Monday, November 11, 2019

Warna dan Bentuk Rambu Lalu Lintas

Mengendarai kendaraan di jalan kita dituntuk tidak hanya bisa menyetir tapi selain mengemudi kita juga harus mengetahui dan memahami marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas. Untuk rambu lalu lintas terdapat beberapa warna latar dan bentuk.


Setidaknya terdapat 4 (empat) jenis rambu lalu lintas sesuai dengan ketentuan pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor Pm 13 Tahun 2014 Pasal 3.
  1. Rambu Petunjuk, untuk memandu dan memberikan informasi misalnya menunjukan jurusan, batas wilayah dan lokasi fasilitas umum. Rambu ini berwarna dasar hijau, dengan garis tepi, lambang putih dan huruf atau angka yang berwana putih.
  2. Rambu Peringatan, untuk memberi informasi kondisi jalan yang membutuhkan kewaspadaan lebih dari pengguna jalan. Misalnya: peringatan daerah rawan kecelakaan, jalan berliku atau jalan bergelombang. Rambu ini berwarna dasar kuning dengan garis tepi, lambang dan huruf atau angka berwarna hitam. 
  3. Rambu Perintah, menyatakan perintah yang wajib dipatuhi pengguna jalan. Misal: perintah mengikuti arus, belok kiri langsung, atau batas kecepatan 80 km/jam. Rambu ini berwarna dasar biru, dipadu garis tepi, lambang, huruf, angka atau kata-kata yang berwana putih.
  4. Rambu Larangan, berisi larangan untuk pengguna jalan. Seperti: larang masuk, berhenti, parkir atau memutar balik. Rambu ini berlaku di area tertentu hingga terdapat Rambu Batas Akhir Larangan yang lazim berwarna hitam dan putih. Rambu ini berwarna dasar putih dipadu garis tepi dan kata-kata berwarna merah. Sedangkan lambang, huruf atau angka yang tertera di permukaannya, berwarna hitam. 

Sumber :
https://banjarkab.go.id/empat-jenis-rambu-lalu-lintas-yang-wajib-diketahui-dan-dipahami/
https://zonabikers.com/wajib-tahu-arti-dari-warna-dasar-rambu-lalu-lintas/
Blogger Tricks

10 Management Tips for Great Leaders


Berkomunikasi secara efektif dengan tim Anda dan menjadikan lingkungan kerja kita tempat yang menyenangkan untuk bekerja membuat tempat kerja dan kehidupan kita jauh lebih menyenangkan.

Dan yang tak kalah penting juga adalah menginspirasi orang lain untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan memberikan hasil.

10 tips management untuk great leaders adalah
  1. Share information, communicate the news that you can, so minds don't wander
  2. Say thanks, people want to feel appreciated. A simple thank-you note doesn't cost a thing, and it makes a huge difference
  3. Empower through delegation, we know no one can do it as well as you can, but you need to delegate to give yourself time to a complete tasks more appropriate for your level
  4. Adjust your style, you have many different communication styles and personalities on your team. Don't think that you can manage everyone the same way, and don't assume everyone likes to be managed the way you like managed
  5. Set small milestones, if you can't match last year's numbers, set milestones that can be reached
  6. Have fun, your team wants to enjoy going to work. Play ten minutes.
  7. Remove obstacles, bureaucracy stifles creativity and innovation. Cut down some of the paperwork
  8. Give feedback, your direct reports want feedback, and it's crucial in making your team as productive as possible
  9. Raise your hand, when your people see you putting in extra hours, they are inspired to jump in and follow your lead
  10. Focus your time, it's the old 80:20 principle. Focus the majority of your time and attention on the 20% of your people and projects that generate 80% of your results.

Sunday, November 10, 2019

Terminator: Dark Fate

Film Terminator: Dark Fate mempertemukan kembali Sarah Connor (Linda Hamilton) dengan T800 (Arnold Schwarzenegger). Film ini tidak memiliki hubungan dengan Terminator: Salvation dan Terminator: Genisys, 2 film tersebut disebut film dengan ‘alternate storyline’.

Sehingga Terminator: Dark Fate melanjutkan dari film kedua yaitu Terminator: Judgement Day, yang disebut sebagai ‘main storyline’. Karena Sarah Connor dalam Terminator 3 diceritakan telah mati.

