Monday, June 18, 2018

Mudik Lebaran 2018 (Ke Kudus lagi)

Hari Senin, 18 Juni 2018
Jam 09.26
Km 600

Setelah puas berkeliling di kota batik Pekalongan, saatnya kembali ke kota Kudus untuk mengikuti acara Temu Kangen keluarga besar Soehardjo di desa Bae Kudus. Rencananya acara akan diselenggarakan tepat saat makan siang, yaitu sekitar pukul 12.00


Jam 10.55
Km 684

Seperti biasa, perjalanan perlu rehat sejenak untuk mampir di Alfamart, untuk beli minuman sebagai bekal selama perjalanan sambil numpang pipis di toilet yang memang disediakan oleh minimarket tersebut.


Jam 12.06
Km 744

Setelah 1 jam kemudian, perjalanan berhenti sejenak mampir di Alfamart dengan alasan serupa sebelumnya.


Jam 12.30

Dan akhirnya sampai juga kita di Bae Kudus. Acara Temu Kangen segera dimulai, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan oleh Pembina dan Ketua Paguyuban, salam salaman dan hingga makan siang.


Jam 16.06
Km 784

Selepas acara inti yang ditunggu-tunggu selama mudik di Kudus, akhirnya acara ditutup dan saatnya meluruskan punggung di Hotel HOM Kudus. @HOM Hotel Kudus terletak di jalan Tanjung No 14-16 Kudus. Hotel HOM Kudus merupakan hotel berbintang 4 yang merupakan group dari Horison Group.

Saat mudik sebelumnya, kita juga menginap di Hotel HOM Kudus, bahkan letak kamarnya berdekatan, dimana saat perjalanan mudik ke Kudus tahun 2017 lalu berada di kamar 505, dan sekarang berada di depannya, yaitu kamar 506.


Hari Selasa, tanggal 19 Juni 2018
Pukul 09.00

Saatnya pulang. Namun sebelum pulang, kita sempatkan dulu untuk mampir ke toko oleh-oleh legendaris di kota Kudus, yaitu toko jenang Mubarok. Selain bisa beli jenang, kita bisa mengelilingi Museum Jenang di lantai 2.

Dan selain Museum Jenang tersebut, ada yang baru di gedung tersebut, yaitu Gusjidang.


Jam 10.18
Km 807

Setelah puas 1 jam menikmati Museum Jenang dan Gusjidang, tentunya tidak lupa kita mampir dulu ke Soto Kudus di tempat semula.


Jam 10.45
Km 824

Setelah kenyang perjalanan dilanjut. Namun sekitar 30 menit, perjalanan kita berhenti sejenak, karena anak-anak ingin mampir di pabrik Dua Kelinci. Seperti semula juga yaitu untuk beli snack sebagai bekal selama perjalanan dan sebagai oleh-oleh.


Jam 11.32
Km 844

Dari kota Pati, perjalanan dilanjutkan. Saat di kota Rembang, kita sempatkan untuk berhenti dulu di Toko Jaya untuk membeli terasi yang legendaris. Konon terasi ini merupakan terasi yang terenak dan terkenal di Jawa Tengah.


Jam 13.00
Km 919

Saat mencapai perbatasan Jateng - Jatim, perjalanan berhenti sejenak di POM bensin untuk mengisi bensin dan sekaligus menikmati pemandangan pantai dan air laut agar mata bisa segar melihat keindahan alam yang sangat menyejukkan.


Jam 13.11

Setelah 11 menit, perjalanan kita lanjutkan.


Jam 14.10
Km 972

Seperti tahun lalu dan tahun sebelumnya, saat perjalanan sampai di kota Tuban, kita sempatkan berhenti di rumah makan Kurnia Dewi untuk menyantap makan siang yang agak telat. Menu makanan cukup beragam dan cocok di lidah.


Jam 15.15

Setelah 1 jam lamanya beristirahat untuk makan, perjalanan dilanjutkan.


Jam 16.35
Km 1026

Saat sampai di Lamongan, ternyata cuaca hujan. Karena dingin maka menambah keinginan untuk ke toilet, untuk itu kita berhenti sejenak di POM bensin.


