Oleh Baim
Baru ku sadari kalau aku kehilangan
Terbangun dari tidur ku dan merasakan sepi
Kulihat api dan hujan bagaikan diriku dan dirimu
Seperti nya kau tak sama dengan diri ini
Namun ku yakin kau kembali untukku
Reef:
Aku yakin kau milikku untuk selamanya di sisiku
Ku berlari meraih mu
Masih ku rasakan kau milikku selamanya....
Selalu terlihat di setiap mimpiku
Kau coba tuk meraih setiap langkah gerakku
Kulihat bulan dan bintang itulah dirimu dan diriku
Seharus nya kau dan aku tetap memiliki
Namun ku yakin kau kembali untukku
Back to Reff:
Selalu milikku...selalu milikku
Back to Reff:
Namun ku yakin kau kembali untukku...(3X)
“Whatever we possess becomes of double value when we have the opportunity of sharing it with others"
Saturday, February 16, 2008
Tuesday, February 5, 2008
Selamatkan Bumi dari Plastik
Selasa, 5 Februari 2008 | 22:14 WIB
DIPERKIRAKAN, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan, dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Di Bandung sendiri, volume sampah plastik per harinya mencapai 700 meter kubik. Bisa menutupi 50 lapangan sepakbola sekaligus!
Yang jadi persoalan, dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya. Di alam, sampah plastik berbahan konvensional dari polimer sintetik tidak mudah terurai oleh organisme. Dibutuhkan waktu 300-500 tahun agar bisa terdekomposisi atau terurai sempurna. Sebuah waktu yang sangat lama. Akibatnya, di banyak tempat, plastik menjadi sumber masalah. Menyumbat saluran air, tanggul, sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Dampak negatif kantong plastik atau ”tes kresek” terhadap kesehatan tidak kalah mengerikan. Berdasarkan penelitian I Made Arcana, dosen kimia Institut Teknologi Bandung, zat pewarna hitam yang umumnya ada di kantong plastik berbahaya bagi kesehatan. Zat ini kalau terkenas panas dapat terdegrasi dan mengeluarkan zat yang menjadi salah satu pemicu kanker. Maka, dianjurkan tidak menaruh gorengan atau makanan panas lainnya langsung di kantong plastik.
Lantas, apa solusinya mengatasi persoalan kantong plastik? Yang pasti, jangan pernah mencoba membakarnya. Jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi.
Seperti diungkapkan angggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik. Jika rumah tangga atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa mengolahnya, didaur ulang, maka pemilahan menjadi langkah kecil terbaik.
”Jika memang belum bisa, apa ya terpaksa gali kembali kearifan lokal macam penggunaan pincuk (daun pisang)?", ucapnya.
Dilarang di China dan Australia
Keprihatinan Sobirin sangatlah beralasan. Menurut dia, di Indonesia, tidak lebih 10 persen warga yang peduli lingkungan. Apalagi, peduli terhadap dampak negatif sampah plastik. Meski demikian, ia optimis, melalui edukasi, sosialisasi, dan kampanye, masyarakat lambat laun akan tergugah. Ini tidak terlepas dari pentingnya peranan pemerintah.
”Wali Kota Bandung misalnya, perlu mendukung lewat kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik di supermarket,” ungkapnya.
Di negara maju, kampanye penggunaan kantung plastik mendapat dukungan dari negara. Salah satunya, China. Mulai Juni 2008 ini, seluruh supermarket dan toko-toko di Cina dilarang memberikan kantung plastik gratis kepada konsumen. Pembeli dianjurkan memakai keranjang sebagai pengganti. Namun, hebatnya, sinergi dengan hal itu, berbagai industri polimer di China gencar mengembangkan plastik biodegradable (dapat terurai).
