Saturday, February 11, 2012

Hal Unik Memelihara Kucing


1328911505433968541

Hampir tiap malam, dirumah sebelum tidur selalu menyiapkan perangkap tikus. Dengan perangkap lauk dari sisa makan malam. Terkadang ayam, kepala ikan bahkan tahu tempe juga pernah. Sebelumnya juga pernah menggunakan racun tikus, tapi kemudian dihentikan, takutnya malah di makan oleh anak-anak yang masih balita, dikiranya nanti tempe bacem.

Sebenarnya menggunakan perangkap tikus juga kurang aman, tidak bisa membayangkan jika kaki atau tangan terjepit perangkap tikus. Perangkap makan tuan namanya.
Cara paling aman untuk membasmi tikus adalah dengan memelihara predatornya. Yaitu pus meong, kucing.

Menurut penelitian tahun 1997 di Inggris mengungkapkan, seekor kucing rumahan rata-rata membawa pulang 11 ekor hewan mati — tikus, burung, katak, dsb — dalam waktu enam bulan. Itu berarti 9 juta kucing membunuh hampir 200 juta binatang liar per tahun.

Sedangkan di Selandia Baru, sebuah penelitian tahun 1979 menemukan fakta bahwa ketika kucing di sana hampir punah, populasi tikus meningkat cepat sebesar empat kali lipat.
Jika tikus bisa dibasmi dengan racun, perangkap atau pun kucing, nah jika tikus koruptor dengan apa ya?

@taufanyanuar

Ayo Pelihara Kucing


1328911505433968541

Hampir tiap malam, dirumah sebelum tidur selalu menyiapkan perangkap tikus. Dengan perangkap lauk dari sisa makan malam. Terkadang ayam, kepala ikan bahkan tahu tempe juga pernah. Sebelumnya juga pernah menggunakan racun tikus, tapi kemudian dihentikan, takutnya malah di makan oleh anak-anak yang masih balita, dikiranya nanti tempe bacem.

Sebenarnya menggunakan perangkap tikus juga kurang aman, tidak bisa membayangkan jika kaki atau tangan terjepit perangkap tikus. Perangkap makan tuan namanya.
Cara paling aman untuk membasmi tikus adalah dengan memelihara predatornya. Yaitu pus meong, kucing.

Menurut penelitian tahun 1997 di Inggris mengungkapkan, seekor kucing rumahan rata-rata membawa pulang 11 ekor hewan mati — tikus, burung, katak, dsb — dalam waktu enam bulan. Itu berarti 9 juta kucing membunuh hampir 200 juta binatang liar per tahun.

Sedangkan di Selandia Baru, sebuah penelitian tahun 1979 menemukan fakta bahwa ketika kucing di sana hampir punah, populasi tikus meningkat cepat sebesar empat kali lipat.
Jika tikus bisa dibasmi dengan racun, perangkap atau pun kucing, nah jika tikus koruptor dengan apa ya?

@taufanyanuar

Friday, February 10, 2012

If Tomorrow Never Come


1328822804497199041

Hari minggu siang hari, aku dan Rafa, anak pertamaku ku ajak untuk pergi mengambil hasil kertas cetakan di digital printing.  Dan seperti biasa sebelum pergi selalu menyempatkan beli bekal di minimarket terdekat, di jalan Kenjeran. Setelah beberapa lama mengambil snack, kita kembali ke mobil.

Waduh, sudah terasa amat panas di dalam mobil. Padahal belum 10 menit. AC mobil pun digeber ke angka-2.

Setelah kembali dari tempat digital printing Klampis, kita kembali ke rumah. Di lampu merah perempatan Kenjeran-Suramadu, ampuuun lamanya. Mungkin kita terkena 5x lampu merah. Masing-masing 1 sesi lampu merah adalah 120 detik lampu merah dan 30 detik lampu hijau, jadi total 750 detik. Lebih dari 12 menit!

Gara-garanya banyak motor yang melewati garis lampu merah. Sehingga menyebabkan jalur menjadi lebih sempit bagi pengguna jalan dari arah kanan, dan yang kedua saat lampu sudah menyala hijau,  motor-motor yang berada didepan melewati garis lampu merah ini masih melamun, tidak menarik gas. Karena mereka tidak tau, lampu apa statusnya.

