Wednesday, August 20, 2014

Left Driving dan Right Driving

Di dunia terdapat dua aturan standar dalam berkendara yaitu left-driving countries dan right-driving countries.

Left-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kiri jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir/kemudi pada mobil ada disebelah kanan. Negara yang menganut left-driving countries adalah Indonesia, UK, Jepang, Australia, India, Singapura dan Malaysia.

Sedangkan right-driving countries adalah negara yang warga negaranya menggunakan lajur kanan jalan untuk berkendara, sehingga posisi setir/kemudi pada mobil ada disebelah kiri.Contoh : USA, mayoritas negara Eropa (kecuali UK), Cina,dll.


Roda lahir di Eropa. Automotif juga lahir di Eropa, dan tentu saja Amerika. Jadi merekalah penentu peraturan pengguna jalan ini pada awalnya. Masalah politik cukup menentukan. Ini terjadi zaman Perang Napoleon-Inggris. Memang benar sebelum tahun 1794, di Perancis orang berkendara sudah disebelah kanan. Maka ketika Napoleon berkuasa, termasuk daerah jajahannya diperintahkannya berkendara disebelah kanan jalan. Daerah jajahannya di Swiss, Jerman, Italy, Polandia dan Spanyol, ikut disebelah kanan.

Sebaliknya negara musuh Perancis membuat peraturan berkendara disebelah kiri jalan. Mereka adalah Inggris, Hongaria, Rusia dan Portugal. Negara jajahan keduanya di Asia dan Afrika juga mengikuti koloni mereka. India dan Indonesia ketika dijajah Inggris berkendara disebelah kiri jalan. Belanda dijajah Napoleon, makanya berkendara disebelah kanan. Setelah berkuasa lagi di Hindia Belanda, Belanda tidak merubah aturan Inggris tersebut sehingga sampai sekarang Indonesia berkendara disebelah kiri jalan. Inggris tetap berkendara disebelah kiri jalan, termasuk Australia. Amerika Serikat menetapkan peraturannya sendiri. Sejak awal, mereka berkendara disebelah kanan jalan. Seperti disebut diatas peraturan jalan dikanan jalan sudah mantap disejumlah negara Eropa. Ketika Jerman melakukan Aneksasai Austria pada awal tahun 1938, dirubahnya peraturan menjadi jalan kiri.

Ini juga terjadi di Cekoslovakia. Rupanya Hitler Jerman tidak mau ketinggalan. Ketika menaklukan Austria tanggal 12 Maret 1938, segera diperintahkannya pemakai jalan merubah berkendara dari kiri kekanan lagi dalam satu malam. Bisa dibayangkan terjadilah kekacauan karena rupanya trem juga terkena peraturan tersebut. Pada tahun 1939, Ceko dan Honggaria juga harus mengikuti aturan ini. Selain faktor politik, faktor ekonomi juga diperhatikan. Misalnya Swedia pada tahun 1967 merubah aturan jalan rayanya berjalan kesebelah kanan, karena rupanya tidak mau pusing-pusing dan lebih ekonomis, disebabkan Mobil Volvo dan Saab yang laku keras dinegara yang berkendara disebelah kanan. (milis mediacare).

Negara-negara dengan sistem lalu lintas di sisi kiri yang berarti mengemudi dengan setir kanan ternyata asal usulnya berasal dari Inggris. Mengapa demikian? Inti jawabannya sebenarnya karena kebanyakan orang ternyata adalah right-handed (dominan menggunakan tangan kanan dalam aktivitasnya) begitupun dengan ahli pedang dan ksatria di Inggris. Hal ini membuat mereka lebih suka berjalan di sisi kiri agar tangan kanan mereka lebih dekat pada lawan dan pedang di sarungnya jauh dari jangkauan musuh. Umumnya negara-negara koloni Inggris akan mengikuti sistem lalu lintas sisi kiri karena kebiasaan yang dibawa oleh orang Inggris.

