Thursday, March 28, 2013

Perjalanan Hidup


Dalam hidup akan selalu ada saja yang namanya pendakian yang kan selalu membuat kita berguncang. Yang mungkin membuat seolah-olah kita akan mengalami perjuangan yang berat. Dan yang harus bisa kita terima dengan iklas adalah terkadang kita harus kalah.

Tapi hidup bukanlah sesuatu yang harus kita capai dengan cepat agar kita sampai di tempat tujuan. Hidup bukan hanya tentang apa yang menunggu kita di tempat tujuan. Tapi hidup adalah sebuah tentang proses perjalanan hidup sendiri.




Selalu akan ada gunung lain
Aku akan selalu membuatmu terguncang
Selalu akan menjadi perjuangan yang berat
Kadang-kadang aku akan harus kalah

Ini bukan tentang seberapa cepat aku sampai di sana
Ini bukanlah tentang apa yang menunggu di sisi lain
Ini adalah pendakian

Tuesday, March 26, 2013

Nasi Becek Nganjuk



Nasi becek adalah hidangan khas yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia.

Rasanya cenderung manis berbeda dengan hidangan ala Jawa Timuran yang cenderung asin.
Para penjual nasi becek dapat di jumpai didaerah sekitar jalan Dr. Soetomo di kota Nganjuk.

Nasi becek adalah hidangan yang mirip dengan kari/kare kambing. Isi dari sego becek nyaris serupa dengan soto babat, plus diberi potongan sate kambing yang telah dilepasi dari tusuk satenya serta diberi potongan bawang merah.


Nasi becek di sajikan dengan kuah menyerupai soto tapi dicampurkan dengan bumbu sambel kacang yang mirip dengan bumbu sate serta toge / kecambah, bawang merah. Hampir mirip dengan gule tapi encer.

Nasi becek cocok disajikan dengan kuah agak panas. 

Cara pengolahannya berbeda dan unik di mana pada umumnya air rebusan daging dan jeroan di pakai sebagai kuah tetapi untuk kali ini kuah itu di buang dan diganti dengan air yang baru, dengan cara ini kita bisa menghilangkan bau amis.

Keunikan lain nya dari Nasi becek ini adalah tidak ada saingan antara dua saudara yaitu ibu Tien dan Ibu Prapti tempat ini buka pukul 7 pagi sampe habis terdiri dari 2 shift di mana kalau pagi yang berjualan ibu Prapti dan kalau sore sampe malem ibu Tien dan ketika ibu Prapti selesai berjualan semua adonan mulai kuah dan sate kambing nya pun di bawah pulang sama hal nya ini dengan ibu Lies.


Konon nasi becek daging kambing yang berdiri sejak 1950 tetap menjaga cita rasanya.

Menurut 2 bersaudara ini masing masing dari kami mempunyai ciri khas.

Saturday, March 16, 2013

Wahyudin, Mahasiswa Pemulung


Rumah sederhana yang berada di Kampung Kalimanggis, Gang Lame, No 16 RT 01/04, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi ini merupakan  rumah Wahyudin yang digunakan untuk menumpuk kardus, plastik, dan besi yang sudah dikumpulkan beberapa hari dan siap dijual kepada para pengepul barang bekas.

Wahyudin merupakan sosok yang dapat menginspirasi bagi keluarga tidak mampu lain. Meski dengan berbagai keterbatasan biaya, karena motivasi belajar yang sangat tinggi, membawanya giat dan tekun bekerja. Meskipun hanya menjadi seorang pemulung yang memungut sampah dari rumah ke rumah warga di sekitar tempat tinggalnya. 

Wahyudin memaklumi, karena ayahnya hanya seorang tukang ojek dan kuli serabutan. Ditambah lagi, ayahnya adalah penganut poligami.
Wahyu dilahirkan dari istri kedua ayahnya bernama Fatmawati (40), sehingga penghasilan ayahnya pun harus dibagi-bagi untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kehidupan yang sangat sederhana hampir semua saudara yang berjumlah delapan orang, nyaris tidak bisa merasakan kursi sekolah, seperti anak-anak lain pada umumnya. Kehidupan inilah kemudian dijadikan cermin baginya. Semua saudaranya hampir putus sekolah.

