang anak, namun tidak berlebihan layaknya Mencintai dalam Diam. Karena aku tidak ingin berlebihan karena jika terlalu memanjakan dapat mempengaruhi mental anak sehingga anak bisa lambat menjadi dewasa. Terkadang anak perlu menghadapi tantangan untuk melatih bertanggung jawab menghadapi kehidupan. 

Oleh karena itu anak harus mempunyai Fighting Spirit. 

Karakter Fighting spirit bukan hanya untuk keperluan saat perang.

Sehingga saat anak ditimpa oleh masalah, anak tidak mudah goyah, memiliki etos kerja tinggi, kemampuan kerja dan mampu berkolaborasi dengan banyak pihak. Seperti Captain America jika terjebak dalam kesulitan dia pantang menyerah dan selalu siap sedia bertarung seharian. I can do this all day. Dan ini merupakan salah satu kekuatan yang non-super power dari Steve Rogers seperti manusia kebanyakan. 

Seperti kata Gie dalam buku Catatan Gie, tanpa fighting spirit, maka kita bukan apa-apa. 


Sunday, October 29, 2023

Split Decision

Petinju profesional, Tyson Fury, terlibat duel menghadapi mantan jawara kelas berat UFC, Francis Ngannou, dengan laga bertajuk Battle of The Baddest di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (28/10/2023).

The Gypsy King, julukan Tyson Fury, sempat dibuat roboh oleh Ngannou di ronde ketiga. Namun Fury tetap bisa kembali berlaga hingga ronde ke-10. Dan akhirnya anti klimaks, Fury dinyatakan menang angka split decision 96-93, 95-94, 94-95.

Apa itu split decision (angka terpisah)?

Split decision atau keputusan terpisah adalah ketika 2 hakim memberikan kemenangan angka untuk 1 petarung, dan hakim ketiga memberikan kemenangan untuk petarung disisi lain.

Selain Split Decision, pada pertandingan tinju juga dikenal dengan Unanimous Decision dan Majority Decision. Ketiganya merupakan hasil keputusan dari juri jika dalam pertandingan tidak ada kemenangan KO/TKO sampai akhir ronde. Juri mengamati pertarungan lalu mencatat angka berdasarkan penampilan dari ronde ke ronde. Tinju menggunakan sistem skor penilaian 10 poin. 

Keputusan dengan suara bulat (unanimous decision) adalah ketika ketiga juri memberikan kemenangan angka untuk satu petarung. 

Keputusan mayoritas (majority decision) adalah keputusan di mana dua hakim memberikan kemenangan angka untuk satu petarung, dan hakim ketiga memberi skor imbang. 

Split Draw, keputusan juri yang berbeda, satu memilih mendukung satu petarung, yang lain mendukung petarung lainnya dan yang terakhir menyatakan seri. 

Majority Draw, keputusan dua juri memberikan angka hasil imbang, sedangkan juri terakhir memutuskan untuk memberikan skor kemenangan kepada salah satu petinju. 

Unanimous Draw, keputusan dimana ketiga juri tidak bisa memutuskan siapa petinju yang menjadi pemenang, jadi mereka bertiga menyatakan pertandingan seri. 


Sumber :

https://www.juara.net/read/323930030/usai-menang-angka-dari-francis-ngannou-tyson-fury-bilang-begini

https://www.tntsports.co.uk/geoblocking.shtml

Saturday, October 21, 2023

Ikigai

Pernahkan kamu berada dalam Titik Jenuh dalam Karir? Bukan merupakan hal yang salah jika kita merasa bosan dengan pekerjaan. Hal ini bisa menjadi identifikasi bahwa pekerjaan saat ini tidak menyenangkan sehingga membosankan.

Atau bisa saja kebosanan ini terjadi karena pekerjaan yang menumpuk sehingga seakan-akan pekerjaan hanya mengambil alih dunia kita sehingga kita tidak memiliki kehidupan lain selain pekerjaan. 

Untuk mengatasi hal ini kita bisa kembali pada start awal, yaitu apa alasan kita bekerja. Tentunya setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda. Namun alasan ini perlu kita ketahui sebagai motivasi terutama saat kita sedang down.

