Saturday, January 15, 2022

Poverty Screams, but Wealth Whispers

Siang ini sambil berkendara mendengarkan radio Suara Surabaya, ada petuah bijak dari Prof. Rhenald Kasali, terdapat sekitar 10 poin, dan poin terakhir sangat menarik. Hingga sampai di rumah aku coba cari di google. Dan akhirnya menemukan topik dan pembahasan serupa dari beliau.

Poverty Screams, but Wealth Whispers

Orang yang kaya itu tidak berisik, namun berbisik, karena agak malu untuk membicarakan kekayaan. Jadi orang kaya itu diam-diam saja bahkan semakin sederhana. Semakin kaya seseorang maka dia akan semakin menginginkan privasi, dan tidak ingin menjadi perhatian.

Namun, sering kali kita lihat orang-orang yang justru pamer, mulai dari menyebutkan nama-nama orang hebat, menggunakan barang-barang mewah hanya untuk menunjukkan kehebatan atau kekayaan.  

Banyak orang yang katanya kaya, tapi kaya kok dipamer-pamerkan.

Jadi mengapa beberapa "orang kaya" justru ingin pamer?


Fenomena flexing vs privacy

Inilah yang disebut dengan flexing, yaitu memamerkan sesuatu. Istilah flexing digunakan dalam marketing. Dengan menunjukkan kekayaan maka diharapkan orang lain sebagai calon konsumen bisa percaya. Yang kita sebut sebagai market signalling.

Jadi flexing tersebut adalah marketing untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan pada customer sehingga customer mau menaruh uangnya atau membeli produknya.

Yang berbahaya jika signal tersebut adalah palsu.

Hal ini berkaitan dengan consumer behavior, salah satunya yang disebut dengan conspicuous consumption yaitu konsumsi yang sengaja ditunjukkan pada orang lain, misalnya rumahnya besar, mobilnya mewah, perabotannya langka yang digunakan untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang hebat. 

Flexing ini merupakan gejala social media yang tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di hampir semua negara-negara yang telah mencapai kemakmuran luar biasa. Namun bagi orang yang tinggal di negara yang telah menuju tingkat tertentu mereka sudah tidak melakukan pamer lagi.

Pada dasarnya orang yang benar-benar kaya adalah orang yang menjaga privasi, mereka mengutamakan comfort dan quality bukan label atau merk besar, Orang kaya memang tidak pamer namun sebaliknya terdapat beberapa orang yang ingin dikenal dan dikenang.

Ini tidak hanya berlaku pada kekayaan namun juga hal lain yang melekat pada diri kita misalnya gelar dan lain sebagainya. Ada hal yang telah menjadi trend, gaya hidup yang dipercaya oleh sebagian orang bahwa itu adalah signal untuk membawa keberuntungan, namun bagi orang bijak tidaklah demikian. 

Yang jelas kita harus memiliki jati diri. Stay relevan.

Selengkapnya segera dengarkan podcast di akun youtube Prof. Rhenald Kasali pada link diatas.

Blogger Tricks

Friday, January 14, 2022

Refuse Derived Fuel

Refuse Derived Fuel (RDF) adalah bahan bakar yang dihasilkan dari komponen yang mudah terbakar yang diambil dari lokasi industri atau komersial, dicacah, dikeringkan, dibulatkan dan akhirnya dibakar untuk menghasilkan listrik. 

RDF merupakan sumber energi terbarukan yang memastikan limbah tidak dibuang begitu saja ke tempat pembuangan sampah dengan dimanfaatkan dengan baik. Termasuk dalam kategori RDF adalah plastik yang tidak dapat didaur ulang, kertas karton dan label.

RDF terdiri beberapa jenis yaitu TDF / Tyre Derived Fuels (Bahan Bakar Berasal Ban), SRF / Solid Recovered Fuels (Bahan Bakar Padat yang Dipulihkan) dan AF / Alternative Fuels (Bahan Bakar Alternatif).

