Showing posts with label Pulang. Show all posts
Showing posts with label Pulang. Show all posts

Saturday, October 28, 2023

Garuda Wisnu Kencana

Patung GWK dibuat oleh seorang maestro Bali bernama I Nyoman Nuarta dimana ide pembangunan patung tersebut telah muncul sejak tahun 1989. Dan akhirnya pada 1990, usulan Nyoman Nuarta disetujui oleh Presiden Soeharto. 

Akhirnya butuh waktu 28 tahun untuk merealisasikan proyek pembangunan patung GWK ini dan pada tahun 2018 diresmikan oleh Presiden Jokowi, tepatnya pada tanggal 22 September 2018.

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dengan tinggi mencapai 121 meter artinya melebihi Patung Liberty (93 meter) sehingga tidak heran membuat patung GWK dapat terlihat dari radius hingga 20 km. 

Patung GWK Bali dinobatkan sebagai patung tembaga terbesar di dunia dan patung tertinggi keempat setelah Patung Vallabhbhai Patel di India (182 meter) sebagai peringkat pertama, Sang Buddha di Tiongkok (153 meter) dan Mynmar (130 meter).





Patung ini berada di kawasan GWK Cultural Park dengan memiliki luas 60 Ha. Sehingga pagi hari sangat cocok untuk dibuat olahraga jalan pagi dan lari pagi.


Siang harinya setelah check out dari hotel dan sebelum pergi ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, kita bisa menghabiskan waktu jalan-jalan ke Krisna Tuban sambil cari oleh-oleh yang beroperasi selama 24 jam, lokasi cukup strategis karena sangat dekat dengan Bandara Bali.


Sebelum lanjut jalan ke Bandara, kita sempatkan makan siang di Warung Muslim yaitu warung makan sebelah persis Toko Oleh-oleh Krisna.


Akhirnya pukul 16.44 kita sudah berada di pesawat Lion Air dengan kode JT 919. Dan alhamdulillah setelah 54 menit terbang, pukul 17.38 pesawat telah landing dengan selamat di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo. 

Namun kita masih belum bisa keluar karena masih menunggu tas koper bagasi pesawat. Dan akhirnya setelah menunggu 48 menit, yaitu pukul 18.26 koper yang kita tunggu akhirnya komplit.

 


Thursday, December 9, 2021

Gigi Palsu

Gigi palsu atau denture adalah alat bantu untuk menggantikan gigi yang hilang dan jaringan gusi di sekelilingnya. Penggunaan gigi palsu dapat mengatasi keluhan yang muncul akibat gigi hilang, seperti gangguan makan dan berbicara, serta menurunnya rasa percaya diri.

Gigi palsu biasanya dibutuhkan oleh orang yang berusia 60 tahun ke atas, karena umumnya di usia tersebut, gigi secara alami mulai copot dengan sendirinya. Meski demikian, gigi palsu juga dibutuhkan oleh anak-anak dan orang dewasa yang kehilangan gigi.

Dokter akan mencetak gigi palsu dari bahan plastik, nilon, atau logam. Setelah gigi palsu dicetak, dokter akan memeriksa kondisi kesehatan mulut pasien sebelum melakukan pemasangan gigi palsu.

Gigi palsu adalah gigi tiruan yang dapat dilepas-pasang. Gigi prostetik ini biasanya dibuat dari bahan plastik, akrilik, porselen, resin, atau logam yang diproduksi khusus agar sesuai dengan bentuk gusi dan gigi alami pasien.

Harga pemasangan gigi tiruan akan berbeda, tergantung dari jenisnya. Jenis gigi palsu lepasan berbahan akrilik, adalah gigi tiruan dengan harga yang paling murah, dibandingkan dengan jenis lainnya. Tarif gigi palsu sekitar Rp 150.000 hingga 250.000 per gigi.


