Wednesday, September 5, 2018

Krisis 1998, 2008 dan 2018


Naiknya kurs dollar akhir-akhir menjadi percakapan yang renyah. Banyak yang menyebutkan bahwa kondisi saat ini merupakan krisis ekonomi. Pakar ekonomi juga banyak yang membandingkan krisis ekonomi 2018 (jika memang diperkenankan) dengan krisis ekonomi 2008 dan krisis moneter 1998.

Menjadi hal kebetulan jika terlihat semacam siklus 10 tahunan, tahun 1998, 2008 dan 2018.

Namun juga banyak ekonom yang mengatakan bahwa depresiasi rupiah yang terjadi saat ini berbeda dengan depresiasi rupiah ketika 1998 silam. Pelemahan rupiah tahun 1998 anjlok cukup besar yaitu 80 persen dari Rp2.500.


Menurut data yang dihimpun Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS) dan CEIC, depresiasi rupiah sangat buruk hingga mencapai 254 persen dari September 1997 ke September 1998 yang membuat nilai rupiah sebesar Rp3.030 per dollar AS turun tajam ke nilai Rp10.725 per dollar AS.

Ditambah waktu itu tidak ada kenaikan gaji sehingga daya beli masyarakat menurun dan harga-harga melonjak tinggi. Sedangkan tahun 2018 diikuti dengan kenaikan gaji dan harga-harga yang cukup terjaga. Dimana pada tahun 1998, UMP hanya berkisaran di angka Rp. 150.900 dimana saat ini UMP adalah Rp. 2.260.225.

Dari sisi cadangan devisa juga berbeda, tahun 2018 jumlah cadangan devisanya jauh lebih tinggi yakni 118,3 miliar dollar AS, sedangkan tahun 1998 hanya 23,61 miliar dollar AS.

Dari segi pertumbuhan ekonomi, pada tahun 2018 meningkat sebesar 5,27 persen year on year (yoy) pada triwulan II. Sedangkan tahun 1998, pertumbuhan ekonomi minus 13,34 persen yoy per triwulan II.

Dan dari sudut inflasi, pada Agustus 1998 angka inflasi mencapai 78,2 persen yoy yang dikategorikan dalam inflasi berat (laju inflasi 30-100 persen), sedangkan inflasi tahun 2018 sebesar 3,2 persen yoy yang dikategorikan dalam inflasi ringan (laju inflasi kurang dari 10 persen).

Dari sisi peringkat surat utang, pada 1998 peringkatnya "junk" atau tak bernilai sementara pada 2018 peringkatnya adalah investment grade.

Kita sebagai rakyat kecil sih tidak muluk-muluk, apakah tahun 2018 ini krisis ekonomi atau tidak, dollar naik atau tidak, pada intinya kita ingin agar rakyat Indonesia damai dan sejahtera.


Sumber :
https://finance.detik.com/infografis/d-4198163/fakta-kondisi-ekonomi-1998-vs-2018
http://intisari.grid.id/read/03931738/nilai-tukar-rupiah-dekati-rp15-ribu-ini-7-perbedaan-kondisi-ekonomi-1998-dan-2018?page=all
https://makassar.terkini.id/perbandingan-nilai-tukar-rupiah-tahun-1998-vs-2018/
http://inibenar.com/perbandingan-kondisi-rupiah-1998-dan-2018-bukti-ekonomi-indonesia-masih-stabil/