Saturday, August 2, 2014

Perjalanan Mudik 2014

Jika perjalanan mudik tahun 2013 lalu di-update di blog multiafebriani.blogspot.com, dengan dibagi menjadi 2 episode, yaitu episode 1 dari Sidoarjo ke Kudus dan Pekalongan, yang kemudian dilanjut episode 2 yang langsung menuju Jember.

Tahun 2014 ini, perjalanan mudik dimulai di daerah Jawa Timur, yaitu ke Jember dengan rute Sidoarjo - Pasuruan - Probolinggo - Lumajang - Jember

Kemudian dilanjut petualangan rute panjang ke Jawa Tengah dengan rute Jember - Lumajang - Probolinggo - Pasuruan - Sidoarjo - Mojokerto - Jombang - Nganjuk - Madiun - Ngawi - Sragen - Solo - Klaten - Yogyakarta.


Yuk mudik

25 Juli 2014
Km 0
04.30

Cuti bersama di kantor dimulai tanggal 25 Juli 2014, artinya perjalanan mudik dimulai hari Jumat. Setelah bersantap sahur dan menunaikan ibadah sholat subuh, kita sekeluarga berangkat menuju kampung halaman ke Jember dari kota urban, Sidoarjo. Perjalanan dari Jember - Sidoarjo diperkirakan sejauh 180 km.

Km 180
08.00

Setelah menempuh jarak sekitar 180 km, akhirnya sampai juga kita di kota kelahiranku. Jalan relatif sepi, sehingga perjalanan ditempuh sekitar 3.5 jam. Hampir saja terkena macet di pasar tumpah Ranuyoso - Lumajang, untung saja sebelum terjebak macet kita dapat melewati jalan alternatif melewati jalan kecil.


Nyaman selama perjalanan


29 Juli 2014
Km 350
03.30

Setelah terpuaskan bertemu dengan teman dan sahabat serta keluarga dari pihak saya, akhirnya tiba saatnya berpisah untuk menuju ke keluarga pihak istri saya. Hari raya kedua pagi dini hari kami sudah siap berkemas dan pergi perjalanan mudik episode 2.

Agar tidak terjebak macet kami berangkat lebih pagi lagi. Satu jam lebih awal. Kita berangkat jam 03.30

Km 530
06.00

Ternyata benar. Dengan berangkat lebih pagi, jalanan yang sepi. Sehingga perjalanan yang awalnya ditempuh 3.5 jam, kali ini hanya 2.5 jam. Wow, lebih cepat 1 jam. Padahal kecepatan tidak ngebut-ngebut banget.

08.00

Setelah sampai dirumah Sidoarjo, kita menurunkan baju kotor dan menaikkan baju ganti yang bersih yang telah kita persiapkan sebelumnya. Dan setelah sarapan perjalanan dilanjutkan kembali.

Perjalanan dari Sidoarjo menuju Yogyakarta diperkirakan sejauh 350 km.


Sugeng Rawuh

Km 965
21.30

Akhirnya setelah menempuh total 18 jam dengan 4 - 5 kali berhenti untuk istirahat akhirnya sampai juga di kota yang dinanti-nanti, Yogyakarta. Selama perjalanan ramai lancar, hanya terkena macet saat masuk di perbatasan Sidoarjo - Mojokerto dan di Guyangan - Nganjuk. 

Macet di perbatasan Sidoarjo - Mojokerto beruntung bisa dilalui karena kita ambil jalur alternatif Ploso - Rejoso, sebenarnya lancar, jika saja para pemudik tetap tertib dan tidak main serobotan. Dikarena ada yang main serobotan akhirnya di beberapa pertigaan menjadi terkunci dan membuat macet. Padahal para petugas dari kepolisian sudah mengatur dengan baik dan benar.

Sedangkan macet di Guyangan - Nganjuk aku nilai dikarenakan pengaturan yang kurang maksimal ditambah padatnya volume yang benar-benar meledak.

Sedangkan jalur langganan macet di Saradan - Caruban, alhamdulillah tidak terlalu macet yang berarti.

Semua info perjalanan mudik kita terus pantau melalui radio SS 100 (Suara Surabaya) yang sinyalnya dapat kita terima hingga dari Pasuruan hingga Madiun.


kota Yogyakarta

02 Agustus 2014
Km 1050
08.30

Di Yogyakarta setelah menghabiskan waktu di pantai Kuwaru, Malioboro dan candi Borobudur, tiba waktunya kembali ke kota Sidoarjo untuk bersiap-siap kembali beraktivas.


Pantai Kuwaru - Yogyakarta

Borobudur

Jalan Mataram

Prambanan

Km 1072
11.00

Tapi di jalur balik yang dituju, sekitar saat akan masuk kota Klaten, kita sempatkan berhenti di area wisata candi Prambanan.

Selesai menikmati keindahan masa lampau, perjalanan dilanjutkan. Sambil kita pantau lalu lintas akun twitter @e100ss karena radio SS 100 (Suara Surabaya) masih belum dapat kita terima.

Selamat Jalan

Perjalanan balik dimulai


Km 1388
21.30

Dan akhirnya, berakhir juga perjalanan balik, dengan tidak ditemui kemacetan yang berarti, jalur Caruban - Saradan yang menurut info sehari sebelumnya macet berjam-jam, alhamdulillah hanya padat normal.

Sedangkan pertigaan mengkreng yang selalu menjadi langganan macet, juga ramai lancar.

Hambatan hanya di Mojoagung, itu pun merambat selama 12 menit, karena jalur menyempit di sekitar 2 atau 3 jembatan sungai. 

Perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur
Selamat Jalan Jawa Tengah

Perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur
Selamat Datang Jawa Timur