Saturday, June 23, 2012

Juli di Bulan Juni



Aku sangat jarang sekali menonton FTV, karena mutunya yang kurang bagus termasuk jalan ceritanya. Namun satu kali aku melihat FTV yang menarik dan aku tonton hingga selesai. Yaitu yang berjudul "Juli di Bulan Juni".

FTV atau sinetron lepas ini disiarkan pada tahun 2005 yang bercerita tentang seorang anak yang mengalami disleksia (kesulitan membaca). Disutradarai oleh Guntur Soehardjanto dan memakan waktu produksi selama tiga bulan dan ditayangkan di televisi pada Juni 2005.

Kisah ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Juli (diperankan oleh Sissy Pricillia ) yang sejak ia lahir di vonis menderita penyakit disleksia, sebuah penyakit dimana si penderita menglami kesulitan belajar spesifik. Akhirnya ia tidak melanjutkan sekolahnya saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Karena saat ia masih di sekolah, ia hanya bisa dijadikan cercaan dan makian bagi teman-temannya saat itu. Karena itulah kedua orang tuanya memutuskan untuk menghentikan Juli dari sekolah.

Bagi Juli pun, Juni adalah bulan yang paling tidak menyenangkan untuknya. Karena ia selalu mendapat kesialan di bulan Juni. Ketika ia dimaki-maki oleh teman-teman satu kelasnya di SD, hanya karena Juli tidak bisa membaca apa yang tertulis di papan tulis, di bulan Juni. Ketika ia divonis menderita disleksia pun, di bulan Juni. Bulan Juni buat Juli, adalah bulan yang paling tidak ingin dia temui.

Sampai kini ia tumbuh dewasa. Dan iapun ingin membantu orang tuanya ikut bekerja. Namun, seseorang yang sama sekali tidak bisa membaca, pekerjaan apa yang bisa menerimanya? Tapi akhirnya di sebuah bengkel yang besar, ia diterima menjadi seorang pencuci mobil dan motor di bengkel itu.

Bengkel besar yang berada di tengah kota Jakarta itu letaknya tidak jauh berbeda dengan sebuah studio Televisi Swasta. Dan ia sangat menyukai satu orang artis yang selalu muncul di Televisi Swasta itu menjadi pembawa acara dalam sebuah acara Kuis (diperankan oleh Tora Sudiro).

Diam-diam, anak pemilik bengkel itu (diperankan oleh Ario Wahab), menaruh hati pada Juli. Namun, Juli sama sekali tidak menyadarinya. Juli masih tetap menyukai si pembawa acara ini.

Akhirnya, demi kebahagiaan Juli, anak pemilik bengkel itu membawa juli menonton acara kuis yang dibawakan oleh pembawa acara kesukaan Juli ini. Awalnya Juli senang dan sangat bahagia ketika ia bisa menonton langsung acara itu, namun, saat si pembawa acara memilih Juli untuk menjadi salah satu penonton untuk mendapatkan hadiah, si pembawa acara menyuruh Juli untuk membaca tulisan yang ada di layar besar. Juli pun hanya bisa terdiam. Ia tidak bisa membaca. Dan akhirnya, ia pun bukan bahagia, namun malah merasa menjadi bahan cercaan lagi. Dan itu terjadi di bulan Juni.

Akhirnya sang pembawa acara itu datang meminta maaf kepada Juli, beberapa hari setelahnya. Dan Juli pun menyatakan perasaannya kepada pembawa acara ini. Dan pembawa acara ini pun menerimanya.

Semua berjalan seperti biasanya lagi. Hingga suatu hari, Juli ingin datang ke stasiun televisi itu tanpa sepengetahuan si pembawa acara. Sambil membawa sebuah bunga mawar, Juli datang. Namun apa yang lihat, benar-benar tidak pernah ia kira. Juli melihat si pembawa acara berciuman pipi dengan seorang wanita, lalu menggandeng pinggang wanita itu untuk di bawa masuk ke dalam mobilnya. Hati Juli saat itu benar-benar rapuh melihat apa yang terjadi di depan matanya sendiri. Juli pun hanya bisa berusaha untuk berlari menghindari semua ini, berharap apa yang ia lihat tidak pernah terjadi. Namun tanpa Juli sadari, di belakang semua itu ada seorang laki-laki yang selalu melindungi Juli dari belakang, ialah si anak pemilik bengkel itu.

