Sunday, July 5, 2020

Filosofi Rumput

Rumput mengajarkan kita tentang filosofi hidup tentang bagaimana menjadi orang yang tangguh dan adaptasi. Rumput mampu hidup dengan melewati berbagai macam pergantian musim yang ekstrim dan cuaca yang tidak menentu. Rumput bisa tumbuh di dataran tinggi, dataran rendah, dan di gurun pasir sekalipun.

Rumput selalu bergerombol dan tidak pernah hidup sendirian. Tunas rumput muda akan tumbuh menyeruak ke sela induk rumput sehingga terlihat seperti induk rumput yang baru. Inilah semangat gotong royong sesungguhnya.


Rumput yang semu­la berwarna hijau segar, beru­bah menjadi kecokelatan. Peru­bah­an ini bukan berarti menandakan ia telah mati. Ia hanya ber­usaha bertahan saat kekeri­ngan. Apa­bila rumput tersebut dipotong, ia tak patah dan terus bersemangat untuk tumbuh kem­bali. Bila tanahnya ditimbun dengan se­men, ia akan berusaha men­cari celah untuk tumbuh lagi.


Sebatang rumput liar dianggap tidak berguna dan sering diremehkan. Namun rumput dapat  memperkuat bagian dalam dirinya, berkembang dibanding yang lain yang mempunyai kelebihan secara kasat mata.

Meski diremehkan dan kadang dikucilkan, rumput mempunyai pondasi tujuan hidup lebih fokus, terarah, dan tentunya terstruktur. Akar rumput tumbuh kuat sampai ke lapisan paling dalam sebuah tanah sehingga membuatnya tidak mudah tercabut dan mati. Kekuatan akarnya membuat rumput tersebut sekalipun 1.000 kali dicabut dapat tumbuh lagi dan lagi.

Tak jarang rumput liar sekalipun tidak indah namun kemampuannya bertahan hidup sangat tinggi. Dibandingkan dengan tanaman cantik di sebuah pot, meski digoyang sedikit dijamin mudah mati terkapar.


Untuk memiliki kekuatan dan ketahanan hidup seperti rumput, kita perlu memiliki akar yang kuat. Akar ini berupa nilai-nilai kehidupan yang kuat, yang akan menopang diri kita di masa-masa sulit. Teguh dan tidak mudah digoyangkan oleh badai kehidupan.

Jadilah pribadi yang tangguh dan pribadi yang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, kelak akan menjadi pribadi yang bisa diterima di setiap lingkungan dimana kita berada.

Dalam filsafat timur, rumput seringkali disebut dan dikaitkan sebagai symbol kebersahajaan sekaligus keuletan.

Rumput itu kecil, tapi memiliki ketahanan yang cukup kuat.


Sumber :
https://steemit.com/indonesia/@rkb/rumput-mengajarkan-kita-filosofi-hidup
https://iphincow.com/2018/05/01/filosofi-rumput/
https://analisadaily.com/berita/arsip/2018/10/20/636270/filosofi-rumput/
https://www.lucubux.com/belajar-filosofi-rumput/
https://senseoflogistics.wordpress.com/2011/01/18/soeket/

No comments:

Post a Comment

Related Posts