Friday, July 4, 2014

Domino Effect


Domino effect dikenal untuk menggambarkan serangkaian peristiwa yang berhubungan, dimana kejadian suatu hal akan kejadian dari hal yang lain dan seterusnya dan seterusnya.

Istilah domino effect muncul dengan analogi susunan kartu domino dalam sebuah alur teratur dengan jarak dekat. Ketika domino terdepan dijatuhkan, maka kartu-kartu di belakangnya pun akan jatuh secara berurutan sampai habis. 

Dalam kehidupan sehari-hari efek domino juga sering terjadi dan kita alami. Misalnya saat kita mengambil suatu keputusan yang salah, maka akan terjadi dampak buruk satu yang disusul oleh dampak buruk yang lainnya.

Perwujudan dari Teori Domino pada masa perang dingin adalah munculnya Proxy War di berbagai kawasan di luar Eropa. Proxy War adalah perang sekunder sebagai akibat dariperang primer yang berlangsung di antara dua negara besar, yaitu Amerika Serikat dan Uni soviet. Proxy War terjadi, antara lain di Vietnam dan Korea. 

Di Vietnam, komunisme direpresentasikan oleh Vietnam Utara. Kubu yang mendapat dukungan kekuatan dari komunisme Soviet ini berseteru dengan Vietnam Selatan yang mendapatkan dukungan darikekuatan demokratis-kapitalis Amerika Serikat. Di Korea, kekuatan ideologi demokrasi-kapitalis Amerika Serikat diwakili oleh Korea Selatan,sedangkan kekuatan komunisme Uni Soviet diwakili oleh Korea Utara.

Contoh yang lain adalah dari dunia perbankan saat terjadi krisis 2008.

Kejatuhan perusahaan sekuritas dan bank investasi (investment banks) global raksasa yang mengklaim dikelola secara profesional dan dilengkapi dengan teknologi informasi dan sisteim komputerisasi canggih yang saling terkait memudahkan timbulnya domino effect. Satu jatuh, seluruh tatanan runtuh.


Bangkrutnya Lehman Brothers dan penalangan (bailout) beberapa perusahaan sekuritas, bank dan asuransi berskala global lainnya seperti Goldman Sachs, Bank of America (BofA), American Insurance Group (AIG) dst oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi contoh nyata dari efek domino ini.