Beberapa alasan kita bekerja pada umumnya pertama adalah bekerja karena sebagai hobi. Kemudian bekerja karena sebagai tanggung jawab dan yang terakhir misalnya adalah bekerja karena visi. Ada pula orang yang bekerja karena sebagai bentuk orang untuk mengejar mimpi (dream). Dan ada pula orang yang bekerja karena berlandaskan hasrat (passion).

Namun Dream (mimpi) dan Passion (hasrat) bukanlah hal yang mutlak dan bukan yang utama. Mimpi harus mempunyai deadline agar kita tidak terbuai oleh mimpi tanpa pernah terealisasi. Dan juga jangan sampai kita terlalu lama dalam menentukan passion kita. 

Oleh karena itu kita harus mempunyai Target dan Komitmen. Agar kita mempunyai arah dan tujuan yang jelas. Jika tidak maka kita dapat menjadi orang yang bekerja berdasarkan mood. Dengan 2 hal tersebut maka kita dapat menjadi orang yang pantang menyerah dan tidak mudah berputus asa. 

Dengan menjalankan tips diatas kita bisa menjadi karyawan atau orang dengan tipe purpose oriented, yaitu karyawan yang menjadikan pekerjaannya sebagai sarana untuk mencapai tujuan mulia, yakni membuat kehidupan orang lain lebih baik.

Terakhir ada tips bagus dan bermanfaat dari Fellexandro Ruby yang disampaikan dalam ajang TEDxYouth@SWA dengan topik Why Passion is Not Enough. Yang menjelaskan bahwa passion saja tidak cukup, setidaknya kita membutuhkan 4 hal yaitu:
  • What you love
  • What you are good at
  • What you can be paid for
  • What the world needs
Keempat hal diatas dapat dirangkum dalam 1 kata. Yaitu Ikigai.
Selamat menyaksikan.




Saturday, August 19, 2023

17 Agustus-an di Newstart Trawas

Bulan Agustus di Indonesia selalu meriah karena seluruh warga di Indonesia antusias menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghias dan mendekorasi kampung dan tempat tinggal dengan berbagai pernak-pernik dan atribut khas 17-an.

Kemudian selain itu juga diselenggarakan tradisi-tradisi seperti Malam Tirakat, jalan sehat hingga lomba-lomba untuk memeriahkan HUT RI.

Salah satu cara untuk memeriahkan bagi warga perumahan adalah mengadakan kegiatan kegiatan di luar kota, menginap sambil berlibur di villa. Salah satu destinasi favorit di Jawa Timur adalah di daerah Trawas, Mojokerto.

Alternatif rute menuju Trawas ada 3, yaitu:

  • Lewat Gudang Garam - Pandaan : 40 km (60 menit)
  • Lewat tol Taman Dayu - Prigen : 45 km (55 menit)
  • Lewat Punggung - Mulyosari : 50 km (1 jam 20 menit)

Selain Trawas tidak terlalu jauh sehingga mudah diakses, juga disini memiliki hanyak area hijau yang luas dengan udara sejuk dan segar sehingga kerap menjadi tujuan berlibur bagi wisatawan dari berbagai daerah, khususnya dari Surabaya.

Dari banyak area yang bisa dituju salah satu yang bisa kita pilih adalah New Start Hotel Trawas. Lokasi Newstart ada di Jalan Raya Trawas Dusun Slepi Desa Ketapan Rame, RT.2/RW.1, Njuwok, Ketapanrame, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur 61375. 

New Start Hotel Trawas, hotel dengan lokasi tersembunyi, sehingga nyaman dan tenang dari kebisingan lalu lalang kendaraan. New Start berdiri diatas lahan seluas lebih kurang 9 hektar sehingga nyaman dengan lapangan/area outbound yang bisa menampung 400 orang lebih.

