Monday, February 5, 2024

Pertolongan Pertama pada Tersedak

First Aid for Choking

Cara menolong bayi yang tersedak berbeda dengan cara menolong anak yang tersedak. Berikut ini adalah langkah-langkah dan penjelasannya:


Bayi (usia di bawah 1 tahun)

Pada bayi yang tersedak, penanganan awal yang bisa dilakukan adalah melakukan back blows dan chest thrusts. Berikut adalah langkah yang perlu Bunda lakukan:

  • Posisikan bayi tengkurap di lengan yang ditopang dengan paha. Pastikan posisi kepala bayi lebih rendah dibandingkan badannya.
  • Topang kepala dan rahang bayi dengan jari tangan Bunda. Kemudian, tepuk lembut punggungnya di antara tulang belikat sebanyak 5 kali, menggunakan tangan Bunda yang lain. Tindakan ini disebut back blows.
  • Jika cara tersebut belum berhasil, posisikan bayi telentang dengan kepala menghadap ke atas. Temukan tulang dada dan tempatkan 2 jari di tengahnya.
  • Setelah itu, berikan tekanan di bagian tengah tulang dada bayi sebanyak 5 kali. Tindakan ini disebut chest thrusts. Jika benda belum keluar juga, ulangi lagi tindakan tersebut


Anak di atas 1 tahun

Bila anak masih mampu untuk mengeluarkan sedikit suara dan bernapas. Minta ia untuk batuk dengan keras. Hal ini bermanfaat untuk mengeluarkan benda yang tersangkut.

Cara lain yang dapat Bunda lakukan adalah dengan melakukan back blows dan chest thrust, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Pada anak yang berusia lebih dari 1 tahun, tindakan lain yang Bunda lakukan adalah abdominal thrusts. Untuk melakukan abdominal thrusts, Bunda bisa mengikuti langkah berikut:

  • Lingkarkan kedua lengan Bunda di antara pusar dan tulang rusuk perut.
  • Setelah itu, kepalkan tangan yang melingkar di antara pusar dan tulang rusuk anak.
  • Hentakkan tangan ke arah atas sambil menarik tubuh anak ke belakang sebanyak lima kali. Hindari melakukan hentakan yang terlalu keras untuk menghindari cedera.

Jika anak masih tersedak, Bunda bisa mengulangi back blows, chest thrusts, dan abdominal thrusts, serta segera panggil bantuan untuk membawa anak ke rumah sakit terdekat.

Jika anak tidak sadar, Bunda bisa melakukan teknik CPR sebagai pertolongan pertama ketika anak tersedak. Namun jika ingin melakukan CPR, pastikan Bunda sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya. 


Sumber :

https://dinsospmd.babelprov.go.id/content/anak-tersedak-wajib-tahu-pertolongan-pertama-pada-anak-tersedak#:~:text=Lingkarkan%20kedua%20lengan%20Bunda%20di,terlalu%20keras%20untuk%20menghindari%20cedera.

Sunday, February 4, 2024

The ABCD Family Tree



Infografis diatas menunjukkan hubungan antara berbagai skrip yang digunakan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Ke-57 aksara berbeda ini diperkirakan berevolusi dari hieroglif yang digunakan orang Mesir lebih dari 5000 tahun yang lalu.

Simbol dalam Hieroglif, berevolusi menjadi huruf yang digunakan saat ini. Abjad sejati seperti aksara Latin, yang setiap bunyinya diwakili oleh sebuah huruf, adalah sistem penulisan yang paling banyak digunakan.


Sumber :
https://starkeycomics.com/2018/12/11/the-abcd-family-tree/



Saturday, February 3, 2024

Ad Hominem

Lima kali debat capres atau calon presiden yang dilakukan harusnya berisi tentang adu gagasan dan adu program apa yang akan mereka lakukan selama 5 tahun kedepan jika terpilih menjadi presiden. Tentunya hal ini selain menarik untuk ditonton, juga sangat menentukan nasib bangsa sekaligus nasib kita sebagai warganegara.

Debat memang merupakan kegiatan adu kepandaian dan logika yang bertujuan untuk saling meyakinkan lawan bicara. Dimana terkadang dilakukan dengan membenarkan pendapat kelompoknya sendiri, serta menyalahkan pendapat kelompok lawan.

