Kara bukanlah seorang superhero yang sedang mencari cara menyelamatkan dunia. Ia justru sedang mencari dirinya sendiri dalam perjalanan tentang duka, dendam, dan pilihan untuk tidak menjadi monster karena pernah disakiti.
Perbedaan terbesar antara Kara dan Clark justru terletak pada pengalaman masa kecil mereka. Clark datang ke Bumi ketika masih bayi. Ia tidak mengingat Krypton sebagai rumah yang pernah ia tinggali.
Kara berbeda.Ia tumbuh dengan ingatan tentang Krypton. Ia mengetahui seperti apa dunia asalnya. Ia mengetahui siapa yang hilang. Dan ia menyaksikan kehancuran dunianya. Itulah sebabnya Kara membawa sesuatu yang tidak dimiliki Clark dalam kadar yang sama, kenangan.
Krypton bukan sekadar sejarah bagi Kara. Krypton adalah rumah yang pernah ia miliki. Dan rumah itu telah hilang. Kara adalah karakter yang membawa budaya, bahasa, dan memori Krypton, sementara kehidupannya di Bumi membuatnya merasa tidak sepenuhnya memahami dunia barunya.
Kara sedang menjalani perjalanan melintasi galaksi bersama anjing kesayangannya, Krypto. Alih-alih merayakan ulang tahun dengan keluarga seperti kebanyakan orang, Kara memilih cara yang jauh lebih tidak biasa.
Di tengah perjalanan, Kara bertemu seorang gadis bernama Ruthye Marye Knoll. Ruthye mengalami tragedi besar. Keluarganya dibunuh oleh seorang penjahat bernama Krem of the Yellow Hills. Ruthye kemudian meminta bantuan Kara. Tujuannya sederhana, membalas dendam.
Kemudian Krem melakukan sesuatu yang membuat Kara berubah pikiran. Krem menembak Krypto dengan anak panah beracun. Racun tersebut sangat berbahaya. Krypto hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk bertahan hidup.
Dan yang membuat situasinya semakin buruk, Krem memiliki penawarnya. Dengan demikian, Kara tidak memiliki banyak pilihan. Ia harus menemukan Krem. Ia harus mendapatkan antidote. Dan Ruthye ikut bersamanya. Dari sinilah perjalanan dua karakter yang sangat berbeda tersebut dimulai.
Kara dan Ruthye ternyata memiliki kesamaan. Mereka sama-sama kehilangan keluarga. Namun cara mereka menghadapi kehilangan sangat berbeda. Ruthye ingin membalas dendam. Ia ingin Krem mati karena Krem telah mengambil keluarganya.
Kara memahami perasaan tersebut. Bahkan mungkin terlalu memahami. Karena Kara sendiri memiliki trauma yang sangat dalam akibat kehancuran Krypton. Namun Kara mencoba meyakinkan Ruthye bahwa dendam bukanlah jalan keluar.
Di sinilah hubungan mereka berkembang. Awalnya Kara melihat Ruthye sebagai beban. Lama-kelamaan, Ruthye menjadi seperti adik bagi Kara. Dan Kara perlahan menjadi seperti kakak bagi Ruthye.
Dalam perjalanan tersebut, muncul salah satu karakter paling menarik, Lobo. Sang pemburu hadiah antargalaksi tersebut. Kehadirannya membawa unsur humor sekaligus kekacauan. Tetapi di balik karakter Lobo yang kasar dan brutal, ia juga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju Krem.
Krem adalah sosok yang diburu Kara dan Ruthye. Ia memimpin kelompok perampok. Ia kejam. Ia membunuh keluarga Ruthye. Ia juga menangkap perempuan-perempuan muda untuk dipaksa melahirkan keturunan laki-laki.
Karena itu, perjalanan Kara bukan sekadar membantu seorang gadis kecil mendapatkan keadilan. Krem mewakili bentuk kekuasaan yang menggunakan kekerasan untuk mengendalikan orang lain. Dan Ruthye ingin mengakhiri semua itu dengan caranya sendiri, membunuh Krem.
Perjalanan membawa Kara dan Ruthye ke sebuah planet yang sangat berbahaya. Planet tersebut memiliki dua matahari. Tetapi salah satunya adalah matahari hijau. Bagi Kryptonian, matahari hijau tersebut bersifat beracun dan melemahkan Kara seperti efek Kryptonite.
Kara akhirnya tidak berdaya. Ruthye kemudian ditangkap. Situasi berubah. Kara tidak bisa menyelamatkan Ruthye. Ruthye sendiri harus mencari cara untuk bertahan. Dalam proses tersebut, ia bertemu dengan Lobo dan berhasil melarikan diri dari penahanan.