Ini merupakan eco-friendly option yang menjadi pilihan ramah lingkungan. 

Sekaligus menjadi win-win solution. Karena hal ini mendorong pembangunan dan pengembangan fasilitas RDF sekaligus menyelamatkan lingkungan dan meningkatkan ekonomi sebagai solusi dari waste management, sustainable supply chain dan renewable energy.


Sumber :

https://www.broadgroup.com/news/rdf-refuse-derived-fuel-explained

Thursday, January 13, 2022

Perubahan Iklim dan Serangga

Climate Disaster yang diakibatkan oleh Climate Change dapat mengubah dunia di sekitar kita. Salah satunya adalah komodo yang masuk dalam Endanger Species. Beberapa peneliti menduga bahwa serangga mungkin kurang terpengaruh, atau setidaknya lebih mudah beradaptasi, daripada mamalia, burung, dan kelompok makhluk lainnya. 

Benarkah?

Ternyata tidak.

Saat suhu naik 3,2 derajat Celcius maka diperkirakan setengah dari semua spesies serangga akan kehilangan lebih dari setengah dari kisaran layak huni mereka saat ini terkena dampak perubahan iklim.

Beberapa serangga, seperti capung, cukup gesit untuk mengatasi perubahan yang merayap. Namun kupu-kupu dan ngengat yang juga sering berpindah-pindah, tetapi dalam berbagai tahap siklus hidupnya mereka bergantung pada kondisi terestrial tertentu dan makanan nabati tertentu, dan begitu banyak yang masih rentan. 

Lebah dan lalat umumnya hanya dapat bergerak dalam jarak pendek, memperburuk krisis ketahanan pangan yang muncul di mana petani akan berjuang untuk menanam makanan tertentu bukan hanya karena kurangnya penyerbukan tetapi karena, di luar peningkatan 3 derajat Celcius atau lebih, petak tanah yang luas menjadi tidak cocok untuk banyak tanaman. 

Climate change ini juga terkait dengan kemiskinan, rasisme, kerusuhan sosial, ketidaksetaraan, penghancuran satwa liar.

Sebuah tim peneliti dari Swedia dan Spanyol telah menunjukkan bahwa sebagian besar serangga di zona beriklim sedang tidak aktif selama periode dingin. Serangga di zona beriklim sedang mungkin sama terancamnya oleh perubahan iklim seperti halnya di daerah tropis.


Sumber :

https://www.theguardian.com/news/2022/jan/11/climate-change-insect-world-global-heating-species

Wednesday, January 12, 2022

Scream

Diungkapkan dalam film Scream atau Scream 5 ini bahwa film ini bukan sekedar sequel namun lebih tepatnya disebut dengan requel dari film asli pertama, yaitu Scream yang rilis tahun 1996.

Scream 5 mengisahkan kisah kembali ke kota Woodsboro dengan Ghostface yang kembali membawa Sidney Prescott (Neve Campbell), Dewey Riley (David Arquette), dan Gale Weathers (Courteney Cox) dalam suasana brutal dan berdarah untuk mengungkap rahasia yang terkubur di masa lalu Woodsboro. 

Bermula dari Tara Carpenter yang ditelp dan dianiaya oleh Ghostface. Adegan ini berusaha menghidupkan pembukaan ikonik Drew Barrymore. Yaitu film dimulai dengan seorang gadis sendirian di rumah dan telepon berdering. 

Tara pun harus mengikuti kuis film horor dengan nyawa sebagai taruhannya jika salah. Film horor yang disebutkan mulai dari The Babadook, The Witch, dan Hereditary serta yang menjadi inti dari kisah ini adalah Stab 1-8, serial film yang berdasarkan pembunuhan Woodsboro di kehidupan nyata yang terjadi 25 tahun yang lalu. 

