Monday, November 30, 2020

Cycle Trasehold

Tes amplifikasi asam nukleat (NAAT/Nucleic Acid Amplification Testing) seperti real time reverse-transcription polymerase chain reaction (rRT-PCR) dan Isothermal PCR (iiPCR dan RT LAMP) yang sering kita sebut dengan Tes swab PCR digunakan untuk mendeteksi seseorang yang positif terinfeksi Covid-19.

Metode real-time RT-PCR adalah suatu pemeriksaan molekuler berbasis reaksi rantai polimerase dari sampel klinis pasien. Virus yang menyebabkan COVID-19 tergolong pada virus RNA, dalam mendeteksi virus ini didahului proses perubahan/konversi dari RNA menjadi DNA. Proses ini difasilitasi oleh enzim reverse transcriptase

Seseorang pasien Covid-19 yang kondisinya sudah membaik, namun kadang saat tes hasilnya masih positif, hal ini dikarenakan adanya fragmen yang tersisa dari virus corona yang sudah mati masih terdeteksi alat tes.

Oleh karena itu, ada istilah Cycle trasehold (Ct) yang akan muncul di hasil tes PCR dan ini bisa menunjukkan apakah virus yang terdeteksi ini masih aktif atau sudah mati. Hampir mirip dengan orang tanpa gejala (OTG).

Sebagian laboratorium mengeluarkan hasil yang bersifat kualitatif yaitu menyatakan positif atau negatif saja, sedangkan laboratorium lain memberikan hasil yang tergolong kuantitatif, yaitu dengan menyatakan nominal dari cycle threshold value atau nilai CT. 

Setiap alat dan reagen mempunyai karakteristik dan cut off nilai Ct yang berbeda. Ada yang menggunakan nilai cut off Ct>30 sebagai hasil negatif, ada yang menggunakan nilai cut off Ct>35, >40, maupun >45. 

Nilai CT ini berbanding terbalik dengan kemampuan virus untuk menular ke orang lain. Artinya, semakin tinggi nilai CT, semakin rendah kemungkinan virus untuk menyebabkan infeksi. Nilai CT > 34, tidak menimbulkan infeksi. 


Sumber :

https://www.halodoc.com/artikel/kata-dokter-memahami-nilai-ct-pada-hasil-tes-pcr

https://rs.ui.ac.id/umum/berita/mengenal-ct-cycle-threshold-value-dalam-diagnosis-covid-19

https://www.kemkes.go.id/article/view/20030400008/FAQ-Coronavirus.html

https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/10/070000165/sudah-mati-sisa-virus-masih-bisa-terdeteksi-alat-tes-pcr-dalam-jangka-waktu?page=all.

https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tes-diagnostik-untuk-sars-cov-2.pdf?sfvrsn=71ceeae7_2

Blogger Tricks

Sunday, November 15, 2020

Protokol Ketat Candi Borobudur

Setelah puas menonton event Borobudur Marathon 2020 sekaligus ikut berlari di Borobudur Marathon Virtual Challenge (BMVC), dan setelah check out dari The Amrta Borobudur, kami sekeluarga melanjutkan petualangan dengan jalan-jalan ke Candi Borobudur.

InsyaAllah wisata ke Candi Borobudur aman dari virus Covid-19.

Karena di Candi Borobudur benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat, bahkan konon destinasi wisata Candi Borobudur menjadi percontohan di tengah pandemi. 

Wisatawan sebelum memasuki area Borobudur wajib mencuci tangan dan harus dipandu oleh tour guide, serta pengunjung dibatasi, bahkan wisatawan hanya diperbolehkan sampai pelataran Candi Borobudur, hal ini dikhawatirkan jika batu candi disemprot disinfektan setiap hari dapat merusak batu candi tersebut.

Papan-papan informasi tentang tata cara pencegahan Covid-19 juga terpasang di berbagai sudut kawasan mulai dari penggunaan masker, cuci tangan, melakukan social distancing maupun physical distancing. 

Saat masuk kawasan, wisatawan akan dicek suhu tubuhnya. Bagi wisatawan dengan suhu di bawah 37,5 diberi stiker warna hijau, kemudian pengunjung dengan suhu di atas 37,5 sampai 37,8 diberi stiker warna kuning. Untuk pengunjung dengan suhu di atas 37,8 akan diberi stiker warna merah.

