Showing posts with label Lonely Day. Show all posts
Showing posts with label Lonely Day. Show all posts

Wednesday, December 4, 2024

Hidup Itu Bukan Soal Lari Kemana-Mana, Tapi Soal Menikmati Dimana Kita Berdiri

Di era modern ini, kehidupan sering terasa seperti sebuah perlombaan tanpa akhir. Semua orang berlomba-lomba untuk mengejar sesuatu — karier, harta, popularitas, atau bahkan validasi dari orang lain. Kita sering merasa bahwa semakin banyak yang kita capai, semakin bahagia kita. Namun, apakah benar hidup hanya soal berlari ke sana kemari, mengejar tujuan tanpa akhir?


Keindahan dalam Berhenti Sejenak

Hidup bukan hanya tentang bergerak maju, tetapi juga tentang memahami dan menikmati momen yang kita miliki saat ini. Ketika kita terus menerus berlari, kita sering melewatkan hal-hal kecil yang sebenarnya membawa kebahagiaan sejati, seperti:
  • Tawa bersama keluarga.
  • Pemandangan matahari terbenam.
  • Percakapan hangat dengan teman lama.

Momen-momen sederhana ini mudah terlewat jika kita terlalu fokus pada hal-hal besar yang ingin dicapai di masa depan.

Kesadaran Akan "Dimana Kita Berdiri"

Menikmati posisi kita saat ini adalah bentuk syukur. Terkadang, kita lupa betapa jauhnya kita telah berjalan. Kita terlalu sibuk melihat apa yang belum dicapai sehingga mengabaikan pencapaian yang sudah ada. Menghargai keberadaan kita di saat ini memberi ruang bagi kita untuk bersyukur atas apa yang telah kita miliki.

Mengapa Berlari Tanpa Henti Tidak Selalu Baik
Ada beberapa alasan mengapa berlari tanpa henti tidak selalu baik, yaitu diantaranya:

Kelelahan Mental dan Fisik
Terlalu fokus pada mengejar tujuan dapat membuat kita kelelahan secara fisik dan mental. Hidup yang terus berlari tidak memberi ruang untuk istirahat, refleksi, dan pemulihan.

Kehilangan Momen Berharga
Jika hidup hanya soal lari, kita berisiko kehilangan momen-momen kecil yang sebenarnya berarti. Kebahagiaan sejati sering ditemukan dalam hal-hal sederhana.

Tujuan yang Terus Bergeser
Ketika satu tujuan tercapai, tujuan baru muncul. Ini bisa menjadi siklus tanpa akhir yang membuat kita merasa tidak pernah puas.

Belajar Menikmati Dimana Kita Berdiri
Untuk itu mari kita mulai belajar menikmati dimana kita berdiri:

Latih Rasa Syukur
Luangkan waktu setiap hari untuk merenungkan apa yang Anda miliki dan apa yang telah Anda capai. Rasa syukur membantu Anda menikmati hidup saat ini.

Hargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Hidup adalah perjalanan, bukan hanya soal sampai di tujuan. Nikmati setiap langkah dan pelajaran yang datang di sepanjang jalan.

Kurangi Banding-Bandingkan Diri dengan Orang Lain
Fokus pada perjalanan Anda sendiri. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menciptakan tekanan yang tidak perlu.

Berhenti Sejenak
Berikan diri Anda waktu untuk berhenti, bernapas, dan menikmati keindahan yang ada di sekitar Anda. Ini bukan tanda kemalasan, tetapi cara untuk menghargai hidup.


Hidup bukan soal seberapa cepat kita bisa sampai ke tujuan berikutnya. Hidup adalah tentang bagaimana kita menikmati setiap langkah, setiap momen, dan setiap pencapaian kecil. Jadi, berhentilah sejenak. Lihatlah ke sekitar Anda. Rasakan apa yang Anda miliki saat ini. Karena hidup yang paling indah bukanlah hidup yang penuh pelarian, melainkan hidup yang penuh kesadaran.

