Friday, May 23, 2014

X-Men: Days of Future Past


Salah satu hobiku selain sepakbola dan baca buku adalah nonton film di bioskop. Sejak SMP hingga SMA, tiap hari Senin hampir selalu aku lihat film di Cineplex 21. Kenapa hari Senin, karena tiap hari Senin ada paket nomat, alias nonton hemat.

Bahkan terkadang jika banyak film bagus aku terkadang nonton juga di hari Jumat, jadi dalam seminggu aku nonton 2x. Salah satu sahabat kentalku yang juga hobi nonton bareng adalah Badra Dewanto.

Sewaktu kuliah, hobi nonton juga masih berlanjut, meski tidak segila saat duduk di bangku SMP dan SMA. Karena aku harus pandai mengatur uang dan harus berhemat, lantaran aku kuliah di Surabaya, jauh meninggalkan kampung halaman.

Sewaktu awal bekerja dan awal berkeluarga, hobi nonton tidak berlanjut, karena tidak memungkinkan meninggalkan Rafa dan Rangga, yang dua-duanya usianya masih balita.

Hingga akhirnya tahun 2014 ini, usia mereka sudah beranjak dari 5 tahun. Artinya sudah bisa ditinggal dengan dititipkan ke kakek dan neneknya, sehingga dengan hati tenang dapat nonton film di bioskop.

Film yang "beruntung" yang mendapatkan kesempatan "pertama" aku tonton adalah "X-Men: Days of Future Past".

"X-Men: Days of Future Past" akan berkisah tentang Professor X (Patrick Stewart) yang mengirim Wolverine (Hugh Jackman) untuk kembali ke masa lalu, tepatnya di tahun 1973. Ia menyuruh Wolverine untuk membantu Professor X muda (James McAvoy) dan mutan-mutan lainnya.

Mereka harus bersatu untuk menghentikan aksi Sentinels. Sentinels merupakan robot yang diprogram untuk menghancurkan para mutan. Keberlangsungan hidup mutan-mutan ini di masa depan tergantung pada keberhasilan mereka di masa lalu. Berhasilkah mereka?


Sumber :
http://realcoffeelatte.blogspot.com/2014/05/x-men.html