Jika dirunut kembali, urutan film Terminator Series adalah sebagai berikut:

The Terminator : 1984
Terminator 2: Judgment Day : 1991
Terminator 3: Rise of the Machines : 2003
Terminator Salvation : 2009
Terminator Genisys : 2015


Dalam film Terminator: Dark Fate adalah adanya masa depan yang sepenuhnya baru. Dimana Sarah dan John berhasil menghancurkan Skynet. Dengan hancurnya Skynet, hadir AI baru yang bernama Legion.

Film dimulai dengan prolog singkat berlatar tahun 1998, cerita melonjak ke Mexico City pada tahun 2020.

Kali ini yang menjadi target bukan Sarah dan John Connor, tapu Dani Ramos, seorang pekerja pabrik Meksiko. Dia dan adiknya dikejar Terminator Rev 9 saat bekerja di pabrik tempat mereka bekerja. Lalu Dani diselamatkan oleh Grace, sosok Rev 7 yaitu seorang prajurit super hasil rekayasa genetik, yang kembali ke masa lalu dengan misi penyelamatan.

Grace dibantu dengan Sarah. Yang mempunyai misi serupa setelah John mati ditangan Terminator, namun menjadi karakter yang sok tahu semua hal yang mengubah trauma menjadi sinisme yang agresif.

Dani pun berubah, sebelumnya sebagai orang yang naif, dengan dibalut kesedihan dan teror, kemudian berubah menjadi wanita yang kuat.

Terminator Rev 9 merupakan gabungan 2 terminator di dalam satu badan, yakni T2 atau T1000 dan robot terminator biasa.



Sumber :
https://www.tek.id/review/review-terminator-dark-fate-tidak-ada-hasta-la-vista-lagi-b1XpG9fWz
https://www.bbc.com/indonesia/vert-cul-50244579

Leaders Who Destroy vs Leaders Who Deliver.



Dalam beberapa terakhir cukup intens membahas mengenai leadership, salah satunya yang aku tulis dengan judul artikel Boss, Leader & Engineer. Kali ini ada infografis yang menarik, yaitu mengenai pemimpin, siapa Leaders Who Destroy dan siapa Leaders Who Deliver.

Manakah pemimpin yang terobsesi dan budaya pada “berbasis hasil”?

Ciri-ciri Leader Who Deliver adalah:
  1. They share the maximum information they can
  2. They use their power mindfully and vigilantly
  3. They create condition for motivation to flourish
  4. They obsessed with performance and result
  5. They stamp on poor behaviour whatever the result
  6. They review wins and loses with equal passion and discipline
  7. They adjust goals in any direction to ensure they are motivating
  8. They talk endlessly about responsibility
  9. They are mindful when using their power
  10. They understand the politics


Sedangkan ciri-ciri Leaders Who Destroy adalah sebagai berikut :
  1. They share the minimum information they can get away with
  2. They use their power thoughlessly
  3. They use pressure, fear, and hierarchy to motivate
  4. They are myopically focused on result
  5. They tolerate poor behaviour if the result is OK
  6. They move on from wins and interogate failures
  7. Once set, they'll only move goals to make them harder
  8. They talks endlessly about accountability
  9. They are frightened of losing their power
  10. They are political


Sumber :
https://www.theperformanceroom.co.uk/leaders-destroy-vs-leaders-deliver/

Saturday, November 9, 2019

Zona Nyaman

Anak yang sering menjadi juara di level kota, akan menjadi nyaman di dalam kota. Hal ini bisa berbahaya karena tidak akan belajar hal yang baru. Padahal di luar sana banyak hal yang lebih besar untuk diraih.

Untuk itu, di suatu kesempatan kedua anakku aku dorong untuk ikut lomba di luar kota. Karena di dalam kota mereka besar, namun di luar kota belum tentu, bahkan bisa jadi menjadi hanya kecil.

Orang yang berada di Zona Nyaman akan merasa aman dan terkontrol.

Satu langkah diluar Zona Nyaman adalah Zona Takut, yang mempunyai 3 ciri yaitu :
  1. Kurang percaya diri
  2. Sering alasan
  3. Mudah dipengaruhi

Berikutnya adalah Zona Belajar, di zona ini kita akan belajar skill baru dan akan menghadapi masalah dan tantangan.