Sebelum sampai lokasi pembelian tiket, wisatawan dianjurkan untuk cuci tangan dan melewati disinfection chamber yang aman bagi pengunjung. 

Saya pribadi, sangat setuju dengan metode ini, dibandingkan dengan metode buka tutup destinasi. Lebi baik diperketat dari cara kita mengontrol. Karena jika destiansi ditutup ini akan ada problem ekonomi dan sosial. 

Sehingga sangat penting kampanye prinsip Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE), yaitu diantaranya adalah gerakan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.


Sumber :

https://www.inews.id/travel/destinasi/borobudur-jadi-destinasi-percontohan-di-tengah-pandemi.

Borobudur Marathon 2020

Seru sekali menyaksikan Borobudur Marathon 2020. Acara tahun 2020 ini dikarenakan masih dalam pandemi wabah Covid-19, sehingga yang diadakan hanya khusus Elite Race Borobudur Marathon 2020 yang dihelat di kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Betmen Manurung, pelari asal Bogor, menjadi juara dalam Elite Race Borobudur Marathon 2020 dengan catatan waktu 2 jam 42 menit untuk jarak 42,195 km.

Betmen Manurung adalah selain menjadi pelari juga salah satu prajurit TNI dengan pangkat Praka, prajurit TNI di di kesatuan Yon Armed Batalyon 10/Bradjamusti

Sedangkan untuk putri, juara Elite Race Borobudur Marathon 2020 diraih oleh Pretty Sihite, pelari asal Tapanuli Utara, dengan catatan waktu 3:11:51, setelah duel ketat antara Irma Handayani dengan Pretty Sihite hampir di sepanjang lomba, dan di akhir lomba hanya berjarak 42 detik saja.

Tidak hanya melihat di TV, aku juga beruntung berkesempatan melihat langsung event Elite Race Borobudur Marathon 2020 meskipun dari luar pagar Kompleks Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang.

Mengambil tagline #KembaliKeMagelang semoga semangat Borobudur Marathon 2020 bisa dijadikan contoh even lari marathon lainnya di Indonesia yang dilakukan di tengah pandemi.

Even kemarin juga diramaikan oleh pelari di nusantara yang juga mengikuti Borobudur Marathon Virtual Challenge (BMVC) yang berlari dari lokasi masing-masing secara virtual.


Sumber :

https://www.kompas.com/sports/read/2020/11/15/07510658/hasil-elite-race-borobudur-marathon-2020-betmen-manurung-tercepat?page=all.

https://www.kompas.com/sports/read/2020/11/15/08414738/hasil-elite-race-borobudur-marathon-2020-putri-pelari-asal-tapanuli-utara?page=all.

https://www.kompas.com/sports/read/2020/11/15/13582738/catatan-waktu-elite-race-borobudur-marathon-2020-adu-kuat-pada-lap-akhir?page=all.

https://indonesiaexpres.co.id/2020/11/15/praka-betmen-manurung-raih-medali-emas-elite-race-borobudur-marathon-2020/

https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1322366-puncak-borobudur-marathon-2020-magelang-makin-menggeliat

Saturday, November 14, 2020

Amrta Borobudur

Borobudur Marathon adalah salah satu event lari yang sangat pengen aku ikuti. Cukup unik karena Pendaftaran event Borobudur Marathon ini menerapkan sistem ballot, yaitu pelari yang sudah mendaftar akan diundi, dengan tujuan agar dapat memberi kesempatan yang sama bagi semua pendaftar Borobudur Marathon. 

Tahun 2019 lalu, pelari yang sukses mendapatkan tiket adalah sebanyak 8.000 peserta dari total pendaftar sejumlah 17.029 calon pelari.

Tahun 2020 ini aku mendaftar event Borobudur Marathon dengan kategori HM (Half Marathon) atau sejauh 21K. Dimulai pada tanggal 18 Maret 2020 untuk setup akun Borobudur Marathon melalui email, kemudian verifikasi no HP, hingga akhirnya berhasil dengan sukses mendaftar ballot Borobudur Marathon, yang ditandai menerima email sebagai berikut :

You have successfully casted a ballot for Borobudur Marathon 2020. Here are the summary of your registered data. Please note that the drawing result will be announced on 9 - 12 June 2020 and make sure your registered e-mail and/or phone number is ready to receive the announcement. Registration Code...