Hal di atas ternyata berbeda dengan di Prancis dan Amerika Serikat yang memiliki sistem lalu lintas sisi kanan yang berarti jika kita menyetir di kedua negara tersebut maka kita akan menggunakan setir kiri. Sejarahnya dimulai pada akhir sekitar 1700-an, saat buruh angkut di kedua negara tersebut mengangkut hasil peternakan dalam gerbong besar yang ditarik kuda. Ternyata gerbong tersebut tidak mempunyai tempat duduk untuk pengemudinya sehingga kusir terpaksa duduk di sisi sebelah kiri dari punggung kuda agar dapat menggunakan tangan kanannya untuk memecut kudanya. Duduk di punggung kuda sebelah kiri, secara alamiah kusir dapat melihat tiap gerbong yang berpapasan dari arah berlawanan di sebelah kiri dan memastikan kondisi jalan yang dilalui oleh gerbong. Karena hal tersebut, kusir tetap melaju di sisi kanan jalan.

Di Indonesia pengalaman dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad memberikan pengaruh yang besar. Meskipun sistem lalu lintas di Belanda sempat berubah dari sisi kiri, mengikuti sistem di Inggris, menjadi sisi kanan karena sempat dijajah oleh Napoleon, hal itu tidak mengubah kebiasaan awal mereka ketika telah tiba di Indonesia. Inilah sebabnya sampai saat ini ketika menyetir mobil, kita selalu menggunakan setir kanan.


Update 24 Juli 2015
------------------------
Awalnya, semua orang melaju di sisi kiri saat menggunakan jalan. Kerajaan Romawilah yang awalnya menetapkan peraturan untuk berjalan di sisi kiri, terkait keselamatan.

Keadaan mulai berubah saat kuda dan kereta besar menguasai jalanan. Peraturan ini mulai berubah pada abad ke-18, saat orang-orang di Amerika mengendarai wagon yang ditarik oleh sejumlah kuda. Kereta berdimensi besar ini cenderung mendominasi jalanan dan memaksa orang untuk mengalah.

Awalnya, wagon di Amerika tak memiliki tempat duduk bagi pengemudi. Jadi, pengendali akan duduk di bagian kiri belakang kuda penarik wagon. Posisi ini akan memudahkan kusir untuk mengendalikan seluruh kuda yang ada dengan kendali di tangan kiri, sementara alat pemecut digenggam di tangan kanan.

Hal ini pun memaksa pengguna jalan untuk berpindah dari sisi kiri ke sisi kanan jalan, karena pengemudi wagon ingin memastikan bahwa kereta mereka tak bertabrakan dengan pengendara lainnya. Dengan kondisi pengemudi yang duduk di sebelah kiri, pemantauan jalan akan lebih mudah dilakukan jika wagon dijalankan di sisi kanan.

Akhirnya pada 1792, Pennsylvania mengeluarkan undang-undang bahwa sisi jalan yang resmi untuk dilalui dalam berlalu lintas adalah di sisi kanan. Dengan cepat, peraturan ini pun meluas ke bagian lain di Amerika dan Kanada.

Di Eropa sendiri, peraturan mengemudi di sisi kanan jalan dimulai dari Prancis. Beberapa mengatakan bahwa ini dilakukan untuk menentang Paus, ada pula yang berpendapat bahwa mereka tak ingin menetapkan peraturan yang sama dengan Inggris.

Ada pula yang menganggap hal ini ditetapkan oleh Napoleon, yang menyebarkan peraturan ini ke negara-negara yang ia taklukkan. Sementara itu Inggris masih tetap menggunakan peraturan mengemudi di sisi kiri jalan. Hal ini diakibatkan karena wagon besar tak bisa dikemudikan di jalanan London yang sempit, dan Napoleon tak bisa menundukkan Inggris.

Indonesia dan Suriname mengadaptasi peraturan mengemudi di sisi kiri jalan dari Belanda. Tetapi, warga Belanda sendiri akhirnya menggunakan sisi kanan jalan untuk berkendara akibat pengaruh Napoleon.

http://m.suarasurabaya.net/kelanakota/detail.php?id=fvm26drqf3ucmd51q7npd2hk722015156086