Dan zona berikutnya adalah Zona Tumbuh, dalam zona ini kita akan melakukan hal sebagai berikut:
  1. Punya mimpi
  2. Mentargetkan goal baru
  3. Berusaha mencapai target
  4. Mencari tujuan

Friday, November 8, 2019

Kisah Luqman dan Keledai

Surah Luqman

  وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (١٢) وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (١٣)

12. Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, "Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

  وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (١٤) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (١٥)

14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الأرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (١٦) يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ (١٧) وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (١٨)وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الأصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (١٩)

16. (Luqman berkata), "Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahateliti.
17. Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.
18. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
19. Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.


Dalam sebuah kesempatan, saat Luqman mengajari puteranya dengan kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat, Luqman berkata, ”Wahai putraku! Lakukanlah hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agama dan duniamu. Terus lakukan hingga kau mencapai puncak kebaikan. Jangan pedulikan omongan dan cacian orang, Sebab takkan pernah ada jalan untuk membuat mereka semua lega dan terima. Takkan pula ada cara untuk menyatukan hati mereka.”

”Wahai puteraku! Datangkan seekor keledai kepadaku, dan mari kita buktikan.”

Luqman bermaksud mengajak puteranya jalan-jalan di tengah masyarakat untuk membuktikan bahwa membuat semua orang “legawa” itu sangatlah sulit. Bahkan bisa dibilang sama sekali tidak mungkin terjadi.

Apapun yang diperbuat oleh seseorang akan selalu ada yang mempersalahkan. Selalu saja ada yang tidak setuju. Kemudian perjalanan mereka segera dimulai.

Luqman menaiki keledai dan menyuruh puteranya berjalan menuntun keledai. Sekelompok orang yang menangkap pemandangan –yang menurut mereka- aneh tersebut, segera berkomentar mencaci: ”Anak kecil itu menuntun keledai, sedang orang tuanya duduk nyaman di atas keledai. Alangkah congkak dan sombongnya orang tua itu.”  Luqman pun berkata: ”Puteraku, coba dengar, apa yang mereka katakan.”

Luqman lalu bergantian dengan puteranya, kini giliran Luqman yang menuntun keledai, dan puteranya naik di atasnya. Mereka melanjutkan perjalanan hingga bertemu sekelompok orang.

Tak pelak, orang-orang pun segera angkat bicara setelah menangkap pemandangan yang tak nyaman di mata mereka. ”Lihatlah, anak kecil itu menaiki keledai, sementara orang tua itu malah berjalan kaki menuntunnya. Sungguh, alangkah buruknya akhlak anak itu.”  Luqman kemudian berkata kepada puteranya: ”Anakku, dengarlah apa yang mereka katakan.”

Mereka berdua melanjutkan perjalanan. Kali ini, keduanya menaiki keledai mungil itu. Mereka berdua terus berjalan hingga melewati sekelompok orang yang duduk-duduk di pinggir jalan. Lagi-lagi, mereka unjuk gigi saat melihat Luqman dan puteranya.

”Dua orang itu naik keledai berboncengan, padahal mereka tidak sedang sakit. Mereka mampu berjalan kaki. Ahh, betapa mereka tak tahu kasihan pada hewan,” sindir seseorang yang melihat luqman. ”Lihatlah apa yang mereka katakan, wahai puteraku!” Luqman kembali menasihati puteranya.

Tanpa menghiraukan caci maki orang-orang itu, Luqman dan puteranya kembali melanjutkan perjalanan. Terakhir kali, mereka berjalan kaki bersama, sambil menuntun keledai.

”Subhanallah! Lihat, dua orang itu menuntun keledai bersama, padahal keledai itu sehat dan kuat. Kenapa mereka tidak menaikinya saja? Ahh, betapa bodohnya mereka.”

”Dengarlah apa yang mereka katakan! Bukankah telah aku katakan padamu? Lakukan apa yang bermanfaat bagimu dan jangan kau hiraukan orang lain. Aku harap kau bisa mengambil pelajaran dari perjalanan ini,” kata Luqman mengakhiri perjalanan bersama puteranya.

Cerita kebijaksanaan Luqman di atas dapat dipetik hikmahnya, bahwa manusia haruslah menjadi orang yang kuat, sehingga memiliki pendirian yang teguh dan kokoh.

Tidak goyah dengan terpaan angin. Tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas. Nasihat-nasihat Luqman sangat banyak sekali, baik yang didokumentasikan di dalam al-Qur`an ataupun di kitab-kitab para ulama.