Jam 17.52
Km 1093

Alhamdulillah akhirnya perjalanan panjang menempuh lebih dari 1000 km usai sudah, pas waktu maghrib tiba kita sampai di rumah dengan selamat.
Blogger Tricks

Saturday, June 16, 2018

Mudik Lebaran 2018 (Ke Pekalongan)

Sabtu, 16 Juni 2018
Jam 05.15

Pagi hari di desa Bae, Kudus sangat sejuk, berbeda dengan udara di Surabaya dan Sidoarjo. Sehingga waktu yang tepat untuk berolahraga. Setelah menggenakan sepatu lari, aku berlari ke arah Selatan. Karena sudah 1 bulan lamanya tidak lari karena bulan puasa, maka lari kali ini tidak aku targetkan seperti biasa, cukup 2.5 km saja


Jam 09.05
Km 362

Selesai lari, mandi dan ganti pakaian, perjalanan mudik selanjutnya yaitu ke kota Pekalongan dimulai. Perjalanan dari Kudus ke Pekalongan akan melewati beberapa kota, yaitu Kudus - Demak - Semarang - Kendal - Batang - Pekalongan.





Jam 09.25

Namun agar tidak kelaparan di sepanjang perjalanan, pastinya kita tidak lupa untuk makan pagi makanan khas di kota Kudus, yaitu Soto Kebo. Lokasinya yang biasa kita sambangi adalah Soto Kebo Bu Marni, yang terletak di jalan Sunan Muria.


Jam 10.15
Km 389

Setelah kenyang menyantap Soto Kebo, perjalanan kita lanjutkan kembali. Namun seperti biasa, belum 30 km perjalanan, terpaksa perjalanan berhenti sejenak untuk berhenti di Alfamart, bukan hanya beli bekal selama perjalanan, namun juga untuk pipis.


Jam 11.50
Km 459

Setelah km 30, sekarang km 100 perjalanan juga harus berhenti sejenak di Alfamart dengan alasan yang sama diatas.



Jam 13.00

Dan akhirnya perjalanan usai sudah setelah sampai di Hotel Dafam Pekalongan sebagai tempat untuk menghabiskan waktu selama 3 hari 2 malam sebelum keliling-keliling kota Pekalongan untuk mengunjungi ke sanak famili.

Hotel Dafam Pekalongan sudah berdiri sejak tahun 2012, tepatnya mulai resmi beroperasi pada tanggal 6 Februari 2012. Hotel Dafam Pekalongan memiliki total kamar sejumlah 89 yang terbagi atas beberapa tipe, antara lain tipe Deluxe, Executive, Junior Suite, Suite dan Royal Suite.


Dan yang menarik dari Hotel Dafam Pekalongan ini adalah kolam renangnya, yaitu dimana kolam renangnya bukan berada di lantai dasar, namun berada di lantai dua. Jika diurut dari lantai B (basement), lantai L (lobi / lantai 1) dan lantai M (meeting / lantai 2).


Kali ini merupakan kunjungan kedua di hotel Dafam setelah sebelumnya juga pernah menginap di hotel ini yaitu pada waktu mudik liburan lebaran tahun 2013.




Hari Minggu
17 Juni 2018

Selain mengunjungi rumah ke sanak famili, liburan tidak lengkap jika tidak melakukan tamasya ke tempat wisata. Tujuan tempat wisata di kota Pekalongan sudah kita tentukan sebelumnya, yaitu kita berencana mengunjungi Museum Batik Pekalongan dan Cafe & Pabrik Limun Oriental.

Museum Batik Pekalongan berada di Jl. Jatayu No 3, tepatnya di kawasan budaya Jatayu Pekalongan dimana merupakan bangunan peninggalan Belanda sebagai kantor administrasi keuangan pabrik gula yang berada di sekitar area karisidenan Pekalongan.


Kemudian bangunan kuno yang telah berdiri sejak tahun 1906 ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 12 Juli 2006. Museum Batik Pekalongan mempunyai luas sekitar 2500 m2, dengan lahan seluas 3675 m2. Konon gedung ini mulanya adalah sebagai Balai Kota, Kantor Walikota, hingga komplek perkantoran Pemerintah Kota.