Banyak jenis polylaktida (plastik berbahan dasar selulosa) dikembangkan. Salah satunya yaitu ”SmartPlast Bag” yang berlogo ramah lingkungan. Plastik berpenampilan layaknya keresek normal berwarna putih ini terbuat dari tajin jagung. Di alam, plastik ini dapat terurai hanya dalam waktu setengah tahun tanpa dampak negatif apa pun. Langkah ini diikuti di Australia.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia, khususnya Kota Bandung? Terlalu naïf jika mengharapkan hal yang sama dengan Australia dan China. Namun, sinyalemen positif mulai ditunjukkan sejumlah pelaku usaha di Bandung. Di Carrefour, saat ini disediakan tas belanja khusus pengganti kresek. Harganya Rp 10.000 per kantong. Kalau rusak, bisa ditukarkan.
Terlepas dari upaya itu, seperti diungkapkan novelis Dewi Lestari, semuanya akan berpulang kepada individu manusia. Kesadaran diri-lah yang menentukan. Lingkungan, satu-satunya aspek di dunia yang bisa menyatukan berbagai latarbelakang manusia dan negara. Mari bersatu menyelamatkan ”rumah” kita.
Sumber :
Yulvianus Harjono
http://kompas.co.id/read/xml/2008/02/05/22145139/selamatkan.bumi.dari.plastik
DIPERKIRAKAN, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan, dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Di Bandung sendiri, volume sampah plastik per harinya mencapai 700 meter kubik. Bisa menutupi 50 lapangan sepakbola sekaligus!
Yang jadi persoalan, dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya. Di alam, sampah plastik berbahan konvensional dari polimer sintetik tidak mudah terurai oleh organisme. Dibutuhkan waktu 300-500 tahun agar bisa terdekomposisi atau terurai sempurna. Sebuah waktu yang sangat lama. Akibatnya, di banyak tempat, plastik menjadi sumber masalah. Menyumbat saluran air, tanggul, sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Dampak negatif kantong plastik atau ”tes kresek” terhadap kesehatan tidak kalah mengerikan. Berdasarkan penelitian I Made Arcana, dosen kimia Institut Teknologi Bandung, zat pewarna hitam yang umumnya ada di kantong plastik berbahaya bagi kesehatan. Zat ini kalau terkenas panas dapat terdegrasi dan mengeluarkan zat yang menjadi salah satu pemicu kanker. Maka, dianjurkan tidak menaruh gorengan atau makanan panas lainnya langsung di kantong plastik.
Lantas, apa solusinya mengatasi persoalan kantong plastik? Yang pasti, jangan pernah mencoba membakarnya. Jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi.
Seperti diungkapkan angggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi terbaik. Jika rumah tangga atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa mengolahnya, didaur ulang, maka pemilahan menjadi langkah kecil terbaik.
”Jika memang belum bisa, apa ya terpaksa gali kembali kearifan lokal macam penggunaan pincuk (daun pisang)?", ucapnya.
Dilarang di China dan Australia
Keprihatinan Sobirin sangatlah beralasan. Menurut dia, di Indonesia, tidak lebih 10 persen warga yang peduli lingkungan. Apalagi, peduli terhadap dampak negatif sampah plastik. Meski demikian, ia optimis, melalui edukasi, sosialisasi, dan kampanye, masyarakat lambat laun akan tergugah. Ini tidak terlepas dari pentingnya peranan pemerintah.
”Wali Kota Bandung misalnya, perlu mendukung lewat kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik di supermarket,” ungkapnya.
Di negara maju, kampanye penggunaan kantung plastik mendapat dukungan dari negara. Salah satunya, China. Mulai Juni 2008 ini, seluruh supermarket dan toko-toko di Cina dilarang memberikan kantung plastik gratis kepada konsumen. Pembeli dianjurkan memakai keranjang sebagai pengganti. Namun, hebatnya, sinergi dengan hal itu, berbagai industri polimer di China gencar mengembangkan plastik biodegradable (dapat terurai).
Banyak jenis polylaktida (plastik berbahan dasar selulosa) dikembangkan. Salah satunya yaitu ”SmartPlast Bag” yang berlogo ramah lingkungan. Plastik berpenampilan layaknya keresek normal berwarna putih ini terbuat dari tajin jagung. Di alam, plastik ini dapat terurai hanya dalam waktu setengah tahun tanpa dampak negatif apa pun. Langkah ini diikuti di Australia.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia, khususnya Kota Bandung? Terlalu naïf jika mengharapkan hal yang sama dengan Australia dan China. Namun, sinyalemen positif mulai ditunjukkan sejumlah pelaku usaha di Bandung. Di Carrefour, saat ini disediakan tas belanja khusus pengganti kresek. Harganya Rp 10.000 per kantong. Kalau rusak, bisa ditukarkan.