Setelahnya, Juli datang untuk menanyakan apa yang membuat hatinya sakit. Dan ternyata si pembawa acara itu mengaku bahwa ia telah bertunangan dengan seorang perempuan, dan perempuan itulah yang dilihat Juli pada hari itu. Juli yang merasa dirinya benar-benar tidak di hargai sedikitpun akhirnya pergi. Ia marah besar. Sehingga iapun kembali berlari di tengah hujan yang deras. Dan ternyata tiba-tiba, ada sebuah tangan menarik dirinya untuk berhenti berlari. Dan itulah si anak pemilik bengkel itu. Dan akhirnya ia menyatakan perasaannya pada Juli. Dan Juli pun meminta maaf atas sesuatu yang tidak pernah ia sadari ini.

Ada satu bagian ketika Juli, anak pemilik bengkel, dan para pegawai bengkel mencoba untuk menghentikan perbuatan Bapak Pemilik Bengkel untuk tidak melompat dari atap bengkel karena bengkelnya di ambang kebangkrutan. 

Film ini mendapat delapan dari total 12 kategori Piala Vidia untuk film cerita lepas televisi. FTV yang tayang pada Juni lalu itu terpilih sebagai Film Terbaik (karya film utuh). Sutradaranya, Guntur Soehardjanto, juga diganjar Piala Citra bersama dengan penulis skenario Monty Tiwa dan Triono Arto, serta pemeran utama wanita Sissy Priscilia. Empat piala lain ialah Tata Videografi Terbaik oleh Dian Satriawan dan Triono Arto, Editing Terbaik oleh Sugimin, Tata Artistik Terbaik oleh Fauzi, dan Tata Suara Terbaik oleh Muhajar.

Dari berbagai sumber

Sunday, May 13, 2012

Citizens or Red Devils


Malam ini sedang turun minum untuk liga Inggris yang memasuki musim terakhir, pekan ke 38. Tapi pimpinan pucuk klasemen masih belum bisa ditentukan. Jadinya pertandingan terakhir antara Manchester City vs QPR dan Sunderland vs Manchester United layak ditonton dua-duanya.



Akhirnya TV yang ada di kamar aku boyong ke ruang tamu. Jadinya di ruang tamu ada 2 TV. Di sebelah kiri aku nyalakan TV dengan chanel Manchester City vs QPR, sedangkan di sebelah kanan adalah pertandingan antara Sunderland vs Manchester United.
Jika harus memilih siapa yang menjadi jagoku malam ini, susah juga. Karena dari tahun 1994 aku sudah menjadi fans berat Manchester United (MU). Hingga akhirnya MU bisa treble winner tahun 1999. Dan disusul prestasi gemilang MU yang memonopoli Liga Inggris. Jadinya serasa bosan. Sir Alex Ferguson dengan pasukannya yang silih berganti selalu dan sering merajai.

Meniru John Lennon yang anti-kemapanan, hingga membuat pemerintah USA ketar ketir, hingga dibuatkan film dokumenternya “The U.S. vs John Lennon“. Dimana pada saat itu, tahun 1970, adalah masa setelah Perang Dunia ke-2, seakan-akan adalah pertarungan antara John Lennon dengan Richard Nixon – Presiden USA saat itu – tentang perang atau agresi militer yang sedang berlangsung di Vietnam.

Kembali ke topik utama, jadi siapakah yang layak menjadi juara Liga Inggris edisi 2011-2012? Akan menjadi seru jika muncul juara baru, yaitu Manchester City. Jika melihat lawan yang relatif mudah, maka MU dan City bakal tidak akan kesulitan mengalahkan masing-masing lawannya. Namun pertandingan pekan terakhir ini layaknya final, yang bermain tidak hanya skill, fisik dan teknik. Tapi juga mental. Siapakah yang akan menyandang juara adalah yang bermental juara.

