Thursday, January 22, 2026

Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai Pilar Kemajuan Bangsa

Pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci yang menggarisbawahi visi Indonesia dalam menghadapi tantangan global dan peluang masa depan. Dalam forum internasional yang dihadiri para pemimpin dunia, kepala negara, dan pelaku bisnis global, pidato Prabowo memadukan tema ekonomi, sosial, dan prinsip kebijakan yang berkelanjutan.

Prabowo menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga bagi setiap negara, terutama di era yang penuh ketidakpastian geopolitik. Ia menyatakan bahwa tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian, karena stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kerja sama internasional.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang terkalibrasi dengan baik (well-calibrated policies) sebagai landasan kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa stabilitas nasional, disiplin fiskal, dan manajemen ekonomi yang konsisten menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global, seperti kondisi pasar dan konflik di berbagai wilayah dunia.

Prabowo juga menyinggung dinamika ekonomi Indonesia, termasuk pertumbuhan yang stabil lebih dari 5% setiap tahun selama satu dekade terakhir, serta keyakinannya bahwa pertumbuhan akan semakin tinggi di 2026.

Salah satu fokus pidato yang menonjol adalah pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM). Prabowo menegaskan bahwa tanpa pendidikan yang memadai dan kemampuan mengikuti kemajuan teknologi, suatu negara sulit mencapai stabilitas dan kesejahteraan.

Ia memaparkan upaya pemerintahan Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui renovasi ribuan sekolah, digitalisasi kelas, dan pengadaan fasilitas pendidikan modern. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap investasi jangka panjang pada manusia, bukan hanya pada infrastruktur fisik.

Menit 20:08

Saat ini, telah dikembangkan 166 sekolah berasrama dari target 500 sekolah berasrama yang direncanakan. Sekolah berasrama dipandang sebagai instrumen penting dalam pembentukan karakter, disiplin, kemandirian, serta pembiasaan hidup akademik yang intensif. Lingkungan asrama memungkinkan proses pendidikan berjalan tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—menciptakan kesinambungan antara pengetahuan, nilai, dan sikap.

Selain itu, direncanakan pembangunan 20 sekolah asrama baru khusus bagi siswa berbakat secara akademik. Sekolah-sekolah ini ditujukan untuk menampung potensi unggul yang selama ini kerap tersebar dan kurang terfasilitasi secara optimal. Dengan pendekatan kurikulum yang lebih menantang, pendampingan intensif, serta lingkungan belajar yang kondusif, siswa berbakat diharapkan mampu berkembang maksimal dan kelak menjadi motor penggerak inovasi, sains, dan kepemimpinan nasional.

Penguatan SDM juga diperluas ke jenjang pendidikan tinggi melalui rencana pembangunan 10 universitas baru. Kehadiran universitas-universitas ini tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem riset, teknologi, dan pengembangan ilmu pengetahuan di berbagai wilayah. Universitas diharapkan menjadi pusat lahirnya gagasan, solusi, dan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan global sekaligus kebutuhan nasional.

Selain pendidikan, Prabowo memperkenalkan rencana besar pembangunan 1.000 desa nelayan, dengan tujuan memberdayakan komunitas nelayan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Proyek ini dirancang untuk memberi akses infrastruktur yang mendukung aktivitas produktif bagi ribuan warga di setiap desa, yang secara total akan berdampak pada jutaan masyarakat Indonesia.

Pidato Presiden juga mengambil nada tegas terkait penegakan hukum dan pemberantasan praktik ilegal, termasuk korupsi dan pelanggaran lingkungan. Prabowo menyampaikan bahwa pemerintahannya telah melakukan upaya besar dalam menindak praktik tidak sah di sektor pertanian dan industri, serta mencabut izin perusahaan yang melanggar hukum. Ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap rule of law sebagai syarat penting untuk menarik investasi asing yang sehat dan berkelanjutan.

Prabowo menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa Indonesia tidak takut terhadap integrasi ekonomi global. Negara ini telah aktif menandatangani perjanjian perdagangan bebas dan kemitraan ekonomi komprehensif dengan berbagai negara dan blok ekonomi seperti Uni Eropa, Kanada, dan negara-negara Eurasia. Indonesia melihat perdagangan internasional sebagai alat untuk kemakmuran bersama, bukan ancaman terhadap kedaulatan.


Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=WTTpvDDNuxg

https://www.setneg.go.id/baca/index/di_wef_davos_presiden_akan_sampaikan_prabowonomics_dan_hasil_konkret_1_tahun

No comments:

Post a Comment

Related Posts