Thursday, February 1, 2018

Hujan Lebat dan Banjir

Hujan Lebat dan Banjir Pasca Gerhana Bulan

Kemarin terjadi peristiwa langka yaitu kejadian alam Blue Blood Supermoon Eclipse, yaitu terjadi bulan purnama kedua di bulan kalender yang sama (blue moon), saat posisi bulan paling dekat dengan bumi (supermoon) sekaligus terjadi gerhana bulan.

Namun bukan itu saja, kejadian alam yang diprediksi yang mengikutinya adalah akan terjadi hujan lebar dan banjir setelah gerhana alam.


Posisi matahari berada di belahan bumi selatan sehingga suhu udara di belahan bumi selatan lebih tinggi daripada belahan bumi utara.  Terjadi pula tekanan rendah di belahan bumi selatan sehingga terjadi aliran udara dingin dari belahan bumi utara tepatnya dari daratan Asia, termasuk Samudera Pasifik di sekitar Filipina atau bagian utara barat pasifik serta aliran udara dingin dari arah Samudera Hindia.

Aliran udara tersebut semuanya menuju ke belahan bumi selatan tepatnya ke arah Australia, akibatnya beberapa wilayah Indonesia bagian barat dan selatan terlewati aliran udara dingin asia Samudera Hindia, dan Filipina.

Kondisi ini yang memicu terjadinya potensi hujan dan angin dengan kecepatan tinggi.


17.30
Akhirnya awan mendung yang mengelantung dari sore hari akhirnya terkonversi menjadi hujan. Hujan terjadi dengan intensitas sedang-lebat. Angin kencang terasa dari pintu depan rumah. Untuk itu pintu depan rumah aku tutup.

Untuk memastikan aman, aku cek juga pintu lantai atas.


17.35
Setelah lantai atas aku pastikan aman, aku kembali ke bawah. Belum ada 2 menit, tepatnya hanya 1 menit tiba lantai 2 banjir. Dikarenakan volume air hujan sangat deras, ditambah ternyata lubang air di teras tertutup oleh sampah.

Akhirnya selama 2 jam waktu dihabiskan dengan mengepel lantai


Sumber :
http://www.tribunnews.com/internasional/2018/02/01/waspadai-potensi-hujan-lebat-dan-banjir-pasca-gerhana-bulan