Melihat cermin kehidupan keluarganya itu, tidak lekas menjadinya pasrah dengan keadaan. Sebaliknya cermin itu dijadikan cambuk untuk membuka pikiran dan wawasannya. Dia pun berpikir bagaimana caranya agar tidak mengalami hal seperti saudaranya yang telah putus sekolah.

Dengan tekad untuk belajar tinggi, segala upaya coba dilakukan meski ketika itu usianya masih 10 tahun atau kelas 4 sekolah dasar.

Adalah Bi Ani (60), seorang pemulung yang juga tetangganya ikut menuntun jalannya menggapai cita-cita. Wanita tua itulah yang mau mengajak dan mengajari memungut sampah dari rumah ke rumah demi mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk biaya sekolah.Berprofesi sebagai pemulung tidak membuat dia langsung menikmatinya. Cibiran, sindiran, dan hinaan sudah tak terhitung. Bahkan, nyaris menjadi cobaan baginya. Meski demikian, keadaan itu tidak membuatnya jera. Dia berkeyakinan pekerjaan yang dia tekuni halal dan tidak merugikan orang lain. “Selama yang saya jalani halal dan tidak merugikan orang lain, saya kerjakan,” katanya. 

Sejak ikut memungut sampah, Wahyu mulai berangkat memulung sekitar pukul 01.00 hingga pagi. Usai memungut sampah di pagi hari, Wahyu bersiap berangkat sekolah. Kemudian memulung itu dilanjut lagi dari pukul 22.00 hingga 02.00. Rupiah demi rupiah ia kumpulkan hingga akhirnya menghasilkan uang. “Uang hasil mulung pertama saya belikan anak ayam untuk diternakkan,” jelasnya.

Dua tahun memungut sampah, dan beternak sebagian uang tabungannya untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya masuk sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 28 Bekasi.

Meski sudah SMP aktivitas memulung pun terus dilanjutkan.
Karena kebutuhan di SMP makin meningkat, Wahyu pun juga akhirnya menjual gorengan. Gorengan dia jajakan di Jalan Alternatif Cibubur yang merupakan jalur RI 1 ke Cikeas, Bogor. Meski harus bekerja keras dengan menahan rasa malu karena profesinya itu, Wahyu terus berjuang hingga akhirnya jenjang SMA pun akhirnya diraih. Wahyu memutuskan untuk daftar di SMA 7 Bekasi.

Dia makin giat menjadi pemulung saat masa libur sekolah karena kekhawatiran tidak bisa melanjutkan kuliah. Dari hasil memulung ini, Wahyu mendapatkan penghasilan Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari untuk biaya sehari-hari hingga bisa menyisakan Rp300 ribu-Rp500 ribu per bulan.

Ketika Wahyudin lulus SMA, ada ketakutan bahwa dirinya tak bisa kuliah. Maklum, orang tuanya hanya petani penggarap lahan orang yang harus menghidupi 8 perut anak-anaknya. Apa yang lantas dilakukannya?

Wahyudin langsung tulis proposal dan merencanakan yaitu akan kuliah sambil memulung 3 tahun lagi, baru saya bisa kuliah.

Rencana masa depannya untuk kuliah ia tuangkan dalam bentuk tulisan dan gambar. Kemudian tulisan dan gambar itu dipajang di kamarnya. Dia memperhitungkan untuk mendapat biaya masuk kuliah harus mengeluarkan uang Rp 7 juta. Sementara tabungan yang ia miliki hanya Rp 2 juta.

Artinya Wahyudin harus mengumpulkan 3 truk sampah. Di situ saya gambar dan saya tulis, saya tujukan kepada Allah. Saya yakin kalau proposal saya dikabulkan oleh Allah pasti saya bisa kuliah.

Wahyu pun berikhtiar hingga akhirnya, tak sampai 3 tahun, dia bisa berkuliah tahun itu juga. Ada beberapa orang yang bersimpati kepada Wahyu sampai akhirnya bersedia membantu biaya kuliahnya.

Ada beberapa tetangga saya yang dermawan, mereka membantu saya untuk bisa kuliah. Karena kaget saya diberi bantuan saya langsung teriak-teriak ke ibu saya, "Emak, Wahyu bisa kuliah".
Sampai akhirnya ketika kuliah dia masih terus melanjutkan profesi memulung. Dia memilih kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA (Uhamka) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wahyudin nggak kepikiran kampus mana, karena tahun ajaran kuliah sudah mau ditutup. Jadi dia pilih di Uhamka jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi karena sudah gelombang terakhir.