Diunggah juga di http://olahraga.kompasiana.com/bola/2012/05/13/citizens-or-red-devils/

@taufanyanuar

Thursday, May 10, 2012

Antara Kaisar Ghengis Khan dan Kuda Poni



Mongol dianggap barbar dan liar. Mereka mendominasi daerah Eropa dan Asia dan paling terkenal dengan pasukan berkuda yg di pimpin oleh salah satu komandan militer besar dunia, Ghenghis Khan. Mereka sangat disiplin dan mahir dalam menggunakan busur dan panah diatas punggung kuda. Mereka menggunakan busur komposit yang bisa menembus melalui baju besi dan juga cukup mahir dengan tombak dan pedang. Mereka ahli perang psikologis dan intimidasi, dan membangun salah satu imperium terbesar di dunia yang pernah ada.

Ghengis Khan adalah pendiri Kekaisaran Mongolia, terbesar dalam sejarah kerajaan disekitarnya. Kekaisaran Mongolia yang diduduki menjadi menjadi pusat Asia. Ini dicapai melalui penyatuan banyak suku melalui konfederasi di timur laut Asia dan sebagian besar wilayah di Cina dan seluruh Asia. Kekaisaran Mongolia memasukkan Eurasia termasuk yang paling besar dan bagian dari Eropa Timur, Asia Tengah dan Timur Tengah. Ghengis Khan berhasil menaklukan dinasti Xia di barat dan dinasti Jin serta Kekaisaran Khwarezmid baik melalui taktik militer dan intelijen.

Pada era (1209 1121) – Ghenghis Khan (1167-1227), dinobatkan sebagai “kaisar dari semua kaisar,” dan tentara pasukan berkuda Mongol sengit, yang dikenal sebagai “Golden Horde,” menaklukkan dua pertiga dunia. Mongol adalah tentara, yang bergerak cepat kavaleri berbasis naik kuda poni yang kokoh kecil. Mereka tinggal di pelana mereka untuk jangka waktu yang panjang, kadang-kadang hari tanpa pernah turun dari pelana kudanya. Mereka memiliki sedikit kesempatan untuk berhenti dan membuat api untuk makan mereka.

Mongolia dengan kuda poninya menumbangkan Great Empire of China yg saat itu sudah menguasai teknologi yg disebut bom, walau sederhana, tapi ini cukup untuk membakar belasan orang dalam waktu singkat, menyebarkan ketakutan pada Holy Empire of Rome yg saat itu ditakuti para kerajaan besar.

Kuda yang ditunggangi oleh Ghenghis Khan adalah kuda yang dikenal memiliki daya tahan kecepatan dan keringat dari cairan darah seperti seperti gallops.

Dimana kuda tersebut merupakan mirip yang digunakan oleh Kaisar Wudi. Kaisar Wudi dikenal karena telah membuka Silk Road atau Jalur Sutra, sebuah jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa.

Benar adanya bahwasanya Ghenghis Khan menaklukkan dunia bukan dengan kuda yang gagah seperti yang kita lihat di televisi, namun hanya dengan menggunakan kuda poni. Bagaimana bisa? Dikarenakan kuda poni meski kecil namun terkenal lincah, dan satu lagi rahasianya adalah berhubungan dengan logistik.

Jika menggunakan kuda yang tinggi besar maka pasukan berkuda Ghenghis Khan akan membutuhkan pasokan sumber pakan yang banyak, tentunya hal tersebut dapat mempengaruhi ke-efektif-an dan ke-efisien-nan dari pasukan Ghenghis Khan.

Sedangkan dengan menggunakan kuda poni maka Ghenghis Khan hanya membutuhkan lebih sedikit pasokan sumber makanan bagi kuda dan juga tidak perlu membawa terlalu banyak ransum dibandingkan dengan kuda yang tinggi besar.