Monday, May 13, 2024

Membeli Buku Tanpa Membaca

Tsundoku, istilah dari Jepang yang merujuk pada kebiasaan membeli buku lalu menumpuknya tanpa pernah membaca. Kata ini berasal dari dua kata: "tsunde-oku" yang berarti 'menumpuk untuk nanti' dan "dokusho" yang berarti 'membaca buku'. Jika digabungkan, tsundoku menggambarkan tindakan membeli buku dan menumpuknya dengan harapan akan membacanya nanti, namun sering kali tidak pernah terjadi.

Istilah ini sudah ada sejak zaman Meiji (1868-1912). Pengajar dari University of London, Andrew Gerstle, menemukan bahwa istilah tsundoku pertama kali muncul dalam teks berbahasa Jepang pada tahun 1879, yang menunjukkan bahwa kebiasaan ini sudah ada sejak lama.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami tsundoku. Salah satunya adalah dorongan yang kuat untuk memiliki buku baru, yang sering kali didorong oleh minat atau keingintahuan. Namun, dalam banyak kasus, waktu untuk membaca tidak selalu sejalan dengan waktu untuk membeli, sehingga buku-buku tersebut akhirnya menumpuk.

Meskipun dorongan untuk membeli buku tetap kuat, dorongan untuk membaca kadang menurun. Akibatnya, buku-buku yang dibeli sering kali hanya menumpuk di meja atau rak tanpa pernah dibaca.

Tsundoku sering disamakan dengan bibliomania, tetapi keduanya sebenarnya berbeda. Bibliomania adalah kebiasaan mengumpulkan buku secara obsesif tanpa mempedulikan apakah buku-buku tersebut akan dibaca atau tidak. Orang yang mengalami bibliomania memiliki niat utama untuk mengoleksi buku sebanyak mungkin.

Sebaliknya, tsundoku lebih berfokus pada niat awal untuk membaca buku-buku yang dibeli, meskipun akhirnya tidak terlaksana. Seseorang dengan tsundoku biasanya membeli buku dengan harapan akan membacanya nanti, tetapi karena berbagai alasan, buku-buku tersebut hanya menumpuk.

Kebiasaan tsundoku ini tidak selalu negatif, tetapi penting untuk diingat bahwa tujuan membeli buku seharusnya adalah untuk membaca dan mendapatkan manfaat dari isinya.

Membaca buku dapat memberikan banyak manfaat, mulai dari pengetahuan baru hingga hiburan. Jadi, alih-alih membiarkan buku-buku menumpuk dan lapuk, cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca. 

Selain tsundoku dan bibliomania, ada beberapa istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis pecinta buku:

  1. Bibliophile: Seseorang yang sangat mencintai dan merawat buku. Mereka menikmati membaca dan mengoleksi buku.
  2. Bibliotaph: Orang yang mengoleksi dan menyimpan buku dengan sangat hati-hati, sering kali menyembunyikannya agar tidak rusak atau dipinjam orang lain.
  3. Abibliophobia: Ketakutan akan kehabisan bahan bacaan. Orang dengan abibliophobia merasa cemas jika tidak memiliki buku yang belum dibaca.
  4. Bibliognost: Seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang buku, termasuk isi dan daftar pustakanya.
  5. Bookworm: Seseorang yang sangat suka membaca, tetapi tidak selalu suka mengoleksi buku.
  6. Omnilegent: Orang yang membaca semua genre buku tanpa diskriminasi.
  7. Librocubicularist: Seseorang yang suka membaca buku di tempat tidur.

Dengan memahami berbagai jenis pecinta buku, kita bisa lebih mengenali kebiasaan membaca kita sendiri dan mencari cara untuk meningkatkan pengalaman membaca kita.


Sumber :

https://deepublishstore.com/blog/julukan-bagi-penggemar-buku/

https://bobo.grid.id/read/081884720/sering-membeli-buku-tapi-tidak-dibaca-wah-ternyata-ada-istilahnya?page=all

https://www.kompas.com/tren/read/2022/06/21/112421465/terpapar-virus-tsundoku-membeli-banyak-buku-tapi-tak-membacanya?

Saturday, October 16, 2021

Every Ending is Beginning

Every ending is always a new beginning. 

Ketika sesuatu berakhir, sesuatu yang baru akan dimulai dan awal yang baru selalu merupakan peluang baru. Belajar melihat akhir dari sesuatu sebagai kesempatan daripada melihatnya sebagai hukuman akan membantu mengubah seluruh pengalaman hidup kita.