Hasil memulung antara Rp 30 ribu-Rp 50 ribu per hari, plus menjual gorengan cukup membantu Wahyu untuk kuliah. Ditambah, dia mendapatkan beasiswa dari kampusnya dan Disdik DKI. Ada pula kerabat yang bersimpati dan membantu biaya kuliahnya. Tak hanya biaya kuliah, Wahyu terkadang juga dikasih barang-barang seperti gadget hingga jam tangan. Tak heran, penampilan Wahyu tampak necis.

Terkadang Wahyu juga menyisihkan uangnya membantu menopang hidup keluarga. Kini, Wahyu sudah berhasil melalui sidang skripsi yang berjudul "Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah, Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi'. Rencananya ia akan diwisuda pada bulan Desember 2013.

Berkat kegigigihannya itu, wahyu pun bisa melanjutkan belajarnya ke Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Beruntung, dia mendapatkan beasiswa dari kampus dan Disdik DKI sehingga meringankan biaya kuliahnya.

Selain mendapatkan bea siswa, Wahyu juga mendapatkan bantuan dari beberapa dermawan di sekitarnya. Kala itu, orang tersebut sangat terharu ketika melihat Wahyu adalah seorang mahasiswa yang berprofesi sebagai pemulung.“Setiap hari saya buka tong sampah rumahnya, dia kaget kalau saya kuliah, kadang kalau kurang biaya ditambahin,” tambahnya.

Saat ini, Wahyu sudah sidang skripsi yang berjudul “Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi”.

Hidup memulung barang bekas lalu dijual untuk biaya hidup tidak membuat Wahyudin rendah diri. Dia bahkan tidak segan-segan mengaku hidupnya memang dari memulung. Tidak terkecuali, biaya sekolah dan kuliahnya saat ini.

Rencananya ia akan diwisuda pada bulan Desember 2013. Saat ini juga, dia sudah menjajaki untuk masuk ke S-2, dirinya yakin bisa. “Pengennya sih nyoba Negeri dulu,siapa tahu keterima, sudah saya jajaki sekarang,” tambahnya.

Selain kegiatan memulung dan kuliah, Wahyu juga aktif di kegiatan sosial, bahkan dia mendirikan Yayasan Sosial Remaja. Di yayasan itu, dia menjadi public relation untuk membantu warga yang sakit, kekurangan biaya, dan juga sekolah tambahan gratis bagi para pelajar di kampungnya.

Bahkan, Wahyu mengaku bakal terus memulung hingga selesai S-2. “Sekarang lagi berhenti, karena lagi libur,” tandasnya.

Saat ini nama Wahyudin menjadi tenar, terlebih saat dia juga masuk acara TV yaitu Hitam Putih di Trans7 dan juga acara infotainmet di GlobalTV.

http://youtu.be/rHi2ZWi0DcA

http://youtu.be/5gVxRkfDbJI

Sumber:
detik.com
radar-bogor.co.id

Ronda Siskamling


Malam ini aku mendapat giliran kembali ronda jaga malam. Tepat setelah 2 bulan lalu, Januari, kena jadwal ronda juga. Memang di lingkungan RT 19 RW 4, Perum Pondok Sidokare Asri, Sepande, Candi, Sidoarjo diaplikasikan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Dimana semua warganya digilir untuk jaga malam setiap Sabtu malam. Terus malam di hari lainnya gimana? Aman, karena selalu dijaga oleh pak Hansip.

Lalu apa itu siskamling, poskamling dan ronda.

Siskamling : suatu sistem yang mengupayakan peranan masyarakat untuk mengamankan diri sendiri dan kelompok lingkungan masyarakat atas kehendak sendiri terhadap segala bentuk gangguan.

Poskamling : suatu bangunan dengan ukuran tertentu yang khusus digunakan untuk melaksanakan kegiatan siskamling lingkungan masyarakat.

Kata “ronda” merupakan institusi yang ada sejak jaman prakolonial. Pada jaman kolonial pos jaga berfungsi sebagai perpanjangan dari menara-menara dari kekuasaan kolonial untuk mengekang gerak pribumi. Fungsinya lebih mirip pos pengawasan terhadap pribumi yang melewati daerah tertentu.

