Wednesday, October 31, 2012

Plamir Tembok sebelum Mengecat


Untuk pengecatan pada tembok baru atau tembok yang masih utuh dari semen dan belum dilapisi cat/ plamir maka perlu dipertimbangkan untuk di-plamir.

Fungsi plamir tembok adalah sebagai lapisan untuk  membuat permukaan dinding tampak lebih rata dan lebih halus.

Plamir tembok juga dapat menutupi retak rambut, seperti fungsi dempul pada mobil.

Wujud plamir adalah seperti adonan tepung untuk membuat kue, tidak encer juga tidak keras. Bahan ini bisa dibeli di toko bangunan dan bisa langsung pakai. Tapi juga bisa dibuat sendiri dengan lem putih dan kalsium dengan cara dicampur biasa dan kemudian diaduk.

Setelah permukaan diplamir haluskan dengan kertas gosok.

sumber :
indanapaint.com
vmancer.blogspot.com

Raungan Gunung Raung


Gunung Raung terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso di Jawa Timur dengan titik astronomis etrletak pada 08° LU-07° LS dan 114° BB-021°BT dan mempunyai tinggi 3,332 meter.

Gunung Raung memiliki ciri yang unik dengan kaldera sekitar 500 meter dalamnya, selalu berasap dan sering menyemburkan api. 
    
Tapi meski Gunung Raung mempunyai kaldera terbesar  berdasarkan rekam sejarah letusan gunung ini, kedahsyatannya masih kalah dengan gunung lainnya seperti Merapi di Jawa Tengah, Kelud di Kediri.

Letusan terdahsyat terjadi pada 1638 dimana  mengakibatkan banjir lahar pada kali Klatak dan Setail serta mengakibatkan korban jiwa 1000 lebih. 

Gunung Raung merupakan gunung jenis Stratovolcano dengan letusan tipe Stromboli.

Stratovolcano adalah jenis gunung berapi yang memiliki puncak kerucut, terdiri dari lava dan abu vulkanik yang mengeras. 

Stromboli adalah jenis letusan dimana letusan-letusannya terjadi dengan tenggang waktu yang hampir sama tidak langsung seketika. Setiap tenggang waktu tersebut, gunung dengan letusan stromboli memuntahkan material, bom, lapili, dan abu.





sumber :
wikipedia.com
plantagama.4t.com
blogaktiv.blogspot.com

Saturday, October 27, 2012

Liburan Seru ke Batu Secret Zoo

Liburan seru biasanya adalah pergi ke Taman Safari di Prigen - Jawa Timur untuk melihat keanekaragaman Fauna yang didominasi oleh hewan buas langsung di alam atau pergi ke Taman Wisata yang yang menyediakan permainan menarik bagi anak-anak seperti di Selecta atau Sengkaling, Batu - Jawa Timur.

Jika dulu sewaktu Rafa batita (bayi dibawah tiga tahun) suka sekali dia melihat hewan-hewan liar di Taman Safari, tapi sekarang sewaktu berumur 4,5 tahun sudah tidak tertarik lagi. Beda dengan adiknya yang baru berumur 2,5 tahun, masih tertarik melihat hewan-hewan.

Kali ini liburan Idul Adha yang jatuh pada hari Jumat, jadinya libur 3 hari, 26 - 28 Oktober 2012. Cukup nih untuk mengisi waktu liburan dengan hal-hal seru. Akhirnya kita putuskan pergi ke Jatim Park II. Tapi tidak melewati jalur normal yaitu Pandaan, kita coba rute lain yang menantang. Yaitu lewat pacet terus naik melewati antar lereng dan tebing gunung Arjuno hingga menuju Batu, dengan jarak yang ditempuh sekitar 29 km.




Dan akhirnya setelah perjalan sekitar 1 jam, sampai juga di wahan wisata yang dituju. Pintu masuk sudah disambut dengan berbagai jenis monyet, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Tentu saja ini menarik perhatian anak kecil, seperti Rangga. Tapi ini baru awal saja, rute selanjutnya kita akan menyaksikan hewan-hewan menarik seperti burung, kura-kura, ular, rusa, macan, kanguru, buaya.

Cuaca yang panas tidak menyurutkan semangat untuk keliling, tapi ada baiknya istirahat sambil makan kentang atau mie atau roti sambil minum minuman yang menyegarkan dan es krim yang bakal mencairkan suasana siang yang panas. Sambil melihat gajah jadi mendukung suasana saat rehat ini.