Setiap akhir yang dialami berarti sesuatu yang lebih baik akan datang. 

Jika hidup tidak pernah ada akhir dan perubahan, maka artinya kita hanya jalan di tempat. Kita pun bisa berada di tempat saat ini berada karena ada sesuatu di masa lalu telah berubah. Hal ini berlaku pada hubungan, pekerjaan, dan lain-lain.

Jadi jangan pernah melihat akhir dari sesuatu sebagai akhir dari segalanya.

The Journey from Breaking Up to Moving On

Memang jika dipikirkan saat-saat ketika sesuatu berakhir, akan sangat sulit untuk melihat awal yang baru sebagai peluang baru. Wajar jika kita akan melihat hal tersebut sebagai akhir yang menyakitkan, kesedihan dan frustrasi.

Akan selalu ada peluang baru yang tersembunyi.

Kuncinya adalah dengan menjalani hidup di masa sekarang.

Kita harus memfokuskan semua energi kita bukan untuk mencoba mengubah masa lalu kita, tetapi untuk memfokuskan semua energi kita dalam menciptakan momen kita saat ini demi masa depan yang cerah. 

Ketika sebuah pintu tertutup, maka pintu yang lain akan terbuka. 


Let’s look at this another way.

Ketika satu bab berakhir, bab lain baru saja dimulai. Oleh karena itu, kita tidak boleh fokus pada bab yang lama, namun sesegera mungkin menulis pada bab baru. Bab baru akan selalu dimulai dengan kertas dan halaman yang kosong.

Jadi, ikhlaskan dan lepaskan lah apa yang hilang.

Hidup yang selalu berubah akan membuat hidup kita akan begitu kaya dan indah. Gunakan kanvas yang baru yang masih kosong ini untuk menciptakan lukisan baru yang lebih indah yang akan membawa kita kepada kehidupan yang membawa kita pada kebahagiaan dan kegembiraan.

Tuesday, October 13, 2020

Framing

Dalam fotografi, agar dapat menghasilkan foto atau video yang berkualitas, salah satu teknik yang harus dikuasai adalah teknik framing videografi, yaitu teknik yang mengharuskan videografer mengambil gambar dengan menentukan ukuran gambar sesuai kebutuhan video/ film yang digarap. 

Tidak hanya foto, berita juga mengenai istilah framing.

Framing adalah pendekatan untuk melihat bagaimana realitas itu dibentuk dan dikonstruksi oleh media. Tujuannya adalah untuk menonjolkan aspek tertentu dari realitas oleh media dengan menempatkan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga isu tertentu mendapatkan alokasi lebih besar dari isu yang lain.

Dengan framing maka sebuah peristiwa akan dibingkai untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan wartawan atau media massa ketika menyeleksi isu dan menulis berita.

Sehingga framing menjadi sebuah metode penyajian realitas di mana kebenaran tentang suatu kejadian tidak diingkari secara total, melainkan dibelokkan secara halus, dengan memberikan penonjolan pada aspek tertentu.

Penonjolan aspek-aspek tertentu dari isu berkaitan dengan penulisan fakta. Ketika aspek tertentu dari suatu peristiwa dipilih, bagaimana aspek tersebut ditulis. Hal ini sangat berkaitan dengan pamakaian diksi atau kata, kalimat, gambar atau foto, dan citra tertentu untuk ditampilkan kepada khalayak.


Sumber :

https://infotografi.com/camera-framing-videografi/

https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-pembingkaian-berita-atau-framing/14934/2

https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_framing

Tuesday, January 18, 2011

#2

The Fly - #2

Pernah aku rasakan damai relung jiwa
Yang s’lalu menjauhi diri ini
Jika semua t’lah pergi namun tiada berarti
Akan kuhadapi semua ini...

Oh cinta yang terasa sirna dari hatiku yang sepi
Semakin merajah membuatku tertawakan jalan hidupku ini
Oh terlerai dan sirnalah sunyiku ini.. wo.ho.oo..

Pernah kau janji suci namun tiada berati
Haruskah kau berlari takkan mati
Rasa dicabik luka kau palingkan muka
Aku tak mengerti semua ini...

