Sunday, January 28, 2007

Pernikahan

Pernikahan atau Ijab Qobul (akad nikah) adalah hubungan antara sepasang manusia yang diucapkan oleh kata-kata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan.

Rencana pernikahan harus mendapatkan prioritas. Karena dengan perencanaan yang baik, maka diharapkan akan memberikan hasil yang baik juga untuk acara pernikahan. 

Untuk yang ingin merencanakan pernikahan sendiri, ada 3 tips mengemat waktu.

Perencanaan pernikahan dimulai dengan hari dan tanggal pernikahan. Ketika sudah ditetapkan hari dan tanggal pernikahan, sudah waktunya untuk mempersiapkan undangan pernikahan. Tidak ada salahnya sebelum penetapan tanggal ini Anda dan pasangan sudah merancang bentuk undangan yang akan dipakai. Bisa dirancang sendiri, maupun menggunakan model-model yang sudah ada. Hal ini untuk menghemat waktu.

Di internet biasanya banyak disediakan desain-desain undangan pernikahan sebagai bahan referensi Anda. Mencari dan memesan undangan dengan desain-desain unik juga bisa Anda lakukan di internet. Pengerjaannya bervariasi antara satu minggu hingga dua minggu.

Persiapan selanjutnya yang bisa dilakukan adalah persiapan baju pengantin. Jika Anda sudah memiliki toko baju pengantin langganan keluarga, Anda bisa melakukan pencarian gaun minimal tiga bulan sebelum acara. Hal ini juga berlaku jika Anda memilih untuk mempercayakan gaun pengantin idaman Anda kepada desainer. Tidak terkecuali jika Anda memilih untuk menyewa gaun pengantin.
Untuk lebih menghemat waktu pemesanan maupun penyewaan bisa dilakukan melalui internet. Apalagi untuk yang sibuk dengan aktifitas di tempat kerja sehingga tidak memungkinkan Anda mempunyai hari khusus untuk memilih-milih ataupun melihat-lihat desain baju untuk pernikahan Anda.

Untuk urusan resepsi mulai dari tema acara, dekorasi ruangan hingga hidangan serta dokumentasi, bisa didiskusikan dengan anggota keluarga dan pasangan. Biasanya satu bulan sebelum acara resepsi dilangsungkan, pihak tuan rumah membentuk panitia pernikahan. Tujuannya agar pelaksanaan resepsi nanti berjalan lancar, karena masing-masing anggota kelurga sudah mempunyai kewajiban masing-masing. Anda bisa lakukan pembentukan panitia pernikahan ini dengan melibatkan anggota keluarga dan juga tetangga.


Tips pernikahan yang bahagia bila mengupayakan beberapa syarat berikut:

Sering ungkapkan "terima kasih" dan "kita"
Pada tahun 2007 lalu, para peneliti dari Arizona State University mengadakan sebuah survei terhadap suami-istri tentang rasa penghargaan satu sama lain sebagai partner. Ternyata, cukup banyak pasangan yang sering mengucapkan atau melakukan perbuatan yang melambangkan rasa syukur dan terima kasih satu sama lain. Di luar itu, masih banyak orang yang agak sulit menghargai orang lain. Dalam hidup berpasangan, saling menghargai dan menyampaikan terima kasih terbukti membuat pasangan hidup rukun dan mengurangi tingkat kebencian terhadap pasangan. Pasangan yang saling menghargai juga merasa lebih puas dengan hubungan mereka dibandingkan mereka yang jarang mengucapkan terima kasih dan kurang menghargai pasangannya. 

Selain ucapan "terima kasih", kebiasaan yang juga membuat pasangan merasa lebih bahagia adalah selalu mengucapkan "kita". Studi yang dimuat dalam Journal Psychology and Aging mengungkapkan, pasangan yang membahasakan diri dengan "kita" dan "kami" ternyata menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang lebih. Kata tersebut juga dinilai mampu menurunkan tingkat stres fisiologis dan perilaku negatif (marah) yang mungkin terjadi saat berbeda pendapat. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kata-kata egois seperti "aku", "kamu" dan "saya" selama berdebat justru akan membuat emosi semakin tinggi. Penggunaan kata ini juga berkaitan dengan ketidakpuasan dalam pernikahan.