Lepas dari aneka ragam satwa, rute berikutnya kita akan dihidangkan wahana wisata permainan anak dan yang lebih menantang lainnya bagi anak yang lebih besar bahkan bagi dewasa, seperti Tsunami dimana kita akan diputar-putar hingga habis adrenalin kita. Tapi karena ini adalah liburan anak, maka kita sesuaikan dengan minat anak.

Dan yang menarik lagi semua wahana Happy Land disini semuanya gratis, wuah....

Nah, kali ini Rafa sangat kerasa, jika tadi saat melihat hewan-hewan sepertinya agak malas dan tidak tertarik dan minta cepat pulang, tapi kali ini diajak pulang sudah tidak mau lagi.

Permainan pertama yang dicoba adalah mengadu speed. Mobil balap. Dengan rute yang cukup lumayan bagi seumurnya. Terus dilanjutkan dengan ngebut di air dengan baik speed boat. Seru...




Kemudian berikutnya yang tak kalah seru adalah Farm Safari. Konsepnya seperti Taman Safari, dimana kita akan naik mobil berbentuk kereta lagi kita akan berputar-putar melihat binatang liar tapi jinak seperti rusa, kuda dan unta. Mobil akan berhenti sehingga penumpang berkesempatan memberi makan satwa tersebut. 


Disebelahnya terdapat gedung Jelajah 5 Benua yang tak kalah seru bagi anak kecil, sambil naik kereta mini, kita akan disuguhi boneka-boneka yang berlatar belakang asal tempat tinggal mereka. Misal asia dengan latar Piramida-Spinks, kemudian Australia dengan gedung Opera-nya. Amerika dengan patung Liberty-nya dan terakhir Kutub Utara dengan penguin-nya.

Di area luar gedung Jelajah 5 Benua kita bisa berfoto dengan landmark terkenal, seperti Menara Eifel, Menara Pisa atau patung Dora yang tentunya menarik perhatian si kecil.




Setelah mencoba speed, ternyata Rafa masih ingin mencoba wahana yang seru. Lalu dicoba Flying Dumbo, kombinasi dari komedi putar dan giant wheel. Kita akan berputar-putar membentuk lingkaran sambil diangkat keatas. Sehingga kita dapat melihat sekitar Batu Secret Zoo dari atas.


Melewati jalur pulang ternyata kita masih disuguhi hal-hal menarik, selain hewan-hewan unik seperti White Lion dan White Tiger, juga ada beberapa latar wahana yang bisa dijadikan tempat untuk berfoto ria. Misalnya latar Kapal Nabi Nuh, Cafe Istana Semut, Patung Upin Ipin, dan masih ada lagi yang lain.






Selepas di luar gedung atau Batu Secret Zoo pun sambil menikmati sedapnya bakso dan mie pangsit dan es krim, kita masih bisa berfoto di depan patung mamouth yang besar sekali.




Dan akhirnya liburan seru ini ditutup dengan lomba lari antara 3 laki-laki, yaitu Rafa, Taufan dan Rangga, untuk Mengejar Matahari.

Wednesday, October 24, 2012

Pemfosilan Pemikiran Barat



sebuah wacana
PEMFOSILAN PEMIKIRAN BARAT
dengan Just-in-Time

Taufan Yanuar

 Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

24 Oktober 2003

PENDAHULUAN
            Seorang pemuda berumur 28 tahun pada tahun 1813 bernama Baron Drais membuat sepeda kayu yang sangat sederhana seperti gambar dibawah ini. Dengan menggunakan sepeda kayu ini, manusia dapat menghemat waktu hampir empat kali lebih cepat daripada berjalan kaki.

gambar 1. sepeda rancangan Baron Drais

Kemudian pada tahun 1872, August Nicolaus Otto seorang ahli mekanik dan Gottlieb Daimler bekerja sama untuk membuat sepeda motor. Dan pada tahun 1885, tetangga dari Daimler, yaitu Karl Benz yang usianya 10 tahun lebih muda, ternyata berhasil menciptakan kendaraan roda tiga yang lebih cepat.


Gambar a) Kendaraan ciptaan Daimler  


b) Kendaraan ciptaan Benz

Diawali persaingan antara Daimler dengan Benz dan kemudian kedua bersatu pada tahun 1890 dan membentuk perusahaan patungan dengan nama Daimler-Benz, yang sekarang bernama Mercedez Benz.
Kemudian banyak sekali bermunculan industri-industri otomotif yang terkenal. Namun kebanyakan mereka masih berkutat di teknologi otomotifnya sendiri. Bisa dikatakan, penyempurnaan masih belum “disentuh”.

