Saturday, February 18, 2012

Kodok Raksasa di Jember


Jalan-jalan kali yang saya rekomendasikan adalah daerah pantai. Memang bukan di Bali yang sangat terkenal secara internasional. Tapi pasirnya putih. Memang juga bukan pantai pasir putih di Situbondo yang terkenal. Tapi ini adalah pantai selatan di kota Jember.


 1329552171349487049

Jember adalah kota di Timur pulau Jawa. Luas kota Jember adalah 2.948,87 km2.Dengan total penduduk adalah sekitar 2.332.000 jiwa. Untuk mencapai kota Jember, rute yang dapat dicapai adalah dari arah Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Lumajang - Tanggul - Jember - Ambulu - Lokasi Pantai Watu Ulo. Atau tepatnya didesa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu. Jaraknya kurang lebih 32 km dari kota Jember.

Ada hal yang unik di pantai ini. Pertama adalah Watu Ulo, dalam bahasa Indonesia artinya Batu Ular. Konon dikisahkan ada seekor ular yang bertapa, dan kemudian menjadi batu, dimana ekornya berada di pantai Jember dan kepala berada di Banyuwangi.

Dan yang menarik lainnya adalah Tanjung Papuma. Di pantai dengan pasir yang putih ini selain kita bisa bermain pasir dan berenang, juga kita dapat menyaksikan 2 batu karang besar yang sangat besar (perhatikan foto).

Jadi catat saja di agenda untuk liburan panjang nanti.

@taufanyanuar

Batu Kodok Raksasa


Jalan-jalan kali yang saya rekomendasikan adalah daerah pantai. Memang bukan di Bali yang sangat terkenal secara internasional. Tapi pasirnya putih. Memang juga bukan pantai pasir putih di Situbondo yang terkenal. Tapi ini adalah pantai selatan di kota Jember.


1329552171349487049

Jember adalah kota di Timur pulau Jawa. Luas kota Jember adalah 2.948,87 km2.Dengan total penduduk adalah sekitar 2.332.000 jiwa. Untuk mencapai kota Jember, rute yang dapat dicapai adalah dari arah Surabaya - Pasuruan - Probolinggo - Lumajang - Tanggul - Jember - Ambulu - Lokasi Pantai Watu Ulo. Atau tepatnya didesa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu. Jaraknya kurang lebih 32 km dari kota Jember.

Ada hal yang unik di pantai ini. Pertama adalah Watu Ulo, dalam bahasa Indonesia artinya Batu Ular. Konon dikisahkan ada seekor ular yang bertapa, dan kemudian menjadi batu, dimana ekornya berada di pantai Jember dan kepala berada di Banyuwangi.

Dan yang menarik lainnya adalah Tanjung Papuma. Di pantai dengan pasir yang putih ini selain kita bisa bermain pasir dan berenang, juga kita dapat menyaksikan 2 batu karang besar yang sangat besar (perhatikan foto).

Jadi catat saja di agenda untuk liburan panjang nanti.

@taufanyanuar

Sunday, February 12, 2012

Bebek Sinjay

Kali ini aku mendapat tugas keluar kota atau mungkin tepatnya adalah keluar pulau. Yaitu ke kota Pamekasan, pulau Madura. Setelah menyelesaikan tugas dengan baik dan benar, tiba lah saat kembali ke Surabaya. Dikarenakan perjalanan cukup menyita waktu lama, yaitu sekitar 2 jam, maka lebih baik ‘membunuh’ waktu dengan tidur sambil diiringi musik.

Setelah 2 jam berlalu, ternyata perut mulai ‘bernyanyi’. Muncul sinyal dari perut ke otak lalu ke mata untuk mencari tempat makan. Lalu dipilihlah bebek Sinjay, yang katanya enak. Konon katanya ada seorang temannya kawan yang dari Jakarta naik pesawat hanya demi makan bebek fenomenal ini.

Lalu dari Bangkalan setelah bertanya di pinggir jalan, dapatlah alamatnya yaitu di Jl. Raya Ketengan No. 45 Burneh, sekitar 4 - 5 km dari persimpangan lampu merah.
Awalnya kita pikir ini warung pasti milik orang India, Sinjay, mungkin masih saudara dengan Vijay dan semacamnya. Eeeeh, ternyata Sinjay itu adalah akronim dari Sinar Jaya.

Dan akhirnya ketemu juga warungnya. Parkir dulu.

Cara pemesanannya, sebelum memesan menu, kita harus mengantri untuk mendapatkan nota pesanan sekaligus melakukan pembayaran tunai. Setelah itu kita baru bisa mengantri untuk menukar nota pesanan dengan bebek Sinjay. Cukup unik.


13289992451092153225

Dan akhirnya yang dinanti-nanti tiba juga. Piring dengan nasi dengan bebek dan sambel. Itu saja. Kemudian secubit daging bebek terus dicolekkan sedikit ke sambel, dan….waaaaah mak nyus kalau kata Pak Bondan. Sepakat, memang enak rasanya.

