Thursday, June 1, 2017

Masjid Al-Abror Sidoarjo


Masjid Al-Abror Sidoarjo mulai dibangun tahun 1678 oleh Mbah Mulyadi dengan dibantu Musa, Badria, dan Salim. Konon Mbah Mulyadi merupakan anggota pasukan Tronojoyo yang melarikan diri ke Sidoarjo.

Masjid Al-Abror disebut dengan masjid tiban karena Mbah Mulyadi awalnya menemukan pondasi gundukan tanah yang kemudian digunakan untuk membangun masjid di atas pondasi itu.


Sebelum Masjid Agung Sidoarjo dan Alun-alun kota Sidoarjo yang sekarang, dahulu Masjid Al-Abror merupakan ikon pemerintahan Sidoarjo dengan Alun-alunnya berada di Pasar Lama (sekarang kompleks Matahari Store).

Tahun 1859, Masjid Al-Abror dilakukan renovasi untuk pertama kali, oleh Bupati Sidokare (sebelum menjadi Sidoarjo) yaitu Bupati Raden Notopuro (Tjokronegoro). Tahun 2009, Masjid Al-Abror juga dilakukan renovasi kembali oleh Bupati Sidoarjo saat itu yaitu Bupati Win Hendrarso.

Masjid Al-Abror terletak di Kelurahan Kauman, yang terdiri dari dua lantai dengan warna dominan hijau muda. Masjid yang kita saksikan sekarang sudah mengalami banyak perubahan. Mulai atap, pilar penyangga, mimbar, tembok, hingga fondasi. Namun nuansa Timur Tengah tetap dijaga.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kemudian menetapkan Al-Abror sebagai kawasan wisata religi sehingga kawasan tersebut ditata termasuk penertiban stan dan bangunan di depan masjid, terutama bangunan dan stan pedagang yang berdiri menghalangi masjid dengan dua menara itu.


Sumber :
http://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105954/masjid-al-abror-sidoarjo-dan-gerbang-saling-tegur-sapa
https://m.tempo.co/read/news/2015/06/29/155679163/kisah-masjid-al-abror-tertua-di-sidoarjo-berusia-300-tahun
http://www.kompasiana.com/mawan.sidarta/al-abror-masjid-tertua-dan-bersejarah-di-sidoarjo_552cc4a66ea83454148b456a