Thursday, February 8, 2018

Netral

Mendukung bukan Pro, Mengkritik bukan Kontra

Hari Jumat sebelum berangkat ke Masjid, aku mendapatkan sebuah tulisan yang menjadi pesan bagi kita bangsa Indonesia pada umumnya, dan bagi saya pribadi pada khususnya. Semoga hari Jumat ini dan seterusnya menjadi berkah kita bersama.

Cinta yang berlebihan dapat menjadi cinta babi buta, termasuk jika terlalu cinta terhadap pemerintahan, yang dapat membuat seseorang tidak membuka mata terhadap kebobrokan pemerintahan.
Begitu juga sebaliknya, benci yang berlebihan dapat menjadi benci babi buta, yaitu benci terhadap pemerintahan, yang dapat membuat seseorang tidak membuka mata terhadap kebaikan pemerintahan.

Mengutip pembicaraan seorang Ketua atau Presiden di sebuah organisasi kampus, yang saat itu hadir di acara televisi nasional, menarik kita baca. Pembicaraan tersebut saya kutip dan saya tulis dalam tulisan sebagai berikut.

Bangsa ini mengalami perpecahan.
Orang sekarang yang mengkritik pemerintah disebut anti pemerintah.
Dan orang sekarang yang sering mendukung pemerintah dikatakan pro pemerintah.
Ada perpecahan itu yang kemudian membuat bangsa ini terpecah.
Nah mahasiswa harus menjadi intermedia actor dimana bisa menjadi jembatan keduannya.
Jika dia mengeritik pemerintah bukan dia anti pemerintah.
Begitu pun sebaliknya jika dia mendukung pemerintah bukan berarti mahasiswa pro pemerintah.
Lalu apa yang membuat mahasiswa menjadi intermedia actor yaitu rasa kemanusiaan yang didapat dari hasil belajar kami, dan hidup bersama masyarakat


Netral, jadi berkata baik dengan mendukung bukan berarti pro, mengkritisi dengan mengkritik bukan berarti kontra. Yang baik untuk rakyat harus didukung, dan yang buruk bagi rakyat harus diperbaiki.