Namun, acap kali debat calon pemimpin terkadang rentan terjadi kesesatan logika mungkin dikarenakan panasnya perdebatan, atau mungkin juga dilakukan dengan sengaja. Tendensi yang muncul sering adalah kesesatan dalam berpikir. 

Kesesatan dalam berpikir atau logical fallacy merupakan kesalahan logika berpikir seseorang yang diakibatkan penyampaian argumen yang salah atau bertele-tele. Sesat pikir sering digunakan untuk memanipulasi perasaan kita. 

Sesat pikir ini merupakan proses penalaran atau argumentasi yang sebenarnya tidak logis, salah arah, dan menyesatkan disebabkan karena pemaksaan prinsip-prinsip logika tanpa memperhatikan relevansinya, karena kekeliruan relevansi dan ambiguitas penalaran. 

Salah satunya adalah yang disebut dengan Ad hominem, yaitu kesesatan berpikir di mana seseorang akan membahas karakter seseorang yang tidak berkaitan dengan pembahasan yang sedang berlangsung. 

Ad hominem merupakan upaya untuk menerima atau menolak suatu gagasan namun bukan disebabkan faktor penalaran suatu gagasan tersebut, melainkan merujuk pada faktor pribadi lawan. Sederhananya, yang kita soroti adalah pribadi yang berargumen bukanlah logis atau tidaknya argumen yang disampaikan.

Berpikir dengan bentuk ad hominem bukan hanya tidak dapat menyelesaikan masalah, namun malah dapat membuat masalah baru, misalnya malah membuat sakit hati lawan berargumen karena sifatnya yang menyerang pribadi. Bukankah tidak fair saat lawan bicara kita berargumen dengan nalar namun kita balas dengan menyerang pribadinya.

Penalaran ad hominem biasanya dipandang sebagai kesesatan logika, atau bisa juga sebagai suatu bentuk cacat logika ketika lawan debat kita atau lawan bicara kita menyerang hal-hal di luar substansi dari tujuan utama sebuah debat maupun pembicaraan itu sendiri ataupun justru menyerang kepribadian kita. Hal itu bisa meliputi gender, jenis kelamin, orientasi seksual, suku, ras, agama, warna kulit, bentuk mata, dan lain semacamnya sehingga debat menjadi tak substansial serta cenderung menjadi perundungan, penghinaan, caci maki dan penghujatan.

Tujuan dari ad hominem adalah untuk membuat kesan yang dapat dibenarkan oleh para audiens yang hadir pada perdebatan tersebut. Pada intinya, ad hominem merupakan membenarkan pendapat sendiri tanpa peduli dengan pendapat lawan.

Contoh sesat pikir atau logical fallacy kategori ad hominem diantaranya adalah:.

“Dia tahu apa tentang gaya hidup orang kaya? Buktinya, ia sendiri saja hidup dalam kemiskinan.”

“Kamu seakan-akan pro rakyat, tetapi buktinya kamu sendiri tidak pernah membela rakyat, dan justru mendukung kebijakan yang tidak pro rakyat.”

“Untuk apa Anda menceramahi saya tentang salat? Anda sendiri saja salatnya bolong-bolong atau bahkan tidak salat sama sekali."

Selamat menyimak debat capres terakhir hari Minggu ini, mari kita simak dengan sungguh-sungguh untuk menjadi bahan pertimbangan bagi pemilih dalam menentukan pilihannya, demi Indonesia yang lebih baik, maju dan sejahtera.


Sumber :

https://kbr.id/ruang_publik/01-2019/5_kesesatan_logika_ini_bisa_muncul_di_debat_capres/98712.html

https://osc.medcom.id/community/logical-fallacy-debat-jangan-sesat-2942

https://www.kompasiana.com/iismarifatul/6082720b8ede4814af5b9df2/filsafat-mengatasi-sesat-pikir-dalam-berlogika-pada-perdebatan-di-media-sosial

https://www.kompas.com/skola/read/2022/04/23/103000469/kesesatan-berpikir-pengertian-jenis-contoh-dan-cara-menghindarinya?page=all.

https://detakusk.com/artikel/ad-hominem-salah-satu-bentuk-sesat-pikir

https://id.wikipedia.org/wiki/Ad_hominem

https://www.zenius.net/blog/jenis-jenis-logical-fallacy

https://www.kompas.com/skola/read/2023/10/13/033000569/mengenal-pengertian-dan-jenis-ad-hominem?page=all.

