Monday, July 6, 2015

Derajat Busur Bulan


Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1436 H jatuh pada Jumat 17 Juli 2015. Sedangkan Nadlatul Ulama (NU) memprediksi akan menyempurnakan puasa Ramadhan menjadi 30 hari, karena berdasarkan data hisab Lajnah Falakiyah PBNU, posisi hilal 29 Ramadhan 1436 H, yang bertepatan dengan 16 Juli 2015, berada pada ketinggian 03 derajat 01 menit 58,9 detik. Jarak busur 05 derajat 43 menit, 58 detik dan umur hilal 09 jam, 26 menit 47,5 detik.

Dimana dengan ketinggian 03 derajat 01 menit 58,9 detik hilal atau bulan baru berpotensi tidak tampak, meskipun keputusan finalnya menunggu pengumuman observasi hilal di lapangan atau rukyatul hilal bilfili.

Dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal 2 derajat atau umur bulan minimal 8 jam. Limit Danjon menyebutkan bahwa hilal akan tampak jika jarak sudut bulan – matahari lebih besar dari 7 derajat.

Konferensi penyatuan awal bulan Hijriyah International di Istambul tahun 1978 mengatakan bahwa awal bulan dimulai jika jarak busur antara bulan dan matahari lebih besar dari 8 derajat dan tinggi bulan dari ufuk pada saat matahari tenggelam lebih besar dari 5 derajat.

Sementara rekor pengamatan bulan sabit dalam catatan astronomi modern adalah hilal awal Ramadlan 1427H di mana umur hilal 13 jam 15 menit dan berhasil dipotret dengan teleskop dan kamera CCD di Jerman.

Bahkan, dalam catatan astronomi modern, jarak hilal terdekat yang pernah terlihat adalah sekitar 8 derajat dengan umur hilal 13 jam 28 menit. Hilal ini berhasil diamati oleh Robert Victor di Amerika Serikat pada 5 Mei 1989 dengan menggunakan alat bantu binokulair atau keker.

Derajat busur dengan simbol °, adalah ukuran sudut yang dibentuk sebuah bidang datar, menggambarkan 1/360 dari sebuah putaran penuh. Artinya, besar 1 derajat adalah satu juring pada lingkaran yang dibagi menjadi 360 buah juring yang besarnya sama. Jika sudut tersebut dinyatakan terhadap sebuah meridian referensi, sudut tersebut menunjukkan sebuah lokasi pada sebuah lingkaran besar sebuah bola (seperti Bumi, Mars, atau bola langit).

Awal mula lingkaran dibagi atas 360° berasal dari kerajaan Babilonia Kuno karena sistem bilangan Babilonia Kuno menggunakan bilangan yang berbasis 60. Sedangkan kita saat ini terbiasa menggunakan sistem bilangan berbasis 10.

1° sama dengan 60 menit (ditulis 60') dan 1' sama dengan 60 detik (ditulis 60"). Derajat dan satuan-satuan pembaginya adalah satu-satunya satuan yang penulisan angka dan simbol satuannya tidak dipisah (contoh 15° 30', bukan 15 ° 30 ').


Sumber :
http://m.suarasurabaya.net/kelanakota/detail.php?id=9udetu0cqclrm27mlsattja6j32015155133
http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=268559
https://id.wikipedia.org/wiki/Derajat_(satuan_sudut)