Thursday, June 29, 2017

Menara Kudus

Selain makam Raden Umar Said atau Sunan Muria, tujuan wisata religi di kota Kudus ada juga yang lain yaitu makam Syeh Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus. Makam Sunan Kudus terletak di sisi barat kompleks Mesjid Menara Kudus atau Masjid Al Manar atau Masjid Al Aqsa Manarat Qudus.

Lokasi masjid ini dulunya bernama Tajug yang berarti rumah dengan atap berbentuk runcing, setelah Sunan Kudus datang kemudian Tajug diganti menjadi Al Quds yang kemudian menjadi nama Kudus dalam lidah orang Jawa. Sehingga nama Kudus baru dikenal setelah proses pengislaman berlangsung.


Masjid Menara Kudus adalah masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi yang berada di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Yang menjadi unik dan khas Masjid Menara Kudus adalah menara yang mirip bangunan candi sehingga terjadi paduan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Buddhis.

Menara Kudus mempunyai bagian dasar berukuran 10 x 10 m dan tinggi sekitar 18 meter. Area masjid menara Kudus memiliki kapasitas 2.000.

Sunan Kudus atau Ja’far Shodiq ialah putera dari R.Usman Haji yang bergelar dengan Sunan Ngudung di Jipang Panolan (sebelah utara Blora). Sunan Kudus menikah dengan Dewi Rukhil, puteri dari R.Makdum Ibrahim, Kanjeng Sunan Bonan di Tuban. R.Makdum Ibrahim adalah putera R.Rachmad (Sunan Ampel) putera Maulana Ibrahim.

Sunan Kudus dikenal seorang ahli agama, ahli ilmu tauhid, ilmu hadist dan ilmu fiqh. Beliau yang terkenal sebagai “Waliyil Ilmi”. Cara Sunan Kudus menyebarkan agama Islam adalah dengan jalan kebijaksanaan, sehingga mendapat simpati dari penduduk yang saat itu masih memeluk agama Hindu.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Menara_Kudus
http://www.abouturban.com/2016/10/09/masjid-menara-kudus-hasil-akulturasi-budaya/
http://duniamasjid.islamic-center.or.id/104/masjid-menara-kudus/
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/640448-masjid-menara-kudus-akulturasi-islam-hindu-dan-buddha