PEMIKIRAN BARAT
Tahun 1776, Adam Smith melalui the Wealth of Nation, menyatakan peran pentingnya spesialisasi dalam bekerja. Hal ini juga dibuktikan yaitu apabila seorang pekerja dapat menghasilkan 1000 pin sehari dengan bekerja sendiri, maka apabila 10 orang bekerja sama dengan spesialisasi akan menghasilkan 48.000 pin seharinya (Hicks, 1994).
Sebagai penyegaran, masih ingat tidak, salah satu tokoh Industri yang kita pelajari waktu mendapat mata kuliah Pengantar Teknik Industri, yaitu F. W. Taylor (1895) dengan memunculkan metoda Scientific Management. Seiring dengan semakin pesatnya Industri Barat setelah revolusi industri.

Pemikiran barat saat itu didasari pada oleh budaya barat yang berciri menonjol dalam kompetisi, individualis dan peran rasional otak kiri manusia. Selain itu, juga sebagai pendorong suksesnya penyelaman ruang angkasa mulai tahun 1970 dan komunikasi komputer tahun 1980 adalah industri barat menganut teori Y, yang beranggapan manusia akan bekerja lebih giat dengan adanya motivasi yang cukup sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

Layaknya yang kita pelajari dibangku kuliah, dalam melakukan industri, sebelumnya diadakan perancangan dan perencanaan yang rapi meliputi layout, mesin, aliran bahan dan prosedur kerja. Manajemen industri Barat yang rapi ini disebut dengan Design Based Industry. Meskipun rapi namun manajemen Barat ini cenderung kaku karena tidak dirancang untuk mengadaptasi perubahan lingkungan yang mungkin timbul. Kemudian juga ada MRP (Material Requirement Planning), MRP II (Manufacturing Resource Planning) hingga campur tangan komputer melalui CIM (Computer Integrated Manufacturing).

Kemudian sekitar tahun 1910, sistem Ford dengan jalan bahan baku diolah dan dibawa dengan conveyor menjadi suku cadang. Kemudian pada asembly, komponen-komponen tersebut dirakit dengan kecepatan tetap hingga akhirnya menjadi mobil jadi satu persatu.
Kesuksesan industri Barat juga dialami oleh yang lainnya yang juga menggunakan sistem Ford. Namun dibalik kesuksesan tersebut ternyata, banyak PR yang tersisa,diantaranya yaitu produk Barat terkenal mahal, boros, rumit sehingga banyak complain.

INDUSTRI TIMUR
            Setelah berakhirnya perang dunia II, Jepang menderita kekalahan dengan terpuruknya perekonomian Jepang. Namun dengan motivasi harga diri dan semangat mempertahankan hidup, bangsa Jepang berusaha mengejar ketertinggalan. Sehingga sekitar tahun 1950, Jepang dapat dikatakan telah pulih kembali.
            Dimulai dengan mengundang pakar dari Amerika yaitu J.M Juran dan nama yang tidak begitu asing bagi kita yaitu W. E. Deming, yang ahli dibidang Quality Control sehingga industri Barat mencapai sukses. Kemudian mulai tahun 1952, industri Jepang seperti Nissan, Mitsubishi, Hino dan Isuzu bekerja sama memproduksi kendaraan dibawah lisensi Austin, Rootes, Renault dan Willys. Setelah 8 tahun mampu meniru, kemudian mulai tahun 1960 industri tersebut telah menggunakan 100% komponen lokal.  
            Selama 40 tahun, industri Jepang terutama di bidang otomotif telah merajai dunia, bagaimana hal ini terjadi? Hal tersebut karena Jepang menggunakan manajemen Barat yang tidak digunakan mentah-mentah, tapi pemakaiannya dipoles sesuai dengan budaya Timur asli.
            Misalnya budaya Timur yang senang ngumpul, diterapkan untuk mengatasi kekakuan manajemen Barat, sehingga Design Based Industry-nya Barat, diaplikasikan  oleh industri Jepang dengan melakukan penyempurnaan yang berkesinambungan dengan melibatkan semua orang secara rutin dan terjadwal, yang kemudian disebut dengan Continually-Improved-Based Industry.
            Terdapat beberapa konsep yang menyebabkan industri di Jepang berkembang pesat, diantaranya yaitu;
1.  Prinsip 5 R
Yaitu ringkas, rapi, resik, rawat dan rajin. Banyak sekali yang memandang sepele hal ini, namun apabila dilaksanakan dengan konsisten dan disiplin akan terasa hasilnya yang menajubkan.
2. KAIZEN
Merupakan filosofi kerja yang diturunkan dari hasil sistem pendidikan dan interaksi sosial Jepang yang mengutamakan keharmonisan dan kegiatan bersama.
3.  Produksi berorientasi Proses
Manajemen ini menggunakan siklus SDCA, Standardize-Do-Chek-Action. Sehingga apabila terdapat kesalahan akan diperbaiki dan diikuti dengan pembuatan standard baru yang semakin lama akan semakin sempurna.
4.  Berbicara dengan Data
Budaya Jepang yang menonjol adalah mengidentifikasi masalah, mengumpulkan, menganalisis data dan penyelesaiannya. Beberapa toolnya yang tidak asing bagi kita adalah seven tool (diagram Pareto, Ishikawa, sebar, histogram, peta kendali, grafik dan formulir pemeriksaan)
            Dan masih banyak lagi konsep Jepang yang diadopsi dari Barat. Salah satu yang lainnya adalah Just-in-Time yang dipopulerkan oleh Toyota. Berikut sekilas mengenai Just-in-Time.