Pada saat Jepang masih berkuasa di bumi pertiwi ini, ronda menjadi salah satu tugas pokok anggota keibodan, organisasi semi militer yang bertugas membantu polisi seperti hansip. Tugas mereka selain menjamin keamanan, juga digunakan oleh keibodan untuk mengawasi warga pribumi yang berbuat makar atau memberontak Jepang.

Paska kemerdekaan, pos-pos ronda milik Jepang ini digunakan oleh orang-orang pribumi sebagai pos penjagaan dan mengawasi orang-orang Jepang dan lainnya yang dirasa membahayakan lingkungan sekitar.

Sistem keamanan lingkungan (siskamling) baru muncul 1981. Sistem keamanan ini muncul dilatarbelakangi oleh kondisi politik dalam negeri yang lagi kacau, mulai dari gejolak politik hingga kriminalitas yang semakin meningkat.

Adalah Awaloedin Djamil seorang Kepala Polisi pada saat itu menggagas bentuk pengamanan swakarsa. Pengamanan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat desa. Siskamling yang dilakukan secara swakarsa ini menempatkan warga sipil sebagai pelaksana. Mereka melakukan ronda atau jaga secara bergiliran antara warga satu dengan yang lainnya. Biasanya mereka membuat jadwal yang dipatuhi secara bersama-sama.

Semenjak itulah dibentu poskamling (Pos Keamanan Lingkungan) seperti yang kita tahu sekarang ini.
Siskamling pada jaman orde baru tidak lain hanya menjadi perpanjangan tangan pengawasan polisi ke dalam lingkup lokal. Kondisi siskamling tak ayal seperti pada jaman Jepang. Pada jaman orde baru Poskamling digunakan untuk mengawasi para pemuda atau kelompok tertentu yang akan melakukan makar terhadap pemerintah.

Gardu mengalami perubahan fungsi lagi di era presiden Soeharto berkuasa. Gardu lagi-lagi menjadi perpanjangan tangan kekuasaan. Keberadaan gardu mengukuhkan bentuk militerisme dalam kemasan yang lebih sederhana dan terasa merakyat. Soeharto menerapkan model pertahanan semesta yang berfungsi sebagai pendukung legitimasi kekuasaaannya dengan dalih Sistem Keamanan Lingkungan. Dengan demikian, berbagai kegiatan yang sekiranya membahayakan kekuasaan orde baru bisa terekam dengan jelas dan bisa segera ditindaklanjuti.

Dengan adanya ronda adalah maka tempat kita akan menjadi aman dan tentram sehingga akan menjadi sarana yang cukup efektif untuk menjaga hubungan antarwarga, meningkatkan solidaritas, dan selain tentu saja menjaga keamanan lingkungan.

Friday, March 15, 2013

Lagu Funk


Alternative metal adalah salah satu jenis metal yang paling populer di awal 90-an. Tapi ketika awal 80-an orang sudah mengenal bagianya, Funk metal yang dipelopori oleh Faith No More, Red Hot Chilli Papers, Extreme, Primus, lalu hingga pada tahun 90′an muncullah Rage Against The Machine.


Lalu ada Punk Metal atau Crossover Thrash punk dengan lebih banyak gitar. Band-band genre ini seperti Suicidal Tendecies, Stromtroopers of Death. Dan lama-lama genre ini ber-metamorfosis menjadi Hardcore Punk.


Nu Metal, Genre alternative metal yang terakhir adalah metal modern yang bermain dengan nada Industrial. Banyak band-band dari Linkin Park, Korn, Slipknot, Limp Bizkit hingga Disturbed.

The Success Indicator

by MaryEllen Tribby
Founder and CEO, WorkingMomsOnly.com



A few months ago I spoke at an event that Steve Wozniak also spoke at. As you can imagine, when it was time for Steve's session, it was jam-packed. Packed with attendees, vendors and all the other speakers.

As I sat there and listened to Steve poignantly share the story of Apple and his relationship with Steve Jobs, I was enthralled. He started from their middle school years and went right up until the present, after Steve Jobs' passing.

It seemed like he did not leave out a single detail. He just talked. There was no power point presentation, there were not even note cards -- he just told his story from his heart.