Aduuh panas. Meski pakai AC tapi masih terasa panas.
Tiba-tiba jadi terbayang, bagaimana kalau di neraka nanti, lha panas yang seperti ini aja sudah terasa tidak enak. Eh, tiba-tiba juga di radio SS 100, diputar lagu dari Ronan Keating “If Tomorrow Never Come”. 

Wah, bagaimana jadinya ya.


@taufanyanuar

Yang Muda Mabuk, Yang Tua Korup


Yang muda mabuk, yang tua korup 2x
Korup terus, mabuk terus
Jayalah negeri ini, jayalah negeri ini
(Merdeka…!!)

Sepenggal lirik lagu dari Ahmad Band yang digawangi oleh , Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Pay Siburian, Bonky, and Bimo Sulaksono pada tahun 1998-an, 14 tahun yang lalu, terasa masih cocok saat ini. Belum lama kita baca dan dengar kasus Xenia Maut yang dikendarai oleh Apryani yang sampai menabrak 12 pejalan kaki di Tugu Tani. Gara-garanya, mabuk. 
Mabuk dengan menggunakan sabu dan ekstasi

Terakhir disusul berita terdapat pilot Sjaiful Salam yang tertangkap tangan sedang mabuk dengan sabu di hotel Garden Palace Surabaya. Ngerinya, hal ini dilakukan 3 jam sebelum tinggal landas di Bandara Juanda.

Bayangkan saja, gampang-gampangan saja, sopir yang mengendarai kendaraan di darat, yang masih menyentuh tanah saja berbahaya terbukti dengan jumlah korban yang ‘dihasilkan’, apalagi pilot yang mengendarai pesawat, tentu lebih berbahaya. Sudah fly ditambah nge-fly lagi.

Mari kita sebagai generasi muda agar hidup sehat dengan NO DRUGS.
Korupsi Wisma Atlet di Palembang sebesar Rp 30 miliar dan $ 5 juta yang dilakukan pejabat dan petinggi negara sangat menyesakkan dada. Di saat wajib pajak susah-susah bekerja kemudian menyisihkan uang untuk membayar pajak, dengan harapan jalan-jalan yang akan dilalui bisa mulus, tanpa lubang-lubang sehingga lancar, atau dengan harapan lampu penerangan di jalan sehingga bisa nyaman atau orang miskin bisa berobat dengan gratis dan sekolah bisa gratis, itu hanyalah sebatas mimpi.

Itu masih sebatas milyar. Nah apalagi penyelengan uang untuk dana talangan bank Century sebesar 6.7 trilyun, dimana kabarnya pengadilan saja bisa membuktikan adanya korupsi yang dilakukan para pemilik yang mencapai Rp 3,1 triliun.

Mari kita sebagai calon generasi tua nanti, agar hidup jujur dengan NO CORRUPTION.

No Drugs No Corruption


@taufanyanuar

Tuesday, February 7, 2012

Ada Apa dengan Cinta? (2002)


Artikel Ada Apa dengan Cinta? ini ditulis pada 7 Februari 2012 setelah 10 tahun film Ada Apa dengan Cinta? ditayangkan, yaitu tepatnya pada tanggal 7 Februari 2002, saat itu merupakan 3.5 bulan aku dan pacarku (status saat itu adalah pacar, status saat ini adalah istri). Saat itu aku nonton Ada Apa dengan Cinta? di Galaxy Mall Surabaya. Bisa dibilang ini merupakan film Indonesia pertama yang aku tonton bersama pacarku.

Film Ada Apa dengan Cinta? menandai kebangkitan kembali dunia perfilman Indonesia. Sehingga generasi 90-an yang menonton film ini pasti sangat mengena dihati hingga kapan pun. Dikarenakan ceritanya yang sederhana untuk dilihat dan simple untuk diikuti.

