Tuesday, September 13, 2022

Penguasa Inggris dan Britania Raya

Ratu Elizabeth II merupakan ratu monarki konstitusional dari 16 negara berdaulat (Alam Persemakmuran) dan teritori beserta dependensinya, serta ketua dari 54 anggota Negara-Negara Persemakmuran, sejak penobatannya pada tahun 1952.

Tujuh Alam Persemakmuran (Commonwealth Realms) merdeka, yaitu: Britania Raya, Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Pakistan dan Sri Lanka. 

Elizabeth juga merupakan Ratu dari Jamaika, Bahama, Grenada, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Tuvalu, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Belize, Antigua dan Barbuda, serta Saint Kitts dan Nevis.

Monarki Britania Raya monarki konstitusional Britania Raya yang bermula dari kerajaan-kerajaan kecil Skotlandia pada awal Abad Pertengahan dan Inggris Anglo-Saxon, yang terkonsolidasi dalam kerajaan Inggris dan Skotlandia pada abad ke-10 Masehi. 

Sejarah Inggris atau Britania Raya bermula dari Wangsa Mercia dengan Raja Inggris yang pertama menurut beberapa sumber adalah Offa pada 774, yang telah menjadi Raja Mercia sejak 757.

Lalu diteruskan oleh Wangsa Wessex yang dimulai dari Egbert, Raja Wessex, sejak 802, yang memiliki kekuasaan atas seluruh Inggris. Ia mengalahkan orang Mercia pada 825, namun persatuan tidak terwujud hingga 927.

Kemudian Inggris berada di bawah kekuasaan raja-raja Denmark atau Wangsa Denmark mulai dari Raja Sweyn Forkbeard (Svend Tvesk√¶g) 1013–1014 hingga Raja Harthacanute (Hardeknud) 1040–1042.

Selanjutnya kepenguasaan Saxon dikembalikan selama beberapa waktu, namun pada Pertempuran Hastings, William dari Normandy menang dan menjadi Raja Inggris sehingga kembali dipimpin oleh Wangsa Wessex.

Pada 1066, William II, Adipati Normandia, menaklukkan Inggris. Orang-orang Norman dari Prancis yang menginvasi Inggris mendarat di pulau Inggris dan menggantikan bangsa Anglo-Saxon sebagai bangsa penguasa Inggris. 

Raja-raja Norman di Inggris pada mulanya merupakan vassal dari Raja Prancis. Mulai dari saat tersebut raja-raja Inggris menggunakan angka Romawi untuk menandai raja yang bernama sama, yang diadopsi dari Prancis. 

Lalu wangsa Plantagenet memegang tahta Inggris dari 1154, dengan pengangkatan Henry II (1154–1189), sampai 1485, saat Richard III wafat. 

Kemudian kekuasaan Inggris dipegang oleh Wangsa Lancaster yang diturunkan dari John dari Gaunt, anak ketiga Edward III yang masih hidup. Raja yang memimpin mulai dari Henry IV (1399–1413) hingga Henry VI (1422–1461).

Berikutnya Inggris dipegang oleh wangsa York yang diturunkan dari Edmund dari Langley, Adipati York yang pertama, anak keempat Edward III yang masih hidup, yaitu Edward IV (1461–1470).

Tahun 1470 hingga 1471 kekuasaan kembali ke wangsa Lancaster saat dipimpin oleh Henry VI.

Namun di tahun 1471 hingga 1483 kekuasaan wangsa York dikembalikan saat dipimpin oleh Edward IV hingga Raja Richard III (1483–1485).

Dinasti Tudor dimulai pada tahun 1485, ketika Henry VII mengalahkan Richard III pada Pertempuran Bosworth. Henry VII diterima sebagai raja sesungguhnya sehingga menjadi raja Inggris sejak 1485 hingga 1509.

Elizabeth I dijuluki "The Virgin Queen" (Ratu Perawan), "Gloriana", atau "Good Queen Bess". Dinasti ini berakhir ketika Ratu Elizabeth I (1558-1603) meninggal dunia.

Ratu Elizabeth I tidak memberi tahu nama orang yang akan menjadi penguasa setelah kematiannya, sehingga anak sepupunya, James I dari Inggris, mengambil alih. Sejak saat itu, masa dinasti ini berakhir dan dimulailah masa Dinasti Stuart.

Dinasti Stuart atau wangsa Stuart dimulai dari Raja James I (1603—1625), juga dari 1567 Raja James VI dari Skotlandia hingga Anne (1702—1714), meski tahta Inggris digantikan dengan tahta Kerajaan Britania Raya pada 1707.