Tidak mudah menyerah untuk bahagia
Terkadang kita merasa pasangan kita memiliki banyak sifat negatif. Namun, menurut penelitian yang dilakukan University of Tennessee, pernikahan justru bisa langgeng karena adanya beberapa perilaku negatif pasangan. 

"Salah satu cara untuk berkembang dan meningkatkan kualitas pernikahan adalah dengan mengalami dan menghadapi masalah. Proses saling menyalahkan satu sama lain dan menyarankan pasangan untuk berubah ke arah yang lebih positif bisa membuat pernikahan jadi lebih baik," tukas psikolog James McNulty.

Pada dasarnya, pasangan bisa menjadi lebih bahagia ketika mereka bisa memahami dan mengerti keinginan pasangannya satu sama lain. McNulty menambahkan bahwa proses menyalahkan pasangan (dengan cara dan alasan yang tepat) ternyata dapat memotivasi pasangan untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan memberi kenyamanan pada kedua belah pihak. Jangan mudah menyerah untuk mengubah sifat dan perilaku negatif pasangan agar berubah ke arah yang lebih baik.

Kerja keras
Cinta dan kebahagiaan dalam pernikahan bisa bertahan selamanya jika Anda mampu melewati berbagai ujian hidup. Dalam studi yang dipublikasikan dalam Journal Review of General Psychology, para peneliti dari University of California melakukan survei terhadap lebih dari 6000 orang yang baru menikah dan yang sudah menikah selama 20 tahun lebih. 

Dari penelitian ini terlihat, banyak pasangan yang masih saling mencintai sekalipun sudah hidup bersama selama puluhan tahun. Mereka menemukan bahwa kunci untuk menjaga romantisme dalam pernikahan adalah kerja keras. "Pasangan yang sudah hidup bersama selama puluhan tahun ini ternyata bekerja keras untuk bisa mempertahankan hubungan mereka. Mereka sangat peduli tentang hubungan mereka, menyelesaikan konflik dengan baik, dan memiliki komunikasi yang lancar," ungkap Bianca Acevedo, salah satu peneliti dari University of California, Santa Barbara. 

Selain itu, penelitian juga membuktikan bahwa pengalaman baru yang dilakukan bersama juga bisa merangsang produksi zat dopamin dan norepinefrin dalam otak yang berfungsi meningkatkan rasa bahagia dalam hidup pernikahan. Pengalaman dan petualangan baru ini dapat menciptakan suasana baru yang menyenangkan bagi kedua pasangan.



Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://female.kompas.com
http://tipspernikahan.com

Thursday, January 18, 2007

Beri Aku Arti

Padi - Beri Aku Arti

Menjumpai hari suasana sepi
Menikmati nafas alam tak berasa
Beragam warna terbayang sekilas
Menyingkirkan luka tanpa diminta

Pernahkah ku sadar tanpa itu semua
Dalam terang surya selalu terjaga
Memahami makna arti kenyataan
Keremangan senja selipkan hampa

Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda

Memalingkan wajah acuhkan muka
Menyamakan arti bukan suara hati
Ingin berbicara hasrat pengungkapan
Masih pantaskah aku di sampingmu

Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda,

tak ingin berbeda,
tak ingin berbeda.
ohh, , uuu, , ohhh

Di mana kawanku inginku menyapa
Beri aku ruang tempatkan diriku
Di mana kawanku semakin menjauh
Beri aku arti tak ingin berbeda

Tak ingin berbeda
Tak ingin berbeda

semakin menjauh, ,,
semakin menjauh, ,
semakin menjauh, , uhhh

Tuesday, October 24, 2006

Terserah

Oleh : Krisdayanti
 
Dilembar putih ini
Kutuangkan semua perasaanku
Tentang diriku…
Cintaku pada dirimu

Dan kebisuan kita
Berawal disini tanpa sengaja
Terungkap juga rahasia diri
Antara aku dan dia

Mestinya kau tak perlu buka
Buku harianku
Hanya kan membuat dirimu
Tersiksa dalam rasa curiga

Terserah caramu kasih
Menilai diriku ini
Terserah bagaimana
Mengartikan isi hatiku
Tak perlu kau emosi
Kau pun sungguh berarti
Cintaku hanya untuk dirimu

Wednesday, May 3, 2006

Rinduku Adinda

Oleh Protonema
 
Kau lantunkan seluruh kesedihanmu
Senandung kerinduan yang tiada hilang
Mencoba bertahan walau asa itu semakin ada
Tiada pernah hilang walau waktu kan terus berjalan

