Saturday, November 16, 2013

Antara Takdir dan Nasib



Takdir, adalah bahasa Tuhan. Dan itu tak bisa diubah, sudah merupakan kepastian. 

Yang bisa merubahnya adalah manusia dengan izin Yang Maha Kuasa. Syaratnya adalah punya kemauan, berupaya, berusaha dan meminta izin dari Tuhan. 

Dengan kalam-Nya Tuhan sudah memberi isyarat, bahwa manusia punya hak untuk merubahnya. 

Tuhan sudah memberi isyarat, bahwa nasib manusia bisa dirubah ketika manusia   mempunyai kemauan, usaha dan upaya tak kenal lelah. 

Analogi #1
Saat kau berjalan dari tempatmu sekarang duduk hingga keluar dari pintu itu adalah nasibmu. Sedangkan saat kamu sedang menjalani nasibmu kemudian ditimpa meteor adalah takdir. Namun ternyata setelah tertimpa meteor kamu masih hidup dan punya kemampuan telekinetik adalah takdir dan sudah menjadi nasibmu untuk meneruskan hidupmu dengan memanfaatkan anugerah itu.

Analogi #2
Saat kamu menjalani nasibmu dengan memelihara tanaman jerukmu dengan baik dan ternyata diserang hama adalah takdirmu. Namun sudah menjadi nasibmu untuk membasmi hama itu dan menerima takdirmu berupa panen buah jeruk yang ternyata asam hingga menjadi nasibmu berusaha mengganti bibit jerukmu dan pupuknya hingga kelak engkau ditakdirkan memanen jeruk yang manis dan lebat.

Sumber :
http://filsafat.kompasiana.com
http://irdham.blogdetik.com