JUST-IN-TIME
            Just-in-Time merupakan suatu sistem produksi dengan menggunakan Pull System, yaitu material dan komponen ditarik dari belakang pabrik ke arah depan hingga menjadi produk jadi. Berbeda dengan sistem Barat yang pada umumnya menganut Push System, yaitu material dan komponen dibuat dan setelah itu dikirim ke tempat proses selanjutnya (terkadang sebelumnya diletakkan di suatu tempat sebagai persediaan), pendorongan ini dilakukan berdasarkan jadwal.

Sistem produksi Jepang ini, mempunyai filosofi dasar memperkecil kemubaziran (Eliminate of Waste). Bentuk-bentuk kemubaziran tersebut antara lain;
1.  Waktu
    Misalnya ada pekerja yang menganggur, mesin yang menganggur, waktu material handling yang tidak efisien, jadwal produksi yang tidak ditepati, keterlambatan material, botleneck dan lain-lain.
2.  Material
    Terlalu banyak scrap, banyak terjadi kerusakan, material yang usang, material yang hilang dan lain-lain.
3.  Manajemen
    Terlalu banyak karyawan, mis-informasi antar departemen, overlaping penugasan dan lain-lain.

            Dikarenakan di Jepang, resource sangatlah terbatas, maka prinsip efisiensi, efektifitas dan produktivitas perlu ditegakkan. Maka strategi yang dilaksanakan adalah;
1.  Hanya memproduksi jenis produk yang diperlukan
2.  Hanya memproduksi produk sejumlah yang dibutuhkan
3.  Hanya memproduksi produk pada saat diperlukan

Tujuan dari sistem produksi Just-in-Time adalah memproduksi dengan kualitas (Quality) terbaik, ongkos (Cost) termurah dan pengiriman (Delivery) pada saat yang tepat, disingkat QCD. Kiat agar tujuan tersebut dapat berjalan dengan baik adalah;
1.      Pengendalian kuantitas
Dilakukan dengan sistem informasi yang baik, yang disebut dengan Kanban, termasuk dengan suplier dan konsumen yang pasti dan tepat waktu. Sehingga dengan adanya komunikasi yang baik tersebut diharapkan dapat mengurangi inventory order lead time, yang ujung-ujungnya konsep zero inventory dapat tercapai.
2.      Pengendalian kualitas
Untuk mencapai zero defect, maka departemen pengendalian kualitas (QC) ditiadakan, yang ada adalah Quality Assurance, sehingga pekerja diberi kewenangan untuk tidak memberi hasil produk yang tidak baik ke proses selanjutnya.
3.      Memanusiakan manusia
Terdapat tiga cara, dalam melaksanakannya, yaitu, Otonomi, Flexibility dan Creativity. Contoh flexibility adalah memungkinkan pekerja untuk melakukan subtitusi kerja apabila terjadi kejenuhan dalam bekerja. Keuntungan lainnya yang didapat adalah koordinasi yang baik karena setiap karyawan akan mengerti keterkaitan-nya dengan tugas-tugas rekan yang lain. Sehingga dengan demikian akan dimungkinakan munculnya creativity dari karyawan yang dapat disalurkan melalui brainstorming.