Sumber :

https://www.alodokter.com/gigi-palsu-ini-yang-harus-anda-ketahui

https://www.alodokter.com/nyaman-memakai-gigi-palsu

https://www.sehatq.com/artikel/mengenali-jenis-jenis-gigi-palsu-dan-perbedaanya

Saturday, August 10, 2019

Short Trip ke Jember

Perjalanan mudik ini mungkin mengalahkan perjalanan singkat sewaktu ke Ibu Kota Satu Kali 24 Jam ke Jakarta. Short trip waktu itu aku berangkat pukul 05.00 pagi hari Sabtu dan kembali pukul 05.00 pagi di hari Minggu.

Kali ini aku juga melakukan short trip untuk pulang kampung ke Jember. Berangkat hari Sabtu siang pukul 14.30 dan kembali ke sampai rumah pukul 13.30, jadi total mulai start perjalanan hingga kembali adalah hanya 23 jam saja.


Sabtu, 10 Agustus 2019
14.30

Perjalanan dimulai dari di pintu masuk tol Dupak atau Perak Surabaya. Dari tol Perak Surabaya ini (KM 0), kemudian lanjut ke tol Waru (KM 744), tol Sidoarjo (KM 755), tol Japanan dan lanjut hingga berhenti di tol Leces Probolinggo Timur (KM 830).

Sampai di kota Jember sekitar pukul 19.00, sehingga total perjalanan dari Surabaya ke Jember adalah sekitar 4.5 jam saja. Kita tidak langsung menuju tempat tujuan utama, namun mampir dulu ke Warung Lalapan Kang Roni.


Warung Lalapan Kang Roni ini merupakan menu kuliner wajib yang selalu kita tuju saat mudik ke Jember. Menunya cukup beragam mulai dari Ayam goreng, Bebek goreng, Gurami, Nila, Lele, Wader, Telur dan Tempe.

Namun menu favorit kami adalah Burung dara plus lalapan. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu Rp 35.000 per porsi. Yang mantap selain burung dara adalah sambal khasnya. Selalu merindu untuk mencoba lagi.

Setelah beli burung dara tadi kemudian kita lanjut untuk menuju tujuan utama, yaitu ke Meotel. Ini bukan yang pertama kita menginap disitu, karena pada waktu mudik Idul Fitri sekaligus reuni kecil bersama NoDC 99 kemarin kita sempatkan untuk menginap disana.


Selain hotel Meotel di Jember, saya juga pernah menyempatkan menginap di hotel Meotel di Purwokerto, ibu kota Banyumas.





Keesokan paginya, adalah hari raya Idul Adha. Dari hotel Meotel Jember bersebelahan dengan Kampus Unmuh (Universitas Muhamadiyah), cukup berjalan kaki ke sana. Sholat ied dilaksanakan tepat pukul 06.00, dan berjalan dengan cukup baik dan lancar.


Setelah menjalankan sholat Idul Kurban dengan tertib, tiba waktunya aku pergi ke rumah Mbah yang berada di Desa Kreongan.


Pukul 10.00 kita berangkat dari Jember untuk kembali ke rumah. Alhamdulillah perjalanan sangat lancar dan sepi. Sehingga pukul 13.00 kita sudah sampai. Total perjalanan 3 jam, dengan detail dari Jember ke pintu masuk tol Leces adalah 2 jam, dari dari tol Leces ke Sidoarjo hanya 1 jam.

Tuesday, June 11, 2019

Mudik ke Pekalongan 2019 (Bagian Dua)

Sambungan dari Mudik ke Pekalongan 2019 (Bagian Satu)



Rencana kita menginap di kota Pekalongan selama 3 hari 2 malam. Seperti Mudik Lebaran tahun 2018 lalu dan Mudik Lebaran tahun 2013, yaitu kita menginap di Hotel Dafam Pekalongan. Selain menginap di Hotel Dafam Pekalongan ini, saat mudik ke Pekalongan kita juga pernah menginap di Hotel lainnya yaitu Hotel Horison tahun 2015 dan Hotel Gren Mandarin tahun 2011.