Oh cinta yang terasa sirna dari hatiku yang sepi
Semakin merajah membuatku tertawa kan jalan hidupku ini
Oh terlerai dan sirnalah sunyiku ini
Diriku menyadarinya, takkan pernah ada cinta

Monday, January 18, 2010

Biarkan Aku Bebas

Mr Q - Biarkan Aku Bebas

Berkaca pada masa lalu
Tak ku ulangi kesalahan kedua kali
Waktu tlah mendewasakan driku
Katakan aku tlah siap hadapi dunia oh ..

Semakin jauh aku berlari
Seperti seisi dunia tersenyum kepadaku
Kuingat aku cuma manusia biasa
Tapi kuyakin kuraih masa depanku

Biarkan aku berjalan di jalanku
Yang kuyakini terbaik buatku
Walau penuhi aku dengan materi
Tapi bukan itu yang aku cari oh ..

Kutahu manusia tak sama
Kurasa yang terbaik berbeda untukmu
Tapi jangan buat aku sepertimu
Biarkanlah aku bebas di awan

Ku kayuh bahteraku
Melewati karang
Sampai berakhir waktu
Ku tiba di tujuan

Biarkan ku berjalan di jalanku
Yang kuyakini terbaik buatku
Walau kau beri seisi dunia
Yang kuinginkan hanyalah kebebasan

Sunday, January 18, 2009

Biarkanlah

Anang - Biarkanlah
 
Biarkanlah kutentukan jalanku
Biarkanlah kutentukan sikapku
Kini kuingin menikmati duniaku
Mungkinkah kau mengerti akan aku

Lebih baik tinggalkan ku sendiri
Bosan diriku meredam emosi
Jalan hidup yang engkau tawarkan
Kurasakan itu bukan jalanku

Biarkanlah kubegini ini hidupku
Biarkanlah kubegini ini mauku
Biarkanlah kubegini ini jalanku

Kau datang lagi mencoba untuk merubah
Jalan hidupku yang tengah kutempuh
Lupakan saja kutak mungkin mengalah
Simpanlah semua mimpi padamu

Takkan menyerah aku arungi hidup ini
Walau kau datang sejuta prahara
Kuyakin hidup kan berganti cerita
Lupakan kisah cinta kita Oh

Friday, January 18, 2008

Petuah Bijak

Dewa 19 - Petuah Bijak

Sahabatku coba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satu pun yang berarti

Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu

Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan jejak langkahmu

Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur

Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan jejak langkahmu

Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur

Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur

Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur

Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan

Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan

Terangkan hari
Tegakkan langkahmu
Sinari cita
Tancapkan asa
Lepaskan diri dari belenggu ini

Thursday, January 18, 2007

Beri Aku Arti

Padi - Beri Aku Arti

Menjumpai hari suasana sepi
Menikmati nafas alam tak berasa
Beragam warna terbayang sekilas
Menyingkirkan luka tanpa diminta

Pernahkah ku sadar tanpa itu semua
Dalam terang surya selalu terjaga
Memahami makna arti kenyataan
Keremangan senja selipkan hampa

Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda

Memalingkan wajah acuhkan muka
Menyamakan arti bukan suara hati
Ingin berbicara hasrat pengungkapan
Masih pantaskah aku di sampingmu

Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda,

tak ingin berbeda,
tak ingin berbeda.
ohh, , uuu, , ohhh

Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda

Tak ingin berbeda
Tak ingin berbeda

semakin menjauh, ,,
semakin menjauh, ,
semakin menjauh, , uhhh

Wednesday, January 18, 2006

Lonely Day

Phantom Planet - Lonely Day

I could tell from the minute I woke up
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day
Rise and shine, rub the sleep out of my eyes
I try to tell myself I can't go back to bed
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day

Even though the sun is shining down on me
And I should feel about as happy as can be
I just got here and I already want to leave
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day

Everybody knows that somethings wrong
But nobody knows what's going on
We all sing that same old song
When you want it all to go away
Its shaping up to be a lonely day

I could tell from the minute I woke up
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day
It was going to be a lonely lonely lonely lonely day

Everybody knows that somethings wrong
But nobody knows what's going on
We all sing that same old song
When you want it all to go away
Its shaping up to be a lonely day

Related Posts