Showing posts with label Suasana di Kota Santri. Show all posts
Showing posts with label Suasana di Kota Santri. Show all posts

Sunday, June 28, 2026

Perjalanan Spiritual dalam Perjalanan Pulang

Minggu pagi dimulai dengan suasana yang tenang.

Setelah sarapan bersama di lantai satu Hotel Dafam Java Lotus Jember, kami tidak langsung berkemas untuk pulang. Kami memilih menikmati pagi sedikit lebih lama. Tujuan berikutnya adalah lantai sembilan, tempat kolam renang berada.

Anak-anak berenang memenuhi pagi yang cerah. Sementara saya hanya duduk sejenak di tepi kolam, menikmati momen yang sering kali luput karena kesibukan sehari-hari. Terkadang, kebahagiaan keluarga tidak membutuhkan agenda yang rumit.

Cukup hadir sepenuhnya.

Selepas berenang dan bersiap meninggalkan hotel, kami mampir makan siang di Pecel Gudeg Lumintu, salah satu kuliner legendaris khas Jember. Perpaduan pecel yang gurih dan gudeg yang manis menjadi penutup yang pas sebelum kembali menempuh perjalanan panjang menuju Surabaya.

Namun seperti sehari sebelumnya, perjalanan pulang bukan hanya soal berpindah dari satu kota ke kota lain. Bagi saya, perjalanan kali ini adalah perjalanan spiritual. Jika Sabtu sore kami berbincang tentang emotional intelligence, maka sepanjang perjalanan pulang topik kami bergeser kepada spiritual intelligence.

Saya mengatakan kepada anak-anak bahwa manusia memiliki banyak jenis kecerdasan. Ada kecerdasan intelektual yang membantu kita memecahkan soal. Ada kecerdasan emosional yang membantu kita memahami diri sendiri dan orang lain.Namun ada satu kecerdasan yang sering terlupakan, padahal justru menjadi kompas bagi keduanya.

Yaitu kecerdasan spiritual.

Spiritual intelligence bukan hanya tentang banyaknya pengetahuan agama. Ia adalah kemampuan untuk menemukan makna di balik setiap peristiwa. 

Mengapa kita harus jujur meskipun tidak ada yang melihat?

Mengapa kita harus tetap berbuat baik kepada orang yang pernah mengecewakan kita?

Mengapa kita tetap bersyukur ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan?

Jawabannya tidak selalu ditemukan oleh logika. Tetapi sering kali ditemukan oleh hati yang terhubung dengan nilai-nilai yang lebih tinggi. Saya juga mengatakan bahwa kehidupan bukan hanya tentang menjadi sukses.

Tetapi tentang menjadi bermanfaat.

Bukan hanya tentang memiliki banyak.

Tetapi tentang mampu berbagi.

Bukan hanya tentang mengejar tujuan.

Tetapi juga memastikan bahwa cara kita mencapainya tetap benar.

Di dalam mobil, jalan terus berganti. Pemandangan berubah. Percakapan pun mengalir tanpa terasa. Tidak ada presentasi. Tidak ada papan tulis. Hanya sebuah keluarga yang sedang berbagi cerita di sepanjang perjalanan pulang. Menjelang sore, Surabaya kembali menyambut kami.

Perjalanan telah selesai.

Namun saya merasa, dua hari ini kami sebenarnya telah menempuh dua perjalanan yang berbeda.

Hari pertama adalah perjalanan emosional.

Hari kedua adalah perjalanan spiritual.

Yang satu mengajarkan bagaimana mengelola perasaan. Yang satunya lagi mengajarkan bagaimana menemukan makna. Dan saya percaya, perjalanan keluarga yang paling berharga bukanlah perjalanan yang menghasilkan banyak foto.

Melainkan perjalanan yang menghasilkan banyak percakapan.

Karena mungkin suatu hari nanti, anak-anak akan lupa hotel tempat kami menginap, kolam renang tempat mereka bermain, atau rasa pecel gudeg yang kami nikmati bersama.

Namun saya berharap mereka akan tetap mengingat bahwa di suatu perjalanan pulang dari Jember, pernah ada obrolan tentang hati, tentang makna hidup, dan tentang pentingnya menjadi manusia yang tidak hanya cerdas berpikir dan cerdas mengelola emosi, tetapi juga cerdas menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan dirinya sendiri.

Wednesday, May 4, 2022

Euforia Mudik ke Pekalongan

Setelah kemarin sempat istirahat dari perjalanan Euforia Mudik ke Jember, pagi ini kita sudah segar dan siap melanjutkan perjalanan ke Pekalongan. Perjalanan akan menempuh jarak lebih dari 400 km atau tepatnya 413 km.

Yaitu mulai dari KM 755 pintu tol Sidoarjo hingga KM 342 di pintu exit tol Pekalongan. Kita berangkat dari pukul 07.00 dan diperkirakan jika tanpa berhenti akan menempuh 5 jam, namun kita perkirakan akan sampai di Pekalongan pukul 14.00 karena selain berhenti untuk istirahat di rest area juga berhenti untuk makan siang dulu.

Tempat yang kita tuju untuk makan siang adalah di rest area KM 456, yaitu di kota Salatiga. Artinya kita telah menempuh perjalanan sejauh 299 km. Pada pukul 11.00 kita sampai di rest area tersebut. Konon rest area ini merupakan rest area yang terindah se-Indonesia bahkan kerap kali dijadikan tempat wisata. Hal ini tidak mengherankan karena rest area tersebut berdiri di lereng Gunung Merbabu.

Rest area ini memiliki 5 bangunan utama yang menggambarkan keberadaan lima gunung di wilayah Jawa Tengah, yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Ungaran.

Dan yang unik dari rest area Salatiga adalah memiliki jembatan yang menghubungkan kedua sisi rest area yang dipisahkan oleh jalan tol. Tidak itu saja, rest area ini dilengkapi dengan tempat parkir yang luas, puluhan toilet, serta 40 gerai UMKM yang menawarkan produk kuliner, kerajinan busana, hingga oleh-oleh khas Jawa Tengah yang merupakan UMKM yang tersebar di Kota Semarang, Solo, Salatiga dan Boyolali.

Pukul 12.30 setelah rehat yang cukup, kita kemudian lanjut jalan. Perjalanan tersisa 114 km, namun rute yang ditempuh cukup menantang, yaitu rute Bawen-Ungaran-Semarang banyak tanjakan tajam dan turunan yang curam.