Apalagi sambel yang digunakan juga unik, yaitu uleg-an cabe dioplos dengan mangga muda. Wah, saat menulis ini jadi ngiler lagi, he3x. Btw, memang menu kuliner yang satu ini patut dicoba.


@taufanyanuar

Saturday, February 11, 2012

Hal Unik Memelihara Kucing


1328911505433968541

Hampir tiap malam, dirumah sebelum tidur selalu menyiapkan perangkap tikus. Dengan perangkap lauk dari sisa makan malam. Terkadang ayam, kepala ikan bahkan tahu tempe juga pernah. Sebelumnya juga pernah menggunakan racun tikus, tapi kemudian dihentikan, takutnya malah di makan oleh anak-anak yang masih balita, dikiranya nanti tempe bacem.

Sebenarnya menggunakan perangkap tikus juga kurang aman, tidak bisa membayangkan jika kaki atau tangan terjepit perangkap tikus. Perangkap makan tuan namanya.
Cara paling aman untuk membasmi tikus adalah dengan memelihara predatornya. Yaitu pus meong, kucing.

Menurut penelitian tahun 1997 di Inggris mengungkapkan, seekor kucing rumahan rata-rata membawa pulang 11 ekor hewan mati — tikus, burung, katak, dsb — dalam waktu enam bulan. Itu berarti 9 juta kucing membunuh hampir 200 juta binatang liar per tahun.

Sedangkan di Selandia Baru, sebuah penelitian tahun 1979 menemukan fakta bahwa ketika kucing di sana hampir punah, populasi tikus meningkat cepat sebesar empat kali lipat.
Jika tikus bisa dibasmi dengan racun, perangkap atau pun kucing, nah jika tikus koruptor dengan apa ya?

@taufanyanuar

Ayo Pelihara Kucing


1328911505433968541

Hampir tiap malam, dirumah sebelum tidur selalu menyiapkan perangkap tikus. Dengan perangkap lauk dari sisa makan malam. Terkadang ayam, kepala ikan bahkan tahu tempe juga pernah. Sebelumnya juga pernah menggunakan racun tikus, tapi kemudian dihentikan, takutnya malah di makan oleh anak-anak yang masih balita, dikiranya nanti tempe bacem.

Sebenarnya menggunakan perangkap tikus juga kurang aman, tidak bisa membayangkan jika kaki atau tangan terjepit perangkap tikus. Perangkap makan tuan namanya.
Cara paling aman untuk membasmi tikus adalah dengan memelihara predatornya. Yaitu pus meong, kucing.

Menurut penelitian tahun 1997 di Inggris mengungkapkan, seekor kucing rumahan rata-rata membawa pulang 11 ekor hewan mati — tikus, burung, katak, dsb — dalam waktu enam bulan. Itu berarti 9 juta kucing membunuh hampir 200 juta binatang liar per tahun.

Sedangkan di Selandia Baru, sebuah penelitian tahun 1979 menemukan fakta bahwa ketika kucing di sana hampir punah, populasi tikus meningkat cepat sebesar empat kali lipat.
Jika tikus bisa dibasmi dengan racun, perangkap atau pun kucing, nah jika tikus koruptor dengan apa ya?

@taufanyanuar

Friday, February 10, 2012

If Tommorow Never Come


1328822804497199041

Hari minggu siang hari, aku dan Rafa, anak pertamaku ku ajak untuk pergi mengambil hasil kertas cetakan di digital printing.  Dan seperti biasa sebelum pergi selalu menyempatkan beli bekal di minimarket terdekat, di jalan Kenjeran. Setelah beberapa lama mengambil snack, kita kembali ke mobil.

Waduh, sudah terasa amat panas di dalam mobil. Padahal belum 10 menit. AC mobil pun digeber ke angka-2.

Setelah kembali dari tempat digital printing Klampis, kita kembali ke rumah. Di lampu merah perempatan Kenjeran-Suramadu, ampuuun lamanya. Mungkin kita terkena 5x lampu merah. Masing-masing 1 sesi lampu merah adalah 120 detik lampu merah dan 30 detik lampu hijau, jadi total 750 detik. Lebih dari 12 menit!

Gara-garanya banyak motor yang melewati garis lampu merah. Sehingga menyebabkan jalur menjadi lebih sempit bagi pengguna jalan dari arah kanan, dan yang kedua saat lampu sudah menyala hijau,  motor-motor yang berada didepan melewati garis lampu merah ini masih melamun, tidak menarik gas. Karena mereka tidak tau, lampu apa statusnya.

Aduuh panas. Meski pakai AC tapi masih terasa panas.
Tiba-tiba jadi terbayang, bagaimana kalau di neraka nanti, lha panas yang seperti ini aja sudah terasa tidak enak. Eh, tiba-tiba juga di radio SS 100, diputar lagu dari Ronan Keating “If Tommorow Never Come”. 

Wah, bagaimana jadinya ya.


@taufanyanuar

Yang Muda Mabuk, Yang Tua Korup


Yang muda mabuk, yang tua korup 2x
Korup terus, mabuk terus
Jayalah negeri ini, jayalah negeri ini
(Merdeka…!!)