Tidak rumit dan kompleks seperti sinetron yang ada di TV. Sehingga film Ada Apa dengan Cinta?merupakan bentuk tontonan yang segar bagi pemirsa terutama bagi penikmat film di Indonesia.

Cerita Ada Apa dengan Cinta? cukup bersahaja yaitu cinta anak SMA yang bernama cinta yang galau dan bimbang terhadap sosok Rangga. Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan "dingin".

Pertemuan mereka berawal dari sepucuk puisi dari Rangga


TENTANG SESEORANG

Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
Sepi.. sepi.. dan sendiri aku benci

Aku mau bingar.. aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai...
Biar mengaduh sampai gaduh..

Ada malaikat menyulam
Jarring laba laba belang di tembok
Keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja..
Loncengnya..
Biar terdera

Atau aku harus lari ke pantai
Belok ke hutan


Selain Rangga, Cinta pun jago bikin puisi. Berbeda 180% dengan isi tema pusis Rangga yang berkutat pada jati diri, puisi Cinta bertemakan keseruan serta keceriaan kehidupan sehari-hari Cinta dan teman-temannya.


AKU INGIN BERSAMA SELAMANYA

Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautan

Tangan kita terikat... bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu

Di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada

Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu

Jiwa ini adalah tandu
Duduk saja... maka akan kita bawa semua

Karena kita adalah satu


Ditengah cerita terjadi konflik antara Cinta dan Rangga beserta teman-temannya. Hingga diakhir cerita Rangga berencana pindah sekolah ke New York, Amerika Serikat. Diberikanlah puisi yang berada di halaman terakhir dari buku catatannya

ADA APA DENGAN CINTA?

Perempuan datang atas nama Cinta
Bunda pergi karena Cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan

Ada apa dengannya ?

Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku lihat karya surga
Dari mata seorang hawa

Ada apa dengan Cinta ?

Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya

Bukan untuknya bukan untuk siapa
Tapi untukku…
Karena aku ingin kamu
Itu saja…



Wednesday, January 18, 2012

Lagu Bertemakan Bulan Januari



Januari Di Kota Dilli - oleh Rita Effendy (tahun 1998)
    
Menderu ombakmu menabuh pantai
kala tatap matamu sapa jiwaku
membiru lautmu memeluk pasir
kala harum nafasmu sebut namaku

dua biduk t'lah berlabuh
di satu dermaga cinta

januari di kota dili
kian hangat dalam ingatan
nantikanlah aku kembali
tuk menjemput cintamu

menguning bulanmu mengetuk malam
dan mesra jemarimu belai sukmaku
membias bintangmu menghias nyiur
dan hangatnya bibirmu kecup kalbuku

dua langit t'lah membaur
di suatu cakrawala
dua biduk t'lah berlabuh
di satu dermaga cinta

januari di kota dili
tak terkira cinta bersemi
januari lekas berganti
dan terhempas cintaku

januari di kota dili
kian hangat dalam ingatan
nantikanlah aku kembali
tuk menjemput cintamu

biarlah layar terkembang
ku ingin menyeberang
melintas pulau dan lautan
menjemput cintaku
belahan jiwa yang tertinggal
di timor loro sae


video "Januari di Kota Dili"




JANUARI - oleh Glenn Fredly (tahun 2002)

Berat bebanku
Meninggalkanmu
Separuh nafas jiwaku
Sirna...

Bukan salahmu
Apa dayaku
Mungkin benar cinta sejati
Tak berpihak
Pada kita

Reff:
Kasihku
Sampai disini kisah kita
Jangan tangisi keadaannya
Bukan karena kita berbeda

Dengarkan
Dengarkan lagu.....lagu ini
Melodi rintihan hati ini
Kisah kita berakhir di Januari

Selamat tinggal kisah sejatiku
Wow....pergilah
Video "Januari"



11 Januari - oleh Gigi (tahun 2007)
   
sebelas januari bertemu
menjalani kisah cinta ini
naluri berkata engkaulah milikku

bahagia selalu dimiliki
bertahun menjalani bersamamu
kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku

*
akulah penjagamu
akulah pelindungmu
akulah pendampingmu
di setiap langkah - langkahmu

pernahku menyakiti hatimu
pernah kau melupakan janji ini
semua karena kita ini manusia

back to *

kau bawa diriku
ke dalam hidupmu

kau basuh diriku
dengan rasa sayang

senyummu juga sedihmu
adalah hidupku

kau sentuh cintaku
dengan lembut dengan sejuta warna…



Tuesday, December 27, 2011

Air Terjun Tancak

Kisah ini ditulis kembali oleh @taufanyanuar setelah 10 tahun yang lalu melakukan perjalanan bersama sahabat karibnya, yaitu Handoko (Ndox), Taufan Yanuar (ck), Yogi (Ogix), Septian (Asept), Antudrikal (Drix) dan Andik.

NoDC

27 Desember 2001 - 27 Desember 2011


Air terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir dari bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Beberapa air terjun terbentuk di lingkungan pegunungan dimana erosi kerap terjadi.

Air Terjun Tancak merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Jember yang terletak di daerah perbukitan Tancak, Desa Suci, Kecamatan Panti, sekitar 16 kilometer arah barat daya kota Jember.

Air Terjun Tancak memiliki panorama yang sangat indah dan berada di lereng Gunung Pasang yang dikelilingi oleh hamparan perkebunan kopi yang luas. Air Terjun Tancak memiliki ketinggial 82 M dan debit air 150 meter kubik per detik, dan memiliki lintasan pendakian yang aman. Patut dikunjungi bagi mereka yang suka akan tantangan alam.

Air terjun eksotis ini memang belum banyak diketahui oleh wisatawan, karena letaknya memang agak tersembunyi. Selama perjalanan menuju ke air terjun, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang eksotis dari agri wisata Kebun Kopi Gunung Pasang, dengan dramatis pemetik kopi di sana sininya.

Anda harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat Kota Jember menuju ke Desa Suci, berjarak sekitar 16 km arah barat daya kota Jember dengan kondisi jalannya beraspal cukup mulus meski tidak seluruhnya.  

Rute yang bisa ditempuh untuk menuju lokasi air terjun ini adalah dari Tawang Alun (Jember) - Mangli (perempatan Mangli menuju ke utara atau belok ke kiri dari Tawang Alun sampai terlihat polsek Sukorambi ke kiri menuju Panti) Kemiri- gunung pasang - Air Terjun Tancakjarak tempuh kurang lebih 8 KM dapat ditempuh dalam waktu 1 -1,5 Jam dengan kendaraan Roda dua dan roda empat Rambipuji - Pertigaan Polsek Rambi puji ke utara - sampai di pertigaan menuju kemiri - Gunung Pasang.



Sampai di desa ini sobat bisa memarkir kendaraan di rumah-rumah penduduk, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 4 kilometer untuk mencapai lokasi air terjun dengan suasana yang hijau di sekitar air terjun membuat kunjungan akan semakin mengasyikkan.


dari kiri - ke kanan
Handoko (Ndox), Taufan Yanuar (ck), Yogi (Ogix), Septian (Asept), Antudrikal (Drix)

Di sepanjang perjalanan kita bisa mendapati burung berkicau dikala pagi hari dan sore hari bahkan ayam hutan yang berterbangan di antara semak-belukar. Selain itu tidak ketiadaan petunjuk jalan disini, oleh karena itu disarankan banyak bertanya kepada penduduk setempat.

Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Selama perjalanan akan banyak ditemui hewan pacet jadi jangan lupa membawa tembakau / minyak gas karena pada kondisi lembab (sore hari) banyak pacet yang menyisap darah. Selain itu yang perlu dipersiapkan untuk ke lokasi adalah jas hujan karena sering pada sore hari hujan turun di kawasan Air Terjun. 

Dan hawa disana cukup dingin, jadi terutama bagi yang tidak terbiasa dengan dingin maka pastikan untuk membawa jaket atau sweater, serta minyak tanah selain untuk memasak juga untuk menghangatkan badan.



Sumber :
http://pariwisatajbr.blogspot.com
http://www.jembersaja.blogspot.com
http://www.eastjava.com

Related Posts