Friday, February 2, 2024

Tes Akademik

Calon siswa yang telah lolos seleksi administrasi, akan dilakukan beragam tes seperti tes akademik, tes kesehatan, tes psikologi, dan speaking test. Tes akademik yaitu mengerjakan soal-soal IPA, Matematika, dan Bahasa Inggris dengan standar olimpiade sains nasional.

Kisi-kisinya, selain seputar pelajaran kelas 7-9, soal yang akan diujikan adalah soal-soal standar olimpiade sains nasional (OSN). Selama tes akademik ini, soal disajikan dalam bahasa Indonesia, dan tidak ada pilihan soal berbahasa Inggris.

PESERTA : 2072 > 996

Sebelum : Persiapan Seleksi Administrasi

Setelah : Tes Lanjutan


Sumber :

https://praditadirgantara.sch.id/id/seleksi-daerah-ppdb-sma-pradita-dirgantara/

https://ketik.co.id/berita/2072-casis-lolos-seleksi-administrasi-sma-pradita-dirgantara

Lampu Sein Kanan Depan Mati

Rencana hari Sabtu atau Minggu mumpung libur waktunya ganti oli mesin. Namun tiba-tiba terdengar bunyi tik-tik dari dashboard. Oleh karena itu jadwal ke bengkel aku majukan sehari untuk segera memeriksakan hal tersebut, sekaligus ganti oli mesin tentunya.

Bunyi tik-tik dari dashboard menandakan flasher masih berfungsi namun lampu sein mati.

Meski kecil dan murah, lampu sein mati jangan dianggap remeh, karena komponen kecil ini termasuk ke dalam bagian paling penting dalam sebuah mobil. Tanpa adanya lampu sein maka lalu lintas kendaraan di jalanan dapat berantakan dan menjadi rawan kecelakaan. 

Oleh sebab itu jika lampu sein mati jangan didiamkan, segera periksa untuk diperbaiki oleh teknisi ahli.

Secara umum, penyebab lampu sein mati ada, yaitu :
  1. Sekring Terputus
  2. Lampu Bohlam Bermasalah
  3. Flasher Tidak Berfungsi
  4. Ada Masalah Kelistrikan
  5. Tegangan Listrik Aki Lemah

Sumber :
https://otomotifmobil.com/lampu-sein-mati-atau-mati-sebelah/
https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/penyebab-lampu-sein-mati

Thursday, February 1, 2024

Disease X

Banyak penyakit, yang sudah diketahui maupun yang kurang dikenal menimbulkan ancaman global, hal ini disebut dengan Disease X. Covid-19 adalah Disease X yang pertama. Dan dimungkinkan akan muncul Disease X lain di masa depan.

Penyakit serupa sebelumnya, adalah pandemi flu pada 1918 hingga 1919 yang menewaskan sedikitnya 50 juta orang di seluruh dunia, dua kali lebih banyak dari jumlah korban tewas dalam Perang Dunia I. 

Termasuk Disease X adalah yang bersifat zoonosis, seperti Ebola.

Lalu apa definisi Disease X, dan apa penyebabnya?.


Istilah Disease X diciptakan pada tahun 2017, dan WHO sendiri telah menggunakan istilah Disease X untuk penyakit-penyakit yang tak diketahui sejak tahun 2018.

Disease X adalah label yang digunakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merujuk pada suatu kondisi menular yang saat ini tidak diketahui yang mampu menyebabkan epidemi atau jika menyebar ke beberapa negara akan menjadi pandemi. 

Di sisi satu sisi hal ini dapat menimbulkan kepanikan, namun hal lain ini peringatan bagi kita untuk mengantisipasi hal tersebut.


Saat ini Indonesia telah siap dengan ancaman disease X, yaitu penyakit hipotetikal yang belum diketahui secara jelas patogennya, dimana Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap disease X. Karena selama pandemi kemarin Indonesia telah membangun jaringan surveilans yang baru.