Sepenggal lirik lagu dari Ahmad Band yang digawangi oleh , Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Pay Siburian, Bonky, and Bimo Sulaksono pada tahun 1998-an, 14 tahun yang lalu, terasa masih cocok saat ini. Belum lama kita baca dan dengar kasus Xenia Maut yang dikendarai oleh Apryani yang sampai menabrak 12 pejalan kaki di Tugu Tani. Gara-garanya, mabuk. 
Mabuk dengan menggunakan sabu dan ekstasi

Terakhir disusul berita terdapat pilot Sjaiful Salam yang tertangkap tangan sedang mabuk dengan sabu di hotel Garden Palace Surabaya. Ngerinya, hal ini dilakukan 3 jam sebelum tinggal landas di Bandara Juanda.

Bayangkan saja, gampang-gampangan saja, sopir yang mengendarai kendaraan di darat, yang masih menyentuh tanah saja berbahaya terbukti dengan jumlah korban yang ‘dihasilkan’, apalagi pilot yang mengendarai pesawat, tentu lebih berbahaya. Sudah fly ditambah nge-fly lagi.

Mari kita sebagai generasi muda agar hidup sehat dengan NO DRUGS.
Korupsi Wisma Atlet di Palembang sebesar Rp 30 miliar dan $ 5 juta yang dilakukan pejabat dan petinggi negara sangat menyesakkan dada. Di saat wajib pajak susah-susah bekerja kemudian menyisihkan uang untuk membayar pajak, dengan harapan jalan-jalan yang akan dilalui bisa mulus, tanpa lubang-lubang sehingga lancar, atau dengan harapan lampu penerangan di jalan sehingga bisa nyaman atau orang miskin bisa berobat dengan gratis dan sekolah bisa gratis, itu hanyalah sebatas mimpi.

Itu masih sebatas milyar. Nah apalagi penyelengan uang untuk dana talangan bank Century sebesar 6.7 trilyun, dimana kabarnya pengadilan saja bisa membuktikan adanya korupsi yang dilakukan para pemilik yang mencapai Rp 3,1 triliun.

Mari kita sebagai calon generasi tua nanti, agar hidup jujur dengan NO CORRUPTION.

No Drugs No Corruption


@taufanyanuar

Tuesday, February 7, 2012

Ada Apa dengan Cinta? (2002)


Artikel Ada Apa dengan Cinta? ini ditulis pada 7 Februari 2012 setelah 10 tahun film Ada Apa dengan Cinta? ditayangkan, yaitu tepatnya pada tanggal 7 Februari 2002, saat itu merupakan 3.5 bulan aku dan pacarku (status saat itu adalah pacar, status saat ini adalah istri). Saat itu aku nonton Ada Apa dengan Cinta? di Galaxy Mall Surabaya. Bisa dibilang ini merupakan film Indonesia pertama yang aku tonton bersama pacarku.

Film Ada Apa dengan Cinta? menandai kebangkitan kembali dunia perfilman Indonesia. Sehingga generasi 90-an yang menonton film ini pasti sangat mengena dihati hingga kapan pun. Dikarenakan ceritanya yang sederhana untuk dilihat dan simple untuk diikuti.

Tidak rumit dan kompleks seperti sinetron yang ada di TV. Sehingga film Ada Apa dengan Cinta?merupakan bentuk tontonan yang segar bagi pemirsa terutama bagi penikmat film di Indonesia.

Cerita Ada Apa dengan Cinta? cukup bersahaja yaitu cinta anak SMA yang bernama cinta yang galau dan bimbang terhadap sosok Rangga. Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan "dingin".

Pertemuan mereka berawal dari sepucuk puisi dari Rangga


TENTANG SESEORANG

Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
Sepi.. sepi.. dan sendiri aku benci

Aku mau bingar.. aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai...
Biar mengaduh sampai gaduh..

Ada malaikat menyulam
Jarring laba laba belang di tembok
Keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja..
Loncengnya..
Biar terdera

Atau aku harus lari ke pantai
Belok ke hutan


Selain Rangga, Cinta pun jago bikin puisi. Berbeda 180% dengan isi tema pusis Rangga yang berkutat pada jati diri, puisi Cinta bertemakan keseruan serta keceriaan kehidupan sehari-hari Cinta dan teman-temannya.


AKU INGIN BERSAMA SELAMANYA

Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautan

Tangan kita terikat... bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu

Di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada

Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu

Jiwa ini adalah tandu
Duduk saja... maka akan kita bawa semua

Karena kita adalah satu


Ditengah cerita terjadi konflik antara Cinta dan Rangga beserta teman-temannya. Hingga diakhir cerita Rangga berencana pindah sekolah ke New York, Amerika Serikat. Diberikanlah puisi yang berada di halaman terakhir dari buku catatannya

ADA APA DENGAN CINTA?

Perempuan datang atas nama Cinta
Bunda pergi karena Cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya ?

Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku lihat karya surga
Dari mata seorang hawa

Ada apa dengan Cinta ?

Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untuknya bukan untuk siapa
Tapi untukku…
Karena aku ingin kamu
Itu saja…