Hal Penting dalam Penerapan Just-in-Time di Toyota
1.      ANDON
Ketika operasi berjalan normal, maka lampu akan menyala hijau. Ketika pekerja membutuhkan bantuan karena sesuatu pada line kerja, maka lampu akan menyala kuning. Jika line kerja berhenti dan membutuhkan perbaikan dari masalah maka lampu akan menyala merah.
2.      AUTONOMATION (AUTONOmous operATION)
Otomasi dengan sentuhan manusia atau mentransfer kecerdasan manusia kepada mesin.
3.      BAKA-YOKE (Fool Proofing)
Inovasi harus dibuat dengan peralatan yang dirancang dengan mencegah kesalahan. Konsep tersebut diterjemahkan sebagai berikut;
-        Jika terjadi kesalahan pada pekerja, maka material tidak dapat digunakan dengan tool.
-        Jika material salah, maka mesin tidak akan berjalan.
-        Jika pekerja melakukan kesalahan, maka mesin tidak akan melakukan proses.
-        Jika terdapat langkah yang terlewat, maka proses selanjutnya tidak akan dimulai

Contoh sederhana dari penerapan BAKA-YOKE adalah, apabila kita memasukkan disket terbalik, maka disket tersebut tidak dapat masuk ke dalam CPU.

gambar 2. pemasukan disket yang terbalik

4.      REAL CAUSE
Didalam penyebab dari suatu masalah, penyebab sebenarnya adalah tersembunyi.
5.      VISUAL CONTROL (Management of Sight)
Berkaitan dengan otonomi atau kewenangan pekerja untuk menyatakan produk yang dihasilkan cacat atau tidak.

Beberapa perbedaan Just-in-Time dengan pemikiran Barat yaitu, di industri Barat, digunakan safety stock untuk beberapa tujuan, namun dalam Just-in-Time, idealnya adalah tidak ada buffer stock, sehingga jika terdapat kesalahan, operasi akan berhenti total sehingga dapat diketahui dengan cepat akar kesalahan dan juga semakin cepat pula penyelesaian permasalahan tersebut (Marc J. Schiederjans, 1993).


Ilustrasi

Berikut merupakan tulisan dari Kristianto Jahja (KAIZEN Institute) yang menceritakan pengalamannya mengenai penerapan Just-in-Time.

Pada sekitar 1994, saya bertugas di sebuah pabrik komponen di  kota kecil Bissingen (dekat Stutgart) di Jerman, sebuah projek Kaizen dari sebuah jalur produksi yang menghasilkan produk penghapus kaca (wiper). Ini adalah perubahan cara berproduksi  dari aliran produk yang "jumbled"  menjadi aliran produksi  mengikuti konfigurasi "U". Sebelumnya ada berbagai komponen yang  dibuat di mesin-mesin terpisah untuk kemudian dirakit pada satu  jalur. Seperti umumnya industri Jerman yang punya standard bagus, wadah komponen pun harus mengikuti standard, komponen harus ditempatkan ada palet keranjang yang dikenal dengan DB-standard  (Deutsche Bahn, kereta api). Tentu jumlah per batchnya besar  sekali (mungkin lebih dari 2000), akibatnya perakitan akhir  terdapat banyak palet yang menyita tempat kerja. Kami melakukan  bedah proses, di mana mesin-mesin yang saling berhubungan itu dilakukan re-layout diurutkan mengikuti aliran produk.  Konfigurasi aliran itupun diatur dengan bentuk "U", Lima proses  dengan mesin-mesin yang tidak terlampau besar (seperti mesin  punch, press hidraulis, notcher dsb.) digabungkan dalam satu sel  manufaktur. Satu orang karyawan ditugaskan untuk melakukan semua siklus kerja secara berurutan, sehingga dia harus berjalan dari  satu mesin ke mesin berikutnya, dan  produk diselesaikan satu demi satu, langsung sampai jadi (one piece flow). Jelas ini harus  dilakukan dengan sikap berdiri. Dengan cara ini kami menghapuskan  banyak pekerjaan yang tak perlu terutama pada segi material handling dan barang setengah jadi, aliran produk pun menjadi terkendali disesuaikan dengan  kebutuhan/permintaan konsumen. Ini adalah JIT, yang intinya bukan bukan sekadar mengurangi stock  saja, tapi membenahi cara berproduksi (produktivitas per karyawan  meningkat sekitar 48%).
Contoh Production Line U

            Berikut juga merupakan cerita mengenai penerapan Just-in-Time (yang disebut dengan MAN, Material as Needed) pada motor gede Harley Davidson di Amerika  (sutrisno, 2002).