Dan akhirnya pada pukul 14.30 kita sampai juga di Hotel Dafam Pekalongan yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo No.53, Medono, Pekalongan, Jawa Tengah. Rencana kita akan menginap selama 3 hari 2 malam, yaitu mulai dari tanggal 4 Mei hingga 6 Mei 2022.


Hari pertama kita tidak kemana-mana, setelah berenang di kolam renang fasilitas hotel kemudian kita hanya beristirahat dan malam hari cukup jalan-jalan cari minum di Transmart yang kebetulan berada tepat di depan hotel.


Baru hari kedua kita jalan menuju ke desa Sragi untuk bertemu dengan sanak saudara. Sekaligus untuk mengantarkan orang tua yang sedang ada acara Reuni dan Halal Bihalal 1443 H untuk Alumni SMP Sragi Angkatan 1966 yang diadakan di Pekalongan.

Dan di hari ketiga atau hari terakhir, selepas olahraga pagi dengan lari pagi, pada pukul 9.30 kita jalan dulu ke cafe Limun Oriental. Limun Oriental Cap Nyonya Silhuet merupakan minuman legendaris khas Pekalongan yang sudah berdiri sejak 1920. 

Sebelum bernama Limun Oriental, minuman ini bernama Fabriek Lemonade en Mineral Water Njoo Giok Len. Minuman ini disebut juga dengan nama Limun Beruap karena terbuat dari racikan asam sitrat, air sari buah, dan karbondioksida, sehingga membuat minuman ini terkesan beruap.

Nongkrong ke cafe tersebut menjadi jujukan rutin jika kita melakukan perjalanan ke Pekalongan. Cafe atau kedai ini berdiri pada tahun 2017 merupakan buah inovasi yang disambut hangat di Pekalongan tepat saat tren nongkrong tengah menjamur, dan semoga akan tetap eksis sebagai salah satu ikon oleh-oleh khas Pekalongan.

Proses pembuatannya masih dilakukan dengan cara konvensional dengan tenaga manusia. Dan hebatnya Limun Oriental bisa bertahan melintasi perubahan zaman.

Kembali ke perjalanan balik dari Pekalongan, pukul 13.30 kita sampai di kota Solo, tepatnya di KM 504 untuk rehat sejenak disana sambil unjung-unjung ke rumah saudara yang tinggal di Solo.

Pukul 15.30 kita lanjut jalan dari Solo menuju Sidoarjo. Namun perjalanan tidak bisa laju, karena di sekitaran Madiun-Nganjuk turun hujan cukup lebat. Bahkan mirip badai. Hujan deras tersebut hingga perjalanan kita sampai di kota Mojokerto. Sehingga pada pukul 18.30 kita baru sampai rumah.

Sunday, May 1, 2022

Euforia Mudik ke Jember

Akhirnya, setelah 2 tahun hari raya Idul Fitri tidak diperkenankan mudik yaitu di tahun 2020 dan di tahun 2021, akhirnya lebaran tahun 2022 yang bertepatan pada tahun 1443 Hijriah dibuka kembali oleh pemerintah.

Meskipun, pada kenyataannya selama rentang 2 tahun tersebut aku masih melakukan perjalanan ke kampung halaman. Terakhir pada bulan Februari 2022 saat ada acara pernikahan saudara sepupu sehingga harus melakukan perjalanan ke Jember dan di bulan Januari 2022 saat melakukan perjalanan ke Pekalongan.

Sehingga akhirnya diperkirakan pada musim liburan mudik lebaran tahun ini akan terjadi euforia, yaitu saat mental dan emosional yang membuat seseorang sangat bahagia, bersemangat, dan percaya diri. 

Perasaan bahagia yang intens ini lebih dari yang biasanya dirasakan.

Dan kami pun melakukan mudik juga. Dari rumah kami berangkat pada hari Minggu, tanggal 1 Mei 2022 pada pukul 08.00, start dari KM 755 dari pintu tol Sidoarjo untuk menuju ke KM 841, artinya perjalanan mudik tahap pertama via tol adalah menempuh jarak sejauh 86 km.

Kemudian separuhnya lagi sekitar 90 km lagi ditempuh melalui jalan biasa. Dan akhirnya pada pukul 11.00 kami sudah sampai di kota Jember dengan aman dan lancar.

Rencana kita berada di Jember selama 3 hari 2 malam dengan menginap di Hotel 88 Jember yang dikelola oleh Waringin Hospitality Hotel Group berada di tengah kota, tepatnya di Jalan Diponegoro No. 43, Jember, Jawa Timur. 

Keesokan harinya, hari Senin tanggal 2 Mei 2022, kami melangsungkan sholat Ied di Masjid Jami’ AI-Baitul Amien. Masjid ini direnovasi pada tahun 1939 kemudian diperbarui lagi pada tahun 1973. Bangunan masjid tergolong unik karena memiliki 7 buah kopel berbentuk bundar yang menggambarkan luasnya kebutuhan umat manusia tanpa dibatasi sudut- sudut tertentu. 


Selepas sholat Ied, kemudian seperti kebiasaan tradisi saat Lebaran, kita melakukan unjung-unjung dengan tidak lupa sungkeman dan minta maaf kepada orang tua dan saudara-saudara. Dan tidak lupa untuk foto bersama sekeluarga.



Siang hari, saat mencari makan siang, banyak toko dan warung yang tutup. Wajar karena pasti hampir semua orang sedang merayakan hari raya Idul Fitri. Sehingga aku harus putar-putar. Dan akhirnya setelah memutari kota Jember nemu juga warung yang buka. Yaitu warung gado-gado depan sekolahku dulu, yaitu SMA 1 Jember.

Rasanya enak dan mantap. Dan pastinya harganya ramah di kantong.

Lalu keesokan harinya, hari Selasa tanggal 3 Mei 2022, kita berkemas-kemas kembali ke Sidoarjo untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan Euforia Mudik ke Pekalongan.

Namun untuk perjalanan balik tidak selancar waktu mudik 2 hari lalu, kita berangkat dari Jember pukul 9.30 dan baru sampai di Sidoarjo pukul 14.30, sehingga total perjalanan memakan waktu hampir 5 jam termasuk antri di tempat makan.

Tuesday, July 20, 2021

Khotbah Idul Adha 2021

KHOTBAH 1

Assalamu alaikum, Wr. Wb

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallahu waallaahu akbar, 

Allaahu akbar walillaahil hamd.