What struck me the most was not Steve Wozniak's extreme brilliance or his exuberant passion.
No, what struck me the most was his overwhelming sense of gratitude. His gratitude for having the opportunity to make the world a better place. To help us all to be able to communicate with loved ones, to run our businesses better and to have an enhanced life.

That evening I had the opportunity to sit with Steve at dinner. This was one of the smartest individuals I have ever met, and he was literally thanking all of us at the dinner table for allowing him to create some of the best technology in the world.

This experience prompted me to go back and examine a chart I created a year ago about the characteristic traits of successful people vs. those of unsuccessful people.
I have enhanced that chart and added traits that I believe to be some of the most important because nothing in life is satanic.

This chart was inspired and composed after meeting and working with some of the smartest, most successful entrepreneurs in the world, many of who are dear friends.
The following is that chart I compiled of characteristics, traits and behaviors of successful people vs. unsuccessful people.
Drum roll please . . .

The Success Factor Indicator
Successful People
Have a sense of gratitude
Forgive others
Accept responsibility for their failures
Compliment
Read everyday
Keep a journal
Talk about ideas
Want others to succeed
Share information and data
Keep a "to-be" list
Exude joy
Keep a "to-do/project" list
Set goals and develop life plans
Embrace change
Give other people credit for their victories
Operate from a transformational perspective

Unsuccessful People
Have a sense of entitlement
Hold a grudge
Blame others for their failures
Criticize
Watch TV everyday
Say they keep a journal but really don't
Talk about people
Secretly hope others fail
Horde information and data
Don't know what they want to be
Exude anger
Fly by their seat of their pants
Never set goals
Think they know it all
Fear change
Take all the credit of their victories
Operate from a transactional perspective

If you are ready kick up the success meter a bit, make a conscious effort to eliminate the traits on the right hand side of the chart above.
Hey, none of us is perfect but as long as we recognize and identify where we need to improve and continually strive to get there -- greater success will follow.
Sumber :
http://www.huffingtonpost.com/maryellen-tribby/the-success-indicator_b_1874431.html

Friday, March 8, 2013

Sehat Selalu Sangkal Sakit dengan Magij

S4 adalah singkatan dari Sehat Selalu Sangkal Sakit

Ini adalah salah satu resolusi tahun 2013 saya. Yaitu agar tidak gampang sakit meski melakukan pekerjaan yang semakin bertambah sibuk dikarenakan kepercayaan dan beban pekerjaan yang meningkat.

Mau berangkat lebih pagi, oke tetap semangat.
Mau pulang larut malam, siap tanpa loyo.
Mau keluar kota 3 hari berturut-turut, have no complain.

Yang terpenting harus sehat selalu, menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit.

Untuk itu selain makan yang selalu terjaga, tidur cukup juga perlu suplemen. Tidak perlu obat-obatan. Gunakan saja yang alami dan mudah untuk dikonsumsi.

Yaitu MAGIJ. Yaitu singkatan dari madu gingseng dan jahe.

Ya, sekali lagi MAdu GIngseng dan Jahe.

Untuk pagi hari, aku selalu minum jahe yang dicampur dalam susu hangat. Rutin tanpa putus. Aku minum sehabis sarapan pagi. Rasanya tenggorokan terasa lega dan badan menjadi hangat siap tempur untuk bekerja seharian. Selain itu juga minum jahe dapat memperlancar peredaran darah, sehingga tubuh terasa lebih segar dan bugar.
Malam hari, minum madu yang dicampur dalam segelas air. Dengan meminum madu dengan rutin makan tekanan darah yang naik turun selama beraktifitas akan kembali stabil dan stamina dan tenaga yang sudah terkuras habis seharian akan kembali terisi.
Siang hari, jika kita secara fisik dan mental terkikis karena stress atau badan terasa meriang atau mental dan pikiran sudah terkontaminasi, maka siang atau sore hari sempatkan minum gingseng yang dapat dicampur dengan teh hangat atau kopi panas. Karena efek gingseng dapat mengurangi stres fisik dan mental serta membantu memulihkan stamina, dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu meningkatkan kejernihan mental dan pikiran.
-----------------

Untuk memperdalam apa saja manfaat dari jahe, gingseng dan madu, berikut saya cuplik dari berbagai sumber khasiat dari 3 bahan ajaib alami tersebut.


Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat dengan rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

Beberapa manfaat jahe:

Meredakan kembung, kram, mual dan mulas serta gangguan pencernaan lainnya
Membuang racun dari dalam tubuh
Meningkatkan sistem imun tubuh atau kekebalan tubuh
Meredakan sekaligus mengobati peradangan
Melancarkan peredaran darah
Melemaskan otot yang tegang
Mengurangi mual di pagi hari bagi ibu hamil atau lebih dikenal dengan morning sickness
Meredakan sakit kepala
Mengobati migrain
Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Mencegah kerusakan organ ginjal
Menyingkirkan masalah bau badan
Jahe akan menghangatkan tubuh bagian dalam dan membuatnya berkeringat.

Ginseng (Panax) adalah sejenis terna berkhasiat obat yang termasuk dalam suku Araliaceae. Nama "ginseng" diambil dari bahasa Inggris, yang dibaca mengikuti lafal Bahasa Kantonis, jên shên, dalam bahasa Mandarin dibaca "ren shen", "人蔘" (duplikat manusia), karena bentuk akar yang menyerupai manusia. 

Beberapa manfaat gingseng:

Membantu proses pencernaan dan meningkatkan selera makan. 
Obat diare yang ampuh.
Mengobati asma dan gangguan pernapasan.
Merawat diabetes, rematik, dan bisul.
Meminimalkan risiko terkena kanker.
Mengurangi stres fisik dan mental serta membantu memulihkan stamina.
Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Mengurangi efek dari penyakit Crohn.
Efektif mengurangi kadar kolesterol jahat.
Memperlancar peredaran darah.
Meningkatkan kinerja dan daya tahan atlet.
Membantu meningkatkan kejernihan mental dan pikiran.
Membantu merawat hipertensi.
Mengobati berbagai penyakit seperti serangan jantung, infertilitas, dan masalah menopause.
Meningkatkan energi tubuh dan kemampuan kognitif.
Merangsang produksi biokimia dan membantu mengatasi stres.
Meningkatkan kadar testosteron dan produksi sperma.
Membantu meningkatkan kejantanan dan vitalitas pria.
Membantu menstabilkan perubahan suasana hati (mood) dan sindrom pra menstruasi pada wanita.
Memperbaiki fungsi paru-paru dan membantu mengurangi efek dari penyakit paru-paru obstruktif kronik.
Membantu mengurangi nyeri dada angina.
Meningkatkan efektivitas antibiotik pada penderita bronkhitis akut. 
Mengonsumsi ginseng sebelum mengambil vaksin influenza akan meningkatkan efektivitas vaksin dalam tubuh.

Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi. Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya.Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.

Beberapa manfaat madu:

Untuk mengobati luka
Memperkuat sel darah putih
Menstabilkan tekanan darah
Mencegah osteoporosis
Menjaga kesehatan mata
Mengobati anemia
Menambah kesuburan suami istri
Mengobati alergi
Mengatasi gangguan pernafasan
Penambah tenaga / stamina
Mengatasi sembelit
Mencegah infeksi pada luka
Mengatasi gangguan jantung
Menghilangkan gejala penyakit asma
Mengatasi radang tenggorokan
Mengatasi sembelit








Thursday, March 7, 2013

Bebek Songkem


Mengajak kita untuk berdansa lewat nada
Sejatinya jiwa tak mati dimakan zaman
Kembali ke Timur
Bukan Barat yang selalu dituju

Diiringi lagu dari Ahmad Band yang berjudul "Kembali ke Timur", kali ini aku kembali melakukan perjalanan menuju timur. Yaitu pulau Madura. Berangkat pagi hari agar tidak kena macet di Surabaya. Total jarak yang ditempuh adalah 135 km selama 3 jam. Dimana perjalanan ini merupakan menembus 2 pulau, Jawa dan Madura, 35 km di sisi Surabaya dan 100 km di sisi Madura.

Yang anehnya, 35 km sisi Surabaya ditempuh selama 1 jam dan 100 km sisanya hanya dalam waktu 2 jam saja.

Dan karena weekend, perjalanan pulang ditempuh hampir 5 jam. Selain karena padat juga karena sore hari sebelum masuk daerah Surabaya, kita melakukan kuliner nikmat.