Terlepas dari upaya itu, seperti diungkapkan novelis Dewi Lestari, semuanya akan berpulang kepada individu manusia. Kesadaran diri-lah yang menentukan. Lingkungan, satu-satunya aspek di dunia yang bisa menyatukan berbagai latarbelakang manusia dan negara. Mari bersatu menyelamatkan ”rumah” kita.
Sumber :
Yulvianus Harjono
http://kompas.co.id/read/xml/2008/02/05/22145139/selamatkan.bumi.dari.plastik
Wednesday, January 23, 2008
Al-Cashi
Jamshid Al-Kashi, Ilmuwan Besar Dari Dinasti Timurid
Ghiyāth al-Dīn Jamshīd Kāshānī
Title : al-Kashi
Born : 1380
Ethnicity : Persian
Era : Islamic Golden Age
Region : Iran
Main interest(s) : Astronomy, Mathematics
Notable idea(s) : Pi decimal determination to the 16th place
Notable work(s) : Sullam al-Sama
Al-Kashi merupakan ilmuawan yang sangat hebat, dan salah seorang yang paling terkenal di dunia. Jamshid al-Kashi merupakan salah seorang matematikus masyhur di dunia Islam. Ia adalah seorang saintis yang mengembangkan matematika dan astronomi pada zaman kejayaan Dinasti Timurid, di Samarkand abad ke-14 M.
Ia berjasa mengembangkan ilmu matematika dan astronomi dengan sederet penemuannya. Al-Kashi terlahir pada 1380 di Kashan, sebuah padang pasir di sebelah utara wilayah Iran Tengah. Ia hidup pada era kekuasaan Timur Lenk, pendiri Dinasti Timurid, yang memenangkan sederet pertempuran. Timur Lenk memproklamirkan dirinya sebagai penguasa dan tokoh restorasi Kekaisaran Mongol di Samarkand pada 1370.
Pada 1383, Timur Lenk mulai menaklukan Persia dengan merebut wilayah Herat. Setelah Timur Lenk wafat pada 1405, kerajaan yang didirikannya terbagi menjadi dua dan dipimpin dua anak lelakinya. Salah satu putranya bernama Shah Rukh.
Ketika Timur Lenk berkuasa, ia hanya fokus pada bidang militer dan penaklukan wilayah. Akibatnya, masyarakatnya hidup dalam penderitaan dan kemiskinan. Pada amasa itu, al-Kashi juga merasakan betapa hidupnya begitu sussah karena kemiskinan yang melilitnya.
Hidup dalam kemiskinan, tak membuat al-Kashi putus asa. Semangatnya untuk belajar tak pernah surut. Sejak kecil, matematika dan astronomi telah membetot perhatiannya. Ia sangat mencintai kedua ilmu itu. Seperti para ilmuwan hebat lainnya, ia biasa melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk menimba ilmu pengetahuan.
Setelah Shah Rukh menduduki tampuk kekuasaan, kondisi di tanah kelahirannya mulai membaik. Shah Rukh mulai memperbaiki kehidupan rakyatnya. Dia berusaha meningkatkan ekonomi, kesejahteraan rakyatnya. Bahkan dia juga sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan kesenian.
Maka rakyat yang dulu berada dalam penderitaan akibat banyaknya peperangan, kini bisa bernafas dengan lega. Sehingga mereka memikirkan hal-hal yang lebih baik guna memperbaiki kehidupan seperti pendidikan dan seni.
Angin segar yang dibawa Sah Rukh itu membuat ilmu pengetahuan begitu berkembang pesat. Semuanya berkat dukungan Shah Rukh. Al-Kashi pun memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Dengan giat, ia mengembangkan ilmu astronomi dan matematika yang diakuasainya.
