Sunday, September 20, 2026

Kekuatan Alam Bawah Sadar


Pagi menjelang siang, di hari Minggu saat kosong, aku berkesempatan bertemu dan berkenalan untuk pertama kalinya dengan Mas Surya. Yang menarik adalah Mas Surya merupakan pemilik dan pengelola dari Cipta Publishing, yang merupakan lembaga pendampingan akademik yg didirikan pada 22 September 2018, yang memiliki 4 divisi layanan mulai dari Cipta Buku, Cipta Jurnal, Cipta HKI, dan Toko/Pengadaan Buku. 

Berawal dari obrolan ringan, pembicaraan berjalan ngalor-ngidul. Tidak ada topik yang benar-benar direncanakan. Dari satu cerita berpindah ke cerita lain, sampai tiba-tiba muncul sebuah topik yang entah mengapa terus terngiang di kepala.

Cerita ini adalah cerita dari sebuah buku. Namun kita berdua lupa tepatnya apa judulnya. Kisah tentang seorang ibu yang sedang melakukan meditasi ketika rumahnya didatangi perampok. Dalam kondisi meditasi yang sangat dalam, sang ibu seolah tidak lagi memberikan respons seperti normalnya. Perampok mengambil barang-barang di rumahnya. Bahkan ketika tubuhnya diperlakukan dengan kasar, sang ibu tetap tidak memberikan reaksi sebagaimana orang yang sedang sadar sepenuhnya.

Seolah-olah tubuhnya berada di sana, tetapi kesadarannya berada di tempat lain. Namun cerita itu menjadi semakin menarik ketika berbicara tentang anaknya. Anaknya bertubuh besar dan gendut. Ketika menyadari ada perampok, anak itu berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi di bawah tempat tidur.

Aneh. Bagaimana mungkin tubuh sebesar itu bisa masuk ke bawah kasur?

Tetapi dalam kondisi ketakutan yang luar biasa, tubuh menemukan caranya sendiri. Anak itu berhasil bersembunyi. Setelah perampok pergi, masalah berikutnya muncul. Dia justru tidak bisa keluar. Tubuh yang tadi seolah mampu melakukan sesuatu yang secara normal terasa mustahil, kembali menjadi tubuh biasa.

Cerita ini membuat saya berpikir, seberapa besar sebenarnya kemampuan manusia yang selama ini kita miliki, tetapi tidak pernah kita gunakan?

Dalam kehidupan normal, kita hidup dengan berbagai batas. Tidak bisa. Terlalu berat. Tidak mungkin. Tidak sanggup. Tetapi dalam kondisi tertentu, batas-batas itu seolah berubah.

Seorang ibu bisa memiliki kekuatan luar biasa ketika anaknya berada dalam bahaya. Seseorang yang biasanya takut bisa tiba-tiba berani ketika harus menyelamatkan orang yang dicintainya. Seseorang yang merasa tidak mampu berlari jauh bisa berlari ketika sedang menghindari bahaya.

Apakah manusia tiba-tiba mendapatkan kekuatan baru?

Mungkin bukan kekuatan baru. Mungkin kekuatan itu memang sudah ada, tetapi selama ini tidak pernah dibutuhkan untuk keluar. Alam sadar kita memiliki banyak pertimbangan. Takut. Ragu. Logika. Perhitungan. Kebiasaan.

Tetapi ketika keadaan mendesak, dan kita dalam tekanan, tubuh dan pikiran bisa memberikan respons yang jauh lebih cepat daripada proses berpikir sadar. Di sinilah menariknya berbicara tentang alam bawah sadar.

Bukan berarti semua kejadian luar biasa harus dijelaskan sebagai kekuatan mistis. Tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan yang sangat kompleks. Ketika menghadapi ancaman, sistem saraf dapat mengaktifkan respons fight, flight, atau freeze. Tubuh dapat meningkatkan kesiagaan, mengubah distribusi energi, dan mengurangi perhatian terhadap hal-hal yang dianggap tidak penting.

Namun dari sisi manusia, pengalaman itu sering terasa seperti,

“Saya sendiri tidak tahu dari mana kekuatan itu datang.”

Mungkin karena selama ini kita terlalu sering mengukur kemampuan diri berdasarkan kondisi normal. Padahal manusia tidak selalu berada dalam kondisi normal. Ada keadaan tertentu yang mampu membuka kemampuan yang sebelumnya tersembunyi. Dan mungkin itulah salah satu alasan mengapa kisah tentang seorang ibu yang tiba-tiba mampu mengangkat sesuatu yang sangat berat demi menyelamatkan anaknya selalu terasa begitu kuat.

Bukan karena manusia setiap hari memiliki kekuatan super. Tetapi karena ketika sesuatu yang sangat berarti dipertaruhkan, tubuh dapat mengerahkan sumber daya yang biasanya tidak kita akses.

Obrolan ngalor-ngidul dengan Mas Surya akhirnya meninggalkan satu pertanyaan yang justru tidak ngalor-ngidul sama sekali, berapa banyak kemampuan dalam diri kita yang sebenarnya belum pernah kita kenali?

Mungkin kita tidak perlu menunggu keadaan darurat untuk menemukannya. Mungkin kita bisa menemukannya melalui keberanian mencoba. Melalui disiplin. Melalui ketenangan. Melalui fokus. Dan melalui kesadaran bahwa batas yang selama ini kita percaya sebagai batas kemampuan, terkadang hanyalah batas dari pengalaman kita.

Karena bisa jadi, kita tidak kekurangan kekuatan. Kita hanya belum pernah berada dalam keadaan yang membuat kekuatan itu harus muncul. Dan mungkin, percakapan sederhana yang awalnya hanya ngalor-ngidul dengan Mas Surya pagi itu, sengaja meninggalkan satu kalimat untuk terus saya pikirkan:

“Kenali dirimu lebih dalam. Karena mungkin, ada kekuatan di dalam dirimu yang bahkan belum pernah kamu kenal.”

No comments:

Post a Comment

Related Posts