Thursday, December 1, 2016

Herniated Nucleus Pulposus

HNP atau Herniasi Nukleus Pulposus (Herniated Nucleus Pulposus) adalah penonjolan inti dari diskus yang menjadi bantalan tulang belakang sehingga penonjolan tersebut menekan saraf yang menimbulkan rasa sakit, kesemutan, dan kelemahan pada anggota gerak misalnya punggung, pinggang, lengan atau tungkai.


Sumber :
http://mediskus.com/penyakit/hnp-saraf-terjepit
Blogger Tricks

Monday, November 28, 2016

Perjanjian

Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Indonesia masih belum merasakan udara kebebasan secara penuh. Karena masih ada perjuangan yang tetap perlu dilakukan. Perbedaannya jika sebelumnya dilakukan dengan angkat senjata, kali ini menggunakan diskusi dan pena.

Ada 4 perundingan dan perjanjian yang terkenal dari tahun 1946 hingga Indonesia memperoleh kedaulatan secara penuh pada tahun 1949. Yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :


Perundingan Linggarjati 
11 November 1946

Perundingan Linggarjati adalah perundingan antara Indonesia dan Belanda di Linggarjati, Jawa Barat yang menghasilkan persetujuan mengenai status kemerdekaan Indonesia. Perundingan Linggarjati Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn dan sebagai mediator diwakili oleh Lord Killearn dari Inggris.

Perundingan Linggarjati dimulai tanggal 11 November 1946, lalu  hasil perundingan ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan ditandatangani secara sah oleh kedua negara pada 25 Maret 1947.

Hasil dan isi Perundingan Linggarjati adalah
  1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa dan Madura.
  2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
  3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
  4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.

Perjanjian Renville
17 Januari 1948

Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang diadakan di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral USS Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap sedangkan delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo dan delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham.

Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947.

Hasil dan isi Perjanjian Renville adalah :
  1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia
  2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda
  3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Perjanjian Roem-Roijen
14 April 1949

Perjanjian Roem-Roijen adalah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang diadakan di Hotel Des Indes, Jakarta. Dari Indonesia diwakili oleh Mohammad Roem sedangkan dari Belanda diwakili oleh Herman van Roijen. Perjanjian ini sangat alot sehingga memerlukan kehadiran Bung Hatta dari pengasingan di Bangka, juga Sri Sultan Hamengkubuwono IX dari Yogyakarta untuk mempertegas sikap Sri Sultan HB IX terhadap Pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta, di mana Sultan Hamengku Buwono IX mengatakan “Jogjakarta is de Republiek Indonesie” (Yogyakarta adalah Republik Indonesia).

Perjanjian Roem-Roijen dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949.

Hasil dan isi Perjanjian Roem-Roijen adalah :
  1. Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar
  2. Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta
  3. Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang


Konferensi Meja Bundar
23 Agustus 1949 

Konferensi Meja Bundar adalah pertemuan yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda antara perwakilan Republik Indonesia, Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia.

Hasil dan isi Konferensi Meja Bundar adalah kesediaan Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat.


Sumber :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perundingan_Linggarjati
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Renville
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Roem-Roijen
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Meja_Bundar

Hak Komunikasi

Perjalanan minggu pagi menuju Pasuruan tumben lancar dan tidak ditemui hambatan berarti. Sambil menikmati perjalanan aku mendengarkan radio Suara Surabaya. Saat itu terdapat seorang profesor yang memberikan mengenai hak komunikasi berkaitan dengan disahkannya UU ITE.

Dijelaskan bahwa hak komunikasi dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28, yaitu :
Pasal 28Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
Berkaitan dengan hak komunikasi tersebut yang sering menjadi kita miris adalah mengenai informasi yang bermuatan pencemaran nama baik, serta yang berkaitan dengan SARA.

Mengenai hal itu diatur dengan KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan UU ITE.


UU ITE atau Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.

Komunikasi atau berpendapat adalah kebebasan setiap warga negara. Yang tidak boleh adalah memalsukan fakta atau memberikan fakta palsu, tuduhan tidak berdasar dan informasi kebencian berdasarkan SARA.

Namun untuk kritik kebijakan, itu masih diperbolehkan.