Warga mulai dari anak-anak hingga orang tua yang sepuh cukup senang dan ceria dengan acara yang diselenggarakan oleh kolaborasi Pengurus RT dan Panitia Agustusan. Apalagi di Newstart selain disediakan hall yang cukup luas, juga terdapat area lapangan hijau dan juga terdapat kolam renang.

Tidak hanya fasilitas, pekerja dan pelayan Hotel pun baik, ramah dan jujur. Terbukti saat terdapat HP dari salah satu warga ketinggalan, oleh pelayan disimpan lalu diinformasikan dan manajer hotel ke Panitia. Salut deh.


Sumber :

https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/tradisi-unik-17-agustus-an-di-berbagai-daerah-di-indonesia

Monday, May 29, 2023

I Can Do This All Day

I can do this all day merupakan quote sekaligus slogan khas dari Captain America yang menjadi salah satu kekuatan yang non-super power dari Steve Rogers seperti manusia kebanyakan. Saat Captain America terjebak dalam kesulitan dia pantang menyerah dan selalu siap sedia bertarung seharian.

Hal ini menunjukan Fighting Spirit yang dimiliki. Fighting spirit bukan hanya untuk keperluan saat perang.

Untuk menjadi seorang profesional juga harus mempunyai karakter yang kuat yaitu salah satunya fighting spirit agar tidak mudah goyah, memiliki etos kerja tinggi, kemampuan kerja dan mampu berkolaborasi dengan banyak pihak.

Pertempuran yang pasti dihadapai individu adalah melawan sikap yang tidak produktif, seperti kemalasan, kecurangan, ketidaktelitian, silo effect, dan lain-lain. Dengan memiliki fighting spirit maka kita akan bisa mengalahkan segala halangan mencapai target bisnis dalam jangka pendek, dan visi perusahaan dalam jangka panjang.

Kharakter fighting spirit ini juga seyogyanya dipupuk dan dimiliki sejak dini. Hal ini agar anak tidak  akan hidup menderita di masa depan untuk itu janganlah kita memanjakannya misalnya melalui berbagai pemberian materi atau kemudahan lainnya. 

Hal ini dapat memberikan persepsi bagi anak bahwa dengan meminta kepada orangtua maka keinginan mereka akan selalu bisa didapatkan. Efek buruknya maka anak akan menjadi tidak mandiri sehingga enggan untuk berjuang meraih apa yang mereka inginkan. Anak juga dapat mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri.

Oleh karena itu anak harus belajar mengatasi kesulitan hidupnya secara mandiri dengan menumbuhkan daya juang, kegigihan, keuletan, semangat pantang menyerah. Untuk mengembangkan fighting spirit ini kita bisa mulai dengan membantu dalam membangun mimpi anak, kemudian memberi motivasi anak untuk mencapai mimpinya, lalu dukung anak dengan memberikan yang mereka butuhkan, berikutnya memfasilitasi anak dengan lingkungan yang positif, dan terakhir berikan reward dan pujian atas kerja keras anak.


Sumber :

https://hot.detik.com/movie/d-4771352/di-balik-slogan-captain-america-i-can-do-this-all-day.

https://untar.ac.id/2019/10/19/fighting-spirit-kunci-menjadi-seorang-profesional/

https://www.blj.co.id/2016/01/27/tenaga-yang-tidak-pernah-habis-fighting-spirit/

http://www.intipesan.com/mendidik-anak-agar-memiliki-fighting-spirit/

Wednesday, May 10, 2023

Pemakaian Air Rata-Rata Rumah Tangga

Terkadang bingung menentukan apakah air yang kita pakai untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, dan mencuci itu sudah benar atau berlebih. Karena tentunya pemakaian air tiap orang dan tiap rumah berbeda.

Namun ada 2 referensi yang bisa digunakan, yaitu sebagai berikut:

  • standar bangunan rumah sederhana 150 liter per hari per orang penghuni, 
  • standar rumah mewah 250L, 
  • standar ruko 100L, 
  • standar kantor 50L 
  • standar bangunan ibadah 5L, 
  • standar bangunan resto 5L per jumlah kursi,

Kemudian kita lakukan perhitungan kapasitas kebutuhan air dengan mengkalikan Kebutuhan pemakaian per hari per liter x Jumlah pemakai/penghuni per orang. 