Ketika matahari hijau terbenam dan matahari kuning muncul, kekuatan Kara kembali. Dan inilah salah satu momen yang paling terasa seperti film superhero klasik. Kara kembali mengenakan kostumnya. Ia terbang menuju tempat Krem berada.
Kali ini ia bukan lagi perempuan yang sekadar mengikuti perjalanan Ruthye. Ia datang untuk menyelesaikannya. Pertarungan pun terjadi. Kara menghadapi pasukan Krem. Lobo ikut membantu. Dan akhirnya Kara serta Ruthye berhasil menghadapi Krem.
Ruthye ingin membunuh Krem. Ia ingin menyelesaikan semuanya sendiri. Ia ingin memberikan hukuman kepada orang yang telah menghancurkan keluarganya. Tetapi Kara mencoba menghentikannya. Menurut Kara, jika Ruthye membunuh Krem, dendam tersebut akan menjadi bagian dari dirinya selamanya.
Ruthye kemudian meninggalkan Krem. Seolah-olah memilih untuk tidak menjadi seperti orang yang ia benci. Namun kemudian terjadi sesuatu yang mengejutkan. Kara sendiri membunuh Krem. Kara menusuk Krem hingga tewas. Dengan demikian, film justru membalik pesan moralnya sendiri.
Kara mengatakan kepada Ruthye bahwa membunuh karena dendam dapat menghancurkan jiwa seseorang. Tetapi Kara sendiri akhirnya melakukan hal tersebut. Kara bukanlah sosok yang sepenuhnya bersih. Ia membawa luka. Ia membawa kemarahan. Ia membawa trauma. Dan selama perjalanan, Ruthye sebenarnya menjadi cermin bagi Kara.
Ruthye ingin membalas dendam kepada Krem. Kara mencoba menghentikannya. Tetapi pada akhirnya Kara menyadari bahwa dirinya sendiri belum benar-benar bebas dari dendam. Ia bukan Superman. Ia bukan simbol harapan yang sempurna. Ia adalah seseorang yang masih berusaha berdamai dengan masa lalu. Dan keputusan membunuh Krem menunjukkan bahwa Kara masih berada dalam proses tersebut.
Setelah Krem dikalahkan, Kara membebaskan para perempuan yang ditawan oleh Krem. Mereka akhirnya mendapatkan kebebasan. Kara dan Ruthye kemudian membawa antidote kembali kepada Krypto. Obat tersebut diberikan. Dan Krypto selamat.
Ruthye kemudian kembali ke rumah. Ia sudah kehilangan ayah, ibu, dan kakaknya. Tetapi ia masih memiliki seorang bibi. Kara awalnya berniat meninggalkan Ruthye agar ia dapat memulai kehidupan baru bersama bibinya.
Namun hubungan mereka sudah berubah. Ruthye bukan lagi sekadar anak yang meminta bantuan. Ia sudah menjadi bagian dari kehidupan Kara. Dan kemudian Kara mengajak Ruthye ikut bersamanya untuk melanjutkan perjalanan.
Ruthye setuju. Keduanya kemudian pergi bersama Krypto. Hubungan mereka bukan hubungan romantis. Mereka lebih seperti kakak dan adik yang terbentuk dari pengalaman traumatis yang sama.
Kara kembali ke Bumi. Ia menemui Clark Kent/Superman. Mereka berbicara sebagai sepupu. Clark mengatakan bahwa ia sebenarnya membutuhkan bantuan Kara dalam pertempuran sebelumnya. Namun ia juga memahami bahwa Kara harus menemukan jalannya sendiri.
Dan kemudian Kara mengatakan bahwa ia ingin tinggal di rumah. Rumah yang dimaksud adalah Bumi. Ini menjadi perkembangan besar bagi karakter Kara. Sebelumnya ia seperti seseorang yang terus bergerak untuk menghindari masa lalu.
Sekarang ia memilih untuk tinggal. Ia memilih Bumi. Ia memilih untuk menjadi bagian dari dunia yang sebelumnya terasa asing baginya. Dan inilah makna sebenarnya dari "Supergirl", Kara tidak menjadi Supergirl karena ia memiliki kekuatan Kryptonian. Kekuatan itu sudah ada sejak awal. Ia menjadi Supergirl ketika ia mulai menentukan untuk apa kekuatannya digunakan.
Inti dari perjalanan Supergirl, bukan tentang bagaimana seseorang melupakan masa lalu, tetapi bagaimana seseorang belajar untuk tidak membiarkan masa lalu menentukan siapa dirinya selamanya.
Krypton telah hilang. Tetapi Kara masih ada. Dan untuk pertama kalinya, ia tidak lagi hanya mencari tempat untuk pulang. Ia memilih untuk pulang.

No comments:
Post a Comment