Alhamdu lillahi robbil alamin

Wassholatu wassalamu ala sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi ajma'in


Bulan Dzulhijjah merupakan bulan istimewa karena ada ibadah khusus di bulan tersebut, yaitu haji dan kurban. 

Haji merupakan rukun Islam yang kelima, yang wajib dikerjakan jika mempunyai kemampuan meliputi fisik, ekonomi, juga keamanan. 

Dalam ibadah haji banyak sekali ritual sebagai simbol yang penuh makna. 

Pertama yang bisa ditangkap adalah makna tauhid. 

Makna ini tersirat dalam posisi Ka’bah sebagai sentra kedatangan para jamaah dari berbagai belahan dunia. Jutaan orang dari berbagai penjuru dan bangsa berkumpul dalam satu pusat, tanpa dibedakan bahwa satu daerah lebih utama dibanding daerah lainnya. 

Ini adalah simbol bahwa tujuan dari keseluruhan hidup ini adalah satu, yakni Allah ﷻ. 

Kedua adalah makna kemanusiaan. 

Pakaian ihram yang dikenakan orang-orang saat memulai haji adalah simbol kesamaan dan kesetaraan semua manusia. Dalam ihram seluruh pakaian dianjurkan berwarna putih. Bagi jamaah haji laki-laki bahkan harus mananggalkan semua pakaian berjahit dan menggantinya dengan hanya dua helai kain. 

Kaum laki-laki dilarang mengenakan topi atau peci, sedangkan jamaah perempuan dilarang mengenakan cadar. Ritual ini menandai kesatuan identitas manusia sebagai hamba Allah, dan melepaskan identitas-identitas selainnya, seperti suku, ras, nasab, jabatan politik, kelas ekonomi, dan ketokohan. 

Tak hanya pakaian-pakaian “kehormatan” duniawi yang dilepas, jamaah haji dari berbagai bangsa dan negara juga bersama-sama meninggalkan tempat asalnya untuk berkumpul di tempat yang sama. Pemandangan ini lebih tampak ketika mereka sedang bersama-sama wukuf di Arafah. 

Mereka harus berdiam di lokasi yang sama dan di bawah terik matahari yang sama. Ini menandakan bahwa sesungguhnya manusia—siapa pun itu—pada akhirnya akan kembali pada Dzat yang tunggal. 

Ketiga adalah makna napak tilas sejarah kenabian. 

Haji juga menjadi momen mengenang jejak nabi-nabi terdahulu, khususnya Nabi Adam, Nabi Ibrahim, dan Nabi Muhammad. Perjalanan mereka bukanlah sejarah hidup yang kosong makna, melainkan mengandung berbagai pelajaran yang penting diingat. 

Ritual melontar Jumrah, misalnya, adalah jejak permusuhan Nabi Adam & Ibrahim kepada setan. Kita diingatkan tentang pentingnya selalu waspada terhadap berbagai tipu daya musuh terlaknat ini. 

Begitu juga tentang ritual Sa’i. Ia menyimpan sejarah perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Ismail, ketika ditinggal Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Lari-lari yang berulang sampai tujuh kali merupakan simbol kegigihan ikhtiar yang tak kenal putus asa. 

Hingga akhirnya pertolongan Allah pun datang dengan memancar air secara tiba-tiba dari bawah kaki Nabi Ismail. Mata air itu kita kenal hingga sekarang sebagai sumur Zamzam.


KHOTBAH 2

Allahu akbar 3x

Alhamdu lillahi robbil alamin


Semua cobaan kita lalui dengan baik manakala dihadapi dengan sabar, yaitu tetap istiqamah menjalankan petrintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. 

Di akhir khutbah ini, dengan penuh khusyu’ dan tadharru’, kita berdoa kepada Allah SWT semoga perjalanan hidup kita senantiasa terhindar dari segala keburukan yang menjerumuskan umat Islam.

Semoga dengan doa ini pula, kiranya Allah SWT berkenan menyatukan kita dalam kebenaran agama-Nya dan memberi kekuatan untuk memtaati perintahnya dan menjauhi larangan-Nya. 

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

Amin Ya Rabbal ‘Alamain


Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallahu waallaahu akbar, 

Allaahu akbar walillaahil hamd.


Sumber :

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/94578/khutbah-idul-adha-tiga-makna-di-balik-ibadah-haji

Thursday, July 15, 2021

Berkorban dengan Banyak Kurban

Suatu waktu, Nabi Ibrahim berkorban dengan banyak kurban, yaitu berkurban 1000 kambing, 300 unta dan 100 unta di jalan Allah Swt. Kemudian orang-orang dan para malaikat kagum melihat itu, lalu Nabi Ibrahim Alaihis salam (AS) berkata:

“Semua yang telah dikorbankan, bukanlah apa-apa bagiku. Demi Allah, sekiranya aku mempunyai anak, niscaya aku sembelih di jalan Allah, dan aku korbankan kepada Allah Swt.”

Lalu waktu berlalu. 

Di waktu yang lain, Nabi Ibrahim ke Baitul Maqdis dan momohon kepada Allah Swt agar dikaruniai anak. Allah Swt pun mengabulkan doanya, Ismail pun lahirkan dari Siti Hajar.

Saat Ismail beranjak besar, Ibrahim bermimpi dan berbisik kalimat “tunaikanlah nadzarmu!” Hingga 3x. Dari hari yang kita sebut dengan hari tarwiyah, hari arafah dan hari nahar. 

Peristiwa pengorbanan ayah dan anak ini disebut kurban. Simbol pengorbanannya adalah binatang kurban. Berkurban artinya mengorbankan sebagian milik kita untuk kepentingan ibadah atau ritual. Peristiwa pengorbanan itu kemudian dirayakan, dijadikan ritual dan upacara keagamaan sebagai hari raya Idul Adha.


Secara etimologi, kurban atau qurban berarti 'mendekatkan diri.' Secara terminologi kurban berarti berjuang secara benar atas dasar takwa dan sabar, baik harta, tenaga, maupun jiwa dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah serta memperoleh keridhaan-Nya. Seringkali harta, tenaga, dan jiwa menjadi 'korban', belum menjadi 'kurban.' Hal ini lantaran dikeluarkannya bukan atas dasar takwa, sabar, dan ikhlas karena Allah.

