Tuesday, January 6, 2026

Menghilangkan Masalah Tidak Bisa Tiba-Tiba

Sekali lagi, terpana dan terpaku oleh Pandji Pragiwaksono.

Sebelumnya di tahun 2021 terpana 5 Menit dan 5 CM oleh Pandji, yang isinya kurang lebih tentang hidup Pandji yang ditentukan dalam satu buah lima menit (5 menit).

Kemudian di tahun 2023 terpaku oleh Menolak untuk Menyerah, yang inti isinya adalah boleh sedih, kamu boleh terpuruk, boleh menunduk, tapi jangan lama-lama, jangan pernah menyerah, bertahan aja.

Dan kali ini terpana dan terpaku oleh Epilog dari Mensrea Pandji Pragiwaksono.


kalo ada masalah,terkadang kita ingin hilang secepatnya.

padahal masalah datang tidak tiba-tiba, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun

dan di dalam semua proses itu, ada banyak kenangan yang terjadi, baik kenangan yang menyenangkan yang terkadang tidak ada kaitan dengan masalah,

jadi menghilangkan masalah tidak bisa tiba-tiba, juga hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun

jadi ayah minta maaf, terhadap masalah yang dialami oleh anak

ayah juga ingin segera menghilangkan masalah tersebut

tapi ga bisa

butuh waktu, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun

ayah tidak berani minta dimaafkan

ayah tidak berani minta kesempatan kedua 


-

Pandji telah membocorkan di awal bahwasanya Epilog dari Mensrea tersebut mendapatkan inspirasi dari buku novel yang berjudul "If Cats Disappeared from The World" atau "Jika Kucing Lenyap dari Dunia" karya Genki Kawamura.

Novel berisi dialog batin dan kilas balik kenangan. Kucing menjadi simbol kehangatan, kesetiaan, dan hubungan tanpa syarat—sesuatu yang sering dianggap sepele hingga terancam hilang. Dunia yang semakin kosong justru membuat hidupnya terasa semakin sunyi.

Yang akhirnya sang tokoh utama dalam novel ini menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Kucing menjadi representasi dari cinta, keterikatan, dan alasan untuk bertahan hidup. Pilihan pahit bahwa hidup tanpa makna dan tanpa cinta bukanlah hidup yang layak diperjuangkan.

Nilai hidup tidak diukur dari lamanya waktu, melainkan dari kedalaman hubungan dan kehadiran yang tulus. Kehilangan menjadi guru paling jujur, dan kematian justru membuat hidup terasa lebih terang.

Kita akan belajar merelakan, tentang memahami bahwa hal-hal paling penting dalam hidup sering kali adalah yang paling sunyi dan paling mudah dilupakan. Cocok banget bagi yang sedang lelah, sedang kehilangan, atau sedang mencari alasan untuk lebih menghargai hari ini.

Jika pada suatu hari "sesuatu" benar-benar lenyap dari dunia, barulah kita sadar betapa berharganya ia saat masih ada.

No comments:

Post a Comment

Related Posts