Hotel Dafam Pekalongan merupakan hotel bintang tiga yang berada di Jalan Urip Sumoharjo No.53, Medono, Pekalongan Barat, Podosugih, Kec. Pekalongan Bar., Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang telah berdiri dan beroperasi sejak tanggal 6 Februari 2012. Hotel ini dibangun di bekas area Bioskop Mataram yang dibangun sejak 11 Maret 2011.


Soleh Dahlan, sang pemilik Dafam Group, telah mendirikan 2 hotel di kota Pekalongan yaitu selain Hotel Dafam juga Hotel Marlin pada November 2010. Hotel Dafam mempunyai 8 lantai ini yang terdiri dari 90 kamar dengan beberapa kelas: deluxe room, executive room, junior suite, dan royal suite.

Konon bisnis hotel Dafam Group ini bermula dari kunjungan Presiden SBY ke Pekalongan untuk meresmikan Museum Batik pada 2006. Sebagai salah seorang panitia penyambutan, Dahlan bingung ketika harus mencari hotel untuk tempat menginap SBY dan rombongannya.


Karena itulah akhirnya dia memutuskan membangun Hotel Marlin yang berbintang dua di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Kemudian pada tahun 2014 SBY transit di Hotel Dafam Pekalongan, hal ini terbukti terdapat tulisan beliau yang tertempel di dinding hotel Dafam.

Keesokan harinya kita bersilaturahmi di desa Sragi yang berada dekat di desa Bojong Pekalongan. Setelah itu kita lanjutkan singgah di Cafe Limun Oriental yang berada sekaligus di Pabrik Limun Oriental.




Lokasi pabrik Limun Oriental berada di belakang Rutan Lodjie dan berada tidak jauh dari Museum Batik Pekalongan, tepatnya beralamat di Jalan Rajawali Utara no.15. Konon Pabrik Limun Oriental dengan merk Cap Nyonya didirikan oleh Njo Giok Liem pada tahun 1923, yang memproduksi limun hasil campuran air sari buah, asam sitrat, dan uap dari CO2.

Selain meminum es limun di Cafe, kita juga beli bungkus sebanyak 2 dus, dimana 1 dus berisi 6 botol, yaitu rasa mangga, nanas, jeruk, lemon, stroberi/frambozen, sirsak, dan kopi/moka.





Sebelum pulang kembali, kita sempatkan terlebih dahulu untuk mampir ke Pasar Grosir Batik Setono. Konon kabarnya Pasar Grosir Batik Setono ini sebelumnya sempat sepi dan anjlok. Pengunjung dan pembeli batik di Pasar Grosir Batik Setono tidak terlalu.

Namun akhirnya Pasar Grosir Batik Setono bisa kembali menjadi tempat tujuan favorit para pengunjung luar daerah untuk berbelaja batik setelah dibuka pintu masuk tol Trans-Jawa dan pembangunan interchange toll Trans Jawa di Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan.




Pasar Batik Setono semula didirikan tanggal 15 Desember 1941 untuk menampung pengusaha kecil dan menengah untuk memasarkan produksi batik di Kota Pekalongan. Pasar Grosir Setono ini menempati bangunan yang dulunya adalah bekas pabrik tekstil yang sudah lama tidak beroperasi. Terdapat 600 toko yang hampir semuanya menjual produk pakaian.

Batik ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Perjalanan balik pun cukup lancar, dimana kita keluar dari Hotel sekitar pukul 09.45, namun kita tidak langsung ke arah Surabaya, karena kita keluar tol Boyolali pada pukul 11.46 untuk silaturahmi ke kerabat yang ada di Boyolali.

Pukul 13.56 perjalanan kita lanjutkan kembali masuk ke tol Boyolali dan kita keluar ke tol Solo pada pukul 14.14 untuk bersilaturahmi ke saudara yang tinggal di Solo.

