Tuesday, February 20, 2018

Susu

Berdasarkan data Canadean Survey pada tahun 2008, berikut adalah data konsumsi susu di dunia

Susu cair termasuk susu cair segar
Belanda : 100%
Amerika Serikat : 99,7%
Thailand : 88,2%.
Indonesia : 17,9 %

Sedangkan untuk konsumsi susu bubuk di Indonesia mencapai 82,1% dari total konsumsi susu.

Mengapa dari data tersebut dibedakan antara susu cair dengan susu bubuk? Ada apa saja macam dari susu yang bisa dan baik untuk dikonsumsi? Dan apa perbedaan dari masing-masing susu tersebut? Mari kita bahas satu persatu.



Susu Pasteurisasi
Susu pasteurisasi dipanaskan dengan suhu lebih rendah, yaitu 72 derajat celcius selama paling tidak 15 detik. Bakteri patogen akan mati, namun bakteri pembusuknya masih ada, namun, kandungan bakteri baik dan vitaminnya masih terjaga dan tidak mati selama proses pemanasan. Sehingga susu pasteurisasi hanya bisa bertahan selama 1 – 2 minggu, dan wajib disimpan di lemari pendingin serta sebaiknya langsung dihabiskan setelah dibuka.

Proses pasteurisasi diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu Louis Pasteur seorang ilmuwan Perancis dimana tes pasteurisasi pertama diselesaikan oleh Pasteur dan Claude Bernard pada 20 April 1862.

Susu UHT
Susu UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang diproses secara termal pada suhu tinggi selama minimal 2 detik, baik sebelum atau setelah pengemasan, sehingga menghasilkan produk yang memiliki masa simpan yang panjang yaitu umumnya dapat disimpan selama 6-9 bulan sebelum dibuka, dan aman disimpan tanpa lemari pendingin.

Susu UHT pertama kali dikembangkan pada tahun 1960 dan pada yahun 1970-an menjadi umum di konsumsi .

Susu Sterilisasi  
Sterilisasi susu adalah proses pengawetan susu yang dilakukan dengan cara memanaskan susu sampai mencapai suhu di atas titik didih. Sterilisasi bertujuan untuk pemusnahan atau eliminasi semua mikroorganisme, termasuk spora bakteri, yang sangat resisten.

Susu Bubuk
Susu bubuk berasal dari susu segar kemudian dikeringkan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer, selain itu juga melalui tahapan proses antara lain evaporasi, homogenisasi dan pengeringan (spray drying atau freeze drying), sehingga umur simpan susu bubuk bisa hingga 2 tahun. Kandungan nilai gizi pada susu bubuk ditambahi dengan bahan-bahan lain, misalnya vitamin.

Susu bubuk pertama kali dibuat pada 1802 oleh seorang dokter Rusia, Osip Krichevsky. Susu bubuk baik bagi negara-negara berkembang karena biaya transportasi dan penyimpanannya sangat murah (karena tidak membutuhkan pendingin).

Susu Kental Manis
Susu kental manis diperoleh dengan cara menghilangkan sebagian air melalui proses evaporasi (penguapan) sehingga diperoleh kepekatan tertentu. Susu kental manis banyak digunakan sebagai campuran bahan masakan. Kandungan gula dan lemaknya sangat tinggi sehingga memiliki masa kedaluwarsa panjang, yaitu kemasan yang belum dibuka mampu bertahan sampai 2 tahun. Sedangkan kemasan yang sudah dibuka hanya mampu bertahan kurang lebih 2 bulan, itu pun bila disimpan dalam lemari pendingin.

Masing-masing jenis susu memiliki kelebihan dan kekurangan. Keputusan ada di tangan kita sendiri terhadap pilihan susu yang ada.


Sumber :
https://id.theasianparent.com/susu-uht-untuk-anak-1-tahun/2/
http://global.liputan6.com/read/2940583/ini-perbedaan-susu-pasteurisasi-dan-uht
http://sapi.co.id/susu-pasteurisasi-uht-dan-sterilisasi/
https://food.idntimes.com/dining-guide/reza-iqbal/kandungan-susu-bubuk-1/full
https://www.hemat.id/artikel/mana-yang-lebih-baik-susu-uht-susu-bubuk-atau-susu-kental-manis/
http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/17/08/15/ouqkge335-susu-steril-uht-pasteurisasi-ini-bedanya
http://m.geschool.net/1428718/blog/post/lebih-baik-mana-susu-kental-manis-susu-bubuk-atau-susu-cair

Sumber foto :
https://peternakantaurus.files.wordpress.com/2014/02/tabel_susu.jpg