Wednesday, July 9, 2014

Swing Voters


Dalam kamus bahasa Inggris disebutkan bahwa arti kata adalah swing kb. 1 ayunan, buaian (from a tree). 2 irama (of poetry, music). 3 musik swing, irama swing. 4 perjalanan. -kkt. (swung) 1 mengayunkan. 2 menggoyangkan. 3 memutar, membelokkan 4 melancarkan, menjalankan.

Swing Voters atau "massa mengambang" adalah perilaku pemilih yang berubah atau berpindah pilihan partai atau calon dari satu Pemilihan Umum ke Pemilihan Umum berikutnya. 

Jika tidak mampu teryakinkan, Swing Voters itu akan menjadi "golput", tapi dapat juga menjadi potensi bagi calon atau partai yang serius menggarap visi dan misi nya dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Banyaknya swing voter berpotensi mengubah peta kekuatan partai politik di 2014. Adanya swing voter ini karena tingkat loyalitas pemilih dengan partai sangat rendah. Hampir semua pemilih ternyata tidak punya identitas partai.

Dalam sejarah, perilaku memilih Indonesia sejak Pemilu demokratis kembali hidup tahun 1999 swing voter sangat besar.

Dari Pemilu 1999 ke Pemilu 2004, misalnya, PDIP menurun perolehan suaranya 15.5%. Sementara Partai Demokrat dari 0 menjadi 7%. Juga PKS, dari 1% (PK) menjadi sekitar 7%.

Pada Pemilu 2004 ke 2009, Golkar turun sekitar 8%, PKB turun sekitar 5.5%, PDIP 4.5%, sementara Partai Demokrat naik sebesar 14%.

Tiga kali Pemilu menghasilkan tiga partai berbeda sebagai pemenang suara terbanyak. Ini juga mengindikasikan bagaimana besarnya swing voter dari satu Pemilu ke Pemilu berikutnya.

Profil swing voters itu adalah kaum terdidik, mereka well informed. Karena itu mereka kritis, menelusuri, mencari tahu dan mempelajari visi misi capres. Lantas, menetapkan pilihan.

Swing voters menjadi penentu pemenang pemilu. Mereka berada di tengah antara kubu Prabowo dan Jokowi. Jika mereka mengarahkan dukungan ke Prabowo maka pemenangnya adalah capres koalisi merah putih itu. Dan begitu sebaliknya.

Swing voters tidak dapat ditebak akan memberikan suaranya kemana. Mereka melihat momentum politik yang muncul. Sementara masing - masing capres mencoba menciptakan momentum agar pencitraan dan elektabilitas terdongkrak. 

Jumlah calon pemilih pada Pemilu 2014 yang belum menentukan pilihan (swing voters), dalam survei terakhir jauh melampaui dukungan tertinggi yang didapatkan partai politik. Kekecewaan terhadap partai politik dinilai sebagai salah satu penyebab tingginya angka swing voters.

Menurut Lingkaran Survei Indonesia "swing voters" akhirnya lebih banyak yang memilih pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dalam survei terakhir Juli 2014, masih terdapat delapan persen pemilih yang belum menentukan pilihannya.

Siapa pemenang Pilpres 2014 kali ini? Karena terdapat 2 versi dari berbagai lembaga survey, maka sebaiknya kita tunggu saja hasil dari KPU tanggal 22 Juli 2014 nanti.

Peace.


Sumber :
http://www.saifulmujani.com
http://indonesia-baru.liputan6.com
http://www.republika.co.id
http://nasional.kompas.com
http://www.beritasatu.com