Bila dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata kurban dan korban merupakan kata baku, dan keduanya memiliki arti yang cukup berbeda satu dengan lainnya.

Arti kata kurban :
  1. persembahan kpd Allah (spt biri-biri, kambing, domba//kibas, sapi, unta yg disembelih pd hari Lebaran Haji); misal: ia menyembelih sapi untuk --;
  2. pujaan atau persembahan kpd dewa-dewa: setahun sekali diadakan upacara mempersembahkan -- kepada Batara Brahma; -- misa (Kat), upacara mempersembahkan roti suci dan minuman anggur;

sedangkan kata korban berarti 
  1. pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; kurban: jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sebagai --;
  2. orang, binatang, dan sebagainya yang menjadi menderita (mati dan sebagainya) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dan sebagainya: sepuluh orang -- tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor;

Sumber :
https://m.oase.id/read/9WGQYw-kisah-nabi-ibrahim-menyembelih-putranya-ismail-as
https://islami.co/berkurban-dengan-banyak-korban-atau-berkorban-dengan-banyak-kurban/
https://www.republika.co.id/berita/pw4h6w458/kurban-dan-korban
http://bkd.cilacapkab.go.id/p/147/korban,-kurban-atau-qurban

Wednesday, May 12, 2021

Khotbah Idul Fitri 2021


KHOTBAH 1

Assalamu alaikum, Wr. Wb

الله اكبر الله اكبر الله اكبر
لااله الا الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallahu waallaahu akbar, 
Allaahu akbar walillaahil hamd.

Alhamdu lillahi robbil alamin
Wassholatu wassalamu ala sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi ajma'in
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaquu allaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuuna

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (QS. Ali 'Imran: ayat 102)

Wasiat dengan takwa senantiasa kita dengarkan. Lalu apa sebenar-benarnya takwa tersebut? Yaitu mengingat Allah dan tidak melupakanNya, mensyukuri nikmat yang Allah berikan dan tidak kufur kepadaNya, mentaati perintah Allah dan tidak durhaka kepadaNya sebagai sang Pencipta.

Setiap pencipta memiliki maksud dan tujuan saat merancang produk ciptaannya. Misalnya kendaraan di darat menggunakan roda, pesawat dengan menggunakan sayap dan kapal laut yang mengarungi samudera yang semua maksud dan tujuannya adalah mengangkut & mengangkat benda dari satu tempat ketempat lain.

Begitu pula dengan penciptaan manusia.

Dalam Al-Quran, dengan tegas Allah menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya sebagai dimensi vertikal (hablum minallah) dan menjadi khalifah (utusan) di muka bumi sebagai dimensi horizontal (hablum minannas). 

Yaitu misalnya dalam bentuk ibadah murni, seperti shalat, puasa dan zakat, maupun aktivitas lainnya yang bukan berbentuk ibadah murni, seperti belajar dan bekerja untuk mencari nafkah dengan sungguh-sungguh contohnya bagi pemimpin dengan berlaku adil, bagi pelajar jujur dan giat belajar.

Tujuan Allah menciptakan manusia yang selanjutnya untuk menunjukkan besarnya Allah dengan kuasa-kuasanya hingga terbentuklah bumi dan segala isinya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56 berbunyi: “Wa ma khalaqtuljinna wal-insa illa liya’budun,”. Yang artinya: “Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya supaya mereka beribadah kepadaKu,”.

Dan dalam dalam firman Allah (QS. Al-Baqarah: 30) yang artinya "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".

Tujuan untuk mengetahui tujuan penciptaan manusia dan tujuan hidup manusia adalah agar manusia bisa bersyukur dan menghayati betapa besarnya karunia Allah pada manusia. Dengan mengetahui hakikat penciptaan manusia, maka manusia akan mengarahkan hidupnya untuk tujuan hidup yang telah Allah tentukan serta berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan akhir terbaik dari tujuan hidupnya.

Khalifah di muka bumi dilakukan oleh semua orang dan di semua lingkup. Mulai dari keluarga, pekerjaan, lingkungan sekitar, masyarakat, dan negara. Untuk menjalankannya maka kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan skill untuk bisa berkarya bagi kelangsungan dan kelancaran kehidupan manusia di bumi menjadi seimbang atau mengalami kerusakan.

Manusia yang tidak tahu tujuan diciptakannya maka hidupnya akan terombang ambing dan tidak jelas arah kemana dia akan berjalan. Untuk itu, bersyukur bagi manusia yang menyadari dan mampu menghayati tujuan hidupnya. 

Ia akan mengarahkan jalannya pada jalan keselamatan bukan kejahiliahan yang menyesatkan. Selain itu jika manusia tidak mengetahui tujuan hidupnya, ia akan berlaku sombong dan angkuh di muka bumi dengan aturan hidupnya sendiri. 

Sifat sombong dalam islam adalah sifat yang buruk dan malah akan menjerumuskan manusia, karena orang sombong tidak pernah mengevaluasi dan bertafakur.

 

KHOTBAH 2

Allahu akbar 3x
Alhamdu lillahi robbil alamin

Di antara makhluk lain yang diciptakan Allah SWT, manusia merupakan ciptaan yang memiliki banyak keistimewaan. Selain panca indera yang sempurna, manusia juga diberi akal sehat sehingga dapat membedakan mana yang baik dan buruk.

Malaikat memang makhluk yang selalu beriman kepada Allah SWT dan selalu patuh terhadap perintah-Nya. Namun malaikat bukanlah ciptaan terbaik dari Allah SWT. Masih ada makhluk ciptaan Allah SWT lainnya yang lebih sempurna dari malaikat, yaitu kita, manusia.

Tujuan Allah menciptakan manusia yang pertama adalah bahwa Allah SWT ingin manusia berperan sebagai khalifah untuk mengurus dan mengelola bumi. Hal ini tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 30, yang artinya,

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Manusia disebut sebagai makhluk yang sempurna karena Allah SWT memberi manusia kemampuan untuk berpikir dan berkehendak sendiri. Dengan kemampuan berpikir dan kehendak sendiri inilah manusia bisa menjadi lebih baik dari malaikat, atau mungkin sebaliknya.

Jika manusia mau menuruti perintah Allah SWT, maka dia menjadi makhluk yang lebih baik dari malaikat. Namun, jika manusia menentang perintah Allah SWT, maka dia lebih rendah dibandingkan malaikat.