Kuda itu diidentifikasi sebagai Akhal-Teke, salah satu keturunan kuda tertua di dunia dan paling unik. Dalam catatan Cina, Kaisar Wudi menulis bahwa kuda tersebut berkembang biak. Dalam sebuah puisi ia menulis tentang -Akhal Teke, merupakan “kuda surga.”

Mangudai merupakan prajurit pemanah berkuda yang muncul dalam sejarah dunia setelah penyatuan Mongol oleh Ghenghis Khan. Kavaleri mongol mungkin merupakan salah satu tolak ukur peperangan modern yang mementingkan penggunaan manuver dan mobilitas pasukan untuk mengalahkan pasukan musuh. Bukan hanya taktik perang yang sangat dinamis, pasukan mongol juga terkenal akan kebengisan dan kebrutalannya yang tidak pernah memberi ampun bagi musuh yang melawan penaklukan mereka.

Salah satu reputasi yang pernah dibuat adalah ketika Hulagu Khan menaklukan Baghdad yang merupakan ibu kota kekhalifahan Abbasiyah saat itu. Baghdad yang mungkin pada saat itu merupakan kota termaju di dunia, luluh lantak dan tak pernah lagi mencapai keadaan yang sama pasca penaklukan Mongol kala itu. Berbeda dengan kavaleri pada umumnya, Kavaleri Mongol bersenjatakan busur dan panahnya. Semenjak kecil mereka sudah dilatih untuk memanah dari atas kuda dengan tingkat dan kecepatan yang mengagumkan.

Hal ini terbukti efektif untuk melemahkan infantri musuh yang tidak mungkin menyaingi mobilitas dan kecepatan kavaleri mongol yang sangat cepat dalam mengubah arah serangan dan penyerbuan. Penaklukan hampir seluruh asia, Eropa timur dan timur tengah merupakan bukti konkrit betapa tangguhnya pasukan mongol pada masa kejayaannya.

Diolah dari berbagai sumber.

@taufanyanuar

Sunday, May 6, 2012

TLP 4T


Saat bekerja atau melakukan aktivitas, terkadang kita kesusahan membagi waktu dan dalam menentukan prioritas pekerjaan. Jika hal ini gagal akan berakibat fatal. Untuk itu perlu ada formula dalam perencanaan dan eksekusi dari tiap perencanaan kita. Formula itu adalah TLP 4T (telepon empat te).

T : Tulis

Tulis aktivitas apa saja yang akan kita lakukan dalam satu waktu. Dalam 1 hari, selama 1 minggu.

L : Lama

Tetapkan lama waktu dalam pengerjaan aktivitas tersebut. Ini bertujuan agar pekerjaan kita tidak molor dan dapat terlaksana tepat waktu.

P : Putuskan

Putuskan aktivitas yang kita tulis tadi kedalam 4 kategori, yaitu:

T : Tolak

Tolak dan hapus  jika hanya jika aktivitas tersebut sia-sia belaka, dan tidak bermanfaat.

T : Tunda

Tunda jika aktivitas ini belum mendesak sedangkan masih ada aktivitas lain yang lebih mendesak.

T : Turunkan

Jika terdapat aktivitas yang mendesak tapi tidak atau kurang penting, maka turunkan atau delegasikan kepada staf atau bawahan yang kita anggap mampu melaksanakan aktivitas tersebut.

T : Terinci

Rinci dan pecah aktivitas hingga menjadi aktivitas-aktivitas kecil yang lebih detail.

Dengan melakukan sesuai formula TLP 4T, semoga pekerjaan kita bisa terlaksana semua dengan lancar dan baik.

Selamat mencoba.

@taufanyanuar

Thursday, May 3, 2012

Teman Setiaku

Oleh : Nia AFI

baru kusadari kini
kau teman setia untukku
teman berbagi ceritaku

kau memberi indah dalam hidupku

kini ku mengerti
kini inginkan terbaik untukku
inginkan aku terlihat sempurna di dalam setiap langkahku

kau ajari aku
menjadi dewasa
singkirkan emosi di dada
dan jadi sosok yang bijaksana

ku ingin engkau slalu ada dalam hidupku
walau tak slalu bersama setiap hari

jangan kau pergi tinggalkan aku sendiri
genggam erat tangan ini
jangan kau lepas lagi

teman setiaku
sahabat karibku
teman sejatiku

Saturday, April 21, 2012

Jalan-jalan ke Blora

Acara khitanan memang wajib bagi orang muslim menjelang akil balig. Sehingga sebagian warga muslim akan mengadakan tasyakuran atau selamatan dengan dihadiri oleh saudara dan sanak famili serta tetangga.