Sedangkan sumber kedua menyebutkan bahwa pemakaian air rata-rata rumah tangga di perkotaan di Indonesia sebesar setiap orang 144 liter perharinya. Pemakaian terbesar adalah untuk keperluan mandi sebesar 60 liter perhari perorang atau 45 persen dari total pemakaian air.

Untuk kebutuhan pokok minimal pemakaian air sendiri setiap orangnya mencapai 121 liter perharinya. Kebutuhan pokok minimal Indonesia yaitu 70 liter/orang/hari. Data tersebut diatas berdasarkan hasil survei yang dilakukan Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta karya, Departemen PU tahun 2006.

Penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari di Amerika Serikat mulai dari mandi, menggosok gigi, hingga bahkan minum secangkir kopi rata-rata menggunakan lebih dari 300 galon air per hari di rumah. 

Atau setara dengan 1.135 liter. Kira-kira 70 persen dari penggunaan ini terjadi di dalam ruangan.


Sumber :

https://pdampintar.id/blog/lainnya/ini-dia-cara-menghitung-kebutuhan-air-bersih/

https://pu.go.id/berita/pemakaian-air-rumah-tangga-perkotaan-144-liter-perhari

https://www.epa.gov/watersense/how-we-use-water

Tuesday, May 2, 2023

Man in the Car Paradox

Pagi ini sebelum memulai aktivitas aku melihat utas dari akun twitter @vicarioreinaldo yang cukup menarik untuk disimak. Beliau memulai thread dengan sebuah pernyataan bahwa "Kita mengira dengan flexing mobil bagus, barang mahal, rumah gede maka orang akan kagum".

Namun tidak seperti itu.

Hal ini sesuai dengan "Man in the Car Paradox" oleh Morgan Housel dalam bukunya The Psychology of Money. Man in the Car Paradox adalah fenomena dimana orang lain sebenarnya tidak kagum pada harta yang kita miliki. 

Sehingga orang yang melakukan flexing akan mengira dengan flexing maka orang lain akan kagum sama kita, padahal tidak, karena orang hanya kagum dengan barang yang dimiliki saja. Sehingga tujuan atau motif orang melakukan flexing yaitu ingin dihormati oleh orang lain tidak akan tercapai.

Flexing ini merupakan gejala social media yang tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di hampir semua negara-negara yang telah mencapai kemakmuran luar biasa. Namun bagi orang yang tinggal di negara yang telah menuju tingkat tertentu mereka sudah tidak melakukan pamer lagi. 

Bahkan flexing dapat membuat orang lain menjadi Insecure.

Insecure adalah perasaan tidak aman atau cemas yang biasanya muncul karena dipicu ketika kita merasa berada pada posisi tidak aman atau inferior tertentu. Perasaan tidak aman bisa terus menghantui kita meski tanpa pemicu. Hal seperti itu tentu saja bisa mengganggu dan membuat kita tidak nyaman. 

Banyak orang menjadikan kekayaan dan barang mahal sebagai tolok ukur untuk merasa dikagumi dan dihormati orang lain. Padahal sikap rendah hati, empati dan kebaikan yang justru akan membawa rasa hormat dan kagum yang lebih besar. 

Jadi kurangi gengsi dan rasa FOMO (fear of missing out) dengan mengeluarkan uang untuk hal yang kurang penting. 

Matthew Kent menyebutkan dalam artikel pada blog-nya dengan judul Remember the “Man in the Car Paradox” When You’re About to Make an Expensive MistakeNo one is as impressed with your stuff as you are.

Iya benar, kesalahan mahal dan tidak ada yang terkesan dengan barang-barang Anda seperti Anda. Paradoks ini diamini juga oleh mantan petugas valet yang menghabiskan banyak waktu untuk mengagumi mobil cantik, namun hampir tidak pernah mengagumi pengemudi mobilnya.