Sebelumnya, pada tanggal 17 Februari 2020 lalu, meskipun masih belum pasti mendapatkan tiket lari Borobudur Marathon tersebut, aku sengaja untuk booking hotel terlebih dahulu. Dengan harapan meskipun tidak beruntung mendapatkan jatah untuk event Borobudur Marathon, minimal tetap ke sana untuk wisata.

Apalagi terakhir Jalan-Jalan ke Candi Borobudur adalah 4 tahun yang lalu, tepatnya bulan Juli tahun 2016. Sebelumnya lagi rekreasi ke Candi Borobudur adalah pada saat Perjalanan Mudik 2014.

Dan hotel untuk menginap yang aku pilih adalah The Amrta Borobudur, yang mempunyai lokasi strategis dan cukup dekat dengan candi Borobudur, yaitu hanya berjarak sekitar 0,6 km. Selain cocok untuk menginap bareng keluarga, di The Amrta Borobudur juga cocok bagi seorang backpacker yang selain mengutamakan budget juga menginginkan kenyamanan saat beristirahat. Di kamar terdapat TV, kamar mandi dan wifi.

Yang mengesankan adalah desain dan arsitektur yang unik.


Sumber :
https://www.theamrtaborobudur.com/

Friday, November 13, 2020

Ganti Filter AC Mobil

Terakhir membersihkan Filter AC mobil adalah bulan lalu, yaitu pada bulan Oktober 2020. Fungsi filter AC adalah untuk mencegah agar debu tak masuk ke evaporator, sehingga kita dituntut untuk selalu memastikan kondisi filter selalu dalam kondisi bersih.

Kebersihan bagian dalam mobil salah satu tipsnya adalah pada filter kabin, dimana komponen ini cukup vital sebagai gerbang sirkulasi udara di dalam mobil. Jika filter kabin kotor, maka akan mengakibatkan hembusan udara sejuk berkurang, dan ada potensi menjadi tempat berkembang biak penyakit. 

Filter AC Mobil lebih baik segera diganti daripada dibersihkan dari kotoran. Selain bisa rusak kalau dibersihin terus, juga mobil akan terasa lebih dingin. Untuk interval penggantian tergantung dari pemakaian, jika setiap hari melewati jalan berdebu dan kerap membuka jendela, maka akan semakin sering untuk penggantiannya.

Rekomendasi pabrikan, filter AC diperiksa setiap kelipatan 10.000 atau 6 bulan, dan diganti setiap kelipatan 40.000 atau 2 tahun. 


Sumber :

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3927105/kapan-waktunya-ganti-filter-ac-mobil

https://kumparan.com/kumparanoto/jaga-kesehatan-kapan-interval-waktu-yang-pas-ganti-filter-ac-mobil-1t7pp985a3a/full

Thursday, November 12, 2020

Mencintai Dalam Diam (bagian 4)

Ayah memang tidak mengandungmu, tapi darahnya mengalir di darahmu, darinya kau warisi namanya, kedermawanan dan kerendahan hati.

Ayah memang tidak melahirkanmu, tapi suaranyalah yang pertama mengantarkanmu pada Allah ketika kau lahir.

Ayah memang tidak menyusuimu, tapi dari keringatnya lah setiap suapan yang menjadi makananmu.

Ayah memang tidak menjagamu setiap saat, tapi tahukah kau dalam do’anya tak pernah terlupa namamu disebutnya.

Tangisan ayah memang tidak pernah kau dengar, karena ayah ingin terlihat kuat, agar kamu tak ragu untuk berlindung di lengannya dan di dadanya ketika merasa tak aman.

Pelukan ayah memang tidak sehangat dan seerat ibu, karena cintanya ayah takut tak sanggup melepaskanmu.

Ayah ingin, kau kuatkan semangat agar ketika kami tiada, kau sanggup menghadapi semua sendiri.

Cinta ayah kepadamu sama besarnya seperti cinta ibu kepadamu.


#selamathariayah

Lihat juga :

Mencintai dalam diam (1)

Mencintai dalam diam (2)

Mencintai dalam diam (3)

Wednesday, November 11, 2020

Unwell

Sudah lama tidak menulis artikel tentang unwell atau penyakit. Semenjak berusaha cuek dengan penyakit dan pandemi yang mewabah dunia. Namun pagi ini lagi baca artikel yang menarik yang sering dibahas.

