Monday, April 23, 2018

Pengolahan Limbah Cair

Pengolahan limbah yang baik merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu proses pembuangan limbah. Pengolahan air limbah adalah proses penghilangan kontaminan dari air limbah meliputi proses fisika, kimia, dan biologi untuk menghilangkan kontaminan fisik, kimia dan biologis sehingga dapat menghasilkan aliran limbah (atau efluen yang telah diolah) dan limbah padat atau lumpur yang cocok untuk pembuangan atau penggunaan kembali terhadap lingkungan.


Primary treatment (pengolahan pertama)
Pengolahan limbah pertama bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi. Beberapa alat yang digunakan adalah saringan pasir lambat, saringan pasir cepat, saringan multimedia, per coal filter, mikrostaining, dan vacuum filter.

Secondary treatment (pengolahan kedua)
Pengolahan limbah kedua bertujuan untuk mengkoagulasikan, menghilangkan koloid, dan men-stabilisasi zat organik dalam limbah. Pengolahan limbah rumah tangga bertujuan untuk mengurangi kandungan bahan organik, nutrisi nitrogen, dan fosfor. Penguraian bahan organik ini dilakukan oleh makhluk hidup secara aerobik (menggunakan oksigen) dan anaerobik (tanpa oksigen).

Koagulasi dan flokulasi adalah proses pengumpulan partikel-partikel halus yang tidak dapat diendapkan secara gravitasi, menjadi partikel yang lebih besar sehingga bisa diendapkan dengan jalan menambahkan bahan koagulasi (koagulan).

Bahan koagulan yang sering dipergunakan yaitu:
  1. Tawas (Al2(SO4)3)
  2. Fero Sulfat (FeSO4)
  3. Natrium Aluminat (NaAlO2)
  4. Feri Sulfat (Fe2(SO4)3)
  5. Fero Chlorida (FeCl2)
  6. Feri Chlorida (FeCl3).

Proses anaerobik (tanpa oksigen) digunakan umumnya untuk limbah dengan beban organik yang sangat tinggi. Pada proses anaerob, diperlukan temperatur yang lebih tinggi untuk mencapai laju reaksi yang diperlukan. Pada proses anaerob, penambahan temperatur dapat dilakukan dengan memanfaatkan panas dari gas methane yang merupakan by-product proses anaerob itu sendiri.

Proses aerob (dengan oksigen) merupakan pengolahan air limbah secara mikrobiologis aerob adalah pemanfaatan aktivitas mikroba aerob dalam kondisi aerob untuk menguraikan zat organik yang terdapat dalam air limbah menjadi zat inorganik yang stabil dan tidak memberikan dampak pencemaran terhadap lingkungan.

Tertiary treatment (pengolahan ketiga)
Setelah melewati tahap pengolahan pertama dan kedua, air limbah dihilangkan nutrisi atau unsur haranya, khususnya nitrat dan posfat, serta ditambahi klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.


Sumber :
http://css.umich.edu/factsheets/us-wastewater-treatment-factsheet
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengolahan_limbah
https://www.tanindo.net/pengolahan-limbah-cair-industri/
https://alifcenter.wordpress.com/2011/03/10/koagulasi-dan-flokulasi/
http://www.airlimbah.com/2010/08/pengolahan-aerob-vs-anaerob/comment-page-1/#comment-13224
http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Tekstil/tekstil.html
https://www.merdeka.com/pendidikan/inilah-3-tahap-penting-pengolahan-air-limbah-dengan-bantuan.html
https://artikazzani.wordpress.com/2010/10/25/mekanisme-penguraian-limbah-cair-organik-secara-aerob/
http://kesmavet.ditjenpkh.pertanian.go.id/index.php/berita/tulisan-ilmiah-populer/162-proses-anaerobik-sebagai-alternatif-untuk-mengolah-limbah-cair-rumah-potong-hewan-ruminansia