Friday, November 22, 2013

Pepaya Gantung sang Pepaya Jantan


Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". 

Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.

Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi.

Kandungan Bunga Pepaya

Nama Bahan Makanan : Bunga Pepaya Jantan
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Bunga Pepaya Jantan yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Bunga Pepaya Jantan yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Bunga Pepaya Jantan = 45 kkal
Jumlah Kandungan Protein Bunga Pepaya Jantan = 2,6 gr
Jumlah Kandungan Lemak Bunga Pepaya Jantan = 0,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Bunga Pepaya Jantan = 8,1 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Bunga Pepaya Jantan = 290 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Bunga Pepaya Jantan = 113 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Bunga Pepaya Jantan = 4,2 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Bunga Pepaya Jantan = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Bunga Pepaya Jantan = 0,01 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Bunga Pepaya Jantan = 23,3 mg

Sejumlah penelitian membuktikan bawa bagian tanaman pepaya lainnya juga memiliki manfaat yang tak kalah dari buah. Salah satunya adalah bunga pepaya. Bagian ini memiliki karakteristik rasa yang pahit sama seperti daun, tetapi jika diolah dengan baik, rasa pahit tersebut bisa disembunyikan. Khasiat bunga pepaya telah lama diketahui oleh nenek moyang masyarakat di tanah Bugis, Maluku, NTT dan juga Papua. 

Secara morfologis, bunga pepaya memiliki bentuk serupa teromper kecil. warnanya juning pucat cenderung putih dan dilengkapi dengan tangkai. Bunga ini tumbuh pada batang tetapi pada pepaya jantan, bunganya tumbuh pada tangkai yang memanjang. Bunga pepaya lazimnya ditemukan pada area pucuk pohon pepaya. 

Bunga pepaya memiliki karakteristik rasa yang pahit sama seperti daunnya. Hal ini disebabkan oleh kandungan Alkaloid Carpein atau C14H25No2. Senyawa ini ditemukan oleh Dr. Carpein di tahun 1980. Berdasarkan penelitian lanjutan, diketemukan fakta bahwa zat alkaloid carpein ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit jantung. Dengan demikian, salah satu khasiat bunga pepaya adalah membantu penyembuhan penyakit jantung.

Selain mengandung senyawa alkaloid carpein, bunga pepaya juga diketahui mengandung tanin, steroid, flavanoid, triterpenoid, serat alami dan juga karbohidrat. Berdasarkan uji klinis, ternyata senyawa yang terdapat dalam bunga pepaya ini sangat ampuh melumpuhkan pengaruh radikal bebas di dalam tubuh manusia dan juga membersihkan darah. 

Untuk mendapatkan khasiat bunga pepaya ini, tentu diperlukan ketelatenan dalam hal konsumsi. Bagi Anda yang tak menyukai rasa pahit bunga pepaya, jangan takut sebab ada banyak trik untuk mereduksi rasa pahit tersebut. 

Untuk menghilangkan rasa pahit saat memasak bunga pepaya adalah dengan garam. Setelah bunga dicuci hingga bersih kemudian rebus air sampai mendidih, lalu saat mendidih masukkan garam segenggam tangan. Tunggu 2 menitan kemudian baru deh bunga pepayanya dimasukkan kemudian dimasak hingga setengah matang. Usai itu diangkat, ditiriskan, dan terakhir digombang atau dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali untuk menghilangkan rasa asinnya yang terlalu. Nah bunga pepaya siap untuk ditumis.

Cara lainnya dengan mengurapi bunga pepaya dengan garam agar getahnya hilang. 

Walaupun menyimpan beragam manfaat, namun penggunaan daun pepaya untuk pengobatan harus senantiasa berhati-hati. Sebab, selain memiliki sifat anti-mikroba, daun pepaya juga memiliki sifat toksitas. Getah pada pepaya bersifat irritant, vesicant dan dermatogenic terhadap kulit sehingga bagi sebagian orang yang sensitif, hal ini tentu akan mengganggu bahkan bisa menyebabkan kerusakan jaringan dan melukai komponen kulit. Sementara itu, bagi sistem pencernaan, kandungan senyawa pepaya terutama pada getah bisa merangsang terhadinya gastritis berat dan memicu asma juga rhinitis. Jadi tetap berhati-hati.



Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://permathic.blogspot.com
http://kesehatan.kompasiana.com