Perjalanan pulang sebelumnya menikmati kuliner bebek Sinjay, tapi karena jam sudah menunjukkan pukul 17.30 ternyata kita menemui warung bebek Sinjay sudah tutup. Tapi kita tidak kecewa, karena ditempat yang sama terdapat 3 sampai 4 warung yang juga menyajikan menu bebek spesial.

Kali ini kita memutuskan untuk mencoba bebek Songkem.

Bebek songkem kukus yang disajikan unik dengan balutan daun pisang plus disediakan sambal pedas dengan irisan mangga muda dalam setiap satu porsi bebek songkem kukus. 

Bebek songkem ini bisa kita nikmati di Rumah Makan Maduresse yang terletak di Jalan Ketengan  Kelurahan Tonjung Kecamatan Burneh. 

Begitu bebek kita santap muncul karena aroma dan rasa bebek yang baru saja dipotong, karena jika daging bebek sudah disimpan lama maka rasa dagingnya mudah ditebak. 

Selain bebek songkem, RM Maduresse juga menyajikan bebek songkem goreng, ayam songkem kukus, dan ayam songkem goreng yang tak kalah lezat daripada bebek songkem kukus. Harganya pun terjangkau. Untuk satu ekor bebek songkem kukus dan ayam songkem kukus, dipatok Rp 56.000. 


Sedangkan untuk satu potong bebek songkem kukus lengkap dengan nasi seharga Rp 17.000, bebek songkem goreng Rp 18.000. Sedangkan ayam songkem kukus seharga Rp 17.000 dan harga satu potong ayam songkem goreng lengkap dengan nasi Rp 18.000.

Daging bebek mengandung kolesterol tinggi tapi untuk bebek songkem kukus di RM Maduresse diyakini rendah kolesterol karena pengolahan bebek yang dikukus tanpa menggunakan minyak goreng.

Bebek dipotong dan dibersihkan dan setiap ekor bebek yang sudah diolesi bumbu akan dibungkus daun pisang lalu diikat dengan tali yang terbuat dari bambu.

Pada dasar kotak seng yang menjadi alat pengukus, tertata potongan-potongan batang daun pisang sebagai alas sehingga minyak yang ada di kulit dan daging bebek akan luruh dengan sendirinya sehingga bebek songkem kukus rendah kolesterol.

Untuk mendapatkan daging bebek empuk, pengukusan dilakukan selama tiga jam. Hal itu juga bertujuan agar bumbu benar-benar menyatu dengan daging hingga menembus tulang. 
         
Semakin dekatnya jarak tempuh Surabaya–Bangkalan pasca beroperasinya Jembatan Suramadu menyebabkan banyak rumah makan dengan aneka olahan makanan, waktu yang dibutuhkan pun tidak lebih dari 10 menit, yaitu hanya sekitar 17 km.

Sebagai bentuk kesungguhan untuk memuaskan pelanggan, Bebek Songkem Pak Salim telah mengantongi :

Merek “Bebek Songkem Pak Salim” sudah terdaftar di Kementrian Hukum & HAM RI 
No : D10.2011.000978 & D10.2011.000979.

Sertifikat Halal dari LPPOM MUI No : 07010012700112

Ijin Depkes No : P-IRT 203352701262

Pelanggan Bebek Songkem Pak Salim Bisa menikmati sajian bebek & ayam Songkem Khas Madura di :

PUSAT :

DEPOT 1 : 
Jl. Trunojoyo 9A Selatan Monumen Sampang 081216960444, 08175065898 
BUKA JAM 08.00 - 20.00

DEPOT 2 : Jl. Raya Taddan Camplong Sampang 081216960666, 087750720077 
BUKA JAM 08.30 - 20.00

MITRA :

SAMPANG UTARA : 
Jl. Raya Masaran Banyuates Sampang 087850589230, 082330729666, 08563239919 
BUKA JAM 10.00 - 21.00

SURABATA CITO : 
Food Court City of Tomorrow Lantai 3 087855311996, 031-8554684 
BUKA JAM 11.00 - 21.00

SIDOARJO WARU : 
Delta Sari Baru Cluster Puspa No 40  087855311996, 031-8554684 
KHUSUS PEMESANAN SAJA

BANGKALAN BURNEH : 
Jl. Raya Ketengan Burneh Bangkalan /750m timur Sinjay 
087750757255, 03177995523, 03172574767 
BUKA JAM 07.00 - 19.00

JEMBER KOTA : 
Jl. Wachid Hasyim 33 Jember 082132304252, 085655878096, 087757782833, 0331-7771626

Sumber : 
http://surabaya.tribunnews.com
http://www.bebeksongkempaksalim.com/

Saturday, March 2, 2013

Manajemen Mantap Warung Masakan Padang Lezat


Dalam bekerja rasanya meski kita telah maksimal menyelesaikan pekerjaan tapi rasanya beban pekerjaan tidak ada habisnya. Rasanya waktu 24 jam sehari tidak cukup. Jumlah hari yang ada 7 dalam 1 minggu juga dirasa kurang. 