Al-Kashi pun berhasil melakukan observasi terhadap gerhana bulan di Kashan yang tepat terjadi pada 2 Juni 1406. Dukungan kuat terhadap berbagai macam penelitian yang dilakukan al-Kashi juga diberikan oleh Ilugh Beg, penguasa kota Samarkand bagian dari Kerajaan Timur Lenk.
Ulugh Beg merupakan putra Shah Rukh. Ia adalah seorang ilmuwan besar pada masanya. Berbagai macam penelitian dan karya-karya besar al-Kashi banyak yang dipersembahkan kepada Ulugh Beg diantaranya adalah buku tabel astronomi Khaqani Zij yang dibuatnya berdasarkan tabel karya Nasir al-Tusi.
Tanpa bantuan Ulugh Beg, al Kashi tidak mungkin bisa menyelesaikan berbagai macam karyanya secara menyeluruh. Karya-karya besar Jamshid Al Kashi dalam bidang astronomi dan matematika cukup banyak. Namun untuk menyelesaikan karya-karya besarnya itu, dia mendapatkan banyak bantuan dari Ulugh Beg.
Ulugh Beg membangun sebuah universitas untuk mempelajari ilmu teologi dan ilmu pengetahuan di Samarkand pada 1420. Ia bekerja sama dengan al-Kashi dalam mengerjakan berbagai proyek penelitian. Selain mengajak al-Kashi, dalam proyeknya, Ulugh Beg juga mengundang seorang ilmuwan hebat Qadi Gaza dalam proyek tersebut.
Sejumlah catatan sejarah ada yang menyebutkan bahwa Al-Kashi merupakan seorang ahli astronomi dan matematika yang sangat terkemuka di Samarkand. Bahkan dia juga sering disebut sebagai Ptolemy Kedua oleh para ahli sejarah yang hidup pada zaman itu.
Kecermelangan karirnya dalam ilmu pengetahuan dibuktikan dengan sebuh surat yang ditulisnya dari Samarkand kepada ayahnya yang tinggal di Kashan. Dalam surat tersebut, dia menceritakan bagaimana perkembangan kehidupannya yang penuh ilmu pengetahuan. Selain itu, dia juga menceritakan Ulugh Beg yang mulai membangun konstruksi tempat penelitian di Samarkand.
Dalam suratnya, al-Kashi juga menceritakan kehebatan Ulugh Beg dalam bidang matematika. Dia juga tidak lupa menggambarkan kehebatan Qadi Zada yang diseganinya. Ulugh Beg sering mengadakan berbagai rapat dan diskusi untuk membahas masalah astronomi dan matematika.
Namun di antara para ilmuwan yang diundangnya untuk menghadiri diskusi tersebut, hanya al-Kashi dan Qadi Zada saja yang bisa mengikuti dengan baik. Sejumlah ilmuwan lain merasa diskusi matematika dan astronomi tersebut sangat sulit untuk dimengerti.
Setelah meninggalnya al-Kashi, Ulugh Beg pernah memuji kehebatan al-Kashi dengan mengatakan, ''Al-Kashi merupakan ilmuwan yang sangat hebat, salah seorang yang paling terkenal di dunia. Dia sangat sempurna dalam memahami ilmu pengetahuan zaman kuno serta banyak berjasa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya.''
Selama hidupnya, al-Kashi telah menyumbangkan dan mewariskan sederet penemuan penting bagi astronomi dan matematika.
* Bidang Astronomi
Buku tabel astronomi Khaqani Zij
Dalam buku tersebut terdapat tabel trigonometri yang berisi fungsi sinus, tabel gerakan longitudinal matahari, bulan, juga planet-planet. Al-Kashi juga membuat tabel garis bujur dan garis lintang yang paralaks dengan garis lintang, tabel gerhana, juga tabel saat bulan dapat dilihat.
Risalah Instrumen observasi astronomi
Pada 1416, al-Kashi menulis buku berjudul Risalah Instrumen Observasi Astronomi. Dalam buku tersebut, al-Kashi menggambarkan berbagai macam instrumen yang berbeda untuk observasi astronomi seperti triquetrum, bola armillary , equinoctial armillary juga solsticial armillary, sinus, sextant , Fakhri sextant di tempat observatorium Samarkand.