Kemudian tahun 1653–1658 Inggris menjadi Persemakmuran Inggris (Commonwealth of England) yang menjadi nama resmi negara gabungan antara Inggris, Irlandia, dan Skotlandia (setelah Perang Saudara Inggris) di bawah pemerintahan Oliver Cromwell (1653–1658) dan Richard Cromwell (1658-1659).

Setelah itu kekuasaan dikembalikan pada wangsa Stuart ditandai dengan Raja Charles II (1660-1685) hingga Anne (1702-1707) yang kemudian menjadi pemimpin Great Britain (1707-1714).

Kerajaan Bersatu Britania Raya dibentuk pada tanggal 1 Mei 1707 dari penyatuan antara Kerajaan Inggris dan Kerajaan Skotlandia. Pada tanggal 1 Januari 1801 Britania Raya bersatu dengan Kerajaan Irlandia dan membentuk "Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia". Setelah sebagian wilayah Irlandia memisahkan diri pada tanggal 6 Desember 1922, kemudian pada tanggal 12 April 1927 berubah nama menjadi "Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara".

Sejak 1707–1714 Ratu Anne menjadi Ratu Britania Raya pada saat penyatuan Inggris dan Skotlandia saat diresmikannya UU Penyatuan 1707 (Acts of Union 1707).

Lalu bersumber dari UU Pewarisan 1701 (Act of Settlement 1701) Britania Raya dipimpin oleh wangsa Hanover (1714–1901) setelah kematian Ratu Anne tanpa adanya penerus tahta, George Louis, putra dari Sophia dari Hanover—cucu dari James I melalui putrinya Elizabeth.


Kemudian meskipun merupakan anak dan ahli waris Victoria, Edward VII mewarisi nama ayahnya yang keturunan Jerman dan merupakan satu-satunya penguasa dan penerus tahta Britania Raya dari Wangsa Saxe-Coburg dan Gotha.

Nama Wangsa Saxe-Coburg-Gotha diubah menjadi Wangsa Windsor pada tahun 1917 oleh George V karena berbau Jerman dan pada Perang Dunia I terdapat sentimen anti-Jerman. Kepemimpinan wangsa ini dimulai dari George V (1910–1936), kemudian Edward VIII (1936), lalu George VI (1936–1952) dan hingga Elizabeth II (1952–2022).

Usai meninggalnya Ratu Elizabeth II, Charles menjadi penerus tahta kerajaan Inggris dengan gelar Raja Charles III. Sebelumnya Charles bergelar Pangeran Wales sehingga saat itu Lady Diana Spencer sempat menjadi Putri Wales, pada 29 Juli 1981.

Menariknya Ratu Elizabeth II sebagai pemimpin kerajaan Inggris bersaudara dengan pemimpin kerajaan lain di Eropa meski hubungannya cukup jauh, tapi ada darah yang sama mengalir di nadi mereka. Hubungan persaudaraan tersebut sudah terjalin sejak lama dan berasal dari puluhan tahun yang lalu karena memiliki nenek moyang yang sama yaitu Raja George II, pemimpin Inggris Raya dan juga Irlandia pada tahun 1727 sampai 1760.

Jika ditelusur lebih dalam mereka semua berasal dari garis keturunan Raja George II sebagai pemegang tahta kerajaan Inggris Raya dan Irlandia yang diwarisi dari ayahnya yang kemdian keturunan setelah Raja George II inilah yang kemudian menyebar dan menikah dengan bangsawan kerajaan lain sehingga saat ini, pemimpin di beberapa kerajaan di Eropa pun jadi bersaudara.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Elizabeth_II_dari_Britania_Raya

https://id.wikipedia.org/wiki/Monarki_Britania_Raya

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Plantagenet

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Tudor

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Elizabeth_I_dari_Inggris

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Stuart

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Persemakmuran_Inggris

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_penguasa_Inggris

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_penguasa_Britania_Raya

https://news.detik.com/internasional/d-6282110/silsilah-keluarga-kerajaan-inggris-ini-daftar-pewaris-takhta-ratu-elizabeth

https://globalhistorystudentblog.blogspot.com/2016/01/history-of-queen-elizabeth-family.html?m=1

https://www.hipwee.com/feature/ternyata-hampir-semua-kerajaan-di-eropa-itu-bersaudara-begini-silsilah-keluarga-besar-mereka/

https://www.jkvipshop.gq/products.aspx?cname=elizabeth+ii+tudor&cid=114&url=hamsarmmr.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts