Asumsi itu berawal dari pemikiran.
Pemikiran itu muncul dari data.
Hanya orang yang berjiwa besar yang mampu memegang tanggung jawab besar.
Berani bersatu bukan berani berbeda.
Memaafkan, ya.
Melupakan, tidak.
Untuk itu perlu adanya hukuman.
“Whatever we possess becomes of double value when we have the opportunity of sharing it with others"
Friday, December 19, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Sebagai umat Islam mengaji harus dipelajari sejak usia dini yang dimulai dari mengenal dan memahami huruf hijaiyah. Belajar mengaji atau mem...
-
Sekali lagi, terpana dan terpaku oleh Pandji Pragiwaksono. Sebelumnya di tahun 2021 terpana 5 Menit dan 5 CM oleh Pandji, yang isinya kura...
-
BJ Habibie pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak. Dengan me...
-
Ratu Elizabeth II merupakan ratu monarki konstitusional dari 16 negara berdaulat (Alam Persemakmuran) dan teritori beserta dependensinya, se...
-
Disiplin adalah fondasi dari hampir semua pencapaian, karena bukan hanya sekadar soal bangun pagi atau menaati aturan, melainkan komitmen un...
No comments:
Post a Comment