Dan angin pun berbisik akan harapan
Redakan kerinduan yang semakin dalam
Mencoba bertahan walau asa itu semakin ada
Tiada pernah hilang walau waktu kan terus berjalan

Adinda, coba rasa cintaku di dada
Sesungguhnya cukup lama rinduku kutunda
Oh adinda oh cintaku
Coba renungkan aku, aku rindu padamu

Mencoba bertahan walau asa itu semakin ada
Tiada pernah hilang walau waktu kan terus berjalan

Adinda, coba rasa cintaku di dada
Sesungguhnya cukup lama rinduku kutunda
Oh adinda oh cintaku
Coba renungkan aku, aku rindu padamu, jangan ragu

Adinda, coba rasa cintaku di dada
Sesungguhnya cukup lama cintaku kusimpan
Oh adinda oh sayangku
Coba mimpikan aku, aku cinta padamu

Rinduku, cintaku, adinda sayang
Adindaku, cintaku, rinduku
Cintaku, rinduku, adinda sayang

Friday, March 24, 2006

Affirmation

Oleh : Savage Garden

I believe the sun should never set upon an argument
I believe we place our happiness in other people's hands
I believe that junk food tastes so good because it's bad for you
I believe your parents did the best job they knew how to do
I believe that beauty magazines promote low self-esteem
I believe I'm loved when I'm completely by myself alone
I believe in Karma what you give is what you get returned
I believe you can't appreciate real love until you've been burned
I believe the grass is no more greener on the other side
I believe you don't know what you've got until you say goodbye

I believe you can't control or choose your sexuality
I believe that trust is more important than monogamy
I believe your most attractive features are your heart and soul
I believe that family is worth more than money or gold
I believe the struggle for financial freedom is unfair
I believe the only ones who disagree are millionaires

I believe in Karma what you give is what you get returned
I believe you can't appreciate real love until you've been burned
I believe the grass is no more greener on the other side
I believe you don't know what you've got until you say goodbye

I believe forgiveness is the key to your own happiness
I believe that wedded bliss negates the need to be undressed
I believe that God does not endorse TV evangelists
I believe in love surviving death into eternity

I believe in Karma what you give is what you get returned
I believe you can't appreciate real love until you've been burned
I believe the grass is no more greener on the other side
I believe you don't know what you've got until you say goodbye

Thursday, February 16, 2006

I Knew I Loved You

Oleh Savage Garden

Maybe it's intuition
But some things you just don't question
Like in your eyes, I see my future in an instant
And there it goes,
I think I found my best friend
I know that it might sound
More than a little crazy
But I believe

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

There's just no rhyme or reason
Only the sense of completion
And in your eyes, I see
The missing pieces I'm searching for
I think I've found my way home
I know that it might sound
More than a little crazy
But I believe

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

A thousand angels dance around you
I am complete now that I've found you

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

Friday, February 3, 2006

Seven Habits

to be more effective people

paradigma : sudut pandang yang terbentuk oleh pendidikan, latar belakang dan pengalaman hidup kita

diketik ulang berdasarkan catatan dari tanggal 3 Februari 2004

Pemikiran - Tindakan - Kebiasan (plus Paradigma) - Watak - Nasib

Sharing mengenai Seven Habits to be more effective people pertama kali aku dapatkan salah satu dosen Fakultas Teknik Industri di kampus ITS saat menjelang wisuda. Pelajaran dengan format seminar ini sangat banyak membantu aku saat lepas wisuda menjadi bekal saat bekerja pertama kali di perusahaan.

Berikut aku share juga agar ilmu yang aku dapat bisa berguna. Ke-7 kebiasaan tersebut adalah sebagai berikut

A. Ketergantungan (Dependent) :

Private victory
1. Be Proactive
2. Begin With The End in Mind
3. Put First Thing First

B. Kemandirian (Independent)

Public victory
4. Think Win-Win
5. Seek First to Understand then to be Understood
6. Synergize

C. Saling tergantung (Interpendent)

7. Sharpen the Saw


Teori SEVEN HABITS To Be More Effective People merupakan buah pikiran dari Stephen Covey dalam bukunya yang berjudul sama "The 7 Habits of Highly Effective People".