Museum Batik Pekalongan menyimpan koleksi batik yang berasal dari daerah pesisiran, daerah pedalaman dan area Jawa lainnya, batik dari berbagai daerah di Nusantaara seperti dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, dan kain jenis teknik batik dari manca negara.



Di dalam Museum Batik Pekalongan kita bisa mengikuti pelatihan membatik.


Setelah puas mengunjungi Museum Batik Pekalongan, karena cuaca yang panas tentunya haus melanda kerongkongan ini. Maka untuk menghapus dahaga ini yang tepat adalah minum es limun. Dan tidak sampai 100 meter, terdapat pabrik es limun Oriental cap Nyonya. Yaitu tepatnya di jalan Rajawali Utara no.15, Pekalongan.


Konon Nyonya Njoo Giek Lien adalah orang pertama yang menemukan resep Limun Oriental Cap Nyonya. Kandungan gula pada limun tak sebanyak minuman bersoda populer pada masa itu. Rasa manisnya terasa lebih pas. Sebelum berubah nama menjadi Limun Oriental Cap Nyonya, dulu limun bernama Fabriek Lemonade en Mineral Water Njoo Giok Lien.


Pabrik limun ini telah beroperasi sejak tahun 1923 menyediakan berbagai varian rasa, seperti moka, nanas, framboze, jeruk, sirsak, lemon, dan air soda. Dulu mempunyai 9 varian rasa minuman limun. Yakni rasa nanas, kopi moka, jeruk, framboze, sirsak, lemon, anggur, leci dan korma.


Minuman limun ini dibandrol seharga Rp 6.000 jika diminum di tempat, namun jika dibawa pulang bersama botol kacanya, maka kita harus membayar Rp 8.000. Selain minum limun ditempat, kita juga bisa membeli untuk oleh-oleh, dengan harga paket Rp 60.000 untuk beli 6 botol, lengkap dengan botol dan dusnya.


Sumber :
https://museumbatikpekalongan.info/
http://discoverpekalongan.com/id/limun-oriental-pekalongan/
https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3637478/main-ke-pekalongan-nikmati-segarnya-limun-resep-lima-generasi?_ga=2.9946037.1286372881.1506090822-1578997129.1495357204

Friday, June 15, 2018

Mudik Lebaran 2018 (Ke Kudus)

Jumat, 15 Juni 2018
Jam 12.18
Km 85

Selesai unjung-unjung ke sanak famili yang ada di Surabaya, perjalanan panjang mudik ke kota Kudus resmi dimulai. Dari Surabaya kita masuk melalui pintu tol Perak atau Dupak. Sebalum mencapai kota Kudus, kita akan menuju kota mulai dari Surabaya - Gresik - Lamongan - Tuban - Lasem - Rembang - Pati - Kudus.


Jam 13.00
Km 113

Belum 30 km, perjalanan rehat sejenak di rest area tol Surabaya - Gresik, karena aku dan anakku yang pertama harus mampir ke toilet. Memang, aku dan anakku terkenal beser alias gampang kebelet pipis terutama selama perjalanan.


Jam 14.45
Km 208

Setelah menempuh 2.5 jam, perjalanan harus kita hentikan sejenak untuk istirahat sejenak, meluruskan otot-otot yang kaku. Kita berhenti di pom bensin, sekaligus untuk pipis. Lokasi pom bensin berada di antara kota Tuban ke Rembang.


Jam 16.15
Km 290

Setelah mencapai jarak 200 km lebih sedikit, waktunya untuk mengistirahatkan tubuh dan kendaraan. Dan seperti perjalanan sebelum-sebelumnya, kita berhenti di rumah makan Pring Sewu yang cukup aktif meng-iklan-kan diri.

Bayangkan saja, sejak 60 km sebelum lokasi, sudah ada poster atau banner yang menunjukkan adanya lokasi Pring Sewu tersebut. Namun memang rekomended tempatnya, selain rasa dari makanan yang cukup enak, tempat parkir luas, tempat sholat yang nyaman dan toilet yang cukup bersih. Jadi disini kita sholat Dhuhur sekaligus jamak dengan sholat Ashar.