Hakikat Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu di medan jihad Ramadhan. Sehingga kita kembali ke fitrah seperti bayi yang baru lahir.

Semoga.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

الله اكبر الله اكبر الله اكبر
لااله الا الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallahu waallaahu akbar, 
Allaahu akbar walillaahil hamd.

Thursday, July 30, 2020

Khotbah Idul Adha


KHOTBAH 1

Assalamu alaikum, Wr. Wb
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd.

Alhamdu lillahi robbil alamin
Wassholatu wassalamu ala sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi ajma'in

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadhirat Allah SWT, shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, kepada Keluarganya, para sahabatnya dan pengikut semuanya hingga akhir zaman.

Sekarang Indonesia dan Dunia masih dalam keadaan prihatin karena pandemi wabah sehingga kita tetap melaksanakan ibadah menyesuaikan pelaksanaan ibadah Idul Adha disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd.

Ibadah haji dan Idul Adha serta kurban tidak bisa dilepaskan dari sejarah kehidupan Nabi Ibrahim as.

Karenanya sebagai teladan para Nabi, termasuk Nabi Muhammad Saw, Nabi Ibrahim As harus kita pahami untuk selanjutnya kita teladani dalam kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.

QS. alKautsar ayat 1-3 dinyatakan:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah, sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”

Dalam surat Al-Kautsar di atas, Allah akan memberikan nikmat yang luar biasa kepada hamba-Nya yang mau beribadah dengan ikhlas, dengan catatan mendirikan shalat, mau berkurban, dan tidak menyekutukan-Nya.

Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah tertua dalam ajaran islam.

Kisahnya dimulai sejak zaman Nabi Adam AS, kurban dilaksanakan oleh putra-putranya, yaitu Qabil dan Habil.

Saat itu Qabil mengeluarkan kurban dari hasil pertaniannya, dan dipilihlah buah-buahan yang sudah busuk dan jelek sebagai persembahannya.

Sementara Habil mengeluarkan kurban dari hasil peternakannya, dipilihlah hewan-hewan yang gemuk dan sehat.

Kurban Habil yang kemudian diterima oleh Allah SWT karena niatnya yang tulus dan ikhlas. Sedangkan kurban Qabil ditolak, karena mengeluarkan sebagian harta untuk berkurban karena terpaksa.

Kejadian ini tergambar dalam surah Al-Maidah ayat 27, sebagaimana Allah SWT berfirman;

''Ceritakanlah mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).''

Kemudian kisah berlanjut pada masa nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim meyakini bahwa apapun yang diperintahkan Allah sebagai suatu kebaikan yang harus ditunaikan tanpa ada penolakan.

Ketika ada perintah Allah untuk meninggalkan Istri dan anaknya, nabi Ismail, yang masih bayi di lembah tandus dan sunyi sepi beliau melaksanakanya dengan penuh ketaatan. Yang akhirnya berujung kebaikan yang besar, keluar mata air Zamzam sebagai daya tarik bagi manusia lain untuk ikut menetap, maka jadilah sekarang sebuah kota yang terkenal yaitu kota Makkah yang dikunjungi jutaan kaum Muslimin tiap tahunnya.

Kemudian saat nabi Ismail beranjak remaja, Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putra kesayanganya, Nabi Ismail AS.

Dengan keteguhan hati Nabi Ismail AS kemudian berkata, seperti yang tertuang dalam surat Ash Shaffaat ayat 102;

''Wahai bapakku kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar.''

Dalam proses penyembelihan itu, akhirnya Allah SWT menggantikan kurban Nabi Ibrahim dengan seekor domba yang besar.

Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk melaksanakan qurban dengan binatang ternak yang baik dan besar. Dan tradisi tersebut sampai hari ini dilaksanakan oleh segenap kaum muslimin seluruh dunia, sebagai suatu simbol ketaatan dan keikhlasan kepada Allah Tuhan semesta alam.

Lalu teladan kurban berikutnya ada pada Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW juga melakukan kurban pada saat melaksanakan Haji Wada di Mina. Secara umum, Baginda Rasul selalu melakukan kurban setiap tahun.

Kala itu Rasulullah SAW menyembelih 100 ekor unta, 63 ekor disembelih dengan tangannya sendiri dan sisanya disembelih oleh Ali bin Abu Thalib. Keseluruhan hewan kurban tersebut disembelih setelah salat Idul Adha dilaksanakan.


KHOTBAH 2

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd.
Alhamdu lillahi robbil alamin

Ya Allah saat ini kami bersimpuh menyebut nama-Mu yang agung, bermunajat kepadaMu dengan takbir, tahmid, dan tahlil.

Ya Allah, bersihkan hati dan jiwa ini dari hasad dan dengki, persatukan jiwa-jiwa ini dalam cinta karena-Mu dan dalam ketaatan kepada-Mu, jangan Engkau biarkan setan musuh-Mu menggerogoti persaudaraan kami.

Ya Rabbi, ampuni kami atas kehilafan dan dosa kami kepada anak-anak kami, suami, istri kami.

Ya Rabb, karuniakan kami jasad yang terpelihara dari maksiat, terpelihara dari harta haram, makanan haram, perbuatan haram. Izinkan jasad ini pulang kelak, jasad yang bersih.

Ya Rabb, bukakan pintu hati kami agar selalu sadar bahwa hidup ini hanya mampir sejenak, hanya Engkau tahu kapan ajal menjemput kami, jadikan sisa umur menjadi jalan kebaikan bagi ibu bapak kami, jadikan kami menjadi anak yang shaleh yang dapat memuliakan ibu bapak kami.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

الله اكبر الله اكبر الله اكبر
لااله الا الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallahu waallaahu akbar, Allaahu akbar walillaahil hamd.

Sunday, May 24, 2020

Khotbah Sholat Idul Fitri


KHOTBAH 1

Assalamu alaikum, Wr. Wb
Allahu akbar 3x

Alhamdu lillahi robbil alamin
Wassholatu wassalamu ala sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi ajma'in
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaquu allaaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna illaa wa-antum muslimuuna

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim. (QS. Ali 'Imran: ayat 102)

Ibu, anak dan istri ku yang ku cintai..

Marilah kita bersama-sama meningkatkan takwa yang sebenar-benarnya, karena hanya orang-orang yang bertaqwalah yang akan dapat menikmati  kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sejak tadi malam telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Atas karunia-Nya pada hari ini kita dapat berhari raya bersama, meskipun dengan protokol Covid-19 agar tidak tertular virus corona, sehingga sholat Ied dilaksanakan di rumah, namun harus tetap kita rayakan dengan gembira dan bahagia.

Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah SWT selama 23 tahun lamanya. Perintah puasa di bulan Ramadhan baru diterima Rasulullah di setengah dari periode tsb.

Ramadhan mempunyai arti 'panas yang menyengat' yaitu menggambarkan musim yang sangat panas. Rasulullah bersama umat Muslim pun melaksanakan ibadah puasa setelah hijrah ke Madinah pada tahun 622 masehi.

Banyak pelajaran dan hikmah, faidah dan fadhilah yang dapat kita petik untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang. Jika diibaratkan, Ramadhan ini adalah program pelatihan selama 1 bulan untuk menghadapi hidup 11 bulan mendatang.

Jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Jahiliyah Arab sudah memiliki 2 hari raya, yakni Nairuz dan Mahrajan, yang merupakan tradisi hari raya yang berasal dari zaman Persia Kuno. Kaum Arab Jahiliyah menggelar 2 hari raya itu dengan menggelar pesta pora.

Setelah turunnya kewajiban ibadah puasa Ramadhan, kemudian pada tahun ke-2 Hijriah tersebut menjadi bulan puasa Ramadhan untuk pertama kali sekaligus pertama kalinya Idul Fitri. Selain Idul Fitri hari raya lainnya adalah Idul Adha.’

Pada Hari Raya Idul Fitri yang pertama, Rasulullah SAW pergi meninggalkan masjid menuju suatu tanah lapang dan menunaikan shalat Id di atas lapang itu.

Ibadah di bulan suci Ramadhan selain tarawih, adalah menunaikan zakat fitrah. Rasulullah mewajibkan agar umat Islam yang mampu memberi makan kepada fakir miskin atau dikenal sebagai zakat Fitrah. Dengan kadar zakat fitrah adalah 2,5 kg atau 3,5 liter beras per orang. Namun, beras atau makanan bisa diganti dalam bentuk uang setara dengan beras 2,5 kg atau 3,5 liter.

Lalu rangkaian ibadah Ramadhan ditutup dengan pelaksanaan sholat Ied Idul Fitri.

Semasa Nabi Muhammad hidup, pagi Idul Fitri dilakukan dengan menyantap kurma. Kemudian tradisi unik berkembang di daerah-daerah, misalnya makanan seperti opor ayam, rendang, hingga ketupat.

Hal ini diperbolehkan, karena di dalam Islam terdapat 2 hal, yaitu ide atau sistem nilai dan simbol. Misalnya sistem nilainya adalah makan itu menggunakan tangan kanan dengan dimulai tangan kanan, simbolnya adalah dengan menggunakan 3 jari. Namun simbol ini bisa berubah tergantung apa yang dimakan.

Dalam kalender Islam, Ramadhan adalah bulan ke-9 setelah bulan Syaban. Untuk mengetahui kapan masuknya bulan Ramadhan, metode yang bisa digunakan adalah hisab dan rukyatul hilal. Kedua metode tersebut sama-sama menggunakan hilal sebagai penentu awal Ramadhan.

Hilal adalah bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Qomariyah, atau bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat pada saat matahari terbenam.

Metode hisab adalah metode yang menggunakan perhitungan secara matematik dan astronomis untuk menentukan posisi bulan, hilal sudah bisa dilihat jika posisinya sudah diatas 0 derajat.

Sedangkan metode rukyatul hilal adalah dengan mengamati hilal dengan mata secara langsung, maka secara matematis atronomis hilal atau bulan sabut muda akan bisa terlihat ketika ketinggiannya sudah diatas 2 derajat.

Kedua metode ini benar karena mengikuti Al Quran dan Hadist.

Dalil penggunaan metode hisabsalah satunya adalah Q.S. Yunus: ayat 5 yang artinya "Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dab ditetapkan-Nya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).

Jadi dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa peredaran matahari dan bulan dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui jumlah tahun dan perhitungan waktu bagi umat Islam. Sehingga penggunaan metode hisab ini diperbolehkan.

Sedangkan untuk metode rukyatul hilal, terdapat pada dalil hadits nabi yang artinya "berpuasalah karena kamu melihat hilal, dan berbukalah karena kamu melihat hilal. Jika  kamu terhalang oleh kabut maka sempurnakanlah jumlah bilangan bulan sya'ban menjadi 30 hari."

Dari hadits tersebut sudah jelas bahwa dalam menentukan awal bulan Qomariyah termasuk awal bulan Ramadhan adalah dengan rukyah atau melihat hilal secara langsung.

Agar hilal bisa terlihat oleh mata secara langsung, secara matematis yaitu ketika umur bulan 8 jam dan jarak antara matahari dan bulan sebesar 3 derajat.

Semua itu benar, karena prinsip Islam adalah Mudah dan Memudahkan

Jadi penentuan awal Ramadhan dan Awal Syawal dengan hisab atau rukyat adalah strategi, bukan substansi. Pada jaman Nabi Muhammad SAW menggunakan rukyat karena pada waktu itu adalah sebagai umat yang ummi, yaitu tidak bisa baca tulis.

Sehingga dengan menggunakan dasar astronomi, kita bisa mendapatkan kepastian jadwal sehingga bermanfaat dalam perencanaan waktu untuk yang akan datang dan penanda hari atas sejarah masa lampau.

Perhitungan dan metode diatas merupakan tanda-tanda kebesaran Allah.

Dalam Kitab Al-quran banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang bisa ditemukan di langit dan bumi. Ayat-ayat ilmiah ini menjadi rambu-rambu dan petunjuk bagi manusia yang ingin mengetahui Allah.

QS Al-Jaatsiyah ayat ke-3 : 'Sungguh, pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan dan keesaan Allah bagi orang-orang mukmin'.

Ayat ke-4 : 'Dan pada penciptaan dirimu, pada makhluk yang bergerak dan bernyawa yang bertebaran di bumi, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk kaum yang meyakini'.

Ayat ke-5 : pada pergantian malam dan siang, dan hujan yang diturunkan Allah dari langit. Pada perkisaran angin juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang mengerti.

Dari ayat-ayat ilmiah diatas, berpikir, merupakan amalan utama yang tak boleh diabaikan.