Pukulan balasan dari kemajuan industri Jepang yang mendasari diri dengan filosofi industri Just-In-Time sangat berat dirasakan oleh industri Amerika pada tahun 1980-an. Harley Davidson yang telah memasuki usia 80 tahun, antara tahun 1981-82 menderita rugi demikian parah karena datangnya empat pesaing industri Jepang, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Kerugian ini akibat dari kekecewaan pelanggan sebelumnya pada produk Harley Davidson yang dianggap terlalu mahal, dan juga pelayanan purna jual yang dikenal tidak memuaskan.  Penerapan JIT membuat perusahaan ini sehat kembali. Antara tahun 1982-86 terjadi perbaikan kinerja, produktivitas karyawan naik 50 %, pengerjaan ulang turun 80 %, biaya garansi turun 46 %. Perusahaan sepeda motor ini mulai untung kembali sejak 1983 (Dilworth, 1989). Pada perusahaan-perusahaan yang lain terjadi pula perubahan yang spektakuler. Perubahan-perubahan tersebut meliputi, average lead time reduction 90%, inventory turun 35 - 79%, change-over time turun 75-94%, harga material yang dibeli turun 6-11%, cost of quality turun 26-63%.

            Masih banyak lagi penggunaan Pull System di berbagai perusahaan, selain Toyota dengan Just-in-Time-nya, perusahaan lain adalah Hewlett Packard dengan Stockless Production-nya, Westinghouse dengan MIPS, Minimum Inventory Production System-nya, atau juga perusahaan lainnya dengan nama Lean Manufacturing dan sebagainya.

SUMMARY
Tujuan dari penggunaan Just-in-Time adalah melakukan perbaikan bersama-sama secara terus-menerus sehingga akan didapatkan pengurangan beberapa macam pemborosan. Jika dibandingkan dengan Push System, maka akan didapatkan pemborosan karena over produksi. Meskipun kemungkinan permintaan yang didapatkan pertama kali sedikit (kelemahan Just-in-Time adalah ketiadaan demand), namun hasil yang didapat adalah pengurangan inventory sekaligus peningkatan kualitas. Less is more.

Referensi:
Philip E Hicks (1994) Industrial Engineering and Management: A New Perspective, Mc Graw Hill, New York
Marc J. Schniederjans (1993) Just in Time Management, Allyn & Bacon
Sutrisno Eddy, ( Tokoh-Tokoh Industri, Intimedia&Ladang Pustaka, Jakarta
Dick Locke (1996)  Global Supply Management, Mc Graw Hill, USA
Dr. Ir. Sutrisno MSME (2002) Industri Manufaktur Amerika, Jepang, Korea & Menggagas Pengembangan Industri & Teknologi Indonesia
Taiichi Ohno (1988) Toyota Production System, Productivity Press, Portland, Oregon
Norman Bodek, Just In Time, Toyota Production System & Lean Manufacturing, http://www.strategosinc.com/just_in_time.htm
William Patrick Hendrickson, Lean Manufacturing (Just in Time), http://members.aol.com/williamfla/jit.htm

11th Anniversary


LOVE IS TRUSTING
Itu adalah sari pati yang dapat dipetik dari 11 tahun perjalana cinta kita berdua. TRUSTING, saling percaya dan saling memberi kepercayaan. Tanpa ada rasa TRUST, kita berdua akan senantiasa dihinggapi rasa curiga dan tidak nyaman.

UNDECENNIAL or STEEL
Jika diistilahkan atau disimbolkan, anniversary ke-11 itu adalah STEEL, baja. Yang men-siratkan hubungan antara 2 insan manusia yang kokoh dan tangguh (kuat dan ulet) seperti baja, yang semestinya tidak akan memudarkan dan meretakkan hubungan kita.

Our anniversary is a time to look back at the good times and a time to look ahead to live our dreams together.

Thursday, October 4, 2012

Tweet Inter Milan


Lawan Neftci di UEFA Europa League, Inter Milan wajib menunjukkan tren positif kemenangannya