Plate of Conjunctions
Al-Kashi menemukan Plate of Conjunctions semacam alat analog perhitungan yang digunakan untuk menentukan waktu dan hari kapan konjungsi planet akan terjadi.
Computer Planet
Al-Kashi juga menemukan computer planet yang dia sebut sebagai Plate of Zones yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah tentang planet seperti prediksi posisi yang benar antara matahari dan bulan dalam garis bujur, garis lintang matahari, bulan, dan planet-planet. Instrumen tersebut juga digunkan untuk mengukur ekliptika matahari.
* Bidang Matematika
Hukum Cosinus
Di Prancis, Hukum Cosinus dikenal sebagai Theoreme d'Al-Kashi (Teorema Al-Kashi). Sebab Al-Kashi merupakan orang yang pertama yang menemukan hukum tersebut. Dia juga memberikan sejumlah alasan mengapa Hukum Cosinus bisa digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan segitiga.
Risalah Kord dan Sinus
Dalam bukunya yang berjudul Risalah Kord dan Sinus, dia menghitung nilai sin 1° dengan sangat akurat. Dari semua ilmuwan matematika pada masanya, hanya Al Kashi yang bisa menilai sin 1° dengan akurat hingga muncullah seorang ahli matematika pada abad ke-16 yakni Taqi al-Din.
Al-Kashi juga mengembangkan berbagai macam metode untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan kubik yang baru dipelajari di Eropa beberapa abad setelah penemuannya. Untuk menghitung nilai sin 1° dengan tepat, Al-Kashi menemukan rumus matematika yang sering disebut sebagai persembahan kepada Francois Viete.
Pecahan desimal
Pecahan desimal yang digunakan oleh orang-orang Cina pada zaman kuno selama berabad-abad, sebenarnya merupakan pecahan desimal yang diciptakan oleh al-Kashi. Pecahan desimal ini merupakan salah satu karya besarnya yang memudahkan untuk menghitung aritmatika yang dia bahas dalam karyanya yang berjudul Kunci Aritmatika yang diterbitkan pada awal abad ke-15 di Samarkand.
Segitiga Khayyam
Untuk menandingi kebesaran segitiga Pascal, di Persia dikenal Segitiga Khayyam dari nama Omar Khayyam. Segitiga Pascal pertama kali diketahui dari sebuah buku karya Yang Hui yang ditulis pada tahun 1261, salah seorang ahli matematika Dinasti Sung yang termasyhur.
Namun, sebenarnya segitiga tersebut telah dibahas dalam buku karya Al Kashi yang disebut dengan Segitiga Khayyam. Dan kita semua tahu bahwa ilmu di Cina dan Persia itu sudah tua.
Sedangkan segitiga Pascal yang dibahas oleh Peter Apian, seorang ahli Aritmatika dari Jerman baru diterbitkan pada 1527. Sehingga bisa disimpulkan bahwa Segitiga Khayyam muncul terlebih dulu sebelum segitiga Pascal.
Sumber :
http://www.suaramedia.com
http://en.wikipedia.org
Tuesday, January 22, 2008
My Son Will be Born Tomorrow
Judul artikel yang tepat adalah "My son will be born tomorrow..!!!".
22 Januari 2008
Mudik Mendadak
Ya, harusnya diberi tanda seru. Pasalnya, pagi dini hari aku mendapat telp dari istriku bahwasanya, tanggal 23 Januari 2008 akan melahirkan anak secara cesar, dan tidak boleh diundur lagi, karena bisa membahayakan janin.
Jadinya tanggal 22 Januari 2008, pukul 06.30 aku segera berangkat ke kantor bukan untuk bekerja, tapi untuk minta ijin (on leave) kepada atasan. Beruntung asisten managerku, yaitu pak Nasar Buntu Laulita, meskipun terkenal keras dan tegas tapi sebenarnya hatinya baik memberiku ijin. Dan managerku yaitu pak Febri Rozi Satriadi juga memberikan ijin kepadaku.