Mari bangun budaya berpikir. Karena hanya dengan berpikir kita dapat meneguhkan keimanan, meningkatkan ketaqwaan

Bagi umat Islam amalan berpikir adalah hal yang diunggulkan. Di dalam Al-Qur’an banyak perintah untuk berpikir berulang kali ditegaskan agar terus diamalkan dan diulang-ulang dalam banyak ayat. Dalam Al-quran seruan ber-Akal dan Berpikir disebutkan kurang lebih 100 kali.

QS. Al-Hasyr ayat-2 : “Maka berpikirlah, wahai orang-orang yang berakal budi”.

QS. Al-A’raf ayat- 185 : “Apakah mereka tidak memperhatikan segala kerajaan di langit dan bumi dan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah”.

QS. Al-Ankabut ayat-20 : “Katakanlah: ‘Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Al-Imran ayat-190 : "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal".

Al-Baqarah ayat-164 : "Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi; dan pertukaran malam dan siang; dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta Ia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah) terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah, kekuasaanNya, kebijaksanaanNya, dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang menggunakan akal fikiran (liqaumiy ya'qiluun)".

Al- Ankabut ayat-63 : "Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Ia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Ucapkanlah (wahai Muhammad): "Alhamdulillah", bahkan kebanyakan mereka tidak memahami (laa ya'qiluun).

Al Hasyr ayat-14 : Orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik) dengan keadaan bersatu padu sekalipun, tidak berani memerangi kamu melainkan di kampung-kampung yang berbenteng kukuh, atau dari sebalik tembok. (Sebabnya): permusuhan di antara mereka sesama sendiri amatlah keras; engkau menyangka mereka bersatu padu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu, kerana mereka adalah kaum yang tidak berakal (qaumul laa ya'qiluun).

Yunus. Ayat-100 : "Dan tiadalah sebarang kuasa bagi seseorang untuk beriman melainkan dengan izin Allah; dan Allah menimpakan azab (arrijsa) atas orang-orang yang tidak mau berakal (laa ya'qiluun)..


KHOTBAH 2

Allahu akbar 3x
Alhamdu lillahi robbil alamin

Bertebaran di dalam Al-Qur’an pertanyaan-pertanyaan yang memikat perhatian, menyuruh orang mempergunakan pikiran dan mendorong manusia supaya mempergunakan akalnya dengan sebaik-baiknya;

“Kenapa mereka tidak berfikir?”
“Kenapa mereka tiada mengetahui?”
“Kenapa mereka tiada mempergunakan akal,” dan demikikanlah seterusnya…….!”

Dalam Islam tidak mengenal pemisahan dan disintegrasi antara ilmu agama dan non-agama, atau antara agama dan sains, sebab sumber dan akar dari kedua ilmu tersebut satu, yakni Allah Ta’ala.

 Agama Islam sangat menghormati akal. Karena tidak akan tercapai ilmu kalau tidak ada akal. Sebab itu Islam adalah agama ilmu dan akal.

Oleh karena itu, jaman dahulu para ulama dalam Islam juga seorang saintis. Ibn Sina misalnya, tidak saja hafal Al-Qur’an dan pakar dalam tafsir tetapi juga seorang ahli dalam filsafat dan kedokteran.

Budaya berpikir dapat meneguhkan keimanan, meningkatkan ketaqwaan dan pada saat yang sama menjauhi kesia-siaan dan kebathilan.

Dengan menggunakan akal, maka Ke-Esa-an Allah dapat dilihat, dirasakan, melalui mekanimes alam semesta (sunnatullah).

Hakikat Idul Fitri adalah perayaan kemenangan iman dan ilmu atas nafsu di medan jihad Ramadhan. Sehingga kita kembali ke fitrah seperti bayi yang baru lahir
Semoga.

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

الله اكبر الله اكبر الله اكبر
لااله الا الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa ilaaha illallahu waallaahu akbar, Allaahu akbar walillaahil hamd.

Saturday, May 23, 2020

Lebaran tanpa Mudik


Apa rasanya lebaran tanpa mudik ke kampung halaman?

Terlebih mudik menjadi kegiatan rutin tiap tahun menjelang lebaran dan saat lebaran. Saat merantau saat bekerja, tradisi mudik aku lakukan sejak tahun 2007 hingga 2019 tahun lalu. Perjalanan mudik sebagai berikut :
2007 : Mudik ke Jawa
2011 : Mudik Jember Kudus Pekalongan
2012 : Mudik ke Jember
2013 : Mudik Lebaran 1 & Mudik Lebaran 2
2014 : Perjalanan Mudik 
2015 : Mudik
2016 : Mudik ke Jember, Surabaya, Jogja, dan Sidoarjo
2017 : Perjalanan mudik ke Kudus, Perjalanan Mudik ke Jember
2018 : Mudik Lebaran
2019 : Mudik ke Jember 1, Jember 2, dan Mudik ke Pekalongan 1, Pekalongan 2

Tapi lebaran tahun 2020 ini tidak mudik karena pandemi wabah virus corona covid-19.

Jadi menjelang H-1 hari raya Idul Fitri, kami sekeluarga bergotong-royong. Mulai dari bersih-bersih rumah, bikin pernak-pernik untuk hiasan rumah menyambut Lebaran, hingga menyiapkan bumbu untuk makanan khas Hari Raya.

Makanan khas Hari Raya yang disiapkan cukup beragam, mulai dari opor ayam, bakso, es buah, semur daging, telur bumbu petis dan tidak ketinggalan lontong serta ketupat.

Jadi meskipun tidak mudik, kita coba membuat suasana semeriah mungkin dan semarak mungkin seperti hal-nya jika mudik Lebaran di kampung halaman.

Semoga besok pagi suasana tetap bahagia meskipun bercampur haru.

Friday, May 22, 2020

Bacaan Niat Zakat Fitrah & Maal

Zakat berasal dari kata "zaka" yang mempunyai arti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dalam zakat terkandung harapan untuk beroleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan.

Ada berbagai macam zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim. Yaitu diantaranya sebagai berikut :


1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh muslim pada bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri. Besaran zakat fitrah yang ditunaikan setara dengan 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok dari daerah yang bersangkutan, jadi di Indonesia yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok, maka yang dapat dijadikan sebagai zakat adalah berupa beras.

2. Zakat Maal
Zakat mal berasal dari kata berbahasa Arab “maal” yang artinya harta. Zakat mal wajib dikeluarkan oleh mereka yang mempunyai harta telah memenuhi nisab selama 1 tahun.