Yang membedakan orang-orang yang sangat efektif dengan orang yang tidak produktif adalah bukan pada apa yang mereka miliki, tetapi pada kebiasaan-kebiasaannya. Watak seseorang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaannya. Di alam bawah sadar, kebiasaan-kebiasaan itu membentuk dan mengubah watak seseorang. Dan ternyata kebiasaan-kebiasaan itu bisa diubah, asal kita mau walaupun membutuhkan waktu.

Taburlah pemikiran, maka Anda akan menuai tindakan.
Taburlah tindakan, maka Anda akan menuai kebiasaan.
Taburlah kebiasaan, maka Anda akan menuai watak.
Taburlah watak, maka Anda akan menuai nasib Anda.

Kebiasaan itu sendiri terjadi karena adanya paradigma. Yang dimaksud paradigma adalah sudut pandang atau kerangka yang terbentuk oleh pengalaman hidup, pendidikan maupun latar belakang kita.

Paradigma inilah yang menentukan bagaimana kita memandang dan mengartikan dunia ini, dan dengan demikian menentukan bagaimana kita bereaksi dan bersikap terhadapnya. Sebagai contoh mula-mula astronom Mesir, Ptolemy mengatakan bahwa bumi adalah pusat jagat raya. Tapi kemudian Copernicus menyebabkan perubahan paradigma, ketika dia membuktikan bahwa sebenarnya mataharilah pusat dari jagad raya.

Pengertian akan konsep paradigma ini membuat orang belajar mengerti bagaimana orang lain memandang persoalan yang sama dengan kacamata yang berbeda. Pengertian tentang paradigma ini juga dapat menghindarkan orang dari sikap merasa dirinya sebagai korban lingkungan atau orang lain, sehingga seringkali melakukan "blaming others" (menyalahkan orang lain), karena menganggap dunialah yang salah kalau sesuatu itu tidak sesuai dengan harapannya.

Selanjutnya Stephen Covey menjelaskan bahwa di dunia ini ada hukum alam untuk kematangan. Seorang bayi berkembang dari ketergantungan pada orang tuanya menjadi mandiri sebelum akhirnya mencapai kamatangan pemahaman akan saling ketergantungan dengan orang lain di sekitarnya. Ekosistem alam tercermin dalam ketergantungan kolektif dari masing-masing warga masyarakat, satu terhadap yang lain.

Ketergantungan seorang bayi paradigmanya adalah "Engkau" (engkau merawatku, kalau ada yang salah, itu salahmu), sedangkan pada kemandirian remaja adalah "Aku" (ini pilihanku, aku akan mengerjakannya sendiri). Dan dalam tahap saling tergantung, orang dewasa adalah "Kita" (kita bisa bekerja sama, sebaiknya kita bersatu)

--------

Dalam proses kematangan seseorang dari tahap ketergantungan (dependent) menjadi kemandirian (independent) dan kemudian saling tergantung (interdependent) ada kebiasaan-kebiasaan yang perlu dikuasai supaya seseorang bisa menjadi sangat efektif.

Stephen Covey menyatakan bahwa adanya 7 kebiasaan yang perlu dimiliki. 3 diantaranya berkaitan dengan penguasaan diri, yaitu:

1. Be Proactive (Jadilah pro-aktif)
2. Begin with the End in Mind (Merujuk pada tujuan akhir)
3. Put First Thing First (Dahulukan yang utama)

Kalau kita dapat menguasai ketiga kebiasaan ini, maka kita akan mengalami apa yang disebut "Private Victory" (Kemenangan Pribadi) dan kita boleh dikatakan telah mencapai tahap kemandirian (independent).

Setelah mandiri ini, kita dapat meraih "Public Victory" (kemenangan publik) dengan menguasai 3 kebiasaan selanjutnya, yaitu

4. Think Win-Win (Berpikir menang-menang)
5. Seek First to Understand then to be Understood (Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti)
6. Synergize (Wujudkan sinergi)

Proses ini tidak bisa dibalik, sebagaimana kita tidak mungkin panen sebelum menanam. Jadi prosesnya berlangsung dari dalam keluar (inside out), yaitu memulai dari diri sendiri (Ibda bin nafsi - Rasulullah SAW) baru dengan orang lain.

Dan kemudian kebiasaan terakhir
7. Sharpen the Saw (asahlah gergaji) adalah kebisaan untuk selalu melakukan pengembangan diri.

bersambung ke Seven Habits (2).

Related Posts