Saturday, February 8, 2014

Antara LPJ, LNG dan CNG


Pada tanggal 9 Desember 2013, Indonesia sempat heboh dan bangga saat Pertamina menyatakan akan membangun Pertamina Energy Tower, yang akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia dan juga akan menjadi yang tertinggi ketiga di dunia setelah rampung nanti.

Lalu pada tanggal 1 Januari 2014 lalu Pertamina juga membuat heboh kembali saat berencana menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp 3.959 per kg. Sehingga kenaikan harga per tabung elpiji 12 kg mencapai Rp 47.508. Sebelum kenaikan, harga elpiji 12 kg adalah Rp 5.850 per kg atau Rp 70.200 per tabung, yang berlaku sejak 2009. Dengan demikian, harga elpiji 12 kg akan menjadi Rp 117.708 per tabung.


Beruntung harga elpiji tabung biru ini kemudian direvisi dengan hanya naik Rp 1.000 per kg. Dengan revisi tersebut, otomatis harga elpiji yang sebelumnya naik hingga Rp 120.000 dari PT Pertamina (Persero) ke agen pun berubah jadi hanya sekitar Rp 82.000.

Apa sih sebenarnya elpiji itu? Apakah sama dengan BBG atau bahan bakar gas? Bedanya dengan CNG apa? Berikut ulasan singkat mengenai elpiji dan gas alam lainnya.

LPG

Sering dikenal dengan elpiji merupakan singkatan dari Liquified Petroleum Gas, yaitu gas minyak bumi yang dicairkan. LPG merupakan campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Gas minyak bumi ini ditambahkan tekanannya dan diturunkan suhunya sehingga gas akan berubah menjadi cair. 

Sifat lain ELPIJI lebih berat dibanding udara, karena Butana dalam bentuk Gas mempunyai Berat Jenis dua kali Berat Jenis udara.

Komponennya sebagian besar terdiri dari propana (C3H8) dan butana (C4H10) dan sebagian kecil terdiri dari etana (C2H6) dan pentana (C5H12).

Elpiji di Indonesia mulai diperkenalkan oleh Pertamina sejak tahun 1968. Elpiji adalah bahan bakar yang ramah terhadap lingkungan yang menjamin dapur akan tetap dan bersih serta memasak akan lebih cepat karena daya pemanasan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Minyak Tanah atau Kayu Bakar.


LNG

LNG merupakan singkatan dari Liquefied Natural Gas atau gas alam cair, yaitu gas alam yang didinginkan lalu di kondensasikan sehingga menjadi cair. Kandungan utama dari LNG adalah methane dengan sedikit ethana, propane, Iso-butana, normal-butana, iso pentana +, serta kandungan – kandungan H2S yang beragam. Pada umumnya LNG disimpan dengan temperatur yang sangat rendah yaitu –150°C dengan tekanan 17 bar.g.


CNG

CNG merupakan Compressed Natural Gas yaitu gas alam terkompresi. Di Indonesia, kita mengenal CNG sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih ‘bersih’ bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam. CNG disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan, biasanya berbentuk silinder.

CNG kadang dianggap sama dengan LNG. Meski keduanya sama-sama gas alam, perbedaan utamanya adalah CNG adalah gas terkompresi sedangkan LNG adalah gas dalam bentuk cair. 

CNG secara ekonomis lebih murah dalam produksi dan penyimpanan dibandingkan LNG yang membutuhkan pendinginan dan tangki kriogenik yang mahal. Akan tetapi CNG membutuhkan tempat penyimpanan yang lebih besar untuk sejumlah massa gas alam yang sama serta perlu tekanan yang sangat tinggi. Oleh karena itu pemasaran CNG lebih ekonomis untuk lokasi-lokasi yang dekat dengan sumber gas alam.

Hasil dari gas minyak bumi atau gas alam antara lain :

* LNG : Liquified Natural Gas ( mayoritas Methana – C1 )
* LPG : Liquified Petroleum Gas ( umumnya Butana – C4 )
* CNG : Compressed Natural Gas ( umumnya Ethana-Propana-Butana C2-C3-C4 )
* Light Naphtha : Naphtha ringan ( umumnya berkisar antara C5 – C8 ), Condensible Gas
* Heavy Naphtha : Naphtha berat ( berkisar C8 – C13 ), bahan baku bensin
* HOMC : High Octane Mogas Component ( minyak pencampur bensin agar oktane numbernya tinggi, umumnya kracked naphtha )
* Kerosene : Minyak Tanah ( berkisar C15-C18 )
* Avtur : Aviation Turbine ( bahan bakar kerosene untuk turbin-gas pesawat terbang )
* Avigas : Aviation Gasoline ( bahan bakar bensin untuk pesawat terbang bermotor bakar )
* HSD : High Speed Diesel ( bahan bakar solar untuk mesin diesel putaran tinggi, terutama kendaraan transport dan mesin-mesin kecil )
* MFO : Marine Fuel Oil ( bahan bakar diesel putaran menengah terutama pada diesel kapal atau diesel berukuran besar )
* IFO : Industrial Fuel Oil ( minyak bakar ), sangat kental pada ambient temperatur, cocok untuk pemanas di eropa dan bahan bakar heater, mempunyai kalor pembakaran yang tinggi, sehingga volume pembakaran spesifiknya tinggi.


Sumber :
http://www.academia.edu
http://familyswebstore.blogspot.com
http://ajigudboy.wordpress.com
http://finance.detik.com