Apalagi jika sedang dinas luar kota. Rasa-rasanya ingin mencari 1 hari lagi diantara hari Jumat dan Sabtu. Untuk itu saat mencari makan siang saat keluar kota yang tempat makan yang dicari adalah bukan yang enak atau yang bikin kenyang. Tapi yang terpenting adalah yang cepat.

Salah satu tempat makan itu adalah warung Masakan Padang. Selain cepat saji rasanya juga mantap dan yang pasti bikn kenyang.

Bagi masyarakat Minang, pergi keluar dari kampung kelahirannya sudah menjadi tradisi. Termasuk Bustaman yang lahir dan dibesarkan di Lubuk Jantan, Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, yang memutuskan untuk merantau ke kota Jambi pada 1955 dan kemudian pergi merantau lagi ke Jakarta. 

Di kota Jambi, Bustaman yang hanya lulusan kelas dua sekolah rakyat (setara SD) mengadu nasib dengan mulai dari bekerja di kebun karet, menjual koran, mencuci piring di sebuah rumah makan hingga menjadi pedagang asongan.

Singkat cerita akhirnya Bustaman bisa menikmat hasil jerih payahnya. Rumah Makan Padang Sederhana miliknya sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia hingga Malaysia, baik atas nama sendiri maupun investor melalui sistem franchise. Rumah Makan Padang Sederhana milik Bustaman adalah yang memiliki logo rumah Gadang dengan tulisan SA. 


Ada hal yang unik dari cerita warung Masakan Padang. Yaitu mengenai manajemen warung Masakan Padang. Yaitu yang terdiri dari:

1. Pemilik modal yg bisa juga terdiri dari beberapa orang
2. Tukang masak yang bertugas memasak dan menentukan jumlah bahan mentah yg harus dibeli tiap hari sesuai dengan omset harian dari rumah makan, 
3. Toke (bagian pembelanjaan) yang bertugas berbelanja dan mencatat pemasukan dan pengeluaran keuangan, 
4. Tukang sanduak (tukang sendok) adalah orang yg berdiri dietalse dan tugasnya membagikan makanan ke piring kecil, 
5. Bahagian tangah (bagian tengah) yg tugasnya adalah mengantar makanan ke meja yg ada tamunya atau mengangkat makanan dan piring kosong,
6. Tukang cuci piring
7. Kasir.

Setelah 3 bulan atau 100 hari dilakukan hitungan besar, berapa omset selama 100 hari untuk menentukan laba yg didapat. Setelah omset diketahui, kemudian  dipotong dengan pengeluaran harian, sewa tempat, penggantian peralatan yg rusak, maka akan didapat laba bersih lalu selanjutnya dilakukan pembagian hasil. Yaitu pada umumnya sebagai berikut :
Pemilik modal akan mendapat bagian 30 % dan 70 % untuk team pengelola. 
Mato atau persentase yang paling besar didapat oleh tukang masak yaitu 25%, toke 20%, tukang sanduak 15%, bagian tengah 15%, tukang cuci 15% dan kasir 10%.

Manajemen seperti ini telah berlangsung semenjak puluhan tahun yg lalu didalam rumah makan Padang. Ini adalah manajemen dengan pembagian hasil kepada pekerjanya, dengan prinsip yg adil dan sesuai dengan norma norma agama Islam yg umumnya dianut oleh orang Minang yang menyiratkan falsafah Minang yang demokratis, seperti berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Sumber :
http://www.readersdigest.co.id/Uang/Investasi%20dan%20Bisnis/cerita.di.balik.rumah.makan.padang.sederhana/004/001/96
http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Padang
http://blog.nozyra.com/archives/3/comment-page-1