Saturday, September 21, 2013

Menjadi Super Dad

Siang ini aku akan menjadi Super Dad kembali.

Kali ini kembali Ibu-nya anak-anak sedang ada meeting dengan rekan bisnisnya. Jadinya hari Sabtu, libur awal weekend harus aku isi dengan menjaga dan mengasuh anak.

Bukan hal yang susah, tapi juga bukan hal yang mudah.

Mempunyai 2 anak laki-laki yang berbeda usia 2 tahun 1 bulan, cukup menguras energi. Apalagi selama 5 jam, yaitu dari pukul 11.00 sampai 16.00 aku harus siap-siap menjadi single parent.

Pukul 11.00 
Setelah mengantarkan Ibu-nya anak-anak di kantor, aku ajak anak-anak ke toko buku Gramedia, tempat favorit mereka berdua untuk mengisi liburan. Rak buku yang pertama dikunjungi tentunya adalah tempat buku anak-anak.

Rangga, 3 tahun, sedang memilih dan memilah buku tentang kereta api. Ada 3 buku yang membuat dia tertarik, dan akhirnya buku transportasi kuda besi-lah yang dipilih.

Rafa, 5 tahun, masih belum menemukan buku yang ingin dibeli. Awalnya sempat dia akan memilih buku tentang roket dan mobil balap, tapi akhirnya dia urungkan.

Lalu kita bertiga beranjak ke rak buku yang lain. Kali ini mereka tertarik dengan poster ukuran A3, yang bergambarkan mobil balap Hotwheel. Akhirnya aku perbolehkan mereka ambil satu masing-masing.

Rafa mengambil poster dengan isi tabel matematika-pengurangan sedangkan Rangga mengambil poster dengan isi tabel matematika-penjumlahan.

Lalu beranjak ke rak buku yang lain, dan akhirnya Rafa tertarik dan memilih majalah Bobo. Dikarenakan di majalah Bobo tersebut terdapat bonus atau hadiah kotak pensil, Rangga pun pingin memilih hal yang sama.

Tapi beruntung akhirnya kedua anak ini dapat berkompromi tanpa ada pertikaian dan tangisan. Tumben. Tidak seperti biasanya jika ada Ibu-nya, pasti akan ada pertikaian yang diakhiri dengan tangisan. Tapi siang ini tidak.

Pukul 12.30
Perut tiba-tiba berbunyi, cek jam arloji ternyata sudah memasuki jam makan siang. Tiba waktunya makan siang. Rafa mengusulkan makan siang di Hoka-hoka Bento, setelah melihat halaman belakang dari majalah Bobo yang menampilkan iklan menu Hoka-hoka Bento yang berisi hadiah mobil atau robot seperti transformer.

Pergilah kita kesana.

Tanpa antrian yang berarti kita memilih menu Hoka-hoka Bento untuk anak-anak. Kekhawatiran kedua muncul, biasanya jika memilih mainan pasti yang satu kepengen hal yang sama. Tapi kekhawatiran tidak terjadi. 

Rafa memilih hadiah mainan yang berwarna putih sedangkan Rangga memilih yang berwarna merah.

Saat makan pun di meja mereka berdua juga akur, makan tanpa harus dipaksa. Mereka mau makan sendiri. Ini juga tidak seperti biasanya jika da Ibu-nya anak-anak. Amazing.

Pukul 13.30
Setelah makan siang, kita pun berjalan-jalan menyusuri mal di Delta Surabaya. Kita melihat mulai dari kaset VCD, wallpaper, mobil dan lain-lain.

Dan akhirnya karena sudah sore si adik, Rangga, menyatakan kecapekan. Wah ini awal kerewelan. 

Akhirnya aku ajukan pergi ke mobil untuk menjemput Ibu anak-anak.

Pukul 15.00
Kita bertiga sudah di parkiran depan gedung. Tapi yang ditunggu tidak menampakkan batang hidungnya. Biasanya jika bosan maka salah satu dari mereka atau bahkan kedua kemungkinan akan menangis.

Tapi kali ini tidak.

Akhirnya aku ajak mereka berdua untuk bermain di taman, atau tepatnya adalah pulau jalan, yaitu taman yang berada di tengah jalan sebagai pemisah lajur kanan dengan kiri.

Mereka berdua asik sekali bermain, tidak tampak wajah kelelahan.

Pukul 15.30
Akhirnya yang ditunggu keluar juga. Ibu-nya anak-anak sudah kelar meeting. Dan sekarang waktunya pulang dengan ceria.


Dan, hari ini aku telah menjadi Super Dad dengan sukses.
Yes.