Pukul 16.31 perjalanan kita lanjutkan kembali untuk pergi menuju ke kota Surabaya. Di tengah perjalanan kita sempatkan untuk istirahat sebentar di Rest Area. Dan akhirnya pada pukul 19.46 kita sampai di exit tol Dupak, hingga akhirnya pukul 20.08 sampai di rumah Surabaya.

Total perjalanan balik dari Pekalongan ke Surabaya adalah 10 jam 23 menit, dengan waktu istirahat yang cukup lama, yaitu 4 jam 49 menit, sehingga waktu perjalanan cukup singkat yaitu hanya 5 jam 34 menit.

Sunday, June 9, 2019

Mudik ke Pekalongan 2019 (Bagian Satu)


Seperti tahun 2018 lalu yaitu kita melakukan Mudik Lebaran ke Pekalongan, tahun 2019 ini kita juga melakukan mudik kembali ke kota Pekalongan, tepatnya di desa Sragi dekat dengan desa Bojong.

Perjalanan dari Surabaya dimulai pukul 05.00, kita berangkat melalui pintu tol Dupak atau Perak (jam 05.20). Jalan tol trans Jawa dimulai saat sampai di Waru saat di KM 740. Dan nanti tujuan akhir di Pekalongan yang menjadi tujuan berada di sekitar KM 313.

Namun dikarenakan ini adalah misi liburan Lebaran, maka kita terburu-buru untuk sampai di kota Pekalongan. Tapi kita jalan sampai dan berhenti di beberapa tempat. Tempat pertama kita berhenti adalah di rest area KM 627 saat jam menunjukkan pukul 06.20.


Dan super kebetulan saat rehat sejenak di rest area tersebut, aku bertemu dengan Ndox (Dwi Pamuji Handoko), dimana kita juga sudah bertemu di Jember saat mudik dengan tajuk Mudik Bareng NoDC 99.

Kemudian pukul 06.32 perjalanan kita lanjutkan kembali. Untuk rehat selanjutnya sekaligus untuk berhenti sarapan pagi, rencana kita akan berhenti untuk menyantap Soto Seger Hj Fatimah yang tersohor di kota Boyolali.

Namun sengaja kita tidak keluar di pintu tol Boyolali, kita keluar dari pintu tol Kartasura pada pukul 08.25. dari sana kita lanjutkan perjalanan sekitar 10 km. Lokasi Soto Seger Hj Fatimah berada di Jl. Raya Boyolali-Semarang No.261, Sidoharjo, Banaran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Ada juga warung kedua yang berada di Jl. Pandanaran No.257, Sidoharjo, Banaran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dan pada pukul 09.09 kita makan di warung kedua tersebut.



Soto Seger Hj. Fatimah merupakan soto daging atau soto ayam yang disajikan dalam mangkok kecil dan yang istimewa adalah terletak pada gorengan dan lauk yang disajikan berjajar di meja. Mulai dari gorengan tahu, tempe, perkedel, bakwan, sampai lauk mulai dari sate ayam, sate kikil, sate ati, dan sate telur puyuh.

Konon Soto Seger Hj. Fatimah ini berkaitan dengan Soto Seger Mbok Giyem. Dulu Soto Seger Hj. Fatimah ini bernama Soto Seger Mbok Giyem, lalu sekitar tahun 2013, Mbok Giyem diambil alih oleh keluarga besar, sedangkan pemiliknya Hj. Fatimah memilih untuk membuat brand sendiri. Jadi Soto Segeer Mbok Giyem bertransformasi menjadi Soto Segeer Hj. Fatimah.

Langkah perubahan brand ini cukup berani, karena brand soto Mbok Giyem yang mengambil dari nama ibu kandung pemilik warung tersebut cukup melekat erat di hati masyarakat luas. Namun pengubahan nama ini pastinya sudah ditimbang dan dipikir secara matang dengan tetap menjaga keaslian mutu kualitas sotonya.