Lokasi rumah makan Pring Sewu berada di kota Rembang.


Jam 17.23

Setelah 1 jam lebih rehat, perjalanan dilanjutkan kembali.



Jam 18.00

Saat akan lepas dari kota Pati, kita sengaja mampir ke showroom sekaligus pabrik makanan Dua Kelinci. Produk yang dijual tidak hanya kacang, meskipun makanan lainnya yang tersedia juga masih dominan kacang.

Selain beli snack, kita sempatkan mampir ke Mushola untuk sholat Maghrib.



19.00
Km 362

Dan akhirnya sampai juga kita di tujuan, yaitu di rumah Kudus, tepatnya di desa Bae Kudus. Alhamdulillah jarak sejauh 277 km kita tempuh tanpa ada aral melintang. Perjalanan selama 4 jam 34 menit atau total jika dihitung dengan rehat dan istirahat adalah selama 6 jam 42 menit kita lalui dengan lancar.

Thursday, June 14, 2018

Mudik Lebaran 2018 (Buka Bersama di Surabaya)


Rabu, 13 Juni 2018
Km0

Seharusnya hari terakhir kerja adalah tanggal 13 Juni 2018, namun beruntung hari Selasa, 12 Juni 2018 menjadi hari terakhir kerja. Meskipun ada konsekuensi yaitu hari Sabtu, tanggal 09 Juni 2018 harus masuk kerja.

Sore hari, dari rumah Sidoarjo kita berangkat menuju rumah Surabaya.



Jumat, 15 Juni 2018

Selesai sholat Ied, dan setelah makan ketupat plus bakso tulang iga, perjalanan unjung-unjung sebagai tradisi keluarga dimulai, yaitu ke rumah Bu Dhe yang terletak di perumahan Tropodo Sidoarjo.

🕌 Taqobbalallahu minna wa minkum. Barakallahu Fiikum.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Wednesday, June 13, 2018

Mudik Lebaran 2018

Perjalanan mudik memang selalu ditunggu-tunggu setiap tahun. Meskipun menempuh jarak ratusan kilometer bahkan hingga lebih dari seribu kilometer, namun tetap dijalani dengan bahagia tanpa rasa lelah.

Jika sebelum tahun 2010 mudik hanya dirasakan tidak lebih dari 5 hari, dan tidak terasa karena hanya naik pesawat dari Batam ke Surabaya, namun semenjak tahun 2011 aku benar-benar merasakan mudik yang sebenar-benarnya.

Berikut adalah rangkuman perjalanan mudik yang aku maksud.

2011 : Mudik 2011 Jember-Kudus-Pekalongan-Semarang
2012 : Mudik 2012 ke Jember
2013 : Mudik Liburan Lebaran 2013 (Episode 1)Mudik Liburan Lebaran 2013 (Episode 2)
2014 : Perjalanan Mudik 2014
2015 : Mudik 2015 Bagian 1Mudik 2015 Bagian 2Mudik 2015 Bagian 3
2016 : Perjalanan Mudik ke JemberPerjalanan Mudik ke JogjaPerjalanan Balik ke Sidoarjo
2017 : Perjalanan Mudik ke KudusPerjalanan Mudik ke Jember


Dan tahun 2018 ini, sekali lagi mudik dirasakan dengan senyum yang lebar. Tahun ini mudik ke 3 kota, bahkan 4 jika Surabaya dihitung, dimana secara tempat tinggal aku tinggal di Sidoarjo. Jadi artikel Mudik Lebaran 2018 ini aku pecah menjadi 4 artikel, agar tidak terlalu panjang, sebagai berikut:

1. Mudik Lebaran 2018 (Buka Bersama di Surabaya)
2. Mudik Lebaran 2018 (Ke Kudus)
3. Mudik Lebaran 2018 (Ke Pekalongan)
4. Mudik Lebaran 2018 (Ke Jember)

Monday, June 11, 2018

Deen Assalam

Lagu Deen Assalam awalnya dinyanyikan oleh penyanyi muda dari tanah Arab, Sulaiman Al Mughni.