Disease X, bisa menyerang kapan saja, karena ada jutaan virus yang belum ditemukan dan bisa 20 kali lebih mematikan dibandingkan virus corona, yang menyebabkan 2,5 juta kematian. Karena itu, dunia perlu menciptakan vaksin lebih lanjut.

Patogen Disease X yang dimungkinkan menjadi pandemi selanjutnya disebabkan oleh agen seperti virus, bakteri, atau jamur.


Selain itu, climate change atau perubahan iklim juga menjadi penyebab sekaligus dampak bagi kesehatan mental masyarakat dunia. Perubahan iklim secara signifikan meningkatkan risiko terhadap kesehatan mental dan kondisi psikososial masyarakat. Mulai dari tekanan emosional, kecemasan, depresi, kesedihan, hingga kecenderungan untuk bunuh diri. 

WHO menyampaikan dampak kesehatan mental dari perubahan iklim, bergantung pada faktor-faktor seperti status sosial ekonomi, jenis kelamin dan usia. Kendati demikian, mereka menggarisbawahi perubahan iklim memengaruhi banyak faktor penentu sosial, yang telah menyebabkan peningkatan beban kesehatan mental secara global. 


Perubahan iklim menjadi faktor yang menyulitkan, apalagi jika virus mematikan muncul saat mencairnya lapisan tanah beku setelah ribuan tahun. Virus-virus zombie yang terkunci dalam permafrost atau lanskap beku lainnya selama berabad-abad, tetapi dilepaskan oleh perubahan iklim yang memanas.

Resiko limpahan meningkat dengan limpasan dari pencairan gletser, proksi untuk perubahan iklim. Jika perubahan iklim juga menggeser rentang spesies dari perantara virus dan wadahnya ke utara, Arktik Tinggi bisa menjadi lahan subur bagi pandemi yang muncul.

Perubahan iklim juga memicu perpindahan habitat hewan liar ke daerah dengan populasi manusia yang besar yang berisiko menyebarkan virus.

Perubahan iklim hingga perubahan ekosistem yang memicu mutasi genetik mikroba yang lebih resisten. Akibatnya, penyakit baru sulit untuk diprediksi namun bisa tumbuh signifikan, karena manusia mungkin hanya memiliki sedikit kekebalan terhadap penyakit ini atau tidak sama sekali.


Disease X berikutnya yang menjadi penyakit yang berada di bawah pengawasan WHO, diantaranya adalah:.

  1. demam berdarah Krimea-Kongo
  2. virus Ebola dan Marburg
  3. demam Lassa
  4. MERS-CoV dan SARS
  5. penyakit nipah dan henipaviral
  6. demam Rift Valley
  7. virus Zika.


Sumber :

https://www.kompas.com/sains/read/2024/01/19/200000423/jadi-perhatian-who-apa-itu-disease-x-.

https://isafetymagazine.com/indonesia-diklaim-siap-hadapi-ancaman-disease-x/#:~:text=Disease%20X%20adalah%20istilah%20yang,Organization%20(WHO)%20sejak%202018.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230926092140-255-1003739/ahli-peringatkan-pandemi-disease-x-disebut-lebih-mematikan-dari-covid.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230527145502-255-954746/disebut-bisa-picu-pandemi-yang-lebih-fatal-apa-itu-disease-x.

https://www.kompas.com/sains/read/2022/06/06/160500123/who-sebut-perubahan-iklim-sebabkan-masalah-kesehatan-mental?page=all.

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5319363/10-fakta-disease-x-yang-diprediksi-jadi-pandemi-seperti-covid-19.

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/06/06/disease-x-pandemi-berikutnya

https://www.ketiknews.id/news/3018925113/dampak-perubahan-iklim-global-pemerintah-mitigasi-adanya-fenomena-penyakit-disease-x

https://sains.sindonews.com/read/289638/768/disease-x-jadi-ancaman-selanjutnya-warga-bumi-cek-faktanya-di-sini-1609747281

https://www.antaranews.com/berita/3873183/mengidentifikasi-aneka-penyakit-baru-di-2023

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6365814/ilmuwan-sebut-cairnya-es-di-kutub-bisa-sebabkan-pandemi-ini-alasannya.

Pain & Discipline


We must all suffer from one of two pains the pain of discipline or the pain of regret
-Jim Rohn

Related Posts