Setelah puas dan kenyang, pukul 09.37 kita lanjutkan perjalanan dengan memasuki kembali jalan tol Trans Jawa melalui pintu tol Boyolali pada pukul 09.55. Perjalanan masih belum bisa smooth, karena saat cek indikator bahan bakar, ternyata bensin berada di 1.5 kotak dari 4 kotak. 

Tidak berani ambil resiko untuk isi bensin di Rest Area karena khawatir habis atau tidak diperbolehkan berhenti karena di Rest Area penuh, maka kita putuskan untuk keluar ke pintu keluar tol Salatiga pada pukul 10.14 dan pukul 10.27 perjalanan kita lanjutkan kembali.


Pintu tol Salatiga memiliki pemandangan yang luar biasa dimana memiliki latar belakang gunung Merbabu. Jalan tol ini menghubungkan Bawen dengan Salatiga, yang mendapat julukan sebagai Panoramic Tol Road dengan pemandangan deretan sawah yang membentang luas.

Jalan tol ini terdapat jembatan tol di atas Sungai Tuntang yang memiliki pemandangan indah, seperti bendungan Sungai Tuntang, hijaunya perbukitan, perbukitan kebun karet dan kopi, serta Danau Rawapening yang luas terhampar.

Kemudian perjalanan kita lanjutkan kembali. Saat di sekitar Ungaran perjalanan merambat karena volume kendaraan yang cukup padat. Kondisi jalanan padat hingga akan keluar kota Semarang, tepatnya di pintu tol Kalikangkung kondisi sudah lancar kembali, hal ini juga dikarenakan diberlakukan one way, yaitu semua lajur dan semua jalur diberlakukan ke arah Jakarta semua.

Hingga akhirnya pukul 13.00 kita sampai di pintu tol Batang / Pekalongan. Keluar dari tol tersebut cukup unik karena nanti di ujung jalan bertemu di jalur pantura seperti biasanya tepat di pertigaan Pasar Grosir Batik Sentono. Hal ini tentunya dapat mengangkat potensi dari pasar tersebut.

Jadi total perjalanan mudik dari Surabaya ke Pekalongan adalah 8 jam, dengan waktu istirahat adalah 1 jam 3 menit, sehingga murni perjalanan mudik tahun 2019 ini hanya memakan waktu 6 jam 57 menit saja.

Bandingkan dengan perjalanan mudik tahun 2018 lalu, yaitu memakan waktu 7 jam (dari Surabaya ke Kudus) dan 3 jam (dari Kudus ke Pekalongan) sehingga total perjalanan memakan waktu 10 jam, cukup lama.


Wednesday, June 5, 2019

Mudik ke Jember bersama NoDC 99 (Bagian Dua)

Artikel sambungan dari Mudik ke Jember bersama NoDC 99 (Bagian Satu)

#20thchallenge Ndox (Dwi Pamuji Handoko), 
Ogix (Yogi Kurniawan), Drix (Antudrikal Qomar), dan CK (Taufan Yanuar)

Setelah sholat Ied di Masjid Baitul Amien dan setelah berkunjung ke saudara untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Minal aidin wal faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin, segera kita berkemas untuk pindah dari Hotel 88 Jember menuju Hotel Meotel by Dafam Jember. Rencananya kita menginap di Meotel Jember tanggal 5, 6 & 7 Juni 2019.

PT Dafam Property Indonesia Tbk  memiliki 4 brand hotel, yakni
  1. Dafam Express untuk segmen budjet, 
  2. Meotel By Dafam untuk segmen ekonomi, 
  3. Dafam untuk segmen menengah bintang tiga, 
  4. Grand Dafam untuk segmen atas bintang 4.

Meotel Jember dibuka pada tanggal 8 Agustus 2018 didirikan oleh PT Dafam Property Indonesia Tbk melalui Dafam Hotel Manajement (DHM) dengan mengusung konsep retro art dengan perpaduan warna yang sangat mencolok antara hijau dan merah memiliki sembilan lantai dan 120 kamar, yang terbagi menjadi type standart ukuran, 99 Deluxe Room, 9 Family Room, serta 6 Executive room.

