Monday, November 23, 2015

Metatarsus Adductus

Dua hari terakhir Rafa mengeluh sakit pada sendi pergelangan kaki. Dimulai dari hari minggu pagi setelah bersepeda di pagi hari, awalnya aku pikir dikarenakan pegal sehabis beraktivitas. Namun senin pagi Rafa masih mengeluh sakit. Dan senin sepulang sekolah bertambah sakit.

Akhirnya sepulang dari kantor pukul 18.10 kita pergi ke dokter spesialis Ortopedi untuk memeriksakan kondisi kakinya. Terlebih seminggu terakhir Rafa sering mengeluh kesemutan terutama saat tertidur di mobil.

Pukul 19.50 akhirnya dokter tiba, itu artinya setelah menunggu 1 jam 40 menit. Namun harus antri 4 pasien. Sehingga baru tepat pukul 21.00 diperiksa oleh dokter. Saat diperiksa termasuk saat disuruh jalan, dan untuk memastikan kondisi Rafa disuruh foto rontgen di radiologi.

Untuk foto rontgen pun harus antri, sekitar pukul 21.45 baru kelar. Dengan melihat foto tersebut akhirnya diputuskan bahwa kelainan yang diderita adalah Metatarsus Adductus.


Apa itu Metatarsus Adductus?

Aku mencoba mencari beberapa artikel. Metatarsus Adductus ditemukan oleh Henke pada tahun 1863. Metatarsus Adductus diderita oleh beberapa penderita dengan perbandingan 1:5,000 dari kelahiran. Metatarsus Adductus lebih sering diderita oleh laki-laki, bayi yang lahir kembar, dan bayi yang terlahir prematur.

Metatarsus varus atau istilah yang lebih tepat yaitu metatarsus aduktus adalah deformitas aduktus dari bagian kaki depan (forefoot) terhadap bagian kaki belakang (hind foot). 

Metatarsus Varus atau Adductus adalah keadaan dari forefoot anak yang mengalami adduksi atau deviasi menuju medial, bagian lateral dari kaki konvek, sedangkan untuk medial konkafnya biasanya juga mengalami lipatan kulit yang cukup dalam. Kemudian keadaan dari hindfoot yang berada dalam kondisi netral atau bisa juga valgus pada heel.

Pada penderita biasanya dapat dilihat dari sejarah keluarga dan genetika dimana risiko lebih tinggi bagi mereka dengan kerabat 1st-derajat yang telah adductus metatarsus. Kebanyakan teori yang diterima: adductus metatarsus adalah hasil kemungkinan packing intrauterin ketat.

Kebanyakan anak dengan adductus metatarsus saat lahir tidak memerlukan pengobatan. Terapi yang perlu dilakukan adalah pada usia yang tepat di mana untuk memulai pengecoran biasanya 6-12 bulan. Hal ini sesuai untuk menunggu lebih lama jika orang tua bersedia karena kebanyakan kaki akan meningkatkan secara spontan dengan waktu.

Peregangan kaki dianjurkan untuk pasien dengan deformitas fleksibel. Orangtua dapat melakukan ini peregangan selama perubahan popok. Operasi adalah pilihan, tapi itu jarang ditunjukkan. Hanya untuk anak-anak> 4 tahun yang telah adductus sisa metatarsus


Sumber :
http://indonesian.orthopaedicclinic.com.sg/?p=1135
http://rahayutrinuritasari.blogspot.co.id/2013/10/askep-genu-valgum-dan-genu-varum.html
http://orthopolist.com/apa-itu-penyakit-metatarsus-varus-atau-metatarsus-adductus/
http://www0.sun.ac.za/ortho/webct-ortho/int-rot/internal-rotational-deformities-of-the-lower-limb.html