Ada pun niat saat menunaikan zakat tersebut adalah sebagai berikut:

Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

NAWAYTU AN UKHRIJA ZAKAATA AL-FITRI ANNI WA AN JAMI’I MA YALZIMUNIY NAFAQATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.


Niat Zakat Mal

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ اْللَالِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًالِلهِ تَعَالَى

Artinya “Saya niat mengeluarkan zakat maal dari diriku sendiri fardhu karena Allah Ta’ala”


Sumber :
https://baznas.go.id/zakat
https://ydsf.org/berita/zakat-dalam-islam-ydsf-cvoD.html

Saturday, August 10, 2019

Short Trip ke Jember

Perjalanan mudik ini mungkin mengalahkan perjalanan singkat sewaktu ke Ibu Kota Satu Kali 24 Jam ke Jakarta. Short trip waktu itu aku berangkat pukul 05.00 pagi hari Sabtu dan kembali pukul 05.00 pagi di hari Minggu.

Kali ini aku juga melakukan short trip untuk pulang kampung ke Jember. Berangkat hari Sabtu siang pukul 14.30 dan kembali ke sampai rumah pukul 13.30, jadi total mulai start perjalanan hingga kembali adalah hanya 23 jam saja.


Sabtu, 10 Agustus 2019
14.30

Perjalanan dimulai dari di pintu masuk tol Dupak atau Perak Surabaya. Dari tol Perak Surabaya ini (KM 0), kemudian lanjut ke tol Waru (KM 744), tol Sidoarjo (KM 755), tol Japanan dan lanjut hingga berhenti di tol Leces Probolinggo Timur (KM 830).

Sampai di kota Jember sekitar pukul 19.00, sehingga total perjalanan dari Surabaya ke Jember adalah sekitar 4.5 jam saja. Kita tidak langsung menuju tempat tujuan utama, namun mampir dulu ke Warung Lalapan Kang Roni.


Warung Lalapan Kang Roni ini merupakan menu kuliner wajib yang selalu kita tuju saat mudik ke Jember. Menunya cukup beragam mulai dari Ayam goreng, Bebek goreng, Gurami, Nila, Lele, Wader, Telur dan Tempe.

Namun menu favorit kami adalah Burung dara plus lalapan. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 35.000 per porsi. Yang mantap selain burung dara adalah sambal khasnya. Selalu merindu untuk mencoba lagi.

Setelah beli burung dara tadi kemudian kita lanjut untuk menuju tujuan utama, yaitu ke Meotel. Ini bukan yang pertama kita menginap disitu, karena pada waktu mudik Idul Fitri sekaligus reuni kecil bersama NoDC 99 kemarin kita sempatkan untuk menginap disana.


Selain hotel Meotel di Jember, saya juga pernah menyempatkan menginap di hotel Meotel di Purwokerto, ibu kota Banyumas.





Keesokan paginya, adalah hari raya Idul Adha. Dari hotel Meotel Jember bersebelahan dengan Kampus Unmuh (Universitas Muhamadiyah), cukup berjalan kaki ke sana. Sholat ied dilaksanakan tepat pukul 06.00, dan berjalan dengan cukup baik dan lancar.


Setelah menjalankan sholat Idul Kurban dengan tertib, tiba waktunya aku pergi ke rumah Mbah yang berada di Desa Kreongan.


Pukul 10.00 kita berangkat dari Jember untuk kembali ke rumah. Alhamdulillah perjalanan sangat lancar dan sepi. Sehingga pukul 13.00 kita sudah sampai. Total perjalanan 3 jam, dengan detail dari Jember ke pintu masuk tol Leces adalah 2 jam, dari dari tol Leces ke Sidoarjo hanya 1 jam.

Wednesday, June 5, 2019

Lebaran Leburan Liburan

Lebaran 
Lebaran tenan. Wis lebar (rampung) anggone pasa.

Leburan 
Leburan tenan. Kumpul bareng kulawarga, sanak-sedulur lan tangga. Salam-salaman. Padha dene menehi lan diwenehi apura (dilebur dosa lan kaluputane).

Liburan
Liburan tenan. Klakon prei sawetara saka gawean sing diayahi saben dina.

Monday, June 11, 2018

Deen Assalam

Lagu Deen Assalam awalnya dinyanyikan oleh penyanyi muda dari tanah Arab, Sulaiman Al Mughni.


Lagu Deen Assalam (Agama Perdamaian) dinyanyikan kembali oleh grup Gambus Sabyan. Grup Musik Sabyan Gambus mulai dikenal publik karena sering membawakan lagu-lagu islami ataupun sholawat nabi, baik dengan menyanyikan ulang (cover) ataupun menyanyikan karya baru.

Vokalisnya adalah Nissa Sabyan atau Khoirunnisa adalah penyanyi muslimah yang tergabung dalam grup musik Sabyan Gambus. Selain suara emas dari Nissa, lagu Deen Assalam mengandung pesan kuat yang terkandung dalam liriknya.

Lagu ini dirilis tepat pada tanggal 17 Mei 2018, atau sekitar 4 hari setelah peristiwa yang memilukan di Surabaya. Sehingga setidaknya mampu menyejukkan hati yang sempat panas.



Lirik lagu 
Deen Assalam

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Lau na’isibila samahah
Wanta’ayasna bihab
Lutudiqal ardi naskan kalla qalb

Abtahiyyat wabsalam
ansyuru ahlal kalam dzainuddin yahtiram
Abmahabbat wabtisam
ansyuru bainil anam hadahu din assalam

“Agama Perdamaian”
Seluruh bumi ini akan terasa sempit
Jika hidup tanpa toleransi
Namun jika hidup dengan perasaan cinta
Meski bumi sempit, kita akan bahagia

Melalui perilaku mulia dan damai
Sebarkanlah ucapan yang manis
Hiasilah dunia dengan sikap yang hormat
Dengan cinta dan senyuman

Sebarkanlah di antara insan
Inilah Islam agama perdamaian


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Nissa_Sabyan
http://bangka.tribunnews.com/2018/06/08/tak-hanya-karena-suara-emas-nissa-sabyan-lagu-deen-assalam-jadi-viral-ada-pesan-ini-di-dalamnya?page=all.
https://goingtojannah.wordpress.com/2016/11/05/bukti-islam-mengajarkan-perdamaian-bahkan-di-dalam-peperangan/

Related Posts