Tuesday, November 22, 2016

Trans-Pacific Partnership

Trans-Pacific Partnership atau Kemitraan Trans-Pasifik merupakan perjanjian dagang antara Australia, Brunei, Chili, Kanada, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Amerika Serikat, dan Vietnam dengan tujuan mendorong liberalisasi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.

Bagi para negara penggagas tujuan TPP adalah untuk memperdalam dan membantu pertumbuhan hubungan dagang. 

Dengan terpilihnya Trump sebagai presiden di Amerika Serikat diperkirakan Amerika Serikat akan keluar dari TPP ini demi proteksi terhadap negaranya. Trump dalam kampanyenya mengatakan negara tersebut tidak akan ikut dalam kegiatan perdagangan bebas.

Sumber dari BBC, pada hari Selasa, 22 November 2016, Trump menyampaikan apa saja yang akan ia lakukan jika sudah mulai berkantor di Gedung Putih pada Januari 2017 mendatang. Salah satunya adalah Presiden AS terpilih Donald Trump memastikan negaranya akan mundur dari perjanjian dagang Trans Pacific Partnership (TPP).

Sedangkan menurut pihak Trump, TPP mempunyai tujuan sebaliknya, dimana semua negosiasi dilakukan penuh rahasia dan hanya akan menguntungkan perusahaan-perusahaan besar.

Indonesia sendiri masih belum memutuskan apakah akan ikut dalam TPP atau tidak, meskipun Indonesia berencana gabung dalam TPP sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu Presiden AS Barack Obama pada Oktober 2015 lalu.

Saat ini Indonesia masih akan terus mengkaji kesepakatan Trans Pacific Partnership (TPP).


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Trans-Pacific_Partnership
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemitraan_Trans-Pasifik
http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3350008/plesetan-di-apec-tpp-jadi-trump-pacific-partnership
https://m.tempo.co/read/news/2016/11/22/090822149/efek-trump-kemendag-tpp-jadi-atau-tidak-tetap-dibahas
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/850707-trump-pastikan-as-mundur-dari-trans-pacific-partnership