Sehingga pukul 08.00 aku segera menuju rumah dan lanjut naik taxi ke bandara Hang Nadim. Di bandara aku mencari tiket di loket yang ada di bandara. Penerbangan yang langsung ke Surabaya tidak ada. Yang paling cepat adalah harus transit ke Jakarta. Bungkus. Tanpa ba bi bu langsung aku beli tiketnya.
Pukul 10.40, pesawat take off, dan 1 jam yaitu tepatnya pukul 11.47 berselang pesawat sudah mendarat di Jakarta. Pukul 12.43 sambil menunggu pesawat jam 1 siang, aku sempatkan diri makan rawon yang ada di bandara.
Pukul 13.38, pesawat tujuan Surabaya akan take off, aku pun berjalan menuju pesawat dan tepat pukul 14.01 pesawat terbang. Dan tidak sampai 1 jam, yaitu pukul 14.59 pesawat sudah landing di Juanda.
Sesampai di rumah Surabaya, aku bersama istriku berkemas-kemas dan pukul 19.10 kita berangkat ke rumah sakit Siti Hajar Sidoarjo, yaitu tepat pada pukul 20.00. Perjuangan belum berakhir karena harus mengurus administrasi untuk kamar pra-operasi, dan pasca persalinan.
Dan pukul 23.00 sudah kelar, dan sebelum tidur aku sempatkan makan nasi goreng dulu karena kelaparan tiada tara.
23 Januari 2008
Cesar Surgery
Pukul 06.46, istriku telah siap dan mulai memasuki ruangan operasi, dimana direncanakn tepat pukul 07.30 akan dimulai operasi cesar.
Pukul 08.08, akhirnya putra pertamaku lahir di dunia dengan selamat. Kita beri nama Rafa. Rafa termasuk bayi yang jarang menangis untuk ukuran bayi seumur dia. Tidak terlalu rewel, tapi dari bayi sudah terlihat sekali mempunyai nafsu makan yang tinggi yaitu terlihat jika saat minum ASI.
24 Januari 2008
22 Januari 2008
Mudik Mendadak
Ya, harusnya diberi tanda seru. Pasalnya, pagi dini hari aku mendapat telp dari istriku bahwasanya, tanggal 23 Januari 2008 akan melahirkan anak secara cesar, dan tidak boleh diundur lagi, karena bisa membahayakan janin.
Jadinya tanggal 22 Januari 2008, pukul 06.30 aku segera berangkat ke kantor bukan untuk bekerja, tapi untuk minta ijin (on leave) kepada atasan. Beruntung asisten managerku, yaitu pak Nasar Buntu Laulita, meskipun terkenal keras dan tegas tapi sebenarnya hatinya baik memberiku ijin. Dan managerku yaitu pak Febri Rozi Satriadi juga memberikan ijin kepadaku.
Sehingga pukul 08.00 aku segera menuju rumah dan lanjut naik taxi ke bandara Hang Nadim. Di bandara aku mencari tiket di loket yang ada di bandara. Penerbangan yang langsung ke Surabaya tidak ada. Yang paling cepat adalah harus transit ke Jakarta. Bungkus. Tanpa ba bi bu langsung aku beli tiketnya.
Pukul 10.40, pesawat take off, dan 1 jam yaitu tepatnya pukul 11.47 berselang pesawat sudah mendarat di Jakarta. Pukul 12.43 sambil menunggu pesawat jam 1 siang, aku sempatkan diri makan rawon yang ada di bandara.
Pukul 13.38, pesawat tujuan Surabaya akan take off, aku pun berjalan menuju pesawat dan tepat pukul 14.01 pesawat terbang. Dan tidak sampai 1 jam, yaitu pukul 14.59 pesawat sudah landing di Juanda.
Sesampai di rumah Surabaya, aku bersama istriku berkemas-kemas dan pukul 19.10 kita berangkat ke rumah sakit Siti Hajar Sidoarjo, yaitu tepat pada pukul 20.00. Perjuangan belum berakhir karena harus mengurus administrasi untuk kamar pra-operasi, dan pasca persalinan.
Dan pukul 23.00 sudah kelar, dan sebelum tidur aku sempatkan makan nasi goreng dulu karena kelaparan tiada tara.