Bukan berarti kita tidak boleh membeli mobil atau barang bagus, namun jangan pernah memiliki pikiran dan ide membeli barang tersebut untuk mengesankan orang lain. Hanya sekedar status. Alih-alih menggunakan uang untuk membeli status, namun lebih baik pergunakan uang untuk hal lain yang lebih baik dan lebih bermanfaat.

Janganlah berlebihan dalam membagikan atau menunjukkan sesuatu kepada orang lain. Karena hal tersebut berarti kita telah melakukan aksi pamer dan akan mengarah pada sombong, padahal apa yang kita punya saat ini bukan hasil dari keringat jerih payah kita sendiri.

Pamer kekuasaan dan kekayaan apalagi yang dipajang di media sosial hal ini adalah merupakan hal yang sangat-sangat tidak pantas.


Sumber :

https://twitter.com/vicarioreinaldo/status/1653002032637419523?t=Dn1sHxnfgFAySwvsNrSOHQ&s=08

https://linimassa.id/fenomena-man-in-the-car-paradox-dalam-buku-psychology-of-money/

https://thematthewkent.medium.com/remember-the-man-in-the-car-paradox-when-youre-about-to-make-an-expensive-mistake-d3b99104f0b4#:~:text=The%20paradox%20of%20the%20man,the%20man%20in%20the%20car

https://youtu.be/3FCV-NE20j4

https://blog.bibit.id/blog-1/2022/12/19/ini-dia-mindset-investor-untuk-hadapi-2023-lewat-buku-psychology-of-money

Wednesday, December 14, 2022

Bagaimana Kita Belajar?

Ada begitu banyak hal yang harus kita pelajari, namun waktu kita terbatas. Untuk itu kita perlu mengetahui cara belajar terbaik dengan tidak menghabiskan lebih banyak waktu yaitu dengan cara mengetahui cara paling efektif untuk mengingat yang kita pelajari.


Pada tahun 1960-an, Institut NTL menerbitkan sebuah penelitian tentang bagaimana manusia mempelajari sesuatu dan mengingat sesuatu, yaitu sebagai berikut:

  • Kami mempelajari 5% hal dari kuliah, yaitu perguruan tinggi, universitas, atau kuliah profesional
  • Kita belajar sekitar 10% hal dari membaca artikel atau buku
  • Kami mempelajari sekitar 20% hal dari konten visual, seperti audio dan video.
  • Kami mempelajari sekitar 30% hal berdasarkan demonstrasi
  • Kami belajar sekitar 50% dari hal-hal dari diskusi kelompok
  • Kita belajar tentang 75% hal ketika kita mempraktekkan apa yang kita pelajari
  • Kita mempelajari sekitar 90% hal ketika kita mengajar orang lain.

Oleh karena itu sebaiknya kita tidak dapat mempelajari banyak hal dari metode pasif tradisional, seperti buku, ceramah, atau video karena hanya kurang dari 50% hasilnya.

Kita sebaiknya mengajarkan anak-anak kita keterampilan yang mereka perlukan dan mengajarkan bagaimana caranya belajar. Hal ini jika berhasil akan dapat mengakibatkan performa murid meningkat drastis. 

Dan hanya sebagian kecil anak yang benar-benar tahu bagaimana caranya belajar.

Belajar buka sekedar menghafal semata, namun belajar konsep merupakan hal yang jauh lebih penting.

Anak sekarang tidak lagi membutuhkan untuk diajarkan kontennya karena mereka dapat mencarinya sendiri di internet, yang lebih penting diajarkan adalah cara belajar dan cara berpikir.


Sumber :

https://medium.com/tell-me-your-story-and-experience/the-best-way-to-remember-almost-everything-you-learn-3e87c84847fc

https://transducation.com/2020/01/25/belajar-untuk-belajar-ways-of-learning/

Sunday, July 3, 2022

Star Can't Shine Without Darkness

FILOSOFI POHON (UJIAN)

"Semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya dan semakin kencang angin menerpanya"

Semakin kita berada di posisi diatas seperti kaya, pandai, tampan, maka akan ada ujian yang lebih berat yang harus kita hadapi. Namun dalam menghadapinya kita jangan berputus asa, kita harus memiliki kesabaran.