Yang dibahas adalah kolerasi antara wabah pandemi yang sedang melanda dengan warga India yang hidup tempat kotor dan kekurangan air bersih. 

Di satu sisi, WHO mengatakan air yang bersih, sanitasi dan kondisi higienis sangat penting untuk perlindungan kesehatan terhadap Covid-19. Hampir tiga miliar orang - sekitar 40% dari populasi global, yang hampir seluruhnya tinggal di negara berkembang - kekurangan "fasilitas cuci tangan dasar".

Namun, ada fakta yang bertolak belakang, yaitu bahwa di India hanya menyumbang 10% dari kasus kematian dunia akibat virus corona, dan tingkat kematian kasus atau CFR, yang mengukur angka kematian di antara pasien Covid-19, kurang dari 2%, termasuk yang terendah di dunia.

Sehingga penelitian baru menunjukkan bahwa kebersihan yang rendah, kurangnya air minum bersih, dan kondisi tidak sehat mungkin sebenarnya telah menyelamatkan banyak nyawa dari Covid-19 yang parah. Hal ini kemungkinan karena paparan berbagai patogen sejak masa kanak-kanak, yang memberi mereka kekebalan yang lebih kuat terhadap Covid-19. Orang-orang di negara yang lebih miskin dan berpenghasilan rendah tampaknya memiliki respons imunologis yang lebih tinggi terhadap penyakit tersebut, dibandingkan dengan mereka yang tinggal di negara berpenghasilan tinggi. Sejauh ini, model prediktif yang ada untuk Covid-19 belum memperhitungkan status kekebalan populasi yang disebabkan oleh mikrobioma atau paparan mikroba lingkungan.

Hasil penelitian dari para ilmuwan menemukan lebih banyak orang meninggal karena Covid-19 di negara berpenghasilan tinggi.

Para ilmuwan percaya semuanya bermuara pada "hipotesis tentang kebersihan". Filosofinya adalah bahwa lingkungan kita telah menjadi begitu bersih sehingga sistem kekebalan tubuh kita tidak cukup terlatih, menurut Matt Richtell, penulis buku An Elegant Defense: The Extraordinary New Science of the Immune System.

"Hipotesis kebersihan" dalam Covid-19 "benar-benar bertentangan dengan pemahaman kita tentang respons kekebalan anti-virus". Para ilmuwan mengatakan karena korelasi tidak menyiratkan sebab-akibat, penelitian semacam itu harus dianggap sebagai observasi.

Jadi hal ini tidak boleh ditarik sebagai kesimpulan. Karena lebih merupakan hipotesis daripada fakta ilmiah. Berbagai asumsi yang belum terbukti secara ilmiah. Faktanya adalah banyak hal yang tidak kita ketahui.

Wabah pandemi ini semestinya bukan dianggap sebagai pandemi, melainkan sebagai "sindemi". Sindemi sejatinya adalah akronim yang menggabungkan kata sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri secara sendiri.

Sindemi diciptakan oleh antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer, pada 1990-an untuk menjelaskan situasi ketika "dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak masing-masing penyakit ini".

Di satu sisi wabah virus penyebab pandemi. Di sisi lain, ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Dan kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang entah bagaimana dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya.

Namun yang unik adalah tidak selalu penyakit-penyakit akan selalu meningkat bila dikombinasikan dengan penyakit lain maupun penyakit bawaan.

Ada bukti berkembang bahwa influenza dan flu biasa adalah 'kontra-sindemi. Artinya, situasinya tidak menjadi lebih buruk: jika seseorang terinfeksi kedua [virus], salah satu [dari penyakit itu] tidak berkembang.

Untuk itu jika ingin mengakhiri pandemi ini yang efeknya telah menghancurkan masyarakat, kesehatan, ekonomi, maka kita harus mengatasi kondisi mendasar yang memungkinkan terjadinya sindemi. Yaitu dimana virus corona memiliki efek yang lebih berat pada individu yang menderita penyakit tertentu yang dapat dicegah.

Selain itu kita kita harus mengatasi faktor struktural agar semua masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan atau makan makanan yang memadai. Kita juga harus berhenti melampaui batas habitat-habitat satwa liar, atau sebagai akibat dari perubahan iklim dan deforestasi.


Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-54776024

https://news.detik.com/bbc-world/d-5251747/sejumlah-ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-pandemi-tapi-sindemi-maksudnya?tag_from=news_mostpop

Related Posts