23 Januari 2008
Cesar Surgery
Pukul 06.46, istriku telah siap dan mulai memasuki ruangan operasi, dimana direncanakn tepat pukul 07.30 akan dimulai operasi cesar.
Pukul 08.08, akhirnya putra pertamaku lahir di dunia dengan selamat. Kita beri nama Rafa. Rafa termasuk bayi yang jarang menangis untuk ukuran bayi seumur dia. Tidak terlalu rewel, tapi dari bayi sudah terlihat sekali mempunyai nafsu makan yang tinggi yaitu terlihat jika saat minum ASI.
24 Januari 2008
Alhamdulillah pukul 10.11, istriku pulih dari operasi cesar dan sudah boleh memasuki kamar pasca persalinan.
26 Januari 2008
Dan akhirnya pada tanggal ini, kita sudah diperbolehkan untuk check out dari rumah sakit.
Labels:
Cerita Cinta,
Fly Away from Here,
Insan Utama,
Perjalanan,
Rumah Kita
Friday, January 18, 2008
Petuah Bijak
Dewa 19 - Petuah Bijak
Sahabatku coba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satu pun yang berarti
Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Terangkan hari
Tegakkan langkahmu
Sinari cita
Tancapkan asa
Lepaskan diri dari belenggu ini
Sahabatku coba angkat
Apa yang kau rasa kini
Duniamu pun berkerut
Tak satu pun yang berarti
Tataplah kawan lain
Menjilati hidup ini
Siapkan bingkai diri
Siapkan masa depanmu
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Mungkin ini petuah bijak
Yang kau rasakan sebagai klise
Lelahkan kedua pasang telingamu
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan jejak langkahmu
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Semoga saja ini hanya sebuah fase dalam hidupmu
Dan kuharap itu bukan sisa-sisa umur
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Hari ini terlalu indah untuk diburamkan
Dan kau terus hitamkan
Terangkan hari
Tegakkan langkahmu
Sinari cita
Tancapkan asa
Lepaskan diri dari belenggu ini
Saturday, December 22, 2007
Electrical Jersey
number 28
Inspirasi utama dari jersey dari tim sepakbola departemen Logistic PT Toshiba TEC adalah dari tim sepakbola Blackburn. Dimana desain kostum dari tim sepakbola Blackburn sangat unik, yaitu separuh biru separuh putih.
Friday, October 26, 2007
Pupus
Oleh : Dewa 19
Aku tak mengerti, apa yang kurasa
rindu yang tak pernah begitu hebatnya
aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
meski kau takkan pernah tau
aku persembahkan hidupku untukmu
telah ku relakan, hatiku padamu
namun kau masih bisu, diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara
Reff :
baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
semoga aku akan memahami sisi hatimu yang beku
semoga akan datang keajaiban hingga kaupun mau
aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
meski kau takkan pernah tau
Aku tak mengerti, apa yang kurasa
rindu yang tak pernah begitu hebatnya
aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
meski kau takkan pernah tau
aku persembahkan hidupku untukmu
telah ku relakan, hatiku padamu
namun kau masih bisu, diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara
Reff :
baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku
semoga aku akan memahami sisi hatimu yang beku
semoga akan datang keajaiban hingga kaupun mau
aku mencintaimu lebih dari yang kau tau
meski kau takkan pernah tau
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Saat gowes tidak hanya sekedar dikayuh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah mengganti gigi atau gear sepeda. Jara...
-
Color Vocabulary Jenis-jenis warna jika sudah dipadu menjadi campuran warna primer (primary color), yakni merah, biru, dan kuning maka ...
-
Setelah tujuh tahun berlalu sejak Avengers: Endgame pertama kali tayang di bioskop, Marvel kembali membawa film tersebut ke layar lebar mel...
-
Perbedaan Melompat dan Meloncat Ikut belajar bareng anak untuk menghadapi ujian PJOK menjadikan kita belajar lagi mengenai materi olahr...
-
Akhir Januari 2020 lalu aku telah membahas mengenai Novel Coronavirus dan Wabah Melanda Dunia . Untuk penyebaran virus corona kita bisa mem...




