Friday, May 4, 2018

Pengolahan Limbah Cair

Sebelumnya sudah dibahas dengan judul artikel yang sama, yaitu pengolahan limbah cair. Berikut ini adalah langkah-langkah pengolahan limbah cair juga, yang terdiri dari 5 langkah. Dengan tujuan adalah untuk mengurangi zat-zat pencemar sehingga didapatkan air output yang sudah memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.


Langkah 0 : Input Air Limbah
Air limbah dialirkan melalui saluran air menuju bak input. Disini akan dilakukan proses screening system yang bertujuan untuk memisahkan air limbah dari kotoran dan padatan yang terikut.

Langkah 1A : Equalisasi
Dari bak input kemudian air limbah dialirkan ke bak equalisasi dengan tujuan untuk meminimumkan dan mengendalikan fluktuasi aliran limbah cair baik kualitas maupun kuantitas yang berbeda dan meng-homogenkan konsentrasi limbah cair.

Langkah 1B : Netralisasi
Jika limbah cair bersifat asam maka diperlukan proses kimia netralasi limbah cair dengan ditambahkan bahan kimia basa, misalnya coustik soda sebagai basa dan asam sulfat sebagai asam. Selain itu juga terdapat pH analyzer yang bertujuan untuk mengontrol pH, sehingga dapat tercapai ambang pH netral yaitu 6,5 – 7,5 .

Langkah 2 : Anaerob
Proses anaerob adalah proses penguraian yang menggunakan bakteri anaerob sehingga didapatkan unsur-unsur yang lebih sederhana dan pada proses anaerob ini akan menghasilkan gas metan yang akan dibakar secara otomatis di unit biogas flare.

Langkah 3 : Aerasi
Air limbah masih mengandung zat-zat pencemar lain yang tidak dapat diuraikan dengan proses anaerob maka dilakukanlah proses pengu-raian organik menggunakan mikroorganisme aerob atau proses aerasi, dengan menggunakan mikroba yaitu bakteri filamen yang berfungsi untuk mereduksi zat-zat pencemar yang tersisa. Zat-zat organik diubah kedalam bentuk karbon dioksida dan air, dan sejumlah energi juga dihasilkan sehingga mikroorganisme dapat berkembang biak. Bakteri aerobik memerlukan oksigen untuk menunjang kehidupannya, suplay oksigen didapatkan 4 unit motor aerator yang secara langsung menyuntikan oksigen ke dalam bak aerasi.

Langkah 4 : Klarifikasi
Klarifikasi adalah unit proses untuk memindahkan bahan padatan tersuspensi dalam limbah cair dengan prinsip gravitasi. Air limbah akan diuraikan menjadi 2 fraksi yaitu fraksi supernatant dan fraksi padatan/lumpur. Supernatant secara visual telihat agak jernih dan sedikit pengandung padatan tersuspensi sedangkan sebagian padatan / lumpur yang mengendap dibawah clarifier akan dikembalikan ke bak aerasi sebagai Return Actifated Sludge menggunakan RAS pump dan sebagian dialirkan ke bak pengeringan lumpur.

Langkah 5 : Output Air Limbah
Supernatant kemudian mengalir secara over flow  ke bak penampungan air output limbah yang didalamnya ditanamkan ikan sebagai indikator kualitas air output  limbah, sehingga air output limbah sudah memenuhi baku mutu yang telah ditentukan. Unit pengkondisian air hasil olahan terhadap lingkungan dengan didalamnya terdapat kolam ikan fungsinya adalah agar dapat diamati kehidupannya, baru kemudian air output limbah dialirkan menuju sungai. Jumlah air buangan dapat terekam oleh alat ukur flow meter.


Sumber :
https://nandariku.wordpress.com/2012/09/07/pengolahan-limbah-cair-di-ipal/
http://www.leofoods.net/env/