Untuk itu kita yang mengakses internet harus lebih bersikap dewasa dan bijak, terutama dalam menulis di internet karena mempunyai dampak luar biasa. Sehingga perlu dilakukan cek ricek saat menerima dan mengirim informasi sangat diperlukan.


Sumber :
http://pemerintahandiindonesa.blogspot.co.id/2014/10/uud-1945-pasal-27-dan-28-tentang-hak.html
https://www.merdeka.com/teknologi/uu-ite-hasil-revisian-mulai-diberlakukan-hari-ini.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-undang_Informasi_dan_Transaksi_Elektronik
https://m.tempo.co/read/news/2016/11/26/063823393/revisi-uu-ite-pelaku-pencemaran-nama-baik-tak-ditahan
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt520aa5d4cedab/pencemaran-nama-baik-di-media-sosial--delik-biasa-atau-aduan
http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2016/181042-Revisi-UU-ITE-Cegah-Penyalahgunaan-Media-Sosial

Wednesday, November 23, 2016

Regional Comprehensive Economic Partnership

Dalam era modern abad 21 ini, ada 2 bentuk kapitalisme. Yang pertama adalah Trans Pacific-Partnership (TPP) yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya dan yang lain ada Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

RCEP merupakan forum yang digagas antara Asean dengan beberapa mitra seperti Cina, Korea, Jepang, Australia, Selandia Baru dan India.

Tujuan RCEP adalah agar terjasi harmonisasi berbagai aturan perdagangan yang berbeda-beda di antara keenam mitra dagang, yaitu
  1. ASEAN-China FTA,
  2. ASEAN-Jepang Economic Partnership Agreement,
  3. ASEAN Korea FTA,
  4. ASEAN-Australia New Zealand FTA,
  5. ASEAN-India FTA.
Saat ini kawasan Asia-Pasifik menjadi wilayah yang memiliki daya tarik yang kuat secara ekonomi karena potensi pasarnya yang besar dan potensial. Diperkirakan potensi pasar RCEP mencapai US$ 21,6 triliun.

Kekuatan ekonomi 10 negara Asean saat ini hanya 5% dari produk domestik bruto (PDB) dunia atau sekitar US$ 2,6 triliun. Dengan RCEP, kekuatan ekonomi negara-negara yang terlibat mencapai 30% dari GDP global atau sebesar US$ 21,6 triliun. Dimana RCEP mencakup 16 negara mencapai 3,4 miliar penduduk.


Sumber :
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=0&n=2&date=2016-05-18
https://en.wikipedia.org/wiki/Regional_Comprehensive_Economic_Partnership
http://budisansblog.blogspot.co.id/2013/09/rcep-di-asean-dan-transformasi.html
http://www.kemenperin.go.id/artikel/10281/Potensi-Pasar-RCEP-
http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/13/01/30/mhfl05-kemendag-indonesia-lebih-siap-gabung-rcep

Tuesday, November 22, 2016

Trans-Pacific Partnership

Trans-Pacific Partnership atau Kemitraan Trans-Pasifik merupakan perjanjian dagang antara Australia, Brunei, Chili, Kanada, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, Amerika Serikat, dan Vietnam dengan tujuan mendorong liberalisasi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.

Bagi para negara penggagas tujuan TPP adalah untuk memperdalam dan membantu pertumbuhan hubungan dagang. 

Dengan terpilihnya Trump sebagai presiden di Amerika Serikat diperkirakan Amerika Serikat akan keluar dari TPP ini demi proteksi terhadap negaranya. Trump dalam kampanyenya mengatakan negara tersebut tidak akan ikut dalam kegiatan perdagangan bebas.

Sumber dari BBC, pada hari Selasa, 22 November 2016, Trump menyampaikan apa saja yang akan ia lakukan jika sudah mulai berkantor di Gedung Putih pada Januari 2017 mendatang. Salah satunya adalah Presiden AS terpilih Donald Trump memastikan negaranya akan mundur dari perjanjian dagang Trans Pacific Partnership (TPP).

Sedangkan menurut pihak Trump, TPP mempunyai tujuan sebaliknya, dimana semua negosiasi dilakukan penuh rahasia dan hanya akan menguntungkan perusahaan-perusahaan besar.

Indonesia sendiri masih belum memutuskan apakah akan ikut dalam TPP atau tidak, meskipun Indonesia berencana gabung dalam TPP sesuai dengan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu Presiden AS Barack Obama pada Oktober 2015 lalu.