Kembalilah pada fokus dijalan kesuksesan kita, fokus ke dalam diri kita, fokus ke kemampuan kita.

Agar bisa fokus, ingatlah bahwa jejak kehidupan baik jejak di dunia nyata dan jejak digital di dunia maya akan dipertaruhkan demi nama baik kita, nama baik orang tua, nama baik keluarga, nama baik agama, dan nama baik bangsa. 

03.07.2023

STAR

Sabar dan ikhlas, dan tidak lupa kita untuk senantiasa ikhtiar dan syukur. InsyaAllah kita akan menjadi bintang. Bintang tidak akan bersinar dengan terang tanpa adanya kegelapan. Banyak orang sukses di dunia setelah mengalami krisis yang menimpa dirinya

Star can't shine without darkness

Saturday, June 18, 2022

Penemu di Indonesia


Bukan hanya Yogi Ahmad Erlangga yang berhasil menyelesaikan persamaan Helmholtz dengan menggunakan matematika numerik secara cepat (robust). Namun ada beberapa nama penemu dan ilmuwan Indonesia yang mendunia. 

Para penemu dan ilmuwan Indonesia ini memiliki sumbangsih bagi kemajuan teknologi. Berikut adalah nama-nama penemu dan ilmuwan Indonesia yang mengharumkan bangsa Indonesia.
  1. BJ Habibie, menciptakan Teori Crack Propagation, sebuah solusi untuk mendeteksi rambatan kerusakan konstruksi pada badan pesawat. Berkat ciptaannya, Habibie berhasil meringankan bobot pesawat kosong, tanpa berat penumpang dan bahan bakar, hingga 10 persen dari sebelumnya. Angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah material komposit dimasukkan ke dalam tubuh pesawat.
  2. Muhammad Nurhuda, pencipta kompor ramah lingkungan pertama di Indonesia dengan mengembangkan Kompor Biomassa Hemat Energi. Beliau juga membuat rancangan Bangun Pilot Plan Gasifikasi Sampah Menjadi Syngas untuk Alternatif Pembangkit Energi Listrik yang Ramah Lingkungan. 
  3. R.M. Sedyatmo, penemu sistem arsitektur infrastruktur yang dikenal dengan pondasi cakar ayam, salah satunya untuk landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta.
  4. Khoirul Anwar, ilmuwan Indonesia yang menemukan konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) yang dipakai dalam teknologi 4G LTE. Konsep tersebut kemudian menjadi standar International Telecommunication Union (ITU) dan dipatenkan pada 2005. Beliau juga mempunyai sejumlah paten seperti sistem deteksi illegal transmitter yang berpotensi dipakai dalam teknologi 5G.
  5. Randall Hartolaksono, penemu bahan anti api dan anti panas dari kulit singkong yang berguna bagi bidang otomotif yang dihargai dan diakui oleh perusahaan otomotif dunia, seperti Petronas, dan Ford.
  6. Tjokorda Raka Sukawati, penemu konstruksi Sosrobahu atau sistem Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) yang memudahkan pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas pada saat pembangunannya. Temuan beliau diaplikasikan untuk membangun jembatan di kota Seattle. 
  7. Warsito P. Taruno, peneliti Indonesia yang membuat alat terapi kanker bernama Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT).
  8. Adi Utarini, memimpin uji coba perintis dari sebuah teknologi yang dapat membantu memberantas demam berdarah, sehingga berhasil mengurangi kasus demam berdarah hingga 77 persen di beberapa kota besar di Indonesia.
  9. Tri Mumpuni, mengembangkan kemandirian masyarakat di kawasan-kawasan terpencil melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), setidaknya terdapat 65 PLTMH di desa-desa terpencil di berbagai pelosok Nusantara, sehingga desa terpencil yang awalnya gelap mulai diterangi oleh bantuan listrik.

Sumber :
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6136010/10-penemu-dan-ilmuwan-indonesia-yang-mendunia-ada-bj-habibie.

Related Posts