Hal ini menjadikan Sam Carpenter, kakak dari Tara, kembali ke kampung halamannya. Di Woodsboro, Sam menjadi korban penyerangan Ghostface yang ke-3. Sam Carpenter dan Tara Carpenter adalah saudara kakak adik, beda ayah. Dan diketahui bahwa ayah Sam adalah Billy Loomis, sang pembunuh berantai dibalik Ghostface original.

Oleh karena itu Sam menemui Dewey Riley. Dewey telah kehilangan posisinya sebagai Sheriff, dan digantikan oleh Judy Hicks. Karena khawatir akan keselamatan Dewey, sekaligus untuk menjalankan tugas sebagai reporter, Gale pun kembali ke Woodsboro setelah mendengar Judy dan putranya menjadi korban Ghostface.

Sidney pun akhirnya kembali ke Woodsboro untuk menemui Gale, sekaligus untuk melindungi Sam. Ending film Scream 5 berlangsung di rumah Stu Macher yang dibuat ulang, yaitu lokasi terakhir dari film Scream pertama. Stu juga merupakan sang pembunuh berantai yang berada di balik Ghostface.

Dalam ending film dijelaskan motif dari aksi Ghostface.

Jadi, akan kah Ghostface kembali ke Woodsboro sekali lagi menjadi film Scream 6?

Tuesday, January 11, 2022

Sustainability dalam Supply Chain

Tantangan dan dampak di dunia supply chain kurang diperhatikan. Pada umumnya kita hanya fokus pada pasokan yang rendah, keterlambatan pengiriman, kenaikan biaya dan kekurangan pekerja. Beberapa topik yang diajarkan sudah usang.

Sudah saatnya kita beralih pada supply chain yang lebih berkelanjutan.

Studi EY pada tahun 2021 menemukan bahwa 84% konsumen merasa sustainability sangat penting saat membuat keputusan membeli, dan 61% menginginkan lebih banyak informasi untuk membantu membuat pilihan yang lebih berbau sustainability.

Emisi di jalan raya saat ini 70% lebih tinggi daripada di awal milenium.

Hal ini akan berefek pada perubahan iklim sehingga perlu dicari solusi agar selaras dengan praktik supply chain yang memiliki nilai-nilai lingkungan dan berkomitmen pada green supply chain. Dan supply chain bertanggung jawab atas 90% ecological footprint atau jejak ekologis.

Laporan dari McKinsey tahun 2021 ini menunjukkan kurang dari 50% perusahaan yang disurvei memiliki visibilitas ke supplier tingkat 1. Hal ini memungkinkan perusahaan mencari supplier dengan komitmen ekologis yang baik sehingga pada akhirnya dapat mengurangi emisi internal.

Kedepan, perusahaan dan bisnis akan lebih memahami untuk memiliki supply chain yang mempunyai value untuk memprioritaskan sustainability. Contoh perusahaan yang sudah memulainya misalnya Amazon, Starbuck, Ecologyst dan Athleisure Girlfriend Collective.

Jadi, mulailah berinvestasi membangun green supply chain agar tidak tertinggal nantinya.


Sumber :

https://www-adweek-com.cdn.ampproject.org/c/s/www.adweek.com/brand-marketing/sustainability-is-the-supply-chain-issue-nobodys-talking-about/amp/

Monday, January 10, 2022

Web 3.0

Pagi ini membaca berita tentang Elon Musk yang share video lawas di tahun1995 saat Bill Gates berbicara tentang potensi internet waktu The David Letterman Show. Gates menjelaskan bahwa internet adalah tempat orang-orang mempublikasikan informasi sehingga setiap orang punya homepage masing-masing. 

Namun, Letterman tidak percaya bahwa pertandingan bisbol dapat didengar atau ditonton di komputer, tapi dia juga setuju bahwa dia mengkritik sesuatu yang tidak dia pahami sepenuhnya.

Hal yang sama, Musk juga berkata bahwa "Aku tidak mengatakan web3 itu nyata - tampaknya lebih banyak buzzword marketing daripada kenyataannya saat ini - aku hanya ingin tahu seperti apa masa depan dalam 10, 20 atau 30 tahun mendatang. 2051 terdengar sangat futuristik!".

Apa itu Web3.

Web3 atau Web 3.0 adalah evolusi internet yang diprediksi blockchain, teknologi yang ada dibagi cryptocurrency atau Non-Fungible Tokens (NFT). Pada dasarnya, Web3 adalah pengembangan dari versi Web 1.0 dan Web 2.0, dimana pada awal 2000-an, internet didominasi oleh konten kreator besar dan kebanyakan pengguna adalah konsumen. 

Perubahan pada Web 2.0 memungkinkan pengguna bisa menjadi pemain pada industri dengan membagikan konten mereka.

Sedangkan pada Web3 pengguna bukan hanya pembuat konten, mereka juga bertanggung jawab atas platform tempat konten dibagikan. Entitas terpusat, seperti Facebook, Twitter, dan Google, akan digantikan oleh platform media sosial dan mesin pencari tanpa perusahaan di belakangnya.

Terjadi semacam kompetisi dalam Akselerasi Digital antara Web3 dengan Mark Zuckerberg "metaverse"-nya. 

Kemungkinan perlahan tapi pasti akan muncul Big Tech (Google, Facebook, Apple, Microsoft, Amazon, Twitter) untuk menguasai dunia digital--membuat pondasi demokratis pelan-pelan sirna dalam tubuh dunia digital. 

Diprediksi Metaverse atau Web3 kan mengulang seperti coinbase, startup yang menjembatani pelbagai mata uang digital terutama Bitcoin. Namun hanya sedikit masyarakat umum yang bersedia mengikhlaskan komputer milik mereka untuk mendukung Bitcoin sampai saat ini, sehingga para VC-lah (venture capital/kapital ventura) yang akan memilikinya.


Sumber :

https://inet.detik.com/cyberlife/d-5889748/elon-musk-bagikan-video-jadul-1995-bill-gates-diledek-soal-internet.

https://inet.detik.com/law-and-policy/d-5871878/apa-itu-web3-yang-disebut-elon-musk-dan-jack-dorsey.

https://tirto.id/metaverse-dan-web3-masa-depan-digital-yang-digenggam-big-tech-gndM?fbclid=IwAR0Zb0-CUC4AcAI70ywnRz6TYLES-Px0pxaenO0eqvIkjOCmYeylzdsnlc8

Friday, January 7, 2022

Perjalanan ke Pekalongan


Hari Jumat, tanggal 7 Januari 2022 aku kembali melakukan perjalanan cukup jauh menuju kota Pekalongan. Terakhir kesana adalah saat Mudik ke Pekalongan 2019 (Bagian Dua) dan sebelumnya lagi adalah saat Mudik Lebaran 2018 (Ke Pekalongan). Artinya sudah hampir 3 tahun tidak kesana.

Total perjalanan sampai hari Minggu, tanggal 9 Januari 2022, total perjalanan yang ditempuh adalah 1.175 km, dengan menghabiskan total bahan bakar pertalite setara dengan Rp 600.000 atau sebanyak 78 liter. Artinya konsumsi bahan bakar 1 liter dapat menempuh 14,9 km.

Karena perjalanan cukup panjang, jadi agar aman dan selamat selama perjalanan, kita putuskan untuk setiap 2 jam perjalanan kita berhenti di rest area untuk istirahat.

Hal ini untuk menghindari micro sleep atau highway hypnosis yaitu fenomena yang biasa dialami pengemudi saat berkendara jarak jauh dalam durasi yang cukup lama. Statisnya pemandangan lurus selama di jalan tol dapat menciptakan kondisi pengemudi menjadi jenuh dan letih, mengakibatkan pengemudi tertidur selama sepersekian detik. 

Dan sekaligus untuk menghindari Automatic Behavior Syndrome (ABS), yaitu juga fenomena yang terjadi karena pengemudi berkendara tanpa diselingi waktu istirahat. dimana jika micro sleep terjadi akibat kejenuhan rutinitas berkendara, sedangkan ABS terjadi akibat kelelahan.