Saat ini Indonesia masih akan terus mengkaji kesepakatan Trans Pacific Partnership (TPP).


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Trans-Pacific_Partnership
https://id.wikipedia.org/wiki/Kemitraan_Trans-Pasifik
http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3350008/plesetan-di-apec-tpp-jadi-trump-pacific-partnership
https://m.tempo.co/read/news/2016/11/22/090822149/efek-trump-kemendag-tpp-jadi-atau-tidak-tetap-dibahas
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/850707-trump-pastikan-as-mundur-dari-trans-pacific-partnership

Miliarder dan Populasi Dunia

Dari film Inferno, yang masih nyantol di kepala adalah mengenai data jumlah populasi dunia dimana saat ini diperkirakan populasi manusia di bumi adalah sekitar 7 milyar orang (pada tahun 2010) padahal pada tahun 1920 hanya ada 2 milyar orang.

Sumber lain menyebutkan bahwa pada tahun 1950 penduduk bumi hanya mencapai 2,5 miliar orang.


Dari total sebanyak itu kota yang paling padat didominasi di negara India dan Bangladesh. Dan kota yang paling padat adalah di Dhaka, Bangladesh yaitu mempunyai jumlah populasi adalah 15,6 juta orang, dengan tingkat kepadatan: 112.700.


Lalu apakah peningkatan jumlah penduduk tersebut juga berpengaruh terhadap peningkatan yang lain, misalnya mengenai jumlah miliarder di dunia.

Menurtu survey yang dilakukan dan laporan dari Wealth-X jumlah miliarder yang ada di dunia mengalami peningkatan sebesar 6,4 persen menjadi 2.473 orang pada tahun 2016 ini. Sebanyak 2.473 orang miliarder ini terbanyak didominasi orang dari benua Eropa, yaitu sebanyak 806 orang.

Jika benua Eropa merupakan tempat miliarder paling banyak, Asia Pasifik adalah wilayah dengan pertumbuhan miliarder paling besar yaitu sebesar 14,5 persen menjadi 678 orang.

Sedangkan benua kita, yaitu benua Asia jumlah miliarder mencapai 805 orang dengan rata-rata kekayaan mencapai US$ 2,6 miliar.


Sumber :
http://www.taufanyanuar.com/2016/10/inferno.html
http://m.liputan6.com/bisnis/read/2654654/8-kota-dengan-penduduk-terpadat-di-dunia?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Top
http://m.liputan6.com/bisnis/read/2572635/benua-ini-punya-jumlah-miliarder-paling-banyak-di-dunia?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Bottom

Forest City

Country Garden Holdings Co Ltd, pengembang properti Hong Kong bekerja bersama dengan Johor Esplanade Danga 88 Sdn Bhd akan membangun Forest City, yaitu perkotaan yang terletak di 4 pulau buatan di Iskandar Malaysia, seluas 1,386.05ha.

Forest City adalah green development dengan konsep vertical greenery dan bertemakan smart city design didalamnya nanti akan menjadi zona bebas mobil, luxury green living akan memakan investasi sekitar S$58.3 bil (RM176.9 miliar) selama 20 tahun ke depan.

Juga akan ada high-speed rail, light-rail transit system dan ferry network yang akan menghubungkan antara Singapura dan Malaysia. Fase pertama Forest City akan membangun hunian sejumlah 614 unit.

Kondominium yang terdiri dari dua hingga empat kamar dirancang sedemikian rupa menghadap koridor yang berlapis rimbunnya vegetasi dan jalanan bebas mobil, yang keamanannya dijamin. Kondominium dengan dua hingga empat kamar seluas mulai dari 818 kaki persegi hingga 1915 kaki persegi dibanderol mulai dari 490.000 dolar Singapura untuk unit kondominium dengan dua kamar.

Hmm, kapan ya Indonesia membuat kota serupa seperti Singapura atau Forest City di Johor Malaysia?


Sumber :
https://www.theguardian.com/environment/2012/nov/02/iskandar-malaysia-green-megacity
http://raywhiteprojects.co.id/country-garden-mengungkap-proyek-rm175m-forest-city/
http://www.forestcitycgpv.com/en/news.aspx?type=1&id=32