Thursday, July 16, 2015

Mudik 2015


Mulih dilik atau biasa yang dikenal dengan kata mudik mempunyai arti pulang sebentar, merupakan kata yang berasal dari bahasa Jawa ngoko. Mudik merupakan tradisi tahunan menjelang lebaran atau hari raya Idul Fitri, yaitu kegiatan perantau / pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya.

Mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa bahkan sejak sebelum masa Kerajaan Majapahit. Tradisi petani ini saat pulang ke desanya adalah membersihkan pekuburan makam leluhurnya. Itulah sebabnya, mengapa kebanyakan masyarakat Jawa yang mudik selalu menyempatkan diri berziarah dan membersihkan kuburan keluarga dan leluhurnya yang telah meninggal.

Ada beberapa alasan mengapa masyarakat Indonesia sulit meninggalkan tradisi mudik, yaitu

  1. Mudik merupakan jalan mencari berkah dengan bersilaturahmi kepada orang tua, kerabat, dan tetangga. 
  2. Sebagai pengingat asal usul daerah bagi mereka yang merantau. 
  3. Tradisi mudik bagi perantau di ibu kota adalah saat untuk menunjukkan eksistensi keberhasilannya. Selain itu, juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang telah lama ditinggal untuk ikut merasakan keberhasilannya dalam merantau. 
  4. Mudik adalah terapi psikologis memanfaatkan libur lebaran untuk berwisata setelah setahun sibuk dalam rutinitas pekerjaan sehingga saat masuk kerja kembali memiliki semangat baru.

Tahun 2015 ini aku juga mudik ke tiga kota, yaitu Kudus, Pekalongan dan Jember.
Perjalanan pertama, mudik dari Surabaya ke Kudus akan ditempuh sejauh 285 km.
Perjalanan kedua, mudik dilanjutkan dari Kudus ke Pekalongan sejauh 165 km.
Dan perjalanan terakhir, kembali dari Pekalongan langsung ke Jember sejauh 655 km.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Mudik
http://indonesia.travel/id/destination/474/jakarta/article/104/tradisi-mudik-hari-raya-idul-fitri-tips-penting-menyertainya-bersama-peta-jalur-mudik