Sumber :
http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-luqman-ayat-12-19.html
https://www.liputan6.com/ramadan/read/2997705/kisah-sang-bijak-luqman-al-hakim-keledai-dan-cacian-orang-lain

Thursday, November 7, 2019

Boss, Leader & Engineer

Minggu lalu mendapatkan pencerahan mengenai doing the right thing vs doing the things right. Hal yang membedakan kita sebagai leader atau sebagai manager. Yang membedakan antara pemimpin atau boss. Dan yang membedakan efektif vs efisien.

Dalam sebuah organisasi, atau komunitas kita harus memutuskan, merencanakan, atau membuat suatu hal untuk melakukannya dengan menggunakan kedua pilihan di atas, doing the right thing vs doing the things right.

Pada umumnya kita lebih suka doing the things right dalam kehidupan sehari-hari, karena doing the things right adalah seorang yang suka berpikir taktis atau tactical thinking, expert dalam hal management, implementing vision.

Doing the things right umumnya dilakukan oleh seorang follower. Juga merupakan pilihan dengan ukuran yang relatif mudah, tinggal melihat sisi constrain dari hambatan biaya ya hambatan rules. Doing the things right merupakan pilihan tanpa resiko, pilihan para safety player dan juga pilihan yang berpatokan pada keadaan masa kini.

Sedangkan doing things right adalah pilihan idealis, pilihan seorang leader (strategic thinking is creating vision). Sehingga bisa jadi pilihannya bersifat subjektif dan visioner. Doing the things right adalah pilihan para pemberani dan pilihan orang-orang yang yakin dengan dirinya untuk pengorganisasian yang lebih baik dan tentunya untuk orang banyak. Strategic thinkers adalah mereka yang lebih mengutamakan keefektifan. Karena keefektifan ialah sebuah ukuran luar dari proses yang dihasilkan dan juga kualitas.


Sebagai seorang pemimpin, selain memilih melakukan doing the right thing vs doing the things right kita juga bisa berprofesi atau berperan sebagai Boss atau sebagai Leader. Ada satu lagi, yaitu sebagai engineer.

Engineering adalah sebuah profesi dimana didalamnya ada pengetahuan matematika dan ilmu alam yang dapat melalui pendidikan dan pengalaman praktek. Profesi engineering menuntut standard sikap terhadap yang tinggi serta memliki tanggung jawab kepad klien dan mitra dan masyrakat sebagai satu kesatuan yang utuh.

Proses ini membutuh kan bidang pengetahuan yang spesifik. Engineer dan technician hampir mirip. yaitu sama-sama memiliki pengetahuan matematik dan ilmu yang sama baiknya. Engineer merancang dan menghasilkan perangkat, struktur, dan proses yang dapat digunakan.

Selain itu seorang Engineer dituntut dapat merancang konsep riset, perancangan proyek, inovasi produk, pengembangan sistem, mengkordinir tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan. pembuatan gambar teknik, estimasi biaya proyek, inspeksi lapangan, pengumpulan data, survei, dan penulisan teknis.

Sedangkan technician selain mengerjakan proyek dari engineer juga mampu menggunakan peralatan tangan dan mekanik untuk merawat, meperbaiki dan mengoperasikan mesin-mesin atau produk-produk yang bermamfaat bagi tim Engineering.

Engineer berupaya untuk mengetahui, sedangkan technician berupaya untuk melakukan.

Aktivitas Engineering diantaranya adalah
  1. Riset untuk mencari pengetahuan baru atau menemukan pemahaman baru yang lebih baik mengenai fakta-fakta yang telah diketahui.
  2. Pengembangan yang bertujuan untuk mengubah hasil-hasil dan penemuan yang diperoleh dari riset kedalam bentuk produk, metode, atau proses yang berguna.
  3. Perencanaan dengan mengubah konsep-konsep dan infrmasi menjadi rencana-rencana dan spesifikasi yang terperinci.
  4. Konstruksi atau pembangunan dengan merubah desain dan bahan menjadi bangunan dan fasilitas.
  5. Merekomendasikan mesin-mesin peralatan, suku cadang, atau layanan-layanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  6. Memecahkan masalah-masalah kebijakan, keuangan, orrganisasi dan SDM, humas, dan pemesanan serta penjualan.

Sumber :
https://maxima.id/doing-things-right-vs-doing-the-right-things/
http://dunia-atas.blogspot.com/2011/03/definisi-engineering.html

Related Posts