Istirahat yang dilakukan mulai dari tanpa gerak badan atau stretching dan istirahat dengan gerak badan agar pengemudi tetap bugar. Rest area pertama adalah sekitar Kertosono-Nganjuk, rest area kedua di Salatiga dan yang ketiga saat dekat dekat exit Tol Pekalongan, tepatnya di Batang.


Di Pekalongan kita beristirahat ke Hotel Dafam Pekalongan yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo No.53, Medono, Pekalongan Barat, Podosugih, Kec. Pekalongan Bar., Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Hotel Dafam ini telah berdiri dan beroperasi sejak tanggal 6 Februari 2012. Kita menginap pertama kali disana adalah pada tahun 2013.


Disana selain ada acara reuni SMP Sragi, tidak ada acara khusus lainnya. Sehingga untuk menghabiskan waktu kita pergi jalan-jalan di mall Transmart dan pergi ke Cafe Limun Oriental yang berada di pabrik es limun Oriental cap Nyonya. Yaitu tepatnya di jalan Rajawali Utara no.15, Pekalongan.



Selain minum 2 botol di tempat plus snack kentang dan tahu bakso, sebagai oleh-oleh kita juga beli 2 dus, dengan masing-masing dus isi 6 botol. Harganya cukup terjangkau total semuanya kita cukup membayar sekitar 150 ribu.


Pagi harinya, untuk melepas penat kita jalan-jalan di sekitar Titik Nol Pekalongan dan simpang lima Pekalongan. Di sana terdapat sebuah Monumen Juang yang berisikan 3 buah bambu dengan 10 bilah ruas yang melambangkan peristiwa berdarah 03 Oktober 1945 di tempat tersebut.


Monumen Juang ini untuk memperingati Peristiwa Berdarah 03 Oktober 1945 di Pekalongan, yaitu kisah heroik masyarakat Pekalongan dan sekitar yang ingin merdeka dari tangan penjajah asing. Semua bermula dari kabar kekalahan Jepang pada Perang Dunia kedua dengan tentara setuju terdengar pertama kali pada tanggal 14 Agustus 1945 pukul 9 malam. 

Pada tanggal 28 Agustus 1945, di Karisedenan Pekalongan dibentuklah KNID dengan ketua dr. Sumbardji, wakil ketua dr. Ma’as. Pada 28 September 1945, atas usulan KNID Pekalongan, Mr. Besar Martokusumo dilantik menjadi Residen Pekalongan oleh Presiden Soekarno, dengan usaha pertama adalah pengambil-alihan kekuasaan dari tangan Jepang. 

Pada tanggal 3 Oktober 1945, Masyarakat Pekalongan sudah berkumpul di Lapangan Kebon Rojo (sekarang menjadi Monumen), depan gedung Kempetai sejak pukul 08.00 pagi. Perundingan berjalan alot, karena pihak Jepang tidak setuju dengan tuntutan yang diajukan.

Tiba-tiba ada sekelompok orang yang bergerak menaiki pagar pemisah antara gedung Kempetai dan Kantor Residen. Seketika tentara Jepang yang berada di barisan keamanan gedung mendadak memberondongkan peluru ke kerumunan massa yang hadir. Sejumlah pemuda yang ingin mengganti bendera Jepang dengan Merah putih pun juga tak luput dari peluru yang ditembakkan tentara Jepang.

Akhirnya pada tanggal 10 Oktober 1945, Jepang meninggalkan bumi Pekalongan menuju Purwokerto, mereka dievakuasi secara diam-diam pada pukul 04.30 WIB dari Pekalongan lewat Tegal.


Sumber:
https://kotomono.co/sejarah-monumen-juang-kota-pekalongan/
https://otomotif.kompas.com/read/2022/01/06/122200815/mengenal-automatic-behavior-syndrome-penyakit-pengendara-mobil

Related Posts