Kebetulan saat ini keluarga yang akan mengadakan tasyakuran adalah saudara dari Blora, Jawa Tengah. Acara dilangsungkan siang dan malam.



Sehingga kita sekeluarga harus bermalam. Untuk kita menginap 1 malam di hotel Kencana. Hotel kencana adalah hotel termewah di Bora Kota. Selain letaknya yang berada di jantung kota, hotel ini juga memiliki beberapa pilihan kelas kamar dengan harga yang tidak menguras isi kantong namun fasilitas yang diberikan tetap memuaskan.



Beralamatkan di Jl. Pemuda 59 Blora dan bisa dihubungi melalui telepon 0296 - 532486 atau fax 0296 - 533487.

Seusai acara malam, sebelum kembali ke hotel, kita menyempatkan diri untuk berkunjung ke alun-alun dimana ada semacam pasar malam dan keramaian disana.




Friday, April 13, 2012

7th Indonesian International Printing Exhibition 2012

Untuk menambah wawasan dan pembendaharaan serta untuk mendukung efisiensi dan produktivitas perusahaan maka diperlukan untuk mencari resource baru misalnya mengikuti pameran industri. Tidak hanya pameran industri atau manufaktur berskala nasional tapi juga skala internasional.

Untuk itu pada tanggal 13 April 2012 aku berangkat dari Juanda Surabaya menuju bandara Sukarno Hatta Jakarta dalam rangka menghadiri 7th Indonesian International Printing Exhibition 2012, yang diselenggarakan di Hall A Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta (PT Jakarta International Expo 1st floor Pusat Niaga Building Arena PRJ), Kemayoran Jakarta.

Indonesian International Printing Exhibition 2012 ini diadakan sejak tanggal 11 April 2012 hingga terakhir pada tanggal 14 April 2014. Pameran sudah dibuka pada pukul 10:00 a.m. hingga ditutup pukul 7:00 p.m.


Selama di Jakarta, aku bermalam di Swiss-Belhotel, yaitu merupakan hotel bintang 3 (3-star hotel) yang terletak di Jl. Kartini Raya No. 57, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Meski kita bisa booking secara online, namun jika ingin menghubungi melalui telepon dapat dilakukan di (021) 6393888.

Kita memilih Swiss-Belhotel karena hotel ini berlokasi di tengah-tengah Jakarta. Hotel ini dapat dicapai dalam waktu 10 menit berkendara dari area Mangga Besar dan Mangga Dua. Swiss-Belhotel Mangga Besar hanya 10 menit berkendara dari daerah perbelanjaan dan hiburan seperti Taman Hiburan Taman Impian Jaya Ancol dan Mal Mangga Dua. Perjalanan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta memakan waktu 30 menit dengan mobil, sementara Stasiun Kereta Api Kemayoran berjarak sekitar 1,6 km.

Selain menyediakan kolam renang indoor Swiss-Belhotel Mangga Besar menyediakan kamar-kamar mewah, dengan jumlah kamar hotel sebanyak 246 kamar, dengan interior luas dengan tempat tidur dan perabotan mewah, menampilkan dekorasi modern dengan kamar mandi besar. Setiap kamar dilengkapi dengan TV kabel layar datar, brankas, dan area duduk yang nyaman.

Jika kita mau makan malam tidak usah bingung keluar dari hotel, untuk menghindari macet kita bisa makan malam di restoran hotel yang menyuguhkan menu internasional dengan spesialisasi Asia. Anda bisa mengunjungi bar untuk menikmati minuman yang menyegarkan.

Related Posts