Lagu Deen Assalam (Agama Perdamaian) dinyanyikan kembali oleh grup Gambus Sabyan. Grup Musik Sabyan Gambus mulai dikenal publik karena sering membawakan lagu-lagu islami ataupun sholawat nabi, baik dengan menyanyikan ulang (cover) ataupun menyanyikan karya baru.

Vokalisnya adalah Nissa Sabyan atau Khoirunnisa adalah penyanyi muslimah yang tergabung dalam grup musik Sabyan Gambus. Selain suara emas dari Nissa, lagu Deen Assalam mengandung pesan kuat yang terkandung dalam liriknya.

Lagu ini dirilis tepat pada tanggal 17 Mei 2018, atau sekitar 4 hari setelah peristiwa yang memilukan di Surabaya. Sehingga setidaknya mampu menyejukkan hati yang sempat panas.



Lirik lagu 
Deen Assalam

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lutudiqal ardi naskan kalla qalb

Abtahiyyat wabsalam
ansyuru ahlal kalam dzainuddin yahtiram
Abmahabbat wabtisam
ansyuru bainil anam hadahu din assalam

“Agama Perdamaian”
Seluruh bumi ini akan terasa sempit
Jika hidup tanpa toleransi
Namun jika hidup dengan perasaan cinta
Meski bumi sempit, kita akan bahagia

Melalui perilaku mulia dan damai
Sebarkanlah ucapan yang manis
Hiasilah dunia dengan sikap yang hormat
Dengan cinta dan senyuman

Sebarkanlah di antara insan
Inilah Islam agama perdamaian


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Nissa_Sabyan
http://bangka.tribunnews.com/2018/06/08/tak-hanya-karena-suara-emas-nissa-sabyan-lagu-deen-assalam-jadi-viral-ada-pesan-ini-di-dalamnya?page=all.
https://goingtojannah.wordpress.com/2016/11/05/bukti-islam-mengajarkan-perdamaian-bahkan-di-dalam-peperangan/

Thursday, June 7, 2018

Blokir STNK

Hari Kamis, sebagai warga yang taat pajak beberapa menjelang jatuh tempo pembayaran pajak STNK, aku pergi ke Samsat Drive Tru untuk menunaikan bayar pajak. Loket buka pada pukul 08.00 tapi aku sudah tiba pada pukul 07.20

Antrian lumayan mengular saking panjangnya.

Sekira pukul 08.30 akhirnya tiba giliranku, aku menyerahkan 2 STNK. Namun apa dinyana, ternyata salah satu STNK ga bisa dibayar, karena kena blokir Bank. Blokir Bank? Istilah baru bagiku terlebih selama hampir 20 tahun tidak pernah mengenal istilah tersebut.

Sambil keluar dari kasir aku googling untuk mencari informasi mengenai blokir Bank.


Ternyata cukup banyak artikel mengenai blokir Bank. Berdasarkan aturan per 1 Juni 2015, pengenaan pajak progresif berdasarkan pada alamat. Jadi, motor atau mobil akan dikenakan pajak progresif apabila alamat pemiliknya memiliki kesamaan dengan alamat wajib pajak yang telah terdaftar.

Hal diatas merupakan salah satu penyebab STNK terkena blokir.

Penyebab lainnya adalah diblokir karena kendaraan dilaporkan hilang oleh pemiliknya. Juga termasuk penyebab paling umum adalah diblokir karena pemiliknya melaporkan mobil tersebut sudah dijual, tujuannya adalah supaya dia bisa pakai nama tersebut untuk kendaraan lain dan tidak kena pajak progresif.

Untuk mengatasi tersebut kita harus segera membuka pemblokiran ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Proses buka blokir sekaligus bayar pajak STNK yang terkena blokir di Samsat juga cepat dan tidak ribet. Tidak sampai 30 menit termasuk antri prosesnya sudah kelar.


Sumber :
http://www.modifikasi.com/showthread.php/590889-BPKB-di-blokir-HELP-suhu
https://otomotif.kompas.com/read/2018/02/02/084200815/cara-blokir-stnk-agar-tak-kena-pajak-progresif