Kita pindah karena selain ganti suasana juga kedua anakku mau melangsungkan hobi berenang dimana di Meotel tersedia kolam renang di lantai 5. Dan aku juga bisa menjalankan hobi lari karena di depan kolam renang terdapat treadmil di fasilitas gym.



Sekaligus ada acara reuni NoDC 99, yaitu kelompok genk sewaktu sekolah SMA dulu, yang terdiri dari Ndox (Dwi Pamuji Handoko), Ogix (Yogi Kurniawan), Drix (Antudrikal Qomar), dan CK (Taufan Yanuar).

Kelompok ini bermula saat masuk pertama kelas 3 SMA, dimana siswanya diacak dari kelas 2 sebelumnya, dimana waktu itu yang duduk di depan bangkuku adalah sesosok dengan badan gede dengan model rambut cepak disisir rapi serta ditambah dengan kulit item manis yang bernama Dwi Pamuji Handoko (NDOX).

Sedangkan yang duduk di bangku belakangku adalah M. Antudriqal Qomar (DRIX), anak cerdas dan pemalu, meski badannya mungil tapi tenaganya kalo main bola seperti Edgar Davids. Duduk disebelah Antud adalah Yogi Kurniawan (OGIX), si periang dan menyukai petualangan yang dikaruniai wajah mirip vokalisnya stinky, Andre.

Karena duduknya berdekatan, kami mulai menjalin persahabatan yang lebih. Awalnya tercatat saat olahraga hari Selasa, kelar olahraga kami berempat melepas lelah di kostnya Handoko (NDOKIKOST).

Kemudian pada tanggal 11 Desember 1999, yaitu saat acara buka puasa bersama anak FORTUNE (genk anak III IPA 1), dengan kameranya Handoko, kami berempat berphose bersama dengan kompakan pake jaket FORTUNE. Dan tertulislah sejarah dunia akan lahirlah suatu kelompok dengan nama NO-DC (no drugs no conspiracy)





Temu kangen NoDC 99 ini masih bertempat di Meotel Jember tepatnya di Ukafe Bistro atau Ukafe Lounge yang terdapat Bus Cafetaria yang dirancang dengan replika Bis Double Decker. Banyak titik atau spot yang instagramable.


Sebenarnya ada beberapa tempat kuliner asyik di Jember. Setidaknya ada 10 yang ditampilkan oleh akun instagram @Pesonaid_Travel yaitu Top 10 Kuliner Jember.

Yang unik adalah meski kita semua berasal dari SMA 1 Jember, namun tidak satupun dari kita yang tinggal domisili di Jember. Ndox tinggal dan bekerja di Yogyakarta, Yogi tinggal dan bekerja di Lombok NTB, Antud tinggal dan bekerja di Jakarta, dan aku sendiri tinggal dan bekerja di Surabaya.

Dan akhirnya perjalanan mudik ke Jember kali ini usai, dan waktunya untuk balik ke Sidoarjo. Perjalanan lumayan padat cenderung macet, dimana jika sewaktu berangkat perjalanan dari Sidoarjo ke Jember ditempuh tidak sampai 3 jam, waktu balik dari Jember ke Sidoarjo ditempuh dalam waktu 5 jam.

13.35, berangkat dari Jember
16.28, istirahat di Klakah
17.17, masuk tol Probolinggo Timur
18.40, sampai di rumah Sidoarjo

Sehingga perjalanan balik dari Jember ke Sidoarjo memakan waktu 5 jam. Macet, lelah namun cukup mendapatkan value point (meminjam istilah dari sang perbankan).

Tidak terlampau jauh dibandingkan perjalanan balik tahun 2018 lalu karena tahun lalu kita tempuh selama 5 jam 21 menit, atau jika dipotong